APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dokterku, Cintaku

Dokterku, Cintaku

Sebagai seorang dokter spesialis ginekologi, berinteraksi dengan pasien wanita sudah menjadi rutinitas harian yang biasa bagi sang protagonis pria dalam novel modern Dokterku, Cintaku. Namun, pandangannya berubah sepenuhnya ketika berhadapan dengan tetangganya, Teresa Bunanta. Di matanya, Teresa adalah sosok wanita yang sangat sempurna tanpa celah. Kehadiran Teresa memicu hasrat terpendam, hingga sang dokter diam-diam memendam keinginan profesional sekaligus personal untuk memeriksa tubuh tetangganya itu secara langsung.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku adalah seorang dokter pria spesialis ginekologi. Meskipun sudah berinteraksi dengan banyak wanita, tetanggaku, Teresa Bunanta, merupakan wanita yang paling sempurna di mataku. Diam-diam, aku sering berharap bisa memeriksa tubuhnya ....

Aku adalah seorang dokter pria spesialis ginekologi. Meskipun sudah berinteraksi dengan banyak wanita, tetanggaku, Teresa Bunanta, merupakan wanita yang paling sempurna di mataku. Diam-diam, aku sering berharap bisa memeriksa tubuhnya ....

....

Teresa sering terlihat mengenakan kaus putih yang sederhana. Dia seolah-olah tidak mengenakan apa pun di balik kaus putih itu. Setiap gerakannya membuat bagian itu ikut bergoyang dengan jelas. Sementara itu, rok pendek yang biasa dia kenakan juga memperkuat kesan seksinya.

Aku sendiri sudah lama hidup melajang sejak perceraian bertahun-tahun lalu. Namun sejak mengenal Teresa, rasanya seperti musim semi datang kembali dalam hidupku ....

Hari itu, aku sedang memeriksa pasien di ruang praktik. Teresa berjalan masuk dengan sedikit canggung dan malu-malu. Wanita itu mengenakan terusan berpotongan tajam di bagian leher. Bahunya yang cerah terlihat jelas. Penampilannya begitu memikat.

Teresa menyapa dengan kaget, "Paman Alfred? Kamu kerja di sini rupanya!"

Suara lembut Teresa langsung menyadarkanku dari lamunan. Aku tersenyum canggung ketika berkata, "Aku adalah dokter spesialis ginekologi di sini. Teresa, kamu punya keluhan apa?"

Teresa duduk perlahan di kursi dengan ragu-ragu, lalu membalas dengan malu-malu, "Paman Alfred, belakangan ini bagian dadaku terasa sangat bengkak, tapi anakku sulit menyusu. Bisa tolong bantu periksa?"

Mendengar itu, mataku sontak berbinar-binar. Aku segera mendekati Teresa, lalu mengamatinya tajam dengan mataku. Kemudian, aku mengulurkan tangan dan coba mencubit buah dadanya beberapa kali.

Teresa sama sekali tidak menyangka bahwa aku akan begitu lugas. Wajahnya langsung berubah menjadi canggung dan salah tingkah.

Namun, aku berpura-pura tidak melihat ekspresi gugupnya. Aku memberi tahu dengan serius, "Aduh, kenapa kamu baru datang setelah bengkak begini? Kalau dibiarkan terlalu lama, pembengkakan seperti ini bisa berisiko cukup serius. Bahkan, bisa berujung pada operasi pengangkatan payudara lho."

Seperti yang kuduga, wajah Teresa langsung memucat. Dia segera menimpali, "Pak Alfred, jangan menakut-nakutiku! Aku cuma merasa bengkak selama beberapa hari. Mana mungkin sampai separah itu?"

Aku tahu Teresa mungkin tidak terlalu percaya. Itu sebabnya, aku mengambilkan beberapa informasi medis tentang gejala kanker payudara dan risiko penyumbatan saluran ASI agar dia bisa memahami dampaknya.

Dalam hati, aku benar-benar mengagumi diri sendiri. Baru kujelaskan sedikit, raut wajah Teresa sudah berubah panik. Tak lama kemudian, dia berucap dengan suara lirih dan bergetar, "Paman Alfred, aku mohon tolong bantu aku. Aku benar-benar merasa sangat nggak nyaman."

Aku lalu sengaja menjawab, "Sebenarnya, aku bisa saja kasih resep obat. Tapi, kamu sedang menyusui. Kalau minum obat, khawatirnya itu bisa berdampak pada anakmu. Jadi, kamu harus pertimbangkan matang-matang."

Teresa langsung menimpali seraya menggeleng, "Uhuk! Sekarang meski demam dan batuk pun, aku nggak berani minum obat. Apa ada cara lain? Bagian iniku benar-benar sangat bengkak. Nggak nyaman banget."

Aku berpura-pura berpikir sejenak, lalu menatapnya sambil membalas, "Kalau kamu nggak mau konsumsi obat, ada satu metode alternatif yang cukup efektif!"

Teresa bertanya dengan panik, "Paman Alfred, selama itu memang bisa meringankan bengkaknya, aku siap melakukan apa pun yang diperlukan."

Aku menimpali dengan tenang, "Saluran ASI-mu tersumbat, jadi butuh dilancarkan. Biasanya, hasil dari pijat laktasi cukup cepat terasa."

Mendengar itu, Teresa berujar sambil menggigit bibir, "Pijat? Ini ... nggak terlalu baik, 'kan? Aku ...."

Melihat wajah Teresa yang cantik, aku benar-benar sudah tidak sabar. Aku pun menjelaskan, "Efek dari pijatan cukup cepat. Dalam waktu setengah jam, saluran ASI-mu bakal lancar lagi. Apalagi aku terkenal jago pijat dalam dunia medis, sangat nyaman kok. Setelah kali ini, dijamin kamu bakal ketagihan dan minta dipijat lagi!"

Usai berkata demikian, aku sungguh sudah tidak sabar untuk memeriksa payudara Teresa. Sayangnya, dia masih bertanya dengan ragu-ragu, "Kamu akan memijat bagian mana?"

Aku menjawab dengan ekspresi serius, "Tentu saja bagian dada. Cuma dengan begitu, penyumbatan baru bisa dilancarkan. Kamu juga bisa segera pulih."

Teresa baru ingin menolak, tetapi aku sengaja bertanya, "Karena payudaramu bengkak dan nggak mengeluarkan ASI, gimana anakmu bisa menyusu? Kalau menundanya kelamaan, aku khawatir itu akan berubah menjadi kanker payudara."

Teresa tetap berbicara dengan tidak nyaman, "Paman Alfred, perbedaan usia kita begitu jauh. Aku benar-benar nggak bisa terbuka di hadapanmu. Lebih baik lupakan saja."

Teresa berdiri dan hendak berjalan keluar dari ruang praktik. Melihat itu, aku sengaja berujar dengan kesal, "Kamu ini cuma lagi menghindari pengobatan. Kalau nggak percaya, pergi saja ke dokter lain. Selain minum obat dan pijat, aku nggak percaya masih ada cara lain!"

Teresa berhenti melangkah dan duduk kembali dengan ragu-ragu. Kemudian, dia menarik tubuhku sambil berucap, "Paman Alfred, maaf ini salahku. Bagian iniku benar-benar sangat bengkak. ASI-nya banyak banget. Aku benaran ingin mengeluarkan semuanya ...."

Aku pun meminta Teresa berbaring di ranjang. Pipi wanita itu sudah memerah, lalu dia membuka kaitan branya dengan malu-malu ....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Delapan tahun lalu, ibu tiriku menikah dengan ayahku. Dari keluarga kaya raya, mustahil ia jatuh cinta pada pria playboy yang jarang pulang itu. Kini aku dan dia tinggal berdua di rumah besar ini. Ia memperlakukanku seperti anak sendiri, tapi caranya berpakaian seksi perlahan menguji batas kesabaranku. Di saat yang sama, aku masih menyimpan rasa untuk Rania, sahabat SMA-ku. Namun, semakin kudekati Rania, semakin jelas pesona terlarang ibu tiriku menggoda. Rahasia, nafsu, dan cinta segitiga yang panas menantimu di setiap bab.
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Kisah romansa modern ini mengikuti perjalanan emosional David dan Arina dalam menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan hati masing-masing. Hubungan mereka pun tumbuh dengan indah seiring waktu, membuktikan bahwa satu musim yang singkat mampu menyatukan dua jiwa dalam sebuah ikatan cinta yang tulus serta sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel DEAR RANIA
9.1
Dua pekan sebelum hari pernikahan, Rania mengalami kecelakaan nahas yang membuatnya buta. Di masa sulit itu, sang tunangan malah membatalkan pernikahan sepihak. Saat Rania terpuruk dalam duka, hadirlah Rakha, seorang guru pesantren yang tak ia kenal. Rakha tiba-tiba datang bersama keluarganya untuk meminang Rania. Walau niat pria itu sangat baik, Rania yang terlanjur hancur langsung menolak lamaran asing tersebut dan mengusirnya.
Sampul Novel Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku
9.5
Hari pernikahan berubah kelam saat sang ibu wafat akibat syok melihat Ezra mengganti mempelai wanita dengan mitra bisnisnya, Naila. Di tengah duka, Ezra tetap memaksa prosesi berjalan dan menyuruhnya memasangkan cincin ke jari Naila. Menolak patuh, ia pergi membawa jasad ibunya. Ketika Ezra dan Naila merayakan pernikahan mereka di media sosial dengan sindiran, ia hanya membalas dingin. Namun, saat pulang membawa abu ibunya, ia mendapati keduanya tengah bermesraan di sofa rumah barunya.
Sampul Novel Sakit Ini Lebih Dari yang Kau Pahami
9.6
Kehidupan Seren Ayandra hancur akibat dendam dan kepura-puraan Arden Valez, pria keras yang didera trauma masa lalu. Meski awalnya dikuasai kebencian, Arden kini didera penyesalan mendalam karena takut kehilangan Seren. Uniknya, walau terus disakiti, hati Seren selalu kembali pada sosok Arden yang menjadi badai sekaligus rumah baginya. Di balik rasa bersalah, kedua jiwa yang terluka ini mencoba saling menyembuhkan dalam ikatan cinta yang nyata walau tak sempurna.
Sampul Novel The Devil CEO
7.8
Ethand Girogino Alves memimpin Alves Corp dengan tangan besi dan ucapan yang selalu menusuk hati. Namun, keangkuhan sang CEO berjuluk iblis ini langsung mendapat tantangan sengit begitu ia bertemu Emma Liandra Jones. Di balik parasnya yang menawan, Emma adalah ahli teknologi informasi yang sangat cerdas. Ia menolak tunduk meski Ethand merendahkan harga dirinya. Pertarungan harga diri pun dimulai di kantor, di mana keteguhan Emma perlahan meruntuhkan keyakinan sang bos.