APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Perempuan Bergaun Merah

Gairah Perempuan Bergaun Merah

Ruby, wanita paruh tiga puluhan bertubuh molek dengan segudang pengalaman cinta, kini terjerat obsesi yang membutakan nurani. Logika dan kewarasannya runtuh demi mengejar sosok terlarang. Ia nekat menerjang segala batasan tabu demi meraih cinta yang seharusnya tidak pernah ia miliki.
Bab
Bagikan

Bab 1

If love is blind... I'll find my way with you...Cause I can see myself, not in love with you...

Suara mendayu manja melantunkan lagu dari Tiffany terus saja membelai pendengaran semua orang di ruangan seluas 20 x 30 meter berpenerangan remang-remang. Hanya bagian panggung saja yang terang benderang.

Memang itu di sebuah kafe yang mengusung live music di setiap penghujung minggu. Jum'at, Sabtu, dan Minggu adalah jadwal tetap bagi para penyanyi lokal.

Sabtu malam ini telah tampil biduanita ternama kafe tersebut. Dia biasa mengisi jadwal malam Minggu, momen paling ramai di kafe itu.

"Ruby! Ayo, nyanyikan yang lebih hot!" teriak salah satu pengunjung sembari acungkan gelas bir di tangan kanan ke arah panggung.

Biduan bernama Ruby pun tersenyum usai menuntaskan lagu mellow tadi. "Baiklah, saya akan coba bawakan lagu apik yang saya harap disuka semua di sini."

Ruby berbisik sebentar ke pianis di dekatnya. Sang pianis mengangguk, lalu main mata memberi kode pada pemain drum di belakang, tak jauh darinya.

Tak lama lagu Toxic milik Britney Spears mulai dibawakan mengambil versi jazz. Suara Ruby terdengar manja merayu. Para pria bertepuk dan bersorak senang.

Apalagi ketika tubuh ramping Ruby bergerak menggeliat menawan, terkadang memamerkan paha indah dia di balik gaun terusan warna merah yang berbelahan paha tinggi.

Gadis itu bernama panggung Ruby. Tak ada seorangpun yang mengetahui nama aslinya, pun pemilik kafe atau bahkan para pemain musik yang kerap mengiringi dia di panggung.

Tidak, kalian tidak perlu meliarkan imajinasi kalian membayangkan Ruby adalah gadis muda berumur awal dua puluh, bertubuh sangat sintal dengan payudara memenuhi pakaiannya.

Tidak, jauhkan angan-angan mesum kalian,

Ruby hanyalah gadis di pertengahan tiga puluh tahun. Meski begitu, tubuhnya masih terawat dengan baik. Pinggangnya masih ramping tersambung oleh lengkungan indah pinggul yang tidak berlebihan meski kentara jelas.

Ukuran dada? Dia bukan wanita yang menyimpan melon atau semangka di kantung dadanya. Payudara dia berukuran normal dan tidak berlebihan. Walaupun begitu, takkan ada yang tega dan keji mengatakan payudara Ruby tidak menarik.

Tentu saja masih menarik meski bukan seukuran semangka. Dadanya masih mencuat kencang dan pasti akan terasa pas jika ditangkup oleh telapak tangan.

Urusan kecantikan, kalian bisa membayangkan siapapun yang kalian anggap cantik, karena memang dia rupawan serta mempesona dengan segenap garis wajah yang ia miliki. Tak mungkin ada orang mengatakan dia wanita berwajah buruk kecuali kalian dengki atau buta.

Ruby adalah wanita yang ingin kalian ajak mengobrol akrab sembari berpautan tangan di atas ranjang. Dia menyenangkan, sekaligus menggairahkan dalam aspek yang unik.

Keindahan Ruby menjadikan dia sebagai biduanita paling dinanti-nanti penampilannya di kafe tersebut.

Malam ini pun demikian adanya. Kafe sudah berjejal dipenuhi para pengunjung yang sebagian besar adalah lelaki yang datang dan terkadang rela berdiri hanya untuk menatap Ruby saja, persetan seperti apa suara dia.

Sungguh amat beruntung bahwa disamping penampilan aduhai dari sang biduanita, suara Ruby juga bersaing indah dengan performa dia sendiri.

Ia fasih membawakan lagu-lagu berjenis pop dan jazz. Ia cukup meliukkan sedikit pinggulnya, maka para penonton pria akan mengerang meski itu ada di sudut-sudut gelap kafe yang dipenuhi asap rokok hingga kita akan bergumam, ini kafe atau lembah mistis berkabut?

Semua karena Ruby. Itu gara-gara dia. Anggap saja itu dosa dia jika para pengunjung terancam akan memiliki penyakit paru-paru pada dekade mendatang.

Tak terasa jam sudah hampir menunjuk ke jarum 2. Waktunya pertunjukan disudahi. Pemilik kafe memang tegas agar kafe selesai jam 2 pagi setelah buka dari jam 8 malam.

Ruby sudah merampungkan 10 lagu. Sebelum dia naik panggung, ada band anak muda terlebih dahulu yang mengisi acara. Kemudian sang biduanita naik panggung mulai jam 10.

Di panggung, biasanya Ruby beramah-tamah dengan pengunjung. Mengobrol disela-sela lagu. Hingga terkadang maksimal ada 20 lagu dia dendangkan secara santai diiringi piano, petikan gitar, serta drum yang dimainkan ala jazz pop.

Jam 1 malam biasanya pihak kafe sudah mulai berbenah. Pengunjung paham dan berangsur pulang.

"Ruby, sepertinya kau punya fans baru." Manajer kafe setengah berbisik padanya sambil dagu menunjuk ke sebuah meja. Mereka sedang berkumpul di meja bartender. Lampu kafe juga mulai dinyalakan walau tidak semuanya.

Sang biduan turutkan pandangan ke meja tersebut. Mata besarnya mendapati sesosok pria yang duduk tenang menikmati bir yang hampir habis.

"Jangan beri nomerku lagi, Bos." Ruby menyentuh punggung tangan bosnya. "Yang dulu sudah cukup merepotkan hingga aku musti berganti kontrakan 2 kali."

Si Bos terkekeh. "Iya, maaf. Aku terlalu teledor waktu itu. Baiklah, tenang saja. Identitas dan alamatmu aman."

"Oke, aku pulang dulu, Bos." Ruby menepuk bahu bosnya, dan berpamitan pada musisi pengiringnya. Ia sempatkan melirik lelaki di meja tak jauh dari bartender. Tersenyum sekilas, kemudian melenggang pergi.

Ia keluar dari kafe lewat jalan belakang dimana mobilnya terparkir. Riasan sudah dihapus, sehingga dia bisa sedikit menyamar agar tidak dikuntit penggemar.

Tak perlu terheran akan kebiasaan para penggemar yang terkadang tidak rasional dan berbuat di luar harapan para idolanya.

Dulu, di awal-awal Ruby mulai menjadi biduanita, banyak lelaki yang bertingkah bagaikan anak sekolah baru mengenal cinta. Menguntit, menempel, serba ingin tau, dan bahkan mengintip Ruby dengan berbagai metode yang memalukan.

Namun, itu semua sudah menjadi sejarah yang akan membuat wanita pertengahan tiga puluh itu akan tergelak kecil jika mengingatnya.

Bisa dikatakan, akhir-akhir ini para penggemarnya sudah lebih tertib dan menghargai privasi Ruby jika di luar kafe. Wanita lajang itu sekarang bisa lebih nyaman menjalani hari-hari dibanding tahun lalu.

Sesampai di apartemen sederhana, ia hempaskan tubuh ke sofa sebelum beranjak ke kamar nantinya.

Membuka tas kecil, mengeluarkan dompet, dan menghitung lembaran uang yang menjejali di sana sebagai bayaran hari ini, Ruby tersenyum puas. Bos kafe selalu baik, melebihkan bayarannya jika kafe penuh sesak.

Hampir 2 tahun dia menggantungkan hidup dari kafe tersebut. Tadinya dia menyanyi di kafe lain yang lebih kecil, namun dia merasa seperti sapi perah saja, seminggu 4 kali, namun bayaran minim. Untung saja dia bertemu dengan pemilik kafe yang sekarang yang menawarinya penghasilan lebih banyak dengan jam lebih sedikit.

Setelah memasukkan kembali dompet ke tas kecil, dia teringat pria tampan yang tadi duduk sendiri di meja depan panggung. Dia sadar pria itu mengaguminya meski tak banyak bicara. Tapi dari tatapannya yang lekat memandangi Ruby, ia tau pria itu terpesona.

Tergelak kecil, Ruby pun bangkit dari sofa untuk berjalan ke kamarnya. Ia ingin bermalas-malasan di hari Minggu seperti biasanya.

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Api Cemburu Ladyboy
7.9
Diandra, seorang gadis tomboy yang menggemari dunia motor, terpaksa harus bertunangan dengan Handoko. Di balik gelimang hartanya, Handoko memiliki obsesi rahasia untuk berpenampilan anggun layaknya sang ibu. Walau ia berniat memperbaiki diri, kehadiran Diandra malah memicu konflik hebat yang mengancam kelangsungan hubungan mereka. Di tengah badai emosi dan rintangan, akankah cinta sanggup menyatukan dua kepribadian yang saling bertolak belakang ini?
Sampul Novel Di Balik Kenangan
9.1
Tiga tahun lamanya Evelyn merawat Aidan yang berpura-pura hilang ingatan, bahkan bersedia menjadi pacar rahasianya. Namun, ia hancur saat tahu ingatan Aidan sebenarnya normal, dan pria itu bersama kekasihnya adalah pembunuh ayah Evelyn. Bertekad membalas dendam, Evelyn mengumpulkan bukti kuat hingga berhasil memenjarakan mereka di hari pernikahan mereka. Penyesalan Aidan yang baru menyadari cintanya kini sama sekali tidak berarti bagi Evelyn.
Sampul Novel Gairah Liar Sang CEO
9.7
CEO Rafael Aditya Syahreza yang gemar berganti kekasih menjebak Vanessa setelah sebuah ketidaksengajaan di ranjang. Siapa sangka, Vanessa adalah pacar Adrian, adik kandung Rafael sendiri. Hubungan ini dimanfaatkan Rafael demi memuaskan hasrat sekaligus menuntaskan dendam masa lalu. Akankah ia berhasil merebut Vanessa dari sang adik? Bagaimana nasib Vanessa saat tahu dirinya hanya alat balas dendam, dan mampukah ia menerima kenyataan pahit itu?
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Divonis kanker rahim stadium lanjut membuat Fatma harus mengubur mimpinya memiliki keturunan. Demi kebahagiaan sang suami, Satria, ia rela memintanya untuk beristri lagi. Namun, di balik keputusannya, terungkap fakta menyakitkan bahwa Satria sebenarnya tidak pernah mencintai Fatma. Walau Satria sempat menolak demi menjaga perasaannya, Fatma tetap memohon sambil menangis agar keinginan terakhirnya dikabulkan sebagai bukti ketulusan cintanya.
Sampul Novel Saat Istriku Memilih Mati
8.0
Kematian mendadak sang istri yang mengakhiri hidupnya sendiri menyisakan kepedihan mendalam bagi suami dan ketiga anak lelaki mereka yang masih kecil. Tanpa peringatan apa pun, rahasia kelam di balik keputusan tragis ini perlahan terkuak. Sang suami, yang awalnya merasa telah membangun keluarga yang ideal, kini harus menghadapi dampak buruk dari perilakunya selama ini. Di bawah tekanan dari pihak mertua, ia kini hanya bisa menyesali kesalahan masa lalu yang mustahil untuk ia ubah kembali.
Sampul Novel Setelah Talak Tiga
8.1
Secara hukum dan agama, suami yang telah menjatuhkan talak tiga tidak bisa langsung kembali pada istrinya karena ikatan pernikahan mereka telah sepenuhnya putus. Agar pasangan ini dapat rujuk dan membina rumah tangga lagi, ada syarat mutlak yang harus dipenuhi. Sang mantan istri wajib menikah terlebih dahulu dengan laki-laki lain sebagai muhallil. Setelah pernikahan baru tersebut berakhir dengan perceraian, barulah mereka memiliki kesempatan untuk menikah kembali.