APKDock Logo
Sampul Novel My Dearest One

My Dearest One

8.9 / 10.0
Terbangun tanpa ingatan di tempat asing, Danessa didera sakit kepala hebat tiap kali mencoba mengingat masa lalunya. Begitu kepingan memori mulai terkuak, ia terkejut mendapati fakta bahwa dirinya dahulu adalah sosok buruk yang tidak layak dicintai. Kini, Nessa didera dilema batin yang besar. Apakah ia harus kembali menjadi wanita penuh cela seperti dulu, atau tetap menjalani hidup dengan kepribadian barunya yang kini begitu lembut serta dicintai banyak orang?

My Dearest One Bab 1

Aku melihatnya lagi, gadisku kembali menghabiskan sorenya di kursi taman rumah sakit. Seperti apa yang selalu ia lakukan semenjak tiga hari belakangan ini. Semilir angin sore sesekali menerbangkan helai rambut hitamnya yang tergerai bebas, membingkai dengan sempurna wajah mungil yang selalu membuatku tak pernah bosan untuk memandanginya. Dialah gadisku, milikku seutuhnya meski pada kenyataannya dia bahkan sama sekali tak mengingat eksistensiku dalam hidupnya.

Genggaman tanganku di atas parzel buah semakin mengerat. Aku egois, ya... aku tahu itu. Dengan kejamnya merasa bahagia ketika gadis yang kucinta kehilangan seluruh memori di otaknya. Mau bagaimana lagi? Ini semua karena aku terlalu mencintainya. Cintaku ini bahkan semakin bertambah ketika dia menjadi sosoknya yang baru.

Lihatlah dirinya. Begitu cantik, begitu hangat, begitu cemerlang, sehingga membuat dirinya begitu mudah untuk dicintai. Jauh berbeda dengan dirinya yang dulu. Meski pada kenyataannya, mau seperti apapun sikapnya, cintaku ini hanya akan tetap tertuju padanya. Terpatri begitu dalam hingga aku bahkan sulit untuk sekedar berpaling untuk mengagumi wanita yang lain.

"Kamu sudah datang?" suaranya yang lembut menyentak lamunanku begitu saja. Lihatlah, karena terlalu sibuk mengagumi sosoknya, aku bahkan tak sadar sejak kapan kedua kakiku telah melangkah dan kini aku justru mendapati diriku tengah berdiri membatu di hadapannya.

Mengerdikkan bahu, aku kemudian mendudukkan tubuhku tepat di sebelahnya. Memejamkan mata sejenak, menikmati semilir angin yang sayup membawa serta wangi tubuhnya. "Seperti biasa, tak ada yang spesial." Jawabku kemudian sambil tersenyum lembut kepadanya.

Gadisku itu membalas senyumku sambil menyingkirkan helaian rambut panjangnya yang tertiup angin hingga menghalangi pandangan. Tanganku dengan refleks --yang lebih karena terbiasa, ikut menyelipkan beberapa anak rambutnya ke belakang telinga. Helaian rambutnya itu kini berwarna cokelat keabuan, nyaris hitam. Warna yang tergolong normal.

Sampai sekarangpun aku tak mengerti, kenapa dulu dia begitu suka mewarnai rambutnya dengan warna-warna tak masuk akal. Mulai dari cokelat tua yang diberi sentuhan warna merah disetiap ujungnya, pink cerah yang membuat siapapun yang melihatnya menjadi sakit mata, hingga percampuran tujuh warna yang membuat rambutnya bisa saja dijadikan sebagai icon pelangi.

Namun untung saja ketika insiden itu terjadi, entah bagaimana dia sudah mengubah warna rambutnya menjadi warna yang sedikit normal. Sehingga pertanyaan rumit seperti, 'kenapa warna rambutku seperti ini?' tidak akan keluar dari bibirnya. Aku pasti akan kebingungan setengah mati jika dia bertanya seperti itu. Karena pertanyaan itu, jelas-jelas hanya dirinya sendirilah yang tahu jawabannya. Dirinya yang dulu, sebelum insiden naas itu merenggut seluruh ingatannya.

Amnesia, itulah nama penyakit yang divonis dokter ketika Nessa baru saja siuman di ruang ICU. Sebuah penyakit yang dulu sempat kuragukan keberadaannya. Bagaimana mungkin ada seseorang yang bisa kehilangan seluruh memori otaknya? Apakah itu berarti dia juga lupa bagaimana caranya berjalan? Bagaimana caranya makan dan bagaimana caranya bernafas? Namun keraguan itu langsung sirna begitu saja ketika Nessa sendirilah yang mengalaminya.

Kekasihku itu hanya menatap hampa segala hal yang ada di depannya saat pertama kali siuman. Dia bahkan tak merespon ketika aku menggenggam tangannya dan memanggil namanya berkali-kali. Dan ketika satu pertanyaan keluar dari bibirnya, aku benar-benar tak tahu harus menangis atau tertawa sekencang-kencangnya saat itu juga.

"Siapa?" aku bahkan masih ingat suara lemah dan pandangan kosongnya ketika menanyakan satu kata itu.

Dia tidak mengingatku! Dia tidak mengenal dirinya sendiri, dan bahkan dia sama sekali tak tahu hal apa saja yang sudah terjadi di antara kami. Sejak saat itulah kebohongan demi kebohongan terjadi. Bukan sepenuhnya kebohongan, aku hanya menutupi apa yang seharusnya tidak ia ketahui.

Aku tahu ini salah, aku bahkan sangat tahu jika aku mungkin akan kehilangan dirinya jika kelak tiba-tiba saja ingatannya kembali. Namun salahkah aku jika mempertaruhkan segalanya saat ini? Aku akan melakukan apa saja untuk mengikat hatinya selama kesempatan ini masih ada. Aku akan memperbaiki semua kesalahan yang pernah kulakukan padanya. Aku akan membuktikan jika cintaku benar-benar begitu dalam padanya. Dan akan kutunjukkan jika aku menempatkannya dalam posisi yang paling penting di atas segala-galanya.

Sehingga ketika dia pada akhirnya mengingat semua masa lalu kami, dia akan sadar. Sedikit kesalahanku di masa lalu, sama sekali tak sebanding dengan seberapa besar cinta dan kasih sayang yang kucurahkan untuknya saat ini. Dia tak akan memiliki alasan untuk pergi dariku. Karena hatinya, sudah berada di dalam rengkuhan kedua tanganku.

Lanjut Membaca

Daftar Isi My Dearest One

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya membesarkan dua anak sendirian. Di tengah perjuangan berat ini, ia dipertemukan kembali dengan Damar, adik ipar yang menaruh dendam padanya akibat skandal masa lalu yang melibatkan saudari kembar Kayra. Sempat menolak mengakui sang keponakan, kemiripan fisik bayi tersebut akhirnya meluluhkan kerasnya hati Damar. Mampukah takdir baru ini mengembalikan kebahagiaan Kayra yang sempat sirna?
Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan hidupnya demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menolak perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia rancangan orang tua. Di tengah perselisihan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang perdagangan manusia. Akankah benih cinta akhirnya tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam yang menegangkan, Shila harus menahan rasa sakit dan gejolak gairah saat Sam menyentuhnya. Di tengah situasi berisiko tinggi ini, Sam memperingatkan Shila dengan bisikan lirih agar tetap diam. Mereka harus menyembunyikan hubungan terlarang ini dengan sangat hati-hati, sebab orang tua Shila berada sangat dekat dan bisa mendengar setiap suara di dalam rumah. Ketakutan akan ketahuan membuat hubungan rahasia mereka terasa kian mencekam.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menyoroti sisi tersembunyi kehidupan yang penuh luka, dilema, dan kerinduan di balik topeng kesucian. Melalui narasi realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan diri di tengah kegelapan untuk menemukan cahaya. Sebuah hiburan mendalam tentang pencarian makna hidup serta cinta yang berliku, menyajikan perspektif baru bagi Anda.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah didera kemalangan setelah orang tuanya menjadikan dirinya jaminan utang pada mafia kejam. Kini ia terkurung dalam kehidupan bak penjara, sembari terus dihantui oleh trauma masa lalu yang begitu kelam. Di tengah penderitaan ini, Alena bertekad mencari tahu alasan mengapa orang tuanya tega meninggalkannya dalam bahaya. Mampukah ia bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian sangat yakin takkan pernah mau menikah karena baginya wanita hanya teman ranjang semata. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah ia mengenal sekretarisnya, Adeeva Adelia Albert, yang bersikap dingin dan acuh padanya. Meski Adeeva awalnya menganggap bosnya itu sebagai kesialan terbesar, Xavier justru merasa ia adalah berkah. Kini, rasa benci di antara mereka telah sirna, berganti menjadi hari-hari penuh romansa yang indah.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan