APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Kakak Ipar (Cinta Yang Semu)

Dosa Terindah Bersama Kakak Ipar (Cinta Yang Semu)

Pernikahan balas budi merenggut kebahagiaan Queenza Mikayla Anya, menyisakan derita fisik dan batin setiap hari. Namun, takdir mempertemukannya dalam satu malam tak terduga dengan sang kakak ipar. Peristiwa itu menumbuhkan rasa cinta yang rumit di hati Queenza. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: terus bertahan dalam hubungan yang menyiksa, atau melepaskan diri demi cinta sang kakak ipar yang selalu melindunginya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Gak ... gak mungkin, ini sudah pasti anaknya mas Ervan! Aku yakin itu," ucap Queenza. Ia mencoba mengenyahkan pikiran yang sempat terlintas dibenaknya. Ia tak ingin menduga-duga dan akan meyakini hatinya, jika anak yang tengah ia kandung adalah anak dari suaminya.

Queenza pun kembali fokus pada masakannya. Ia tak ingin memikirkan sesuatu yang akan membuat kepalanya semakin pusing. Setelah selesai dengan masakannya. Ia pun bergegas pergi ke kamar untuk memanggil sang suami.

Namun, saat Queenza akan ke kamar. Ia tanpa sengaja berpapasan kembali dengan kakak iparnya itu di tangga. Queenza dengan cepat menundukan kepalanya. Ia tak ingin melihat sorot mata Dimas yang tajam itu.

"Udah selesai masaknya?" tanya Dimas saat Queenza akan melewatinya.

Queenza hanya menganggukan kepalanya dan segera pergi dari hadapan Dimas.

Quuenza pergi dengan jantung yang berdebar kencang. Entah apa yang tengah ia rasakan saat ini. Apa mungkin ia tengah merasakan perasaan berdosa pada sang suami sehingga jika ia berpapasan atau bertemu dengan Dimas, jantungnya akan berdetak dengan cepat.

"Ah iya, sudah pasti ini itu perasaanku yang merasa sangat bersalah pada mas Ervan," gumam Queenza sambil terus berjalan ke arah kamar.

Tiba di kamar.

"Mas! Makanannya udah siap!" ucap Queenza pada suaminya.

Ervan mendongakkan kepalanya, ia segera berdiri lalu pergi dan meninggalkan Queenza begitu saja.

Queenza menghembuskan napasnya dengan kasar. Ia sebenarnya sudah tak kuat dan tak tahan lagi dengan pernikahan ini. Namun, ia harus bertahan karena ia sudah berjanji pada sahabatnya dan ia pun tak ingin terjadi apa-apa pada ibu dan adiknya.

Queenza dengan cepat menyusul suaminya. Ia tak mau jika Ervan marah lagi padanya.

Tiba di ruang makan, Queenza menghentikan langkah kakinya saat melihat Dimas yang tengah duduk di meja makan.

Queenza pun memberanikan diri dan mencoba menenangkan hati dan pikirannya. Ia tak ingin membuat Ervan curiga padanya, dan saat Queenza hendak duduk di kursi sebelah Ervan. Ervan sudah lebih dulu berucap yang membuat Queenza urung untuk duduk.

"Kamu mau ngapain? Jangan duduk, berdiri di belakang!" titah Ervan.

Queenza pun menurut dan segera berdiri di belakang Ervan.

Dimas yang melihat perlakuan Ervan pada Queenza mengangkat sebelah alisnya.

'Perasaan pas waktu ibu sama ayah ada, Ervan gak sekasar ini sama istrinya! Apa memang hubungan mereka itu tak baik sejak awal?' batin Dimas sambil terus menatap Queenza. Matanya menyipit saat ia tanpa sengaja melihat pipi Queenza yang sedikit bengkak. 'Itu pipinya kenapa bengkak gitu?' Sambungnya masih dalam hati.

"Kenapa lo lihat bini gue segitunya? Lo naksir bini gue?" sentak Ervan pada Dimas.

Dimas segera mengalihkan pandangannya ke arah lain saat mendengar ucapan Ervan.

"Enggak," jawabnya singkat.

"Awas aja kalau berani macam-macam sama bini gue. Habis lo," ucap Ervan dengan nada yang mengancam.

GLEKK!

Queenza menelan salivanya dengan kasar saat mendengar ancaman sang suami. Entah apa yang akan suaminya perbuat pada dirinya, saat tau jika ia dan kakak iparnya itu sudah pernah menghabiskan malam yang panas.

Queenza dengan cepat menuangkan nasi dan lauk pauk ke piring Ervan.

Dimas terus memperhatikan gerak-gerik Queenza. Keningnya mengkerut saat ia melihat pergelangan tangan Queenza yang lebam. Ia menatap intens pergelangan tangan Queenza.

"Ekhemm!" Queenza berdehem saat menyadari tatapan Dimas yang terus menatap pergelangan tangannya. Ia pun dengan segera menyembunyikan luka lebam itu, dengan cepat ia mundur kembali ke belakang Ervan.

Dimas yang penasaran ingin bertanya. Tapi urung, saat melihat tatapan tajam Ervan padanya. Ia pun dengan segera menyantap makanan yang sudah dimasak Queenza. Sudut bibirnya terangkat saat ia merasakan masakan adik iparnya itu. Ini kali pertamanya makan masakan Queenza, karena selama ini ia tak pernah sarapan di rumah semenjak ayah dan ibunya pergi keluar kota.

Setelah selesai Dimas dengan cepat berdiri dan pergi begitu saja dari sana tanpa berucap apapun.

Queenza yang melihat sikap dingin kakak iparnya itu hanya menggelengkan kepalanya. Ia pun menatap sang suami yang kini tengah asyik makan.

"Duduk," seru Ervan tiba-tiba pada Queenza.

Queenza tersentak saat mendengar seruan sang suami, dengan cepat ia duduk di sebelah Ervan.

"Makan," titah Ervan sambil menyodorkan makanan sisa yang tak habis dimakan olehnya.

Queenza mengernyitkan keningnya ia tak paham dengan ucapan Ervan. Ia lalu menoleh dan menatap suaminya itu dengan tatapan penuh tanya. Apa ia tak salah dengar? Suaminya

menyuruh ia memakan makanan sisa?

"Kamu menyuruh aku makan ini Mas?" Akhirnya pertanyaan itu terlontar juga di bibir Queenza. Ia menunjuk makanan yang ada di depannya.

"Iya. Kenapa? Kamu gak mau? Ya kalau kamu gak mau, berarti hari ini kamu gak bisa makan! Aku sih gak akan memaksa kamu. Pilihan ada di tangan kamu! Kalau kamu gak mau kelaparan, ya makan itu. Tapi kalau kamu gak mau makan itu. Ya siap-siap kamu kelaparan seharian!" jawab Ervan sambil pergi berlalu dari meja makan itu.

Queenza menatap horor makanan yang ada di hadapannya. Ia menelan salivanya kasar. Ia mamandangi makanan yang entahlah harus dibilang apa. Ini terlihat seperti makanan untuk kucing dibanding makanan untuk manusia. Ia menggeserkan makanan bekas Ervan itu dan hendak mengambil makanan baru. Namun, baru juga ia membuka tutup saji, sebuah tangan mencekalnya. Queenza yang terkejut terperanjat dan tak sengaja menjatuhkan tutup saji itu. Ia lalu menoleh dan ia membelalak matanya kala ia melihat suaminya yang kini manatapnya dengan tajam.

"M-Mas?" ucap Queenza gugup.

"Kamu mau ngapain? Mau makan ini?" Tunjuk Ervan ke arah makanan yang ada di meja itu.

Queenza dengan polosnya menganggukan kepalanya.

Ervan tersenyum sinis lalu tangannya terulur ke arah rambut Queenza dan menjambaknya.

"Siapa yang suruh kamu makan makanan yang baru, Hah? Aku tadi kan suruh kamu makan ini!" ucap Ervan sambil membawa makanan sisanya tadi. Dengan kasar Ervan menyuapkan makanan itu pada Queenza.

Queenza tak berani memberontak dan memilih untuk memakan makanan yang rasanya entah lah. Susah untuk dijabarkan. Dengan air mata yang mengalir di pipinya. Ia mencoba menelan makanan itu.

"Nah gitu dong! Ayo makan lagi!" ucap Ervan sambil terus menyuapi Queenza.

Queenza yang sudah tak kuat lagi untuk makan makanan itu ingin memuntahkan makanannya . Namun dengan cepat Ervan memberi ancaman untuk Queenza.

"Kalau kamu berani memuntahkan makanan itu! Siap-siap kamu mendengar kabar kematian ibu kamu!" ujarnya dengan seringai di bibirnya.

Mau tak mau Queenza mengunyah kembali makanan itu dan menelannya dengan paksa.

Setelah makanan itu habis tak tersisa. Ervan pergi begitu saja dari hadapan Queenza.

Queenza menatap nanar pungung Ervan yang kini sudah menjauh dari hadapannya. Ia tidak menyangka jika pernikahannya ini akan membawanya pada penderitaan. Andai dia tau jika akan bernasib seperti ini. Ia lebih memilih mati daripada hidup tapi mati seperti ini.

Saat Queenza mengalihkan pandangannya. Tatapan matanya tanpa sengaja melihat ponsel yang tergeletak di meja makan. Ia pun dengan cepat membawa ponsel itu.

"Punya siapa?" gumamnya sambil membolak balikan ponsel itu. Ia pun mencoba menyalakan ponsel itu dan terkejut saat melihat foto wallpaper di ponsel itu.

"Eh ... ini punya mas Dimas?" Queenza lantas berdiri dan berniat ingin menyimpan ponsel itu di kamar Dimas. Namun, saat Queenza berbalik ia terkejut melihat Dimas yang berada di hadapannya kini.

"Ma-Mas Dimas?" seru Queenza dengan gugup. Ia terkejut melihat Dimas yang ada di sana.

"Kamu mau bawa ponselku ke mana?" tanya Dimas dengan alis yang terangkat.

"Ah ... i-ini tadinya mau saya simpan. Tapi berhubung Mas Dimas ada di sini, saya kembalikan sama Mas Dimas." Queenza menyerahkan ponsel itu pada Dimas.

"Thanks," ucapnya sambil membawa ponselnya. Ia lalu mendekat ke arah Queenza dan berbisik. "Makasih atas makanannya hari ini, enak banget. Aku tidak meragukan kemampuanmu, karena apapun tentang kamu, pasti enak dan legit."

Deg!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Diamnya Istriku
9.8
Kemiskinan bukanlah akhir segalanya bagi seorang istri, tetapi ketidaksetiaan suami adalah badai yang meremukkan martabat diri. Saat biduk rumah tangganya diterpa ujian kesetiaan, Ayu tidak memilih untuk mengeluh. Ia justru bersujud, memanjatkan doa kepada Sang Pencipta demi kesadaran suaminya. Ayu meyakini kekuatan doa dapat meluluhkan hati yang beku. Sebuah kisah tentang keteguhan hati Ayu mempertahankan pernikahan melalui jalan kesabaran.
Sampul Novel Ditinggal Suami Dinikahi Adik Ipar
8.9
Pasca kecelakaan maut merenggut Elzien Kagendra, Shifra yang sebatang kara malah diperlakukan layaknya pembantu oleh mertuanya. Nasib membawanya pada peristiwa satu malam yang berujung pernikahan dengan adik iparnya sendiri. Namun, saat Shifra telah melahirkan anak mereka, Elzien yang dikira sudah tewas mendadak kembali. Shifra kini didera dilema hebat antara cinta pertamanya atau suami kedua sekaligus ayah dari bayinya.
Sampul Novel Get Pregnant Please!
8.3
Nasib buruk terus membayangi Caca. Seorang peramal lalu menyarankannya untuk hamil agar takdirnya berubah. Masalahnya, sang suami misterius yang menikahinya setahun lalu tidak pernah pulang, meski Caca hidup bergelimang harta di rumah mewah. Mengira suaminya adalah lelaki tua berwajah buruk, Caca nekat pergi ke klub malam demi mencari pria tampan untuk menghamilinya. Siapa sangka, pria tampan yang menjadi targetnya malam itu ternyata adalah suaminya sendiri yang selama ini ia hindari.
Sampul Novel Jebakan Sang Mantan Istri
8.2
Pasca lolos dari sabotase mobil yang hampir merenggut nyawanya, Calista Anindya memilih lenyap demi keselamatan sang bayi. Enam tahun berlalu, ia kembali dengan mental baja, didampingi sepasang anak kembar yang genius. Calista pulang membawa misi khusus: membalas dendam pada mantan suami yang mengkhianatinya. Namun, akankah pembalasan ini berhasil, ataukah rahasia kelam masa lalu justru kembali merusak hidup yang telah ia tata?
Sampul Novel Love Over Everything
9.2
Demi menjauh dari rahasia kelam sang suami, Zanara memilih kabur hingga bertemu Jayme yang mencintainya dengan tulus. Di tengah trauma masa lalu yang membuatnya enggan membuka hati, ia terjerat asmara pelik saat bayang-bayang masa lalunya kembali datang mengancam. Kini, nyawa Marion, putri tunggalnya, berada dalam bahaya besar. Zanara pun terjebak dilema rumit: tetap menutup diri namun kehilangan putrinya, atau bersedia menikah demi bisa melindungi sang buah hati.
Sampul Novel Wanita Penakluk Direktur Muda
8.0
Demi memulihkan harga dirinya, Raellyn nekat mengancam Arnav, direktur hiburan ternama, memakai pisau lipat. Ia menuntut pertanggungjawaban atas pengkhianatan adik Arnav, Arsene, yang membatalkan janji pernikahan mereka. Namun, Arnav tidak mudah diintimidasi. Melihat peluang untuk memenuhi tuntutan mencari istri, ia justru menawarkan pernikahan kepada Raellyn. Meski motifnya uang, Arnav bertekad mendapat kompensasi setimpal dari wanita itu.