APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dosenku Suami Posesif

Dosenku Suami Posesif

Kehidupan Belinda Zevaya sebagai mahasiswi akhir mendadak kacau saat laptop untuk menyusun skripsinya rusak, sementara ia sedang mengalami krisis keuangan. Situasinya kian rumit karena ia harus berhadapan dengan Arez Bernando, dosen pembimbingnya yang terkenal sangat kejam dan ditakuti. Namun secara mengejutkan, Arez menawarkan jalan keluar tak biasa. Ia meminta Belinda bekerja di rumah pribadinya agar laptop itu diperbaiki dan kelulusannya bisa segera dibantu.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pagi bersinar begitu cerah. Bunyi alarm terus menggema memenuhi kamar kecil sang gadis yang masih terlelap tanpa sadar sedikit pun dengan suara kebisingan yang ada.

Kring..... Kring.... Kring...

Entah sudah beberapa kali alarm itu berbunyi, namun tak membuat sang pemilik alarm terbangun dari mimpinya.

"Hoamn.." sang gadis terbangun, namun ia mematikan alarmnya. Beberapa menit kemudian alarm kembali berdering, membuat telinganya seakan berdengung.

Belinda Zevaya__ dengan nama panggilan Zeva terbangun kaget, dan langsung terduduk dengan jantung yang berdetak kencang. Alarm terakhir membuat jantungnya hampir saja copot.

"Astaga! Sudah jam berapa ini?" Tanyanya saat melihat cahaya matahari masuk melalu celah ventilasi.

Zeva meraih jam weker di sebelahnya dan waktu sudah menunjukkan 07:30 pagi. Dengan segera Zeva masuk ke dalam kamar mandi di dalam kamar kosannya. Ia hanya sempat mencuci muka dan menggosok gigi.

Sambil mengacak lemari plastik pakaian miliknya, Zeva terus memperhatikan jam yang terus berdetak. Setelah siap, dengan rambut yang sedikit berantakan Zeva menuruni tangga kosannya.

"Zeva, kamu baru bangun? Telat sekali, tidak biasanya" Tanya tetangga kamar Zeva yang juga akan berangkat bekerja.

"Iya kak, aku telat, tidur subuh" jawab Zeva

"Mau sekalian bareng nggak berangkatnya?" Tawar Meli

"Tidak searah kak, aku mau ke sekolahan. Aku juga sudah pesan ojek online kok, kak Meli duluan aja"

"Ya sudah, aku duluan, Va"

"Iya kak, hati-hati di jalan"

Zeva menunggu di depan gerbang kosan. Namun, sudah lebih dari lima menit sang ojek online belum juga tiba. Ia mondar mandir dengan gelisah di depan gerbang kosannya. Kosan Zeva berada di dalam gang sempit, dan hanya bisa di lalui oleh motor saja.

"Dimana sih, kenapa belum sampai juga!" keluh Zeva.

Ia membuka aplikasi hijau di ponselnya, untuk mengecek lokasi sang driver.

Namun, lagi dan lagi Zeva mendengus kesa. "Bodoh banget astaga! Gue sejak tadi menunggu kosong, dan lupa pesan ojolnya. Ya Allah, sial sekal" umpat Zeva merutuki kebodohannya sendiri.

Setelah memastikan dirinya memesan ojek online, Zeva kembali menunggu dengan perasaan yang semakin gelisah. Kali ini dia sudah terlambat untuk bekerja, seharusnya sejak pukul 06:000 pagi dia sudah berada di tempat kerjanya.

Tak lama, sebuah driver berhenti di depan Zeva. "Mbak Zeva?" Tanyanya sopan

"Iya betul, Pak. Kita berangkat sekarang ya, kalau bisa lebih cepat, saya sudah terlambat bekerja pak"

"Iya Mbak, saya usahakan ya. Pakai helmnya dulu"

Zeva mengangguk dan menggunakan helm. Jika tidak terlambat, Zeva akan jalan kaki saja, namun karena ia tidak punya waktu banyak Zeva pun menggunakan ojek online.

Zeva tiba di depan sekolah swasta, Zeva langsung turun. "Berapa pak?"

"Dua belas ribu, Mbak Zeva"

"Ini Pak, kembaliannya buat Bapak saja" Zeva bergegeas, ia memberikan uang dua puluh ribu.

"Mbak Zeva, helmnya belum dilepas" teriak sang driver.

Zeva menghentikan langkahnya dan menghela napas berat. "Maaf, Pak" Zeva mengembalikan helmnya dan berlari sekencang mungkin.

"Astaga, Mbak Zeva. Telat sekali datangnya, buruan masuk Mbak sebelum Ibu lihat Mbak" ucap sang security

"Iya, Pak. Saya masuk ya" Zeva berlari kencang, sekolah swasta itu lumayan besar. Ia langsung menuju ke salah satu bilik kamar mandi untuk mengganti pakaiannya menggunakan seragam khusus yang diberikan oleh pihak sekolah.

Setelah mengganti pakaian, Zeva mengambil alat kebersihan di gudang dan langsung menuju ke kamar mandi wanita. Zeva bekerja part time di tiga tempat berbeda setiap harinya.

**

Tepat satu bulan yang lalu, Zeva di terima bekerja paruh waktu di sekolah swasta tempatnya sekarang sebagai cleaning service di pagi hari. Tanpa rasa malu ia menerima pekerjaan itu dengan senyuman yang lebar, meskipun bayarannya tidak begitu banyak, tetap Zeva merasa bersyukur bisa mendapatkan tambahan uang.

Zeva hanya menghabiskan waktu selama 4 jam saja di sekolah ini. Setelahnya, ia akan bekerja di Rumah Makan Seafood hingga sore hari dengan mencuci piring. Di malam hari ia akan bekerja di supermarket hingga pukul 12:00 malam.

"Semangat Zeva, karena kamu adalah seorang perintis bukan pewaris" ucapnya menyemangati dirinya sendiri sambil menggosok kamar mandi, sesekali ia menyeka keringatnya yang mulai bercucuran.

Waktu sudah menunjukkan pukul 10:00 pagi. Para murid sudah mulai beristirahat dan pekerjaan Zeva pun selesai. Masih ada waktu satu jam untuknya beristirahat sebelum ia menuju ke rumah makan seafood untuk bekerja. Karena mengingat dirinya yang belum mandi, Zeva pun menggunakan kamar mandi sekolah untuk mandi.

Saat akan menuju ke gerbang sekolah, ia merasakan perih pada perutnya. Ia mendudukkan dirinya di salah satu bangku yang berada di koridor sekolah. Ia tidak pernah sempat sarapan sebelum bekerja, biasanya ia hanya akan minum air putih dengan banyak untuk menahan rasa laparnya. Zeva sangat menghemat pengeluarannya setiap hari demi bertahan hidup hingga akhir bulan di kerasnya kehidupan Kota Jakarta.

"Mbak, kerja disini?" Tanya salah satu wanita cantik yang Zeva yakini adalah salah satu orang tua murid di sana. Wanita cantik itu mendudukkan dirinya disebelah Zeva dengan begitu anggunnya.

"Saya seorang cleaning service, Bu" jawab Zeva tersenyum ramah dan canggung. Ia lumayan canggung berbicara dengan orang kaya.

"Panggil Aliza saja, umur kita kehihatannya tidak beda jauh" ucapnya

"I- Iya Aliza" ucap Zeva gugup.

"Kamu wanita hebat, tidak banyak wanita muda jaman sekarang mau bekerja sebagai cleaning service"

"Ah, biasanya saja" ucap Zeva sembari memegang perutnya.

"Kamu kenapa?"

"Tidak apa, hanya sedikit sakit perut"

"Kamu sudah sarapan?"

Zeva menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

"Kamu masih bekerja sekarang?"

"Sudah selesai, aku akan pergi sekarang" Zeva berdiri

"Tunggu. Nama kamu siapa?"

"Zeva, salam kenal"

Aliza mengangguk dan mengulurkan tangannya. Zeva menerimanya dengan senang hati. "Zeva, ikut saya makan dulu mau? Kebetulan saya juga belum sarapan"

Zeva terdiam, ia tidak enak menerima tawaran siapa pun untuk makan. Namun, dia sudah tidak punya uang jika harus membeli sarapan lagi. Uang sarapannya sudah dia gunakan untuk membayar ojek online tadi pagi.

"Saya..."

"Ayo lah, temani saya"

Zeva terpaksa mengangguk saat melihat wajah Aliza penuh harap. Aliza tersenyum senang, ia menggandeng tangan Zeva, membuat gadis itu semakin tidak nyaman. Aliza dan Zeva menuju ke parkiran, dan Zeva masuk ke dalam mobil mewah.

Zeva biasa saja dengan mobil mewah. Ia juga pernah merasakannya, ia tersenyum getir ketika mengingat kehdupannya dulu yang penuh dengan kemewahan, tidak seperti sekarang yang penuh kekurangan.

"Kamu tinggal dimana?"

"Di gang dekat sini kok"

"Kamu ngekos?"

"Iya" jawab Zeva singkat. Sejak dulu ia tidak memiliki teman yang bisa ia berbicara dengan banyak tentang kehidupan pribadinya.

"Orang tua kamu dimana?" Tanya Aliza menoleh

Zeva tersenyum. "Sudah tidak ada"

"Maaf" ucap Aliza merasa tidak enak

"Tidak apa. Kamu ke sekolah bikin apa?" Tanya Zeva mengalihkan obrolan

"Aku menemui anak ku. Hanya di sekolah aku bisa bertemu dengannya"

"Kenapa?" Tanya Zeva penasaran.

Aliza hanya tersenyum. "Sudah sampai, ayo turun"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Istri pilihan
8.8
Demi menyelamatkan hari pernikahan, Leana terpaksa menggantikan Sasmita, kakaknya yang mendadak kabur. Ia pun terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta bersama Elvano Mahendra, pria dingin yang terus menyalahkannya. Sadar tak pernah diinginkan, kesabaran Leana akhirnya habis saat sang kakak kembali. Namun, ketika Leana menuntut perceraian, Elvano justru menolak melepaskannya meski sang kekasih lama telah pulang. Mengapa pria itu bersikeras mempertahankan pernikahan mereka?
Sampul Novel DENDAM SI PELAYAN SEKSI
9.4
Mimpi buruk terus menghantui kehidupan pernikahan Daren dan Carolina. Di tengah situasi itu, hadirlah Eliana, seorang pelayan baru yang memikat sekaligus membangkitkan memori asing dalam diri Daren. Di balik pesonanya, Eliana menyimpan niat terselubung untuk menghancurkan hidup sang majikan demi membalas dendam. Namun, saat rahasia masa lalu mulai tersingkap, ia justru terjebak dalam perasaan cinta pada targetnya. Akankah dendam Eliana luntur, atau misinya tetap berlanjut?
Sampul Novel Gairah Terlarang Sang CEO!
9.0
Jordan Freemantle dilingkupi kemarahan besar akibat ulah Lawrence Brickman yang membawa lari uang proyek penting mereka. Begitu Chantal Brickman, anak perempuan Lawrence yang menawan, tiba di kediaman ayahnya di Malibu, Jordan segera menjadikannya sasaran balas dendam. Pengusaha angkuh ini menuntut Chantal melayani segala nafsunya demi membayar kerugian sang ayah. Tanpa jalan keluar, Chantal terpaksa tunduk di bawah kendali Jordan demi melunasi utang tersebut.
Sampul Novel Istri Manis Tuan Jicko
9.8
Demi memenuhi keinginan sang ibu yang mendambakan cucu tanpa ikatan pernikahan, Jicko menolak dijodohkan. Ia memilih jalan pintas dengan menawarkan perjanjian khusus kepada Ameera untuk mengandung anaknya. Jicko percaya kesepakatan ini menguntungkan kedua pihak tanpa melibatkan perasaan. Namun, rencana yang ia kira sederhana itu justru menjadi sangat rumit saat kenyataan hubungan mereka ternyata jauh lebih kompleks dari perkiraan awal.
Sampul Novel Ketika Istri Sudah Mati Rasa
7.9
Kehancuran hidup Alexa bermula dari pengkhianatan sang suami dan sahabatnya. Setelah berhasil bangkit dari keterpurukan, ia bertekad membalas rasa sakit itu secara elegan. Namun, Sintya yang telah merebut Ryan belum puas dan terus berupaya merusak hidup Alexa, bahkan mengincar Anggia. Di tengah badai konflik ini, Razka hadir dan setia melindungi Alexa dari ancaman. Akankah Alexa sanggup membuka hatinya lagi setelah terluka begitu dalam?
Sampul Novel Lenyap Usai Kata Pisah
8.2
Sofia Wijaya memilih mundur saat Olivia Kartika kembali ke sisi suaminya, Revan Mahendra. Melalui trik dokumen universitas, Sofia berhasil membuat sang pewaris mafia menandatangani perceraian tanpa disadari. Sofia pergi menjauh dalam keadaan hamil, membawa rahasia besar yang akan mengubah segalanya. Kini, Revan yang menyesal mengerahkan seluruh kekuasaan dunia bawah tanah untuk memburunya. Namun, Sofia telah bertransformasi menjadi sosok tangguh yang siap membuat mantan suaminya berlutut memohon cinta.