APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Fantasi Dina, di Tengah Duda Beranak 3

Fantasi Dina, di Tengah Duda Beranak 3

Dina, seorang sekretaris andal, harus menghadapi ancaman kebangkrutan kantornya akibat pandemi. Di waktu yang sama, sang atasan, Pak Agus, sedang terpuruk dalam duka setelah kepergian sang istri. Saat bantuan bersyarat dari Mr. Hanks datang dan memicu dilema moral, Dina memilih bertahan demi nasib rekan-rekan kerjanya. Berbekal keberanian, ia mengambil alih kemudi untuk menyelamatkan perusahaan dari kehancuran finansial sekaligus memulihkan kondisi emosional di sekitarnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Dina, seorang profesional di sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang ekspor-impor, telah menjadi bagian dari lingkungan kerja yang sibuk itu selama dua tahun. Dia adalah lulusan perguruan tinggi ternama di Jakarta, yang memiliki keahlian sebagai sekretaris dan akuntan. Di samping kecerdasannya, Dina juga memiliki penampilan yang menarik, menjadi primadona di kantor.

Dina memiliki postur tubuh yang ideal untuk seorang sekretaris, dengan tinggi 160 cm, kulit sawo matang, rambut keriting yang menambah pesonanya. Pakaian-pakaian elegan yang dipilihnya semakin menonjolkan citra sebagai wanita mandiri dan elegan.

Keberhasilan dan penampilan Dina membuat iri banyak orang sebayanya. Namun, tidak sedikit juga yang mencibir perilakunya yang sedikit manja dan nakal.

Dalam suasana bahagia itu, sebuah peristiwa mengerikan mengubah segalanya. Dina terlibat dalam drama yang menakutkan.

Awalnya, perusahaan tempat Dina bekerja berjalan lancar dan penuh kegembiraan. Namun, suasana berubah ketika wabah Covid-19 menyerang dunia. Virus mematikan itu memasuki Indonesia melalui perjalanan dari Tiongkok dan menyebar dengan cepat.

Dampaknya terasa di perusahaan Dina. Arus barang masuk dan keluar terhambat, kepercayaan mitra bisnis menurun, dan perusahaan mulai kesulitan finansial. Akhirnya, sebagian karyawan terpaksa dipecat, termasuk Dina yang gajinya dipotong.

Ketika kondisi semakin memburuk, direktur perusahaan, Pak Agus, menerima berita menyedihkan bahwa istrinya meninggal karena kanker payudara. Kehilangan itu membuatnya terpuruk.

Pak Agus memutuskan untuk menjual aset perusahaan untuk menyelamatkan keadaan. Namun, tiba-tiba muncul tawaran dari Mr. Hanks, seorang pengusaha tambang batubara. Meski tawaran itu bisa menyelamatkan perusahaan, syaratnya sulit: melibatkan Dina dengan Mr. Hanks, yang telah lama menginginkannya.

Dina terkejut mendengar syarat tersebut. Namun, dia merasa terjebak di antara kebaikan untuk perusahaan dan kekhawatiran akan konsekuensi dari hubungan dengan Mr. Hanks.

Saat Pak Agus memanggilnya untuk membahas tawaran tersebut, Dina merasa cemas. Keheningan di ruangan itu hanya terputus oleh dering telepon, membuat mereka terdiam dalam ketidakpastian.

Dina kembali ke rumahnya dengan pikiran yang kacau. Meskipun dia lelah, pikirannya terus dipenuhi dengan ketidakpastian akan masa depan perusahaan dan dirinya sendiri.

Dina duduk di ruang tamu rumah kontrakannya dengan pandangan kosong, memikirkan segala kemungkinan dan konsekuensi dari tawaran yang diajukan oleh Mr. Hanks. Di satu sisi, dia merasa terbebani dengan tanggung jawab untuk menyelamatkan perusahaan dan pekerjaan teman-temannya. Namun, di sisi lain, dia merasa gelisah dengan ide harus berurusan dengan seorang pria yang jelas-jelas memiliki keinginan tidak senonoh terhadapnya.

Pikiran-pikiran itu membuat Dina sulit tidur. Dia membolak-balikkan tubuhnya di atas kasur, mencoba menenangkan pikirannya yang berkecamuk. Namun, setiap kali dia hampir tertidur, bayangan Mr. Hanks muncul dalam benaknya, membawa rasa tidak nyaman yang mendalam.

Keesokan paginya, Dina bangun dengan mata sembab dan tubuh yang terasa lelah. Dia memutuskan untuk pergi ke kantor meskipun hatinya masih dipenuhi kekhawatiran dan ketidakpastian. Ketika dia tiba di kantor, suasana hatinya semakin tegang ketika dia melihat Pak Agus sibuk berbicara di telepon.

Setelah beberapa saat menunggu, Pak Agus akhirnya mengundang Dina ke ruangannya. Dengan wajah yang tampak lelah dan lesu, Pak Agus menyambut Dina dan langsung membawa pembicaraan ke topik yang penting.

"Dina, aku tahu ini adalah keputusan yang sulit untukmu," ucap Pak Agus dengan suara yang terdengar rendah dan penuh pertimbangan. "Tapi kita tidak punya banyak pilihan. Aku benar-benar membutuhkan bantuanmu dalam mengatasi masalah ini."

Dina mendengarkan dengan hati-hati, mencoba menahan gelombang emosi yang mencoba menghantamnya. Dia tahu bahwa apa pun keputusannya, akan ada konsekuensi yang harus dia tanggung.

"Saya mengerti, Pak Agus," jawab Dina dengan suara serak. "Tapi saya butuh waktu untuk memikirkan semuanya dengan baik."

Pak Agus mengangguk paham, wajahnya tampak penuh simpati. "Tentu saja, Dina. Aku tidak ingin memaksamu melakukan sesuatu yang membuatmu tidak nyaman. Tetapi tolong, pertimbangkan dengan serius. Kita semua bergantung padamu."

Dengan perasaan yang berat, Dina meninggalkan ruangan Pak Agus dan kembali ke mejanya. Dia duduk di depan komputernya, tetapi pikirannya tetap melayang ke arah yang sama: apa yang seharusnya dia lakukan?

Seiring berjalannya waktu, hari berlalu tanpa ada keputusan yang diambil oleh Dina. Dia terjebak dalam siklus pikiran yang tak berujung, terus-menerus memutar ulang pertimbangan-pertimbangannya tanpa mendapatkan solusi yang memuaskan.

Ketidakpastian itu mulai memengaruhi kinerjanya di kantor. Dia merasa sulit berkonsentrasi dan melakukan tugas-tugasnya dengan baik. Teman-temannya di kantor juga mulai memperhatikan perubahan dalam perilakunya, meskipun mereka tidak mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Setiap hari, Dina merasa semakin terisolasi dan terjebak dalam keputusasaan yang tak berujung. Dia merasa seperti dia terperangkap di antara dua pilihan yang sama-sama menyakitkan, dan tidak ada jalan keluar yang jelas.

Saat malam tiba, Dina kembali ke rumah kontrakannya dengan perasaan yang lebih berat dari sebelumnya. Dia duduk di kursi di ruang tamu, menatap ke dalam kegelapan dengan pandangan kosong. Pikirannya terus berputar-putar, mencari jawaban atas pertanyaan yang tidak kunjung mendapat jawaban.

Semakin malam, semakin terasa kesepian dan putus asa. Dina merasa seperti dia telah mencapai titik terendah dalam hidupnya, dan tidak tahu bagaimana cara untuk bangkit kembali.

Namun, di tengah kegelapan yang menyelimuti, ada semacam kilatan harapan yang muncul di dalam dirinya. Meskipun sulit untuk percaya, Dina merasa bahwa mungkin ada jalan keluar dari situasi yang sulit ini. Dia hanya perlu mencari tahu apa itu, dan bagaimana dia bisa mencapainya.

Dengan tekad yang baru ditemukan, Dina berdiri dari kursinya dan berjalan menuju kamarnya. Meskipun dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, setidaknya dia telah menemukan sedikit cahaya di tengah-tengah kegelapan yang menyelimuti.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bertemu Karena Jodoh
8.2
Kehidupan mewah Nasyira sebagai anak konglomerat seketika sirna saat keluarganya jatuh miskin. Sang papa mengalami kebangkrutan total akibat dikhianati secara kejam oleh adik kandungnya sendiri. Kini, Nasyira harus menerima kenyataan pahit bahwa sosok terdekat dalam keluarganyalah yang telah menghancurkan seluruh harta dan kejayaan mereka tanpa sisa.
Sampul Novel Cinta tak terduga dari pembantu menjadi menantu
8.7
Sari telah lama mendedikasikan dirinya sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga Hartanto. Kehidupan tenangnya mulai berubah saat putra sulung keluarga itu, Rendra, kembali dari luar negeri. Ketulusan yang dimiliki Sari perlahan memikat hati Rendra hingga ia menyadari betapa istimewanya sosok wanita tersebut. Benih-benih cinta yang tidak pernah diduga sebelumnya pun mulai tumbuh mekar di antara mereka berdua.
Sampul Novel I WAS NEVER YOURS
9.0
Menaruh hati padanya adalah kesalahan fatal yang semestinya kuhindari. Namun, rasa ini telanjur mengakar kuat walau rintangan besar menghadang hubungan kami. Tiap kali rasa sayang ini membuncah, kepedihan mendalam justru kian menyiksa batin. Kini, aku terombang-ambing di antara hasrat untuk bersama dan realitas kejam yang tak memihak. Menyayanginya hanya menuntunku pada kepedihan tanpa akhir dan ketidakpastian yang terus menyelimuti takdir kami.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, Gadis rela menjadi pengantin pengganti. Namun, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan buruk. Tidak tinggal diam, Gadis berani melawan kekejaman tersebut sambil terus menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan luapan emosi mereka selengkapnya di Bakisah.
Sampul Novel Selingkuh Sebelum Akad
8.2
Mimpi Feya membina pernikahan bahagia sirna seketika. Pengkhianatan menyakitkan sang tunangan menjelang hari sakral memaksa hubungan mereka kandas di tengah jalan. Kini, ia terjebak dalam dilema hidup yang teramat berat. Haruskah ia berdamai dengan masa lalu demi membuka lembaran baru yang lebih bahagia? Ataukah kepedihan mendalam di hatinya justru memicu hasrat untuk menuntut balas atas luka yang telah digoreskan?
Sampul Novel The Second Marriage
8.5
Kehancuran rumah tangga Lara dan Ilham dipicu oleh perselingkuhan, menyisakan kepedihan mendalam serta hak asuh putri mereka, Cherry. Pasca-perceraian, Ilham berupaya rujuk kembali. Namun, sosok Banyu hadir menawarkan perlindungan dan masa depan baru. Kini, Lara berdiri di persimpangan jalan, berjuang menyembuhkan trauma masa lalunya demi memilih antara mantan suaminya atau lembaran baru yang lebih bahagia.