APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DIONESA

DIONESA

Kepindahan ke sekolah baru membawa perubahan besar bagi Sasa, terutama saat ia dipasangkan sebangku dengan Dion, cowok dingin yang tertutup. Di tengah masa adaptasinya, Sasa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa sang ayah telah memiliki kekasih baru. Kesedihan Sasa rupanya mampu menyentuh hati Dion yang semula apatis. Ia pun mulai membuka diri demi menghibur Sasa. Kebersamaan ini menyingkap rahasia masa lalu Dion, sekaligus menumbuhkan benih cinta yang manis di antara mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Abang bilang apa?” tanya Sasa lagi.

“Pacar Papah.”

“Pacar Papah? Papah punya pacar? Sejak kapan?” Sasa terkejut dengan jawaban yang diberikan Nino.

“Ehmm, Papah belum pernah cerita sama kamu ya?”

“Belum. Abang sudah kenal? Sudah pernah ketemu?”

“Ketemu langsung sih belum, tapi Papah sudah cerita sama aku,” jawab Nino berhati-hati, dia takut Sasa syok mendapati fakta mengenai orangtua mereka.

“Sejak kapan mereka pacaran Bang?”

“Sekitar 4 bulan gitu deh…”

“Jadi Papah sudah berpaling dari Mamah ya?”

“Ya mungkin, bisa jadi Sa.”

“Pacarnya Papah janda atau gadis Bang?”

“Janda.”

“Sudah punya anak?”

“Sudah, seumuran sama kamu kayaknya. Anaknya cowok.”

“Ehmm, dia janda ditinggal mati atau cerai pisah Bang?”

“Dari cerita Papah sih, cerai pisah gitu. Suaminya yang gugat cerai dulu.”

“Iiihhh, Papah kok bisa sih cari pengganti Mamah dengan yang seperti itu? Gak sebanding banget sih,” gerutu Sasa.

Sesaat mereka diam, sibuk dengan pikiran masing-masing. Sasa menusuk-nusuk makanan yang ada di depannya dengan garpu.

“Sasa gak setuju Papah sama janda itu Bang.” Tiba-tiba Sasa bicara.

“Memangnya kenapa Sa?”

“Pernikahannya yang pertama saja gagal, itu artinya dia bermasalah kan?”

“Ya belum tentu Sa, bisa jadi suaminya yang jahat.”

“Enggak mungkinlah, yang gugat cerai kan suaminya. Berarti yang bermasalah dia dong. Terus dia sudah punya anak, anaknya sudah besar, kalau dia baik harusnya dia bisa menahan egonya. Mempertahankan pernikahan demi anaknya. Iya kan?”

“Sa, itu sudah di luar dari pemikiranmu. Kamu terlalu jauh berpikirnya. Belum tentu juga Papah sama Tante Eva menikah, iya kan?”

“Gak tahu ah, intinya Sasa gak setuju. Titik,” jawab Sasa dengan suara bergetar.

Manik mata Sasa mulai berkaca-kaca, Nino sadar kalau perasaan adiknya sedang tidak baik. Nino duduk di sebelah Sasa, mengusap kepalanya.

“Sudah Sa, jangan terlalu dipikirkan.”

“Sasa gak mau Papah menikah lagi Bang. Sasa gak mau posisi Mamah digantikan siapapun.”

“Iya Abang paham, tapi kamu jangan berpikir berlebihan begini dong. Dengar ya Sa, pertama kamu gak boleh benci sama Papah karena masalah ini. Kedua, Papah sama Tante Eva itu barhubungan baru 4 bulan, dan belum ada rencana untuk menikah. Yang ketiga, kamu gak boleh menilai Tante Eva sebelum kamu mengenalnya lebih dalam. Kalau sudah waktunya, Papah pasti kenalkan kita dengan Tante Eva. Kalau kamu gak suka, kamu bilang sama Papah alasannya.”

“Apapun alasannya Sasa tetap gak setuju.”

“Setuju ataupun tidak setuju itu hak kamu, tapi baiknnya itu kita bicarakan nanti.”

“Terus Abang setuju kalau Papah menikah lagi?”

“Aku belum berpikir kalau Papah akan segera menikah, tapi yang pasti Papah pasti sudah tahu apa yang terbaik untuk kita semua.”

Sasa diam, dia masih bergumul degan kabar buruk yang baru dia terima. Menurut Sasa, mendapat Mamah baru bukan hal yang baik untuk dirinya, karena sosok Mamah di hatinya hanya ada satu, yaitu Mamah kandungnya. Tidak ada yang bisa menggantikan, kalaupun sekarang ada orang yang sedang mendekati Papahnya, Sasa yakin pasti itu karena materi.

“Sudah Sa, lanjut makan lagi…”

“Sudah kenyang Bang,” jawab Sasa pelan.

“Kenyang dari mana? Baru juga beberapa suap kamu makan. Lagian makanan yang kamu pesan banyak banget ini.”

“Buat Abang saja.”

“Loh, yang pesan kan kamu…”

“Sudah ah Bang, pulang saja yuk.”

“Terus semua makanan ini gimana?”

“Gak tahu.”

Sasa berdiri dan ke luar. Wajahnya terlihat sangat kesal.

“Sa… Sasa… tunggu dong. Tunggu aku suruh bungkusin dulu semua ini.”

Sasa tidak menggubris dia tetap berjalan ke luar.

Selama perjalanan mereka tidak bicara, terlebih Sasa. Wajahnya murung, setiap ditanya dia hanya menjawab dengan anggukan ataupun gelengan. Sampai di rumah, Sasa langsung masuk kamar. Dia ingin menenangkan dirinya sendiri, walaupun tetap saja dia tidak bisa tenang. Dia sudah mencoba segala cara, tapi tetap saja pikirannya fokus pada pacar baru Papahnya. Sampai sore, Sasa tidak ke luar kamar.

“Sa…” Nino mengetuk pintu kamar Sasa.

“Ya Bang,” sahut Sasa dari dalam kamar.

“Kenapa di kamar terus? Ke luar sini…”

“Pusing Bang, mau istirahat.”

“Sa, kalau ada yang mengganjal di hati kamu cerita sini. Jangan mengurung diri gitu.”

“Enggak Bang, Sasa hanya pusing saja. Mau istirahat.”

“Kamu gak mau aku anggap anak kecil kan Sa? Kalau kamu seperti ini, kamu sama saja bilang kalau kamu itu anak kecil,” tegas Nino dari balik pintu kamar Sasa.

Sasa tidak menyahut lagi, dia beranjak dari tempat tidurnya. Membuka pintu dan memaksa memasang senyum di wajahnya.

“Gak usah sok imut, jelek!”

“Apa sih Bang, jahat banget.”

“Sudah, sini duduk…” Nino menarik tangan Sasa duduk di sofa.

“Kamu masih pikirkan masalah tadi kan?” tanya Nino.

Sasa mengangguk.

“Sa kamu gak boleh egois. Papah itu berhak bahagia. Kamu gak lihat gimana Papah bisa bangkit setelah terpuruk ditinggal Mamah. Benar-benar gak mudah buat Papah loh, jadi kamu harus bisa lihat dari sisi lain Sa. Papah itu butuh pendamping.”

“Kan masih ada kita Bang…”

“Memangnya kita sampai kapan tinggal bareng sama Papah? Mungkin 2 atau 3 tahun lagi aku akan menikah dan tinggal bersama keluargaku, kamu sebentar lagi kuliah, kerja dan menikah ikut suami. Papah sama siapa? Kamu tega Papah sendiri?”

“Kan bisa ikut Abang atau aku.”

“Kalau sudah berumahtangga gak segampang itu Markonah. Banyak yang harus dipertimbangkan kalau ajak orang tua tinggal satu atap. Kalau pasangan setuju, gak masalah. Tapi kalau gak setuju, itu yang jadi masalah. Lagian kamu seperti gak kenal sama Papah, gak akan mau repotin orang lain.”

“Tapi kenapa harus sama janda itu sih?”

“Memangnya salahnya janda apa Sa? Seandainya Tante Eva itu masih gadis, pasti kamu bilang mana ada gadis yang mau sama duda tua anak dua. Iya kan?”

Sasa diam, dia tidak memungkiri apa yang dikatakan Nino. Sasa hanya bisa memainkan jari-jarinya. Dia mulai paham dengan keadaaan.

“Sa, kamu jangan bahas masalah ini dengan Papah dulu. Takutnya kamu nanti bicara gak terkontrol, Papah jadi merasa bersalah lagi. Papah juga mungkin belum siap cerita sama kamu, makanya kamu gak tahu masalah ini.”

“Iya Bang,” jawab Sasa lirih.

“Ya sudah, jangan cemberut lagi.”

Sasa hanya melirik Nino, kemudian beranjak meninggalkan Nino. Belum sampai Sasa ke kamarnya, dia berbalik lagi.

“Bang…”

“Apa lagi?” sahut Nino sambil memainkan gawainya.

“Ehmmm, makanan yang dari resto tadi jadi dibawa pulang?” tanya Sasa malu-malu.

Nino mendelik dan tersenyum jahil.

“Sudah kukasih orang.”

“Iihhh kok gitu sih Bang, kan aku baru makan sedikit.”

“Salah siapa tadi gak makan. Aku pikir kamu gak mau lagi.”

“Abang ih… Sasa lapar…”

“Makanya jangan pakai acara ngambek. Tuh ambil di dapur, tadi sudah dititipin sama Mbak Lastri,” ujar Nino.

Sasa terseyum dan segera pergi ke dapur. Sisi diri Sasa yang masih kekanak-kanakan membuat Nino memperlakukanya seperti anak kecil, walaupun Sasa selalu marah kalau diperlakukan seperti anak kecil.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikah Dengan Seorang Miliarder Berkondisi Vegetatif?!
7.9
Valerie menjadi korban pengkhianatan kekasih dan adiknya sendiri hingga dituduh berselingkuh setelah malam bersama pria asing. Akibat fitnah itu, sang ayah membuangnya dan memaksanya menikahi seorang miliarder yang terbaring koma demi bisnis. Enggan terus ditindas, Valerie memutuskan hubungan dengan keluarganya. Namun, begitu suaminya terbangun dan menuntut pertanggungjawaban, Valerie justru memilih melarikan diri untuk memulai lembaran hidup baru.
Sampul Novel Ibu Meninggal, Suami Sibuk dengan Mantan
8.0
Saat ibu mertuanya terkena serangan jantung, Nova segera menghubungi suaminya yang merupakan dokter kardiologi. Namun, sang suami justru menuduh Nova berbohong dan memilih menemani mantan kekasihnya. Tragedi terjadi saat sang ibu wafat di meja operasi sementara suaminya pergi ke konser. Ketika pulang dan melihat Nova memeluk kotak abu, ia justru murka dan menuduh Nova bersandiwara demi menarik perhatiannya. Kisah novel modern bergenre misteri ini mengupas kehancuran rumah tangga yang tragis.
Sampul Novel Kehidupan Malam Mendatangkan Cinta
8.2
Demi melunasi utang dan biaya medis ibunya, Maudy terpaksa mengambil pekerjaan misterius berbayar tinggi. Keputusan ini menyeretnya ke dunia malam kota Alka, tempat ia harus bertahan hidup di sebuah lokalisasi. Tak disangka, Maudy justru jatuh cinta pada seorang pria kaya yang ternyata pemilik tempat tersebut. Hubungan asmara mereka pun harus menghadapi berbagai rintangan berat yang tak terduga.
Sampul Novel Occidens
9.7
Akibat ketamakan orang tuanya, Edgar yang berdarah campuran hidup dalam kebencian dan kutukan. Perlahan, hatinya yang dingin mencair berkat Selena, gadis pencari kayu yang selalu ceria. Namun, takdir kejam menguji cinta mereka saat Edgar dinobatkan sebagai pemimpin kaum immortal sekaligus penguasa klan demon. Aturan mutlak melarang sang raja memiliki ratu. Bisakah hubungan mereka bertahan menghadapi hukum dunia immortal yang sangat mengikat?
Sampul Novel SUGAR BEBS
8.6
Sebagai putri bungsu di keluarga Dirdja, Xena hanya hidup demi satu tujuan, yaitu membalas dendam. Ia bertekad mewujudkan misi tersebut dengan segala cara. Targetnya adalah Riga, pria dingin yang ternyata memiliki banyak kemiripan sifat dengannya. Di balik parasnya yang lugu, Xena menyembunyikan sisi liar, sementara Riga menyimpan amarah membara. Pertemuan dua kepribadian ini justru membuat benih cinta dan dendam tumbuh bersamaan di tengah konflik mereka.
Sampul Novel Sumpah Hening Balas Dendam Sang Luna Berparut
9.7
Kehadiran seorang wanita dengan anak bergenetik Alpha Damian di klinikku mengungkap kebenaran pahit. Melalui ikatan batin, aku merasakan cinta tulus Damian untuk wanita itu. Puncaknya, di pesta kawanan, Damian melindunginya hingga membuatku keguguran. Ia bahkan mengabaikanku yang sekarat demi luka kecil putranya. Setelah dibuang ke jurang oleh kekasihnya dan ditolak atas namanya, aku berhasil selamat. Kini, aku melangkah ke Swiss untuk bangkit dari segala kehancuran.