APKDock Logo
Sampul Novel Love And Mystery

Love And Mystery

7.8 / 10.0
Harry Borison, CEO Rank Group yang dingin, terikat takdir dengan karyawannya, Han Yura. Di balik kesehariannya, Yura memendam trauma masa lalu dan PTSD. Demi keselamatan dari ancaman wanita psikopat yang terobsesi pada Harry, mereka berdua terpaksa menyembunyikan pernikahan mereka. Kini, Yura harus berjuang meluluhkan hati keras Harry sekaligus bertahan hidup dari kejaran sang penguntit yang mengincar nyawanya.

Love And Mystery Bab 1

"Kejar dia! Jangan sampai lolos. Aku tidak mau dia hidup dengan tenang di sana atas apa yang telah dia perbuat," ujar seorang pria yang sedang menelepon suruhannya. Dia terlihat begitu marah, matanya nyalang memandang ke arah luar ruangan.

"Harry, apa kau yakin akan kembali ke Korea?" tanya seseorang di belakangnya membuat pria itu menoleh ke arahnya.

"Aku sangat yakin. Aku ingin mencarinya dengan tanganku sendiri. Dia harus menebus dosa-dosanya, karena dia tidak akan berhenti kalau bukan aku sendiri yang menghentikannya." Aura dingin sangat terpancar pada sosok pria itu. Ambisinya untuk mencari seorang wanita psikopat begitu kuat. Dalang dari semua pembunuhan kekasih dan beberapa teman SMA-nya.

------

Hanya terdengar suara rintikan hujan di luar sana yang menemani di malam yang sunyi ini. Han Yura sedang duduk termenung sambil memikirkan perkataan orang tuanya. Mereka ingin dirinya segera menikah. Sampai-sampai mereka mempersiapkan kencan buta dengan beberapa pria untuk dirinya. Namun, semua itu sia-sia. Di antara dari semua pria itu tidak ada yang bisa memikat hati Yura.

"Haaahhh ... benar-benar, ya. Dunia ini sungguh nggak adil. Kenapa semua orang malah menanyakan tentang pernikahan kepadaku? Gimana mungkin aku memikirkannya? Pacar aja aku belum punya," gerutu Yura di dalam kamarnya sambil berguling-guling tak tentu arah di atas king size-nya.

"Yaakk. Kenapa juga diumurku yang ke 26 tahun ini masih aja single?" Yura mengacak rambutnya frustasi.

"Apa aku nggak cantik dimata para pria? Tapi, ahh, nggak mungkin kalau aku memang nggak cantik. Mengapa mereka mendekati aku di kantor? Kalau dilihat-lihat, mereka lumayan juga sih, bisa di bilang banyak yang tampan. Entahlah, mereka nggak ada yang istimewa di mataku. Apa jangan-jangan aku nggak tertarik sama pria? Astagaaaa ... ini sungguh membuat kepalaku pusing."

Berbagai pikiran melayang-layang di kepalanya. Karena sampai sekarang, dia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya pacaran itu. Sudah jam dua belas malam, Yura masih betah untuk terjaga seolah-olah matanya enggan untuk menutup. Sampai jam satu dini hari, matanya sudah mulai lelah. Akhirnya Yura memutuskan untuk istirahat.

Keesokan harinya, Yura berangkat ke perusahaan Rank Group tempat di mana dia bekerja. Dengan kondisi yang kurang baik dan mata yang sedikit sembab karena dia terjaga semalaman sehingga harus tidur telat.

"Hei, Kenapa dengan matamu Han Yura? Kau seperti panda aja dengan mata seperti itu. Apa jangan-jangan kamu habis putus sama pacarmu, ya?" ejek Naemi sahabat karib Yura.

"Ahh, ini nggak apa-apa, kok. Hanya saja, aku terjaga semalam karena nonton melodrama. Terus aku harus mengeluarkan air mataku yang berharga ini. Ya, beginilah hasilnya mataku sedikit sembab." Yura terus membantah Naemi.

"Ohh, gitu rupanya. Tapi tunggu dulu, sepertinya aku nggak yakin dengan jawabanmu. Nggak biasanya kamu nonton film sampai larut malam. Apalagi film sedih kayak gitu. Biasanya kamu lebih memilih istirahat karena besok kamu harus bekerja, ya, kan?"

Berbagai ocehan yang diberikan Naemi membuat Yura gugup seketika. Bagaimana mungkin Yura menceritakan masalahnya kepada Naemi. Pada akhirnya dia malah dapat ejekan dari sahabatnya itu. Mau ditaruh di mana mukanya jika hal tersebut terjadi?

Yura terlalu malu karena dia tidak berpengalaman sama sekali dengan seorang lelaki di umurnya yang sudah terbilang cukup untuk berpacaran bahkan menikah. Sehingga, mau tak mau Yura harus mengalihkan pembicaraan sebelum Naemi memberi pertanyaan yang aneh-aneh terhadap dirinya.

'Astagaaa ... nih anak, kenapa otaknya begitu encer sekali pagi ini? Bisa-bisanya dia membombardir pertanyaan yang membuatku mati kutu,' batin Yura sedikit jengkel.

"Ahh, itu--- itu"--- Yura tergagap sambil memikirkan jawaban yang tepat. "Yaakk. Kenapa kamu cerewet sekali pagi ini? Ah, sudahlah. Aku nggak mau bahas ini lagi. Lebih baik aku menyiapkan laporan buat besok sebelum si nenek sihir itu," maksudnya adalah Im Yhuna, "marah-marah nggak jelas. Telingaku sakit kalau dengerin omelannya dan suaranya yang cempreng." Yura terus mencari alasan mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Ya sudahlah. Aku nggak akan mengganggumu kali ini. Meskipun sebenarnya aku penasaran, sih. Hehehe ...," jawab Naemi sambil senyum-senyum menggoda Yura.

"Sudah sana fokus kerja!" perintah Yura sambil menarik Naemi agar duduk di tempat kerjanya.

"Dia benar-benar aneh pagi ini. Ahh, masa bodoh. Mungkin perkataan Yura ada benarnya. Oke. Sekarang fokus kerja demi mencapai target supaya bonus bulanan bisa cair," batin Naemi mulai berkutat dengan komputernya.

Semua karyawan berada di meja kerjanya masing-masing. Mereka sibuk dengan komputer dan tumpukan kertas yang berada di meja kerjanya. Sampai-sampai mereka tidak menyadari dengan kedatangan sang direktur.

"Ekheemm. Selamat pagi semuanya," sapa sang direktur yang didampingi oleh beberapa asistennya.

Semua yang ada di dalam ruangan tersebut menoleh ke sumber suara. Sontak mereka semua berdiri terkejut akan kedatangan sang direktur Park Jerry.

"Selamat pagi direktur." Para karyawan serentak berdiri sambil membungkukkan badannya kepada direktur besar Rank Group.

"Baiklah. Semuanya tidak usah berlebihan seperti itu." Park Jerry menampilkan seulas senyuman di wajah.

"Maaf, sudah mengganggu waktu kalian bekerja. Jadi begini, maksud kedatangan saya sekarang hanya menyampaikan informasi penting kepada kalian semua. Dua hari lagi saya akan pensiun dari perusahaan ini. Maklum saja saya sudah tua dan saya ingin menikmati masa tuaku bersama keluarga tercinta. Jadi, saya akan menyerahkan tanggung jawab saya untuk memimpin perusahaan ini kepada putra semata wayang saya." Para karyawan sedikit terkejut dengan perkataan direkturnya yang secara tiba-tiba.

"Hari ini, dia baru akan pulang ke Korea setelah dia menyelesaikan study di Harvard Amerika selama dua tahun. Dia mengambil fakultas Harvard Business School. Dia bisa dibilang masih muda, umurnya saat ini masih 29 tahun. Tapi, tenang saja. Dia sudah berpengalaman untuk mengurus perusahaan karena saya bisa menjaminnya. Saya mohon bantuannya kepada kalian semua untuk berbagi pengalaman bersama putraku. Saya harap kalian semua bisa menerimanya dengan baik," ujar direktur Park Jerry yang dijawab anggukan oleh semua karyawan.

Mereka tidak menyangka kalau direktur baru mereka masih muda. Tapi, tidak sedikit para karyawan khususnya karyawan wanita senang dengan kabar barusan. Wanita mana yang tidak tertarik dengan pria muda yang sudah mapan dan satu-satunya pewaris perusahaan Rank Group. Salah satu perusahaan yang berpengaruh di Asia. Tidak mudah untuk bisa masuk ke perusahaan Rank Group, berbagai seleksi yang ketat harus dilalui oleh banyak orang yang ingin menjadi pegawai di perusahaan ternama tersebut.

"Oke. Hanya itu saja yang perlu saya sampaikan. Terima kasih atas waktunya. Saya undur diri dulu sampai jumpa dan semangat buat kalian semua," pamit Park Jerry kepada para karyawannya.

Setelah kepergian direktur Park Jerry, para pegawai bergerombol membicarakan tentang bagaimana sosok direktur baru mereka yang terbilang masih muda. Mereka tidak sabar menunggu dua hari lagi. Akan tetapi berbeda dengan Yura, dia terlihat cuek seolah-olah tidak ada berita apa pun pagi ini. Dia lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya daripada harus bergosip yang tak jelas menurutnya.

"Haahh ... ada-ada aja, sih, mereka. Belum tentu juga dia tampan. Umurnya boleh muda, tapi siapa tahu wajahnya sudah kayak om-om. Lagian buat apa juga, sih, mereka menggosipkan hal yang tidak penting itu," gerutu Yura dalam hatinya. Dia merasa terganggu dengan suara berisik teman-temannya yang heboh.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Love And Mystery

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Perjodohan dengan pria yang dulu pernah ditolaknya memicu dilema mendalam bagi sang wanita. Apakah pernikahan ini berjalan atas dasar cinta lama yang tersisa, ataukah sang suami tengah menyusun rencana balas dendam demi membalas luka masa lalunya? Di dunia Chronophile yang sangat menghargai waktu, pasangan suami istri ini harus berkomitmen di tengah bayang-bayang masa lalu. Kini, rahasia serta konflik mulai menguji kesetiaan dan keutuhan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil membawa pulang patung beruang yang ia temukan di jalan tanpa tahu rahasia di baliknya. Benda mati itu sebenarnya adalah wujud lain dari seorang pria muda yang sangat kuat. Melinda terus merawatnya dengan tulus hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang menawan. Keadaan mulai berubah saat ketegangan melanda hubungan mereka yang tidak biasa ini. Akankah kisah cinta unik antara manusia biasa dan sang dewa dapat bersatu dalam kebahagiaan?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali berturut-turut di arena justru berujung pengkhianatan dari Roderick. Sang tunangan tega bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick sirna seketika demi menyatakan cinta pada wanita lain di depanku. Kecewa, aku langsung menghubungi ayahku, sang bos mafia besar. Kupastikan pernikahan kami batal karena aku akan mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong Alif dan Hana ke sebuah apartemen sederhana. Di hunian baru itu, takdir mempertemukannya dengan Yudha, duda menawan yang juga berjuang mengasuh putrinya, Mira, pasca-tragedi memilukan. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan memantik getaran rasa di hati mereka yang sama-sama terluka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi masa lalu atau berani membuka hati bagi cinta yang baru.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina bertekad membalas dendam. Ia memilih mendekati Charles, paman dari mantan kekasihnya. Walau Charles sempat menolak komitmen setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga mereka terikat selamanya. Kini, Sabrina kembali sebagai bibi sang mantan. Di balik pandangan remeh orang lain, ia rupanya menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan dirinya adalah pemilik takhta yang asli.
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
8.0
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kejadian itu membuat nenek Cherish murka hingga muntah darah dan akhirnya meninggal di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Dengan tegas, Cherish mengakhiri hubungan mereka dan pergi. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan rela memberikan segalanya demi Cherish kembali.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan