APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dokterku, Cintaku

Dokterku, Cintaku

Sebagai seorang dokter spesialis ginekologi, berinteraksi dengan pasien wanita sudah menjadi rutinitas harian yang biasa bagi sang protagonis pria dalam novel modern Dokterku, Cintaku. Namun, pandangannya berubah sepenuhnya ketika berhadapan dengan tetangganya, Teresa Bunanta. Di matanya, Teresa adalah sosok wanita yang sangat sempurna tanpa celah. Kehadiran Teresa memicu hasrat terpendam, hingga sang dokter diam-diam memendam keinginan profesional sekaligus personal untuk memeriksa tubuh tetangganya itu secara langsung.
Bab
Bagikan

Bab 2

Payudara Teresa sudah sangat bengkak. Aku bahkan tidak tega melihatnya. Aku benar-benar ingin mengisap semuanya keluar.

Setelah Teresa berbaring dengan patuh, aku tidak sabar untuk meletakkan tanganku di atasnya dan memijatnya. Kulitnya sangat halus, pasti luar biasa ketika disentuh.

Aku baru saja memijatnya beberapa kali, tetapi Teresa langsung menekuk sepasang kakinya. Tubuhnya juga terlihat sedikit gemetar. Tepat ketika aku ingin melangkah lebih jauh, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.

"Teresa, dokter sudah selesai memeriksamu belum? Anakmu sudah nangis karena lapar nih!" Aku terkejut mendengarnya. Ternyata itu suara ibu mertua Teresa, Gemma!

Gemma terlihat masih muda. Tubuhnya yang berbentuk indah tidak kalah dengan Teresa, tetapi dia sering memarahi menantunya dengan kata-kata kasar.

Aku segera menarik tubuhku kembali, lalu sengaja merendahkan suara ketika membalas, "Bisa diam nggak? Dia lagi diperiksa, tolong jangan berisik!"

Di luar sana, suasana langsung menjadi sepi. Aku pun melanjutkan aksiku. Jariku menyentuh perut Teresa, tetapi dia tiba-tiba menahan tanganku. Wanita itu berujar, "Paman Alfred, jangan di bagian ini!"

Aku menarik kembali tanganku dengan canggung. Teresa lalu bertanya, "Sudah lancar belum?"

Mana mungkin aku mau melepaskannya semudah itu? Aku sengaja menjawab, "Sekarang, justru momen yang paling penting. Nggak bisa buru-buru. Coba kamu miringkan badan, biar aku bantu pijat lagi."

Aku memutar lewat sisi ranjang, lalu berdiri di belakangnya. Berhubung ranjangnya sangat kecil, saat Teresa memiringkan badan, hampir setengah tubuhnya terekspos ke luar. Selama proses pemijatan, posisi kami jadi sangat berdekatan ....

Teresa menegakkan tubuhnya. Dia menggigit bibir pelan dan tidak berani mengeluarkan suara sedikit pun.

Kini, wajah Teresa sudah memerah sampai ke telinga. Segera setelah itu, dia bertanya dengan suara yang sangat pelan, "Paman Alfred, sudah cukup belum? Aku merasa tubuhku sudah jauh lebih ringan dan nyaman."

Aku menarik napas dalam-dalam, lalu memberi tahu, "Teresa, aku tahu kamu terburu-buru, tapi ini nggak bisa diselesaikan dengan cepat. Sekarang, tinggal satu langkah terakhir saja ...."

Teresa membalikkan badannya. Dia menatapku lekat-lekat dengan wajah memerah. Dia akhirnya bertanya, "Paman Alfred, jangan-jangan kamu berniat buruk padaku? Jangan ya! Kalau begini, aku akan merasa sangat bersalah pada suamiku."

Wajahku langsung berubah sedikit tegang, tetapi aku tetap memaksa diri berujar, "Apa yang kamu bicarakan? Sekarang, kamu merasa lebih enak, 'kan? Itu artinya peredaran darahmu sudah lancar. Itu juga berarti cara pijatku berhasil. Aku cuma ... mau coba apakah sudah bisa keluar ASI-nya."

Teresa memutar mata ke arahku sembari memarahi, "Kamu benar-benar bejat. Mimpi saja!"

Teresa pun turun dari ranjang. Dia segera merapikan bajunya dan mengaitkan kembali kait branya. Wajah dan telinganya sudah memerah, tetapi matanya justru menatap celanaku tanpa berkedip dengan ekspresi seperti masih belum puas.

Aku berdeham sebelum membela diri, "Kalau nggak dicoba, gimana tahu ASI-nya bisa keluar atau nggak? Jangan-jangan kamu mau menyusui anakmu begitu saja? Kalau nggak ada ASI, mertuamu pasti akan memarahimu habis-habisan. Memangnya kamu nggak takut padanya?"

Teresa langsung terdiam. Ibu mertuanya memang dikenal di lingkungan sebagai wanita tua yang galak dan suka marah-marah. Hampir setiap beberapa hari sekali, aku bisa mendengar suara Gemma yang memaki Teresa dari rumahku.

Benar saja, sekujur tubuh Teresa langsung gemetar mendengar ucapanku. Dia tertegun di tempat sebelum membalas, "Paman Alfred, tolong bantu aku. Aku takut dimarahi dia. Huhu ...."

Aku tersenyum puas, lalu menepuk bahunya sambil menimpali, "Kamu angkat saja bajumu. Biarkan aku mencobanya. Kalau masih belum bisa keluar, aku bisa bantu memijat untuk melancarkannya lagi. Untuk apa nangis?"

Teresa tidak ragu-ragu lagi. Dia mengangkat bajunya, lalu aroma susu langsung tercium. Aku menelan air liur sebelum mendekati wanita itu.

Tepat ketika aku membuka mulut dan hendak mengisap payudaranya, Teresa malah mendorongku. Dia bertanya, "Bisakah kamu bersikap lebih lembut ...."

Saat ini, napasku sudah tidak teratur. Aku segera membalas, "Oke, aku akan lebih lembut. Payudaramu benar-benar bagus!"

Kepalaku pun mendekati dada Teresa. Ketika aku membuka mulut, pintu ruang praktik mendadak didobrak.

Berhubung panik, aku segera duduk kembali di kursiku dengan ekspresi serius. Di sisi lain, Teresa juga benar-benar kaget hingga melepaskan tangannya. Bajunya lalu melorot dan kebetulan menutupi bagian dadanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Di Balik Topeng Bodyguard
9.1
Alice mengandung anak dari bodyguard-nya, Leo, yang dipandang rendah sang ayah. Walau ditentang, pernikahan tetap terjadi hingga Alice menyadari kekejaman asli suaminya. Saat menderita, Alice juga mencurigai Deborah, ibu tirinya, sebagai pembunuh ibu kandungnya. Bersama bodyguard lain bernama Deny, Alice berusaha menguak misteri kelam ini. Namun, misi tersebut justru perlahan mengungkap identitas asli Deny serta rahasia cinta masa lalu mereka.
Sampul Novel Lama-lama Jadi Cinta
9.5
Akibat perjodohan mendadak oleh orang tuanya, Rini Zaskia Putri terpaksa membina rumah tangga bersama Muhammad Andre. Di sisi lain, hatinya masih terpikat pada Bagaskara Agam, mantan kekasih yang dahulu terhalang restu keluarga. Kini Rini berada di persimpangan jalan, bimbang antara menjalankan bakti sebagai istri Andre atau terus memikirkan masa lalunya. Akankah ia berhasil melupakan Agam demi membuka hati untuk suaminya, ataukah perasaan lamanya justru takkan pernah pudar?
Sampul Novel Menikahlah Denganku, Pak!
9.4
Dua kali gagal menembus ujian masuk perguruan tinggi membuat Hanifa, seorang gadis dari keluarga terpandang, merasa sangat putus asa. Di tengah situasi sulit ini, ia mengambil langkah nekat dengan mengajak guru les privatnya menikah. Walau lamaran tak biasa itu langsung ditolak dan dianggap sebagai lelucon belaka, Hanifa tetap teguh pada pendiriannya. Akankah keputusan impulsif ini berujung manis, atau justru menjadi babak kegagalan baru dalam hidup Hanifa?
Sampul Novel Premanku Canduku (Digilir Tetangga)
8.4
Siska sangat kecewa pada suaminya yang tidak berdaya menghadapi Alex, preman desa yang selalu mengintimidasi mereka. Berniat membela sang suami, Siska malah menjadi sasaran kekejaman Alex tanpa ampun. Namun, kejadian kelam tersebut justru menjebak Siska dalam ketertarikan terlarang yang tak masuk akal. Mengapa Siska justru mulai terobsesi pada sosok Alex serta kelompok preman kejam lainnya?
Sampul Novel Suamiku Menolak Perceraian
9.3
William diyakini menikahi Renee tanpa cinta. Begitu mantan kekasih William pulang membawa kandungan, publik bersiap melihat Renee disingkirkan. Di luar dugaan, Renee memilih menjaga martabatnya dengan melayangkan gugatan cerai terlebih dahulu. Namun, keputusan itu justru ditentang keras oleh William. Sang suami menolak berpisah dan mengancam para penyebar rumor. Sikap tak terduga ini seketika membuat Renee diliputi kebingungan mendalam.
Sampul Novel The Ceo Is My Husband
8.5
Hubungan unik terjalin antara gadis remaja berusia enam belas tahun dan seorang CEO sukses. Sang pria paruh baya terus mengejarnya tanpa lelah, selalu ingin menatap wajahnya. Sebaliknya, gadis itu merasa jengah dan bosan dengan kehadiran sang CEO yang terus-menerus di hadapannya. Perbedaan usia yang kontras serta keteguhan hati sang pria menciptakan dinamika interaksi yang penuh warna dalam kisah romansa mereka yang tidak terduga.