APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Kakak Ipar (Cinta Yang Semu)

Dosa Terindah Bersama Kakak Ipar (Cinta Yang Semu)

Pernikahan balas budi merenggut kebahagiaan Queenza Mikayla Anya, menyisakan derita fisik dan batin setiap hari. Namun, takdir mempertemukannya dalam satu malam tak terduga dengan sang kakak ipar. Peristiwa itu menumbuhkan rasa cinta yang rumit di hati Queenza. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: terus bertahan dalam hubungan yang menyiksa, atau melepaskan diri demi cinta sang kakak ipar yang selalu melindunginya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Mas, aku hamil!" ucap Queenza pada sang suami, dengan tangan yang bergetar ia menyodorkan sebuah testpack pada suaminya.

Ervan yang tengah asik bermain game mendongakkan kepalanya. Ia menatap Queenza dan juga testpack itu secara bergantian. Ia lalu berdiri dan mendekati Queenza.

PLAAKK!

Ervan menampar keras pipi Queenza sampai Queenza terhuyung dan jatuh ke atas lantai.

Queenza terduduk di lantai sambil memegangi pipinya yang berdenyut. Ia sekuat tenaga menahan tangisnya. Hati Queenza sakit teramat sakit. Karena bukan senyuman bahagia dan pelukan hangat yang ia dapatkan dari sang suami, akan tetapi tamparan keraslah yang ia terima.

"Sial! Kenapa kamu bisa hamil? Kamu itu bodoh atau bagaimana sih! Aku kan sudah beberapa kali bilang, pakai alat kontrasepsi! Kenapa kamu gak nurut? Atau ini memang rencana kamu? Kamu pikir dengan kamu hamil, aku akan mencintai kamu? Jangan mimpi! Sampai kapanpun aku gak akan pernah mencintai kamu. Ngerti!" ucapnya dengan sinis. Ia lalu pergi begitu saja dari kamar itu.

Saat Ervan melewati Queenza yang masih terduduk, bukannya membantu Queenza untuk berdiri ia malah menendang tubuh Queenza agar tak menghalangi jalannya.

"Mas! Kamu mau ke mana? Ini sudah malam!" seru Queenza saat ia melihat suaminya yang hendak membuka pintu.

Ervan menoleh dan tersenyum menyeringai, "Bukan urusanmu aku mau pergi ke mana. Yang perlu kamu urus sekarang adalah janin yang ada di dalam perut sialanmu itu! Lebih baik kau musnahkan bayi itu! Aku gak sudi memiliki keturunan darimu!" ujarnya sarkas sambil pergi melangkah dan membanting pintu dengan keras.

Queenza menangis tersedu-sedu. Ia tidak menyangka kehidupannya akan berubah drastis seperti ini. Ia pikir ia akan hidup bahagia bersama Ervan, walaupun mereka menikah karena terpaksa dan tak saling mencintai, ia pikir mungkin dengan kehadiran bayi ini, Ervan akan berubah. Namun, nyatanya tidak. Ervan masih tak peduli padanya dan menganggap dia hanya hewan peliharaan. Bahkan hewan peliharaan saja masih lebih mulia dibanding dia.

Queenza memegangi perutnya. Ia berjanji tak akan menggugurkan bayi yang kini tengah tumbuh di dalam rahimnya. Ia akan mempertahankan bayi itu bagaimanapun caranya. Apapun yang terjadi, ia akan melindungi bayinya.

Keesokan harinya.

Queenza yang merasa tak enak badan tidak langsung bangun dan masih meringkuk dibalik selimut. Karena pusing dan mual yang ia rasakan membuat ia menjadi lemas dan tak bertenaga.

Beruntungnya Ervan semalam tak pulang jadi Queenza bisa beristirahat sejenak sebelum melakukan aktivitasnya seperti biasa. Namun, ketenangan yang Queenza baru rasakan sejenak, harus sirna kala ia mendengar suara pintu yang dibuka dengan kasar. Ia tau siapa itu, tapi ia enggan untuk bangun karena tubuhnya yang terasa lemas.

Queenza terkejut saat Ervan menarik tangannya dengan kasar dan menyeretnya ke dalam kamar mandi.

Setelah sampai di kamar mandi, Ervan mengisi bathtub dengan air dingin. Saat bathtub itu sudah terisi penuh Ervan menjambak rambut Queenza dan melelepkan kepala Queenza ke dalam bathtub itu. "Bangun sialan! Dasar pemalas."

"A-ampun Mas! Ampun!" Dengan napas yang membu-ru ia berucap saat Ervan melepaskan kepalanya dari air. Ia meraup oksigen sedalam-dalamnya.

Ervan tak berucap apa-apa lagi dan pergi keluar dari kamar mandi begitu saja.

Queenza bergegas mandi dan berganti pakaian, ia tak ingin membuat kesalahan lagi dengan membuat Ervan menunggunya untuk sarapan.

**

Di dapur.

Queenza yang tengah asyik memasak dikejutkan dengan suara seseorang dari arah belakangnya.

"Tumben kamu baru masak jam segini?" tanya orang itu sambil membuka pintu kulkas. Ia lantas membawa sebotol air mineral dari dalam kulkas itu.

"Ah ... i-iya, ta-tadi saya bangunnya kesiangan," ucap Queenza dengan terbata. Ia merasakan gugup dan juga canggung dengan kakak iparnya ini.

"Kenapa kamu selalu gugup seperti ini? Bukannya kita sudah sepakat untuk melupakan kejadian itu," bisiknya tepat di telinga Queenza.

Queenza tersentak dan jantungnya berdetak dengan cepat kala ia mengigat kembali kejadian beberapa minggu yang lalu.

Queenza yang hendak tertidur mengurung niatnya saat seseorang masuk ke dalam kamarnya. Ia pikir itu Ervan sang suami dan ia pun membiarkannya saja.

Queenza memutuskan untuk menutup kembali matanya. Tapi, ia terkejut saat sebuah tangan kekar melingkar di perutnya dan dengan nakalnya tangan itu bergeliara di dadanya.

Queenza yang tengah membelakangi orang itu pun berpikir, jika itu adalah suaminya dan membiarkannya saja. Ia dengan cepat mematikan lampu tidurnya karena tak ingin sampai sang suami mengamuk karena tak dimatikan lampunya saat mereka akan bercinta.

Ervan memang sering kali marah jika mereka akan melakukan hubungan suami istri dengan lampu yang terang. Dan selalu menginginkan kamar gelap gulita. Karena Ervan selalu berucap tak ingin melihat wajah Queenza yang menji-jikan menurut Ervan.

Tangan yang semula hanya bergeliara di dada Queenza kini turun ke bawah.

Kecupan-kecupan nakal Queenza rasakan di lehernya. Ia merasa senang dan menikmatinya.

"Mas, Kamu abis minum ya?" tanya Queenza saat orang itu sudah melepaskan pagutan bibir mereka.

"Hmm!"

Tak lama kemudian lelaki itu segera melepaskan baju Quenza dengan perlahan. Ia menciumi seluruh tubuh Queenza.

Queenza yang terlena dengan cumbuan itu hanya menggeram nikmat. Ia merasakan keanehan dengan suaminya ini. Namun, ia tak ingin memikirkannya, karena ia sudah terlena dengan cumbuan-cumbuan yang memabukan dari lelaki yang kini tengah berada di atas tubuhnya.

Saat kejantanan sang lelaki itu menghujam milik Queenza. Queenza sempat mengerang kesakitan karena merasakan sesak di bawah sana.

"Mas ... Ahh sa-kit!" ucap Queenza saat senjata lelaki itu terus menghu-jam milik Queenza.

Lelaki itu memelankan temponya dan dengan segera melumat kembali bibir Queenza yang sedari tadi tak bisa diam.

Queenza mengernyitkan keningnya. lagi-lagi ia merasa aneh dengan lelaki yang kini ada di atasnya ini. Tak biasanya suaminya ini mendengarkan rintihannya. Dan membuat ia rileks serta membuat ia menikmati permainan mereka.

Biasanya Ervan selalu mementingkan kepuasannya sendiri, tapi kali ini suaminya itu mendengarkannya.

Tapi lagi-lagi Queenza mengenyahkan pikiran itu karena saking nikmatnya permainan mereka.

Tiba puncaknya mereka berdua pun mencapai klimaks bersama.

Setelahnya lelaki itupun turun dari atas tubuh Queenza dan berbaring di sisi Queenza.

Queenza hendak menyalakan lampu tidur. Namun tangannya segera ditarik oleh lelaki itu dan membawa Queenza dalam dekapannya yang hangat.

Queenza yang baru pertama kali merasakan dekapan hangat sang suami pun urung untuk menyalakan lampu dan memilih menikmati malam yang indah ini.

Pagi harinya.

Queenza yang masih merasa nyaman dengan dekapan sang suami enggan untuk bangun. Ia pun semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang itu. Akan tetapi indra penciumannya yang tajam mengendus bau parfum yang berbeda dari tubuh yang kini tengah ia peluk itu.

"Apa Mas Ervan ganti parfum? Wangi banget deh, meskipun semalam sudah berkeringat," gumam Queenza sambil terkekeh pelan. Ia terus mendusel-duselkan hidungnya di dada bidang itu.

Lelaki yang dipeluk Queenza merasa terusik, ia pun mengerjapkan-ngerjapkan matanya. Perlahan ia melihat sekelilingnya. Keningnya mengernyit kala ia melihat ruangan yang asing baginya. Dan saat ia hendak bangun. Ia terkejut melihat seorang wanita yang tengah memeluknya dan ia pun memeluk wanita itu.

"Kamu siapa?" tanya lelaki yang tengah Queenza peluk itu.

"Queenza yang tengah menikmati aroma tubuh lelaki itu pun mendongakan kepalanya. dan Ia sangat terkejut saat melihat siapa yang tengah ia peluk saat ini.

"Queenza,"

"Mas Dimas,"

Ucap mereka berdua bersamaan. Mereka sama-sama terkejut dengan apa yang sudah terjadi.

Queenza tak pernah menyangka jika yang semalam ia kira suaminya itu, ternyata kakak iparnya.

Lamunan Queenza buyar saat ia mendengar bisikan seseorang di telinganya.

"Jangan kebanyakan ngelamun! Nanti masakannya gosong," bisik Dimas tepat di telinga Queenza. Ia pun pergi begitu saja meninggalkan dapur.

Queenza menatap punggung Dimas yang mulai menjauh. Ia pun memegangi perutnya dan bergumam, "Apa jangan-jangan ....?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bertahan Hidup di Sebuah Pertunjukan
9.0
Acara realitas Jack Harper, seorang ahli bertahan hidup, berubah menjadi bencana setelah ledakan misterius. Ia terdampar di pulau terasing yang dipenuhi reruntuhan kuno serta suku berbahaya. Bersama sekelompok selebritas, Jack harus memimpin perjuangan untuk lolos dari maut. Namun, bahaya terbesar datang dari Mei Ling, kontestan yang menyimpan dendam dan berniat membunuhnya. Di tengah konspirasi dan pengkhianatan, Jack harus bertarung demi mengungkap kebenaran.
Sampul Novel GADIS TAWANAN SANG MAFIA
8.9
Selena mengalami penderitaan mendalam sejak diculik oleh Jeno Kusuma, anak bos mafia kejam dari kelompok Sembilan Naga. Jeno melakukan tindakan nekat tersebut demi membalas dendam, karena ayah Selena dituduh membunuh papanya dan mencuri stempel rahasia milik organisasi. Selama disekap sebagai pemuas nafsu, Selena berulang kali mencoba melarikan diri hingga berniat mengakhiri hidupnya. Mampukah ia melepaskan diri, atau justru harus tunduk selamanya?
Sampul Novel Setelah Mengetahui Rahasia Bos Wanitaku, Aku Terkena Masalah Besar
8.0
Setelah memutuskan kembali ke ibu kota, seorang mantan raja gangster memilih menjalani kehidupan sederhana sebagai karyawan biasa. Namun, kedamaiannya hancur saat ia tidak sengaja membongkar rahasia tersembunyi milik bos wanitanya yang berparas cantik. Penemuan tak terduga ini menyeretnya kembali ke dalam pusaran bahaya dunia bawah yang penuh intrik, aksi, dan misteri besar. Kini, ia harus menghadapi konsekuensi fatal demi melindungi dirinya dan sang atasan dari ancaman masa lalu yang mengintai.
Sampul Novel I Choose The Villain Crown Prince
8.6
Seorang pembunuh bayaran terlahir kembali sebagai Athea Dominic, putri bangsawan klan Api yang dibenci. Usai tewas tragis akibat mencintai Pangeran Alexander di masa lalu, ia bangkit menjadi prajurit elite demi membalas dendam atas pembantaian keluarganya. Athea lalu bersekutu dengan Azrael, sosok misterius yang merupakan Putra Mahkota Klan Api. Bersama-sama, mereka berjuang merebut takhta dari pangeran kejam itu demi menuntut keadilan bagi klan mereka.
Sampul Novel Kecanduan Istriku yang Bermuka Dua
9.7
Julien mengira Kelsey adalah perempuan lemah yang harus selalu ia lindungi. Namun, sang istri ternyata sangat tangguh dan gemar terlibat perkelahian, hingga Julien kewalahan mengurus berbagai laporan kekerasan akibat ulahnya. Walau lelah, Julien justru terobsesi dan tak bisa melepaskan perempuan itu. Konflik memuncak ketika Kelsey nekat melarikan diri bersama anak mereka. Mampukah obsesi Julien pada istrinya yang bermuka dua ini berujung pada akhir bahagia?
Sampul Novel Kemarau Kapan Berlalu?
9.0
Demi membiayai sekolah keponakannya, Sam Rahardja rela menjadi kurir narkoba meski Galih terus memotong upahnya. Saat Galih berhenti beroperasi, Sam kehilangan sumber penghasilan. Di tengah situasi sulit ini, Sena hadir mengancam akan membongkar masa lalu kriminal Sam ke polisi. Terdesak demi masa depan Renaldi, Sam terpaksa menerima tawaran kerja dari Sena. Sayang, keputusan tersebut membawanya pada penyesalan terdalam karena pekerjaan baru itu adalah menjual diri.