APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Kedai

Gadis Kedai

Tatiana Vladislava kehilangan kedua orang tuanya pada usia tiga belas tahun. Sejak itu, ia tinggal bersama neneknya, Vasilisa, yang mengelola kedai makanan Rusia di Moscow. Dua sahabat masa kecilnya, Sevastyan Dvoryanstvo, pewaris bangsawan, dan Matteo, pemuda dari keluarga berantakan dengan masa lalu kelam, selalu mewarnai hari-harinya. Namun, ketiganya tiba-tiba dikaitkan dengan kasus pembunuhan misterius saat jari menunjuk ke arah mereka. Mereka berkeras bukan pembunuh, tetapi siapa yang sebenarnya menjadi korban? Dan siapa di antara mereka menyimpan dendam yang tak terungkap? Di ambang kehancuran, Tatiana harus memilih mempercayai hati atau mengikuti naluri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab.2

"Tatiana Vladislava cucuku. Umurnya sekarang sembilan belas tahun."

Jawab nenek Vasilisa Vladislava sembari mencium pucuk kepala cucu perempuannya.

"Delapan belas tahun , umurku , nek. Minggu depan aku ulang tahun umur sembilan belas tahun.!"

Jawab Tatiana Vladislava dengan suara lemah lembut , selembut tatapannya.

"Ya..ya.. nenek lupa, Tatiana Vladislava sayang . Apa kamu masih ingat pada beliau berdua .?"

Tanya nenek Vasilisa Vladislava sembari menunjuk kakek nenek Dvoryanstvo. Kedua mata indah Tatiana Vladislava menatap wajah Kakek nenek Dvoryanstvo secara bergantian kemudian ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Maaf, nenek Vasilisa Vladislava. Aku lupa siapa beliau berdua .?"

Ucap lirih Tatiana Vladislava. Neneknya langsung tertawa dan menjawab..

"Kamu lupa, beliau berdua teman nenek. Dulu kamu sering bermain di rumah beliau , cucuku sayang. Itu kakek nenek Dvoryanstvo. "

Tatiana Vladislava langsung bangkit berdiri lalu membungkukkan badannya dan berkata..

"Kakek nenek Dvoryanstvo yang memelukku saat aku menangis di depan jenazah mamaku. Benarkah .?"

Kakek Dvoryanstvo menjawab..

"Benar sekali , kami berdua yang memelukmu agar kamu berhenti menangis , Tatiana Vladislava.!"

Tatiana Vladislava mengangkat wajahnya , lalu memeluk kakek nenek Dvoryanstvo dan berkata dengan lirih..

"Janganlah kakek nenek Dvoryanstvo menghilang dariku lagi , karena aku selalu menangis di tiap doaku merindukan kalian berdua .!"

"Kami sudah kembali ke Moscow dan tidak meninggalkanmu lagi , Tatiana Vladislava.!"

Bisik nenek Dvoryanstvo dengan mata berkaca-kaca.

"Apa kamu masih ingat kami berdua , Tatiana Vladislava.?"

Tanya tuan Stanislav Dvoryanstvo yang memeluk bahu istrinya. Tatiana Vladislava tersenyum dan menjawab dengan ramah..

"Paman bibi Stanislav Dvoryanstvo , aku selalu ingat pada kalian berdua. Kalian berdua sering mengajakku berjalan-jalan dan membelikan es krim coklat.!"

"Benar sekali , Tatiana Vladislava. Dulu badanmu gemuk sekali , aku tergelincir di salju karena kamu melompat saat hendak kugendong.!"

Jawab paman Stanislav Dvoryanstvo sembari tertawa dan mencium pucuk kepala Tatiana Vladislava.

"Dulu kamu sering tertidur di pelukanku , Tatiana Vladislava. "

Ujar nyonya Stanislav Dvoryanstvo sembari mencium pipi Tatiana Vladislava yang tertawa renyah.

"Cantiknya makin cantik kalau tertawa. Wajahnya mirip almarhum mamanya. "

Ucap nenek Dvoryanstvo yang memandang takjub pada kecantikan Tatiana Vladislava. Nenek Vasilisa Vladislava

tersenyum sambil mengangguk.

"Semua orang mengatakan demikian. Tuhan tahu kalau aku selalu merindukan putriku yang meninggal. Cucuku tumbuh besar benar-benar mirip seperti mamanya. Ayo ke rumahku .!"

Ajak nenek Vasilisa Vladislava dengan ramah.

"Kami duduk di kedai saja. Aku masih kangen suasana kedai . Besok aku ke rumahmu.!"

Sahut nenek Dvoryanstvo yang menggenggam erat tangan Tatiana Vladislava.

"Itu ada bangku kosong. Silahkan duduk di situ . Kusiapkan makanan untuk kalian semua.!"

Ucap Tatiana Vladislava sembari mengajak keluarga Dvoryanstvo duduk di bangku kayu kosong.

"Sekarang aku tidak masak , Tatiana Vladislava cucuku yang masak. Kalian harus makan masakannya .!"

Tukas nenek Vasilisa Vladislava yang duduk di dekat nenek Dvoryanstvo.

"Wah enak ya, pantaslah nenek Vasilisa Vladislava sahabatku ini makin cantik dan awet muda karena sekarang pensiun masak. Itu baru namanya nenek Russia yang hebat .!"

"Nenek Dvoryanstvo janganlah yang memujiku .! Kita berdua ini nenek-nenek Russia yang sama-sama awet muda karena kekenyangan pahit manisnya hidup.!"

Dua nenek cantik itu tertawa terbahak-bahak.

"Nenek Vasilisa Vladislava , lihatlah ini Sevastyan Dvoryanstvo cucu lakiku.!"

Ucap nenek Dvoryanstvo , sembari merangkul bahu Sevastyan Dvoryanstvo cucu laki kesayangannya . Nenek Vasilisa Vladislava langsung terdiam menatap wajah Sevastyan Dvoryanstvo pemuda tampan Russia. Air matanya menetes dan dengan lirih berkata..

"nenek Dvoryanstvo , sejak kau bawa Sevastyan Dvoryanstvo cucu lakimu ke Amerika,

tiap hari aku menangis merindukannya dan tiap hari aku mohon pada Tuhan di doaku agar aku di ijinkan melihat Sevastyan Dvoryanstvo. Hari ini Tuhan mengabulkan doaku."

"Aku tahu kamu terlalu memanjakan Sevastyan Dvoryanstvo cucu lakiku. Tiap hari dia menangis dan merengek minta pulang ke Moscow hanya untuk bertemu denganmu. Jika kamu tahu , Sevastyan Dvoryanstvo cucuku selalu memeluk fotomu dan dia marah jika kuambil fotomu dalam pelukannya , nenek Vasilisa Vladislava sahabatku.!"

Tukas nenek Dvoryanstvo sambil menghapus air mata di pipi nenek Vasilisa Vladislava sahabatnya.

"Hei pemuda kecil yang sering menghabiskan masakanku di dapur. Sekarang sudah tumbuh menjadi pria tampan dan gagah. Sini peluklah aku,

Sevastyan Dvoryanstvo anak pintar kesayanganku.!."

Ucap nenek Vasilisa Vladislava yang masih menangis terharu sambil merentangkan kedua tangannya.

"Nenek Vasilisa Vladislava sayangku, apakah masih ada masakanmu yang harus kuhabiskan .?. Aku selalu merindukanmu .!"

Sevastyan Dvoryanstvo memeluk erat nenek Vasilisa Vladislava yang tertawa sambil mengelus-elus kepala pemuda tampan Russia.

"Sevastyan Dvoryanstvo , dulu kamu sering rebutan makanan dengan Tatiana Vladislava cucu perempuanku. Apa kamu masih ingat dengannya .?. Ia teman mainmu ."

Nenek Vasilisa Vladislava menyuapi coklat yang di ambil dari sakunya . Keluarga Dvoryanstvo terenyuh melihat sikap nenek Vasilisa Vladislava .

"Aku hanya ingat wajahnya yang penuh bintik-bintik merah dan badannya yang gemuk bulat , nenek Vasilisa Vladislava.!"

Jawab Sevastyan Dvoryanstvo sambil mengunyah coklat.

"Itu Tatiana Vladislava. !"

Nenek Vasilisa Vladislava menunjuk Tatiana Vladislava cucu perempuannya yang fokus melayani para pembeli .

"Apa benar itu Tatiana Vladislava teman mainku waktu kecil , nenek Vasilisa Vladislava.?. "

Sevastyan Dvoryanstvo menyipitkan matanya melihat gadis cantik berambut panjang bergelombang.

"Ya benar. Sapalah dia , semoga dia tidak lupa padamu , Sevastyan Dvoryanstvo.!"

Pemuda tampan Russia itu mengangguk, ia memperhatikan teman sepermainannya semasa kecil kini sudah menjadi seorang gadis cantik, rambutnya burgundy bergelombang panjang sepinggang. Pelan-pelan dihampirinya Tatiana Vladislava yang menunduk membungkus makanan .

"Hallo Tatiana Vladislava , apa kamu masih ingat padaku .?"

Gadis itu masih fokus membungkus makanan. Sevastyan Dvoryanstvo memperhatikan Tatiana Vladislava yang masih saja diam menunduk , tapi tangannya membungkus semua makanan pesanan para pembeli. Wajahnya sangat cantik meskipun tanpa polesan make-up sedikit pun.

"Kamu mau aku membunuhmu .?"

Desis Sevastyan Dvoryanstvo, gadis itu langsung terdiam.

"Berikan semua uangmu atau kubunuh kamu .!"

Pelan-pelan Tatiana Vladislava mengangkat wajahnya yang cantik. Sevastyan Dvoryanstvo terkesima melihat kecantikan wajah teman sepermainannya di masa kecil , langsung gadis cantik itu berlari memeluk neneknya , semua terkejut..

"Nenek..nenek...ada orang jahat mengancam membunuhku jika aku tidak memberinya uang .!"

Ujar Tatiana Vladislava dengen ekspresi wajah ketakutan.

"Siapa orang jahat .?"

Tanya nenek Vasilisa Vladislava yang kebingungan melihat cucu perempuannya ketakutan.

"Itu orangnya , nenek.!"

Tatiana Vladislava menyembunyikan wajahnya di pelukan nenek Vasilisa Vladislava, tangannya terulur menunjuk ke arah Sevastyan Dvoryanstvo yang tertawa terbahak-bahak.

"Aku menyapanya tapi dia mengabaikanku lalu aku mengganggunya .. mau kubunuh jika tidak memberikan uang padaku. Dia lari ketakutan. Lucu sekali.!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bisakah Untuk Tidak Memilih
7.9
Hidup kerap berjalan di luar rencana dan menyodorkan berbagai pilihan rumit. Walau satu jalan tampak menjanjikan, selalu ada konsekuensi di balik setiap keputusan. Kita pun dituntut bijak menyikapi situasi demi hari esok. Bahkan, bersikap pasif dan sekadar mengikuti arus tetap membawa risiko tersendiri. Oleh karena itu, pertimbangkan setiap langkah dengan matang agar terhindar dari penyesalan mendalam akibat salah memilih arah di masa depan.
Sampul Novel Kesalahan di Malam Sebelum Akad
8.4
Akibat pengaruh alkohol, Ardi melakukan kesalahan fatal di malam sebelum pernikahannya. Ia salah memasuki kamar dan menodai Citra, pengasuh anak kembar dari adik angkatnya. Padahal, keesokan harinya ia dijadwalkan untuk melangsungkan akad nikah bersama sang tunangan, Maya. Kini, Ardi dihadapkan pada dilema moral yang sangat berat. Ia harus memilih antara melanjutkan rencana pernikahan dengan Maya atau bertanggung jawab atas perbuatannya dengan menikahi Citra.
Sampul Novel Merebut Hati Suamiku
8.4
Pernikahan di lingkungan pesantren antara Kayshilla Chandra dan Aaraf Ibrahim terjadi karena perjodohan orang tua. Namun, Aaraf berterus terang belum bisa mencintai Kayshilla sebab masih mengharapkan wanita lain. Kenyataan pahit ini memaksa Kayshilla berjuang menghadapi bayang-bayang masa lalu sang suami. Di tengah badai ujian rumah tangga, sanggupkah ketulusan dan kesabaran Kayshilla mencairkan sikap dingin Aaraf demi meraih cinta seutuhnya?
Sampul Novel Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai
8.4
Tujuh tahun Clara bertahan menghadapi dinginnya Edward demi cinta. Namun, hatinya hancur saat sang suami berpaling ke wanita lain dan mengabaikannya di hari ulang tahun. Kecewa, Clara memilih menyerahkan hak asuh anak, melayangkan gugatan cerai, dan pergi membangun karier bisnisnya hingga sukses besar. Di saat ia telah mandiri, proses perceraian justru dihambat oleh Edward. Pria yang dulunya acuh tak acuh itu kini mendadak sering pulang dan menolak keras untuk berpisah darinya.
Sampul Novel Perempuan Lain Di Pemakamanmu
8.2
Kesedihan Ayna atas kematian suaminya, Afnan, seketika sirna dan berganti menjadi keraguan besar. Di tengah prosesi pemakaman, seorang wanita asing bernama Maria tiba-tiba hadir dan menangis histeris. Maria membongkar rahasia kelam bahwa dirinya adalah istri siri Afnan yang telah dinikahi selama tiga puluh tahun. Kehadiran Maria bersama putra mereka, Riko, meruntuhkan dunia Ayna. Ia kini dipaksa menghadapi kenyataan pahit tentang pengkhianatan panjang yang selama ini tersembunyi rapat.
Sampul Novel Sakit Ini Lebih Dari yang Kau Pahami
9.6
Kehidupan Seren Ayandra hancur akibat dendam dan kepura-puraan Arden Valez, pria keras yang didera trauma masa lalu. Meski awalnya dikuasai kebencian, Arden kini didera penyesalan mendalam karena takut kehilangan Seren. Uniknya, walau terus disakiti, hati Seren selalu kembali pada sosok Arden yang menjadi badai sekaligus rumah baginya. Di balik rasa bersalah, kedua jiwa yang terluka ini mencoba saling menyembuhkan dalam ikatan cinta yang nyata walau tak sempurna.