APKDock Logo
Sampul Novel My Enemy Is My Husband

My Enemy Is My Husband

9.5 / 10.0
Niat Joana menghibur diri di kelab malam hancur saat memergoki sang kekasih berselingkuh dengan empat wanita sekaligus. Dalam keadaan mabuk berat karena patah hati, ia malah terlibat cinta satu malam dengan pria asing. Keadaan kian kacau ketika ia mengetahui bahwa lelaki misterius yang kini mengklaim dirinya adalah kakak kandung mantan kekasihnya itu. Kini, Joana terjebak dalam cengkeraman kekuasaan pria tersebut dan tidak bisa meloloskan diri dari takdir rumit ini.

My Enemy Is My Husband Bab 1

Di tengah derasnya hujan yang mengguyur. Joana Griselda, berlari keluar dari mobil sahabatnya--Vinka, yang baru saja parkir di samping gedung kelab.

Joana, si wanita pemilik julukan Dewi Aphrodite, karena kecantikannya yang memukau. Tampak mengibaskan rambut panjangnya yang basah.

Pemilik manik hijau, seperti zamrud yang berkilauan itu menatap ke arah sahabatnya yang baru ke luar dari mobil.

"Vin, cepat!" Joana melambai ke arah Vinka yang tampak ragu-ragu menerobos hujan.

"Kamu tinggal di situ. Aku masuk duluan!" kali ini Joana berseru lantang. Sengaja mengeluarkan nada ancaman agar Vinka segera menyusulnya menerobos hujan.

"Shit! Kau tidak lihat pakaianku sekarang, Joa?! Tunggu aku perempuan gila!" Vinka balas berteriak sembari menunjuk gaun mini sebatas paha dengan model tali spageti yang menggantung di pundak.

"I don't care! Cepat ke mari!" segala keanggunan Joana malam itu seketika menghilang diakibatkan stress yang melanda.

Joana ingin segera masuk ke dalam dan menghabiskan beberapa botol minuman.

"Oke, tunggu di situ!" Vinka dengan sangat terpaksa menerobos hujan yang membasahi riasan wajah dan gaun cantiknya.

Begitu Vinka berdiri di hadapannya sembari mengibaskan rambut. Joana lantas menarik pergelangan tangan wanita itu untuk segera masuk bersamanya.

"Astaga, Joa! Kau tidak bisa pelan-pelan? Minuman di dalam tidak akan habis. Kau tenang saja." Vinka menepis kesal tangan Joana.

Joana mengangkat kedua pundak acuh. "Siapa yang tahu kalau ada banyak pengunjung stress sepertiku, yang butuh minuman dalam jumlah banyak?"

Vinka hanya bisa menggelengkan kepala. Mencoba sabar dengan keadaan Joana yang saat ini memang sedang dilanda gundah-gulana.

Baru satu menit Joana dan Vinka berada dalam gedung itu. Beberapa pandangan langsung tertuju ke arah mereka.

Walaupun sejak kecil Joana kerap mendapat perhatian seperti ini. Namun, tetap saja ada rasa tidak nyaman yang mendera.

"Joa, aku ke toilet sebentar. Aku tidak nyaman pakaianku basah begini. Rambut dan riasanku juga berantakan," ujar Vinka sembari menunjukkan keadaannya yang tidak sempurna lagi.

Joana tentu tidak melarang. "Aku tunggu di sana." Telunjuk Joana mengarah ke meja bar, yang lantas diangguki oleh Vinka.

Beruntungnya, Joana tidak mengenakan riasan apapun. Wajahnya tetap terlihat mempesona meski hanya menggunakan lipstik.

Kedua kaki jenjang Joana melangkah percaya diri di tengah kerumunan para pengunjung, yang terus menari tanpa peduli dengan keadaan sekitar.

Setelah mengambil posisi duduk di salah satu kursi yang berhadapan dengan meja bar. Pandangan Joana memutar ke segala arah. Memandang orang-orang yang terlihat happy dengan apa yang mereka lakukan.

Pemandangan erotis. Bau alkohol yang berpadu dengan asap rokok. Musik EDM yang mengentak keras. Menyadarkan Joana di mana tempatnya berada sekarang.

Sejenak Joana mendesah berat. Jika saja tadi pagi dia tidak berdebat dengan Levin--kekasihnya. Joana tidak akan berakhir di sini. Jujur saja, selimut tebal yang lembut di kamarnya jauh lebih menggoda daripada membuang waktu di tempat ini.

Namun, berdiam diri di kamar dalam keadaan pikiran berkecamuk. Hanya akan membuat pikirannya semakin kacau. Dengan kebisingan yang memenuhi ruangan ini. Joana berharap agar keresahan yang terus membelenggu sejak pagi tadi bisa menghilang, atau setidaknya mereda.

Joana mengalihkan atensi dari pemandangan liar di hadapannya. Seorang bartender tampan dengan model rambut gimbal yang terikat satu di belakang, menyambutnya dengan senyum mempesona.

"Wiski, tolong shake pesananku sekarang."

"Wait a minute!" ujar sang bartender tampan itu.

Selang beberapa saat kemudian, sang bartender menyerahkan gelas, balok es dan tentunya sebotol wiski pesanan Joana.

Joana menikmati minumannya dalam diam. Tanpa menunggu kedatangan Vinka yang sangat lama berada di toilet.

Dentum musik EDM yang semakin mengentak keras itu nyatanya tak mampu menenangkan hati Joana. Tentu saja, cara tercepat agar hatinya kembali membaik adalah mendapat telepon dari kekasihnya. Meminta maaf padanya dan mengakui kesalahan.

Namun, pada akhirnya apa? Bahkan sampai larut malam seperti ini. Pria itu sama sekali tidak memberi kabar. Walau hanya pesan singkat pun tidak ada. Joana paling malas jika harus memulai duluan. Apalagi dirinya dalam posisi yang benar.

Semua orang akan setuju jika dialah yang benar. Joana tidak pernah meminta uang atau barang-barang branded pada sang kekasih. Hanya sebuah permintaan kecil yang sederhana, yakni bertemu dengan keluarga kekasihnya.

Apa yang salah dari permintaannya itu? Joana hanya ingin mengenal Levin lebih dekat lagi. Mereka sudah menghabiskan hampir dua tahun lamanya menjadi sepasang kekasih. Namun, Levin belum juga mengenalkannya pada keluarga pria itu.

Jangankan pada keluarga, bahkan pada teman-teman dekat Levin pun. Pria itu enggan mengenalkan padanya.

Terkadang Joana berpikir, apakah Levin benar-benar menganggap serius hubungan mereka atau justru hanya menganggapnya sebagai permainan semata yang tidak penting?

Joana terus menyesap minumannya hingga tanpa sadar ia telah menghabiskannya setengah botol. Pandanganya pun mulai berbayang sejak tadi. Kehilangan fokus tanpa seseorang yang dikenalnya di tempat itu. Sedikit membuatnya khawatir. Terlebih Vinka belum datang. Entah ke mana perginya gadis liar itu.

"Jaga minumanku. Aku ke toilet sebentar," ujar Joana pada sang pria bartender.

"Pergilah, Nona. Tempatmu aman di sini," kata pria itu serius.

Joana kemudian bangkit. Berniat menyusul Vinka yang belum datang juga. Bahkan botol minumannya sudah menyusut banyak. Namun, batang hidung gadis itu belum muncul juga.

Siulan dan berbagai macam godaan yang diterimanya, membuat Joana memutar bola mata malas. Dia sangat tidak tertarik mencari pria di tempat kotor seperti ini. Sebab, tempat ini dikunjungi sembilan puluh persen oleh pria-pria bejat.

Joana yang berjalan sedikit sempoyongan. Tidak sengaja menyambar bahu seorang wanita muda, yang sedang memegang gelas minuman.

"What the hell?! Bitch, matamu sudah buta, hah!" maki wanita muda itu dengan tatapan melotot. Sebab, bir merah itu jatuh membasahi gaunnya.

"Oh, Tuhan! Maafkan aku. Aku tidak sengaja. Tunggu sebentar!" Joana hendak menunduk meraih tissue. Namun, tiba-tiba saja punggungnya terasa dingin setelah diguyur minuman oleh wanita tadi.

Joana seketika bangkit dengan tatapan nyalang. "Apa yang kau lakukan, Bitch?!" jangan pikir wanita itu saja yang bisa memanggil Joana dengan panggilan hina. Joana pun bisa melakukannya.

"Itu balasan atas kesalahanmu!" ucap wanita itu sebelum akhirnya berbalik pergi dengan langkah lebar. Joana belum sempat membalas. Namun, wanita itu sudah menghilang di antara kerumunan pengunjung.

Desahan keras ke luar dari bibir ranum Joana. Mencoba bersabar dengan segala kejadian yang menimpanya.

Tissue yang baru saja Joana tarik ternyata tinggal selembar. Manik hijau zamrud itu memutar ke segala arah untuk mencari tissue lainnya.

Deg!

Deg!

Bukanya mendapatkan benda yang dicarinya. Joana justru mendapati hal lain yang sukses membuat jantungnya seolah berhenti berdetak.

"Levin?!" Joana menutup mulutnya yang terbuka. Pemandangan erotis di hadapannya itu seketika membuat hatinya terluka.

Lanjut Membaca

Daftar Isi My Enemy Is My Husband

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil membawa pulang patung beruang yang ia temukan di jalan tanpa tahu rahasia di baliknya. Benda mati itu sebenarnya adalah wujud lain dari seorang pria muda yang sangat kuat. Melinda terus merawatnya dengan tulus hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang menawan. Keadaan mulai berubah saat ketegangan melanda hubungan mereka yang tidak biasa ini. Akankah kisah cinta unik antara manusia biasa dan sang dewa dapat bersatu dalam kebahagiaan?
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan kampus Bunga mendadak gempar setelah ia mengetahui kebenaran yang mengejutkan. Ezza, pria yang dijodohkan dengannya dan kini sah menjadi suaminya, tiba-tiba hadir sebagai dosen baru di sana. Kemunculan Ezza yang tidak disangka-sangka ini langsung memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai menyangsikan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada rencana rahasia yang disembunyikan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil anak Jeremy secara sembunyi-sembunyi walau sadar dirinya cuma dimanfaatkan. Demi bisa lepas dari cengkeraman Jeremy yang kejam, ia sengaja memicu kemarahan pria itu. Sayang, pelarian Angela gagal setelah Jeremy melacak keberadaannya. Saat Angela pasrah dan memohon dilepaskan, kehadiran anak mereka justru membalikkan keadaan. Jeremy yang berhati dingin kini malah berbalik ingin mengabdi dan melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina bertekad membalas dendam. Ia memilih mendekati Charles, paman dari mantan kekasihnya. Walau Charles sempat menolak komitmen setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga mereka terikat selamanya. Kini, Sabrina kembali sebagai bibi sang mantan. Di balik pandangan remeh orang lain, ia rupanya menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan dirinya adalah pemilik takhta yang asli.
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama tidak punya pilihan selain menjadi istri kedua dari miliarder Raga Dirgantara demi membalas utang budi masa lalunya. Hidup yatim piatu ini kian pelik saat ia menyadari perannya dalam pernikahan tersebut hanyalah untuk memberikan keturunan bagi sang pengusaha sukses. Tanpa status sosial yang jelas, Kayla harus bertahan menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya tidak lebih dari sekadar alat tanpa posisi nyata di mata sang suami.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang terdekatku, mulai dari sahabat, kerabat, hingga musuh masa lalu, tewas mengenaskan. Pelaku pembunuhan berantai ini sangat rapi menyembunyikan bukti, membuat sosoknya tak terdeteksi. Di tengah pusaran misteri yang mencekam ini, daftar korban terus bertambah panjang. Kini, bahaya besar mulai mengancam nyawaku sendiri. Aku yang terjebak di pusaran teror ini harus menghadapi kenyataan bahwa maut sedang mengincar dari kegelapan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan