APKDock Logo
Sampul Novel Cinta Satu Malam

Cinta Satu Malam

7.9 / 10.0
Keinginan Miranda menikmati hiburan berujung kekacauan setelah ia melewati malam intim dengan Athes Russel. Masalah semakin rumit saat ia tahu bahwa pria tersebut adalah mitra bisnis ayahnya. Walau Miranda berupaya keras menghindar dan menampiknya, Athes yang terobsesi pada momen itu justru gencar mengejarnya. Miranda pun kini terjebak di tengah ancaman skandal besar serta jeratan pria yang semestinya ia jauhi sejak awal.

Cinta Satu Malam Bab 1

London, UK.

Seorang wanita cantik berlari menghampiri sahabatnya yang tengah menikmati makan siangnya di salah satu caffe. Wanita cantik ini melepaskan heels-nya, berlari ke arah sahabatnya.

“Miranda, lari!” Suara teriakan wanita cantik bernama Helen membuat Miranda terkejut.

“Ada apa, Helen?” tanya Miranda yang panik dan cemas melihat Helen berlari ke arahya.

“Tidak ada waktu sekarang! Kita harus berlari! Anak buah ayahmu mengejarku!” seru Helen dengan napas yang tersengal-sengal. Dia menyentuh dadanya, mengatur napasnya.

Miranda menoleh ke belakang, seketika dia terkejut mendapati enam orang anak buah ayahnya sedang berlari menghampirinya. “Damn it!” umpatnya dengan tangan terkepal kuat.

Tanpa menunggu lama, Miranda langsung melepas sepatu heels-nya, menarik tangan Helen dan berlari meninggalkan caffe itu. Suara teriakan memanggil nama Miranda membuat Miranda semakin menambah kecepatannya.

“Miranda sialan, kenapa kau harus menyusahkanku!” gerutu Helen, sahabat Miranda yang ikut berlari kini napasnya begitu tersengal-sengal. Kaki Helen sudah tidak mampu lagi berlari kencang. Sesaat dia melirik ke belakang, keenam anak buah dari ayah Miranda masih terus mengejarnya.

“Berisik kau, Helen! Ini bukan waktunya kau mengeluh.” Miranda terus berlari, sesekali dia pun menoleh ke belakang. Kini mata Miranda menatap sebuah gudang kosong. Dengan cepat Miranda menarik tangan Helen untuk bersembunyi di gudang kosong itu.

Miranda dan Helen langsung duduk di lantai dengan kaki yang diluruskan. Mereka tidak lagi memedulikan pakaian yang mereka pakai akan kotor atau tidak. Napas mereka tersengal-sengal. Kaki mereka bahkan tidak mampu lagi berdiri.

“Miranda, kau sungguh menyusahkan hidupku! Anak buah ayahmu terus mengikutiku! Kenapa kau tidak pulang? Orang tuamu sudah menunggumu! Jika aku tahu seperti ini, aku akan lebih dulu berangkat ke Las Vegas. Menikmati liburanku mencari pria tampan di sana,” seru Helen kesal. Dia memijit pelan kakinya yang sakit karena berlari kencang. Kakinya begitu sakit, akibat terus berlari. Sejak tadi Helen berlari kencang karena menghindari anak buah dari ayah sahabatnya ini.

“Kau ini kenapa perhitungan sekali! Anggap saja kau sedang berolahraga,” jawab Miranda seenaknya.

Helen mendengkus. “Lari dari kejaran anak buah ayahmu, kau katakan sama dengan berolahraga? Hebat sekali kau Skyla Miranda Spencer. Otakmu begitu cerdas.”

“Sudahlah jangan mengeluh, besok penerbangan kita ke Las Vegas. Aku ingin menikmati hidupku sebelum mendapatkan tanggung jawab sialan itu,” jawab Miranda yang kesal.

Perkataan Miranda sukses membuat Helen tertawa rendah seraya menggelengkan kepalanya. “Tanggung jawab sialan? Kau sungguh lucu, Miranda. Kau diminta ayahmu memimpin hotel keluargamu. Kau juga sudah menyelesaikan master degree-mu. Tiga bulan sudah sejak kau lulus, tapi kau masih belum kembali ke Roma. Itulah yang membuat ayahmu murka dan meminta anak buahnya menarik paksa dirimu. Jika saja kau menurut, kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi. Kau sangat mengenal dengan baik sifat keras ayahmu, tapi kau malah selalu membuat ayahmu marah.”

Skyla Miranda Spencer, seorang wanita yang sangat cantik berusia 22 tahun. Berambut pirang dan berkulit putih serta memiliki warna mata perak, membuat dirinya tampak begitu sempurna. Miranda baru saja menyelesaikan master degree di University of Cambridge. Miranda lulus dengan nilai yang memuaskan. Lulus dengan predikat cumlaude membuat kedua orang tuanya bangga atas dirinya.

Namun Miranda tidak sesempurna itu. Di balik parasnya yang cantik dan otaknya yang cerdas. Miranda terkenal pemberontak. Miranda selalu menentang keinginan sang ayah. Sifat Miranda yang keras, sering kali bertengkah dengan ayahnya. Lebih tepatnya, Miranda tidak pernah ingin menerusakan bisnis keluarganya. Jika saja Miranda memiliki pilihan, sudah pasti dia memilih meninggalkan Roma dan memilih tinggal di negara yang dia inginkan. Tentu jauh dari ayahnya yang selalu melarang dirinya itu.

Miranda mendengkus, menatap kesal Helen. “Aku tidak ingin memimpin hotel keluargaku. Aku ingin menjadi model. Tapi orang tuaku menentang. Memangnya apa salahnya menjadi seorang model? Aku yakin jika nanti aku menjadi seorang model, pasti aku akan menjadi model yang sangat terkenal. Tidak bukan hanya itu, tapi aku juga yakin, diriku mampu berada di puncak tertinggi karirku. Jika saja ayahku tidak menentang impianku, maka sudah pasti aku akan mewujudkan apa yang telah menjadi mimpiku sejak dulu.”

Helen terkekeh pelan. “Kau sungguh menyusahkan hidupmu, Miranda. Kau cukup duduk manis tanpa harus bekerja keras kau sudah sangat kaya. Kau sangat aneh, jika aku berada di posisimu maka aku akan menikmati hidupku. Aku tidak perlu lagi memikirkan sulitnya mencari uang. Dengan apa yang aku miliki, aku bisa membelikan apa pun yang aku inginkan. Andai posisi bisa ditukar, maka aku akan menukar menjadi dirimu.”

“Diamlah, Helen! Aku tidak ingin mendengar nasihatmu. Lebih baik pikirkan besok. Besok kita harus bersenang-senang, aku ingin menikmati kebebasan, sebelum kembali ke Roma,” ujar Miranda dengan senyuman di wajahnya.

“Ya, ya. Kau benar. Kita memang harus bersenang-senang. Aku juga ingin mencari pria tampan di sana,” balas Helen yang juga tersenyum seraya membayangkan dirinya mendapatkan pria impiannya di sana.

“Terserah! Sekarang aku ingin tanya, bagaimana dengan koperku? Apa semuanya sudah pindah ke apartemenmu?” tanya Mirada sambil menatap Helen.

Helen berdecak pelan. “Sudah, aku sudah memindahkan kopermu ke apartemenku. Sungguh, kau itu benar-benar menyusahkan hidupku, Miranda. Barang-barangmu begitu banyak di dalam apartemenku. Dan kau harus tahu, karena aku membantumu memindahkan barang-barangmu itu, aku jadi gagal pergi berkencan dengan seorang pria yang baru saja kemarin aku berkenalan dengannya.”

Miranda tertawa renyah. “Pria mana yang sedang dekat denganmu? Kau ini bahkan selalu mengganti priamu dalam hitungan minggu. Aku saja sampai tidak bisa mengingatnya.”

Helen mendengus. “Kau ini sungguh menyebalkan. Itu namanya tidak ada kecocokan. Lagi pula, aku yakin suatu saat akan menemukan pria yang terbaik di hidupku,” jawabnya dengan penuh percaya diri.

Miranda menggeleng pelan. “Terserah kau saja, Helen. Kepalaku pusing melihat kau begitu banyak berkencan dengan pria yang berbeda.”

“Apa kau ini ingin menjadi biarawati, Miranda? Bahkan kau tidak pernah berkencan. Kau sungguh menyukai seorang pria, kan? Aku hanya takut kau tidak normal. Kita terlalu dekat, orang sering berpikir kau ini tidak menyukai pria,” tukas Helen yang sengaja mnyindir Miranda. Kedekatannya selama ini dengan Miranda, membuat banyak orang yang menganggap mereka sepasang kekasih. Pasalnya, Miranda belum juga memiliki pasangan. Jika ditanya alasannya, tentu karena Miranda menginginkan pria yang sempurna untuk hidupnya. Sejak dulu, Miranda terkenal pemilih dalam pria. Dia tidak mudah jatuh cinta pada seorang pria.

Miranda berdecak pelan. “Sialan kau, Helen. Siapa yang ingin menjadi biarawati. Aku hanya menunggu seorang pria yang membuatku jantungku berdetak kencang ketika berada di dekatnya. Selain itu aku juga menginginkan pria sempurna untukku. Aku tidak mungkin memilih pria sembarangan. Aku ingin pria yang tepat dan pantas bersanding denganku,” jawabnya dengan nada angkuh.

Helen memutar bola matanya malas. “Terserah, lebih baik kita pulang ke apartemenku. Aku ingin segera berendam. Tubuhku sangat lelah berlari sekencang tadi. Pengalaman gila bersamamu selalu dikejar anak buah ayahmu, membuat tubuhku remuk. Sudah, aku tidak ingin lagi dikejar oleh ayahmu.”

“Setelah ini, aku harus segera melakukan berbagai perawatan kulitku. Besok kita sudah berangkat. Aku ingin tampil sempurna ketika bertemu pria-pria tampan di sana.” Helen melanjutkan perkataannya seraya membayangkan pria-pria yang nanti dia temui di Las Vegas.

Miranda menggeleng tak percaya dengan apa yang dia dengar itu. “Ya sudah, kita pulang ke apartemenmu sekarang. Hari ini, aku akan mentraktirmu makan. Besok kita akan ke Las Vegas, kita akan bersenang-senang. Tenang saja, anak buah ayahku tidak akan lagi mengejar kita.”

“Good, itu yang aku harapkan,” tukas Helen. “Ingat, kau juga harus membayar perawatanku, karena anak buah ayahmu, tubuhku jadi remuk seperti ini.”

“Berisik sekali kau, Helen. Nanti aku akan membayarnya. Kau tenang saja,” balas Miranda dengan tatapan kesal pada sahabatnya itu.

Kemudian, Miranda bangkit berdiri, lalu dia mengulurkan tangannya membantu Helen berdiri. Dengan kaki telanjang dan tangan yang memegang sepatu heels mereka. Mereka meninggalkan gudang kosong itu dan segera kembali ke apartemen, mempersiapkan barang yang akan mereka bawa ke Las Vegas.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Cinta Satu Malam

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Beracun: Jatuh Cinta Pada Kekasihku yang Kejam
9.0
Brynn terjebak dalam hubungan toksik bersama Lawrence, pria yang selalu merendahkan sekaligus memanjakannya. Begitu Lawrence mengumumkan pernikahan, Brynn melihat peluang bebas dan mencoba kencan buta demi menata hidup baru. Namun, saat keluarga calon teman kencannya menghina Brynn, Lawrence mendadak hadir dan mengklaim kepemilikannya atas Brynn di depan umum. Brynn pun syok; mengapa Lawrence justru membelanya di sana padahal hari ini seharusnya menjadi hari pernikahannya?
Sampul Novel Cinta Sedalam Doa
9.2
Penyesalan merayap setelah aku meninggalkan Naira demi Qirani, yang akhirnya malah mengkhianatiku setelah lulus. Demi menyembuhkan luka, aku memilih membangun karier di Pekanbaru, meski bayang Naira tak pernah hilang. Begitu tahu rencana pernikahan Naira batal, aku bertekad membenahi diri dan terus berdoa agar dimaafkan. Setahun berjuang dengan sabar, ketulusanku akhirnya melunakkan hati Naira. Kini, kami telah bersatu dalam pernikahan dan hidup bahagia bersama putri kecil kami.
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Pertemuan pertama membuat Bobby langsung terpikat pada Claudia. Sayangnya, reputasi Bobby sebagai playboy membuat Claudia enggan membuka hati, meski ia tetap bersikap ramah karena Bobby pernah menolong menantunya. Di sisi lain, Sultan selaku mertua Claudia justru merestui Bobby agar menantunya tidak lagi menjanda. Begitu Claudia akhirnya luluh dan bersedia menikah, bayang-bayang masa lalu dan kehadiran sosok misterius datang menguji kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Ketika Mertua Ikut Campur
8.0
Rumah tangga Salwa dan Lutfan terancam runtuh akibat dominasi ibu mertua yang terlalu mendikte. Ketegangan memuncak ketika sang mertua menempatkan asisten rumah tangga baru di rumah mereka. Salwa yang curiga merasakan ada maksud terselubung dari kedatangan pelayan tersebut. Benar saja, sebuah misteri besar dan konspirasi rahasia mulai terkuak secara perlahan. Kini, kekuatan cinta Salwa dan Lutfan benar-benar diuji dalam menghadapi rencana licik ini.
Sampul Novel Maaf, Merebut Suamimu
9.2
Melihat kebahagiaan orang lain membuat Gilsha merasa hidupnya sangat tidak adil. Didorong rasa putus asa, ia bertekad merebut kembali apa yang diyakininya sebagai miliknya. Target utamanya adalah Noah, pria yang kini telah membangun rumah tangga bahagia bersama wanita lain. Demi obsesi tersebut, Gilsha nekat menghancurkan pernikahan mereka. Namun, akankah tindakan ini benar-benar membawanya pada kebahagiaan sejati yang ia impikan?
Sampul Novel Sepuluh Tahun Terperangkap Di Pernikahan Yang Salah
7.9
Peringatan pernikahan kesepuluh yang seharusnya menjadi momen spesial justru berubah menjadi mimpi buruk. Franky datang membawa kekasih barunya, merampas kalung simbol cinta mereka, dan memberikannya kepada wanita tersebut. Penghinaan tidak berhenti di sana; sang suami bahkan menuntut istrinya menyerahkan gaun pengantin yang telah dimodifikasi untuk dipakai oleh pacar barunya di hadapan para tamu. Alih-alih hancur oleh rasa malu, sang istri justru tersenyum lega dan dengan tegas meminta cerai.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan