APKDock Logo
Sampul Novel Dinikahi Berondong Bucin

Dinikahi Berondong Bucin

8.1 / 10.0
Mentari Harsaya, janda menawan yang kerap jadi bahan gosip, terus didekati oleh Ranggi, pemilik kafe muda yang gigih. Lelah menghindar, Mentari akhirnya menerima cinta Ranggi dengan harapan pria itu akan jenuh sendiri. Namun, ketulusan dan pengabdian Ranggi justru meluluhkan hatinya. Saat kebahagiaan mulai terajut, rahasia masa lalu mendadak muncul dan mengancam pernikahan mereka. Sanggupkah cinta keduanya bertahan melewati ujian berat ini?

Dinikahi Berondong Bucin Bab 1

"Saya harap Bu Mentari pergi dari lingkungan ini demi kenyamanan bersama," ucap Bu Wiwin, selaku Bu RT dan perwakilan dari perkumpulan para istri yang merasa terancam dengan keberadaan Mentari.

Mentari sontak menghela napas lelah. Dia sama sekali tidak terkejut dengan pengusiran halus yang baru saja dia dengar. Mentari sudah sering mengalaminya.

"Saya cantik dan awet muda sudah dari sananya. Jadi bukan salah saya jika suami-suami ibu sekalian menyukai saya. Memang suaminya saja yang genit dan suka jelalatan. Saya bahkan selama ini berpakaian sopan," ujar Mentari kesal.

Bu Yuni yang ikut mendampingi Bu Wiwin turut memberikan komentar. "Saya tahu Bu Mentari perempuan baik-baik. Tapi, tetap saja keberadaan Bu Mentari di sini meresahkan para istri."

"Mereka juga sudah membuat petisi, Bu," kata Bu Wiwin seraya menyerahkan selembar kertas yang berisi tanda tangan persetujuan.

Mentari langsung menerimanya. Ternyata memang banyak yang menginginkan Mentari pergi. Mentari sedikit terkejut karena salah satu tetangganya yang sesama janda juga menandatangani petisi itu. Gadis juga ada.

"Sebanyak 85% para istri itu ingin Bu Mentari pergi dari sini. Jadi, saran saya, Bu Mentari lebih baik meninggalkan tempat ini sebelum mereka nekat mengusir Ibu," tutur Bu Yuni.

"Yang benar saja!" Mentari berdecak sebal.

Dia yang tidak meladeni rayuan para lelaki hidung belang itu bisa mendapat kecaman seperti ini. Bagaimana jika Mentari iseng membalas kegenitan mereka? Bukan tidak mungkin akan ada yang mengirim santet kepadanya.

"Kami mohon kerja sama dari Ibu," ucap Bu Wiwin.

Mentari mengepalkan tangannya. Lagi-lagi seperti ini. Selalu dia yang harus mengalah.

Perempuan itu lantas bangkit. "Baiklah. Beri saya waktu untuk berkemas. Bu Wiwin dan Bu Yuni bisa pergi," ucapnya dingin seraya mengulurkan tangan ke arah pintu keluar agar tamunya segera pergi.

Setelah mereka menghilang dari pandangan, Mentari meremas kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah.

"Kita pindah lagi, Bun?" tanya Sasi, putri semata wayang Mentari. Dia pasti mendengar semuanya dari kamar.

Mentari menoleh dan menatap prihatin gadis itu. Sasi juga sudah bosan pindah dari satu tempat ke tempat lain. Saat baru menempati rumah ini, Sasi meminta kepada Mentari jika hari itu adalah kepindahan mereka yang terakhir.

"Mau bagaimana lagi, Bulanku? Kamu juga ikut terseret masalah ini," ucap Mentari merasa bersalah.

Kemarin Sasi mengadu jika dia dilabrak seorang emak saat pulang sekolah. Emak itu justru melampiaskan amarahnya kepada Sasi dengan melontarkan kata-kata buruk.

Mentari masih bisa bertahan jika hanya dirinya yang dipermasalahkan. Namun, Mentari tidak bisa tinggal diam jika putrinya ikut diganggu.

"Bunda minta maaf karena tidak bisa memberi kehidupan yang nyaman untuk kamu," sambung Mentari.

Sasi menggeleng. Gadis itu lantas berjalan menghampiri Mentari, kemudian memeluknya. "Bukannya Bunda tadi bilang kalau Bunda tidak salah?"

"Bunda takut kamu menyesal jadi anak Bunda."

"Tidak mungkinlah, Bunda. Aku justru bangga lahir dari sosok ibu yang hebat seperti Bunda," ucap Sasi yang menghangatkan perasaan Mentari.

Mentari tersenyum. Sasi adalah alasan Mentari bertahan mengahadapi segala badai ujian. Satu-satunya keinginan Mentari hanyalah membahagiakan Sasi. Sebelum mengurai pelukan mereka, dia mengusap pelan punggung putrinya.

Mentari lalu meminta Sasi mulai mengemasi barang. Sedangkan dia harus mengurus ini dan itu, termasuk mencari kontrakan baru. Tentu bukan hal yang mudah karena tidak boleh jauh dari sekolah Sasi. Anak itu satu minggu lagi akan menghadapi ujian.

Besoknya, saat Mentari masih sibuk mencari info kontrakan di ponselnya, seseorang mengucap salam di depan. Perempuan berusia 34 tahun itu seketika memutar bola mata. Dia langsung tahu siapa yang datang.

"Masalah satu belum hilang, muncul yang lainnya." Mentari menggerutu seraya membuka pintu.

Berbanding terbalik dengan ekspresi Mentari yang menahan kesal, raut wajah tamunya justru berseri-seri. "Selamat pagi menjelang siang, Mbak Tari," ucap pria itu ramah.

Dia adalah Ranggi. Mentari menjadi supplier dessert di kafe miliknya.

"Ada perlu apa, Ranggi?" tanya Mentari tidak ingin berbasa-basi.

"Stok avocado chocolate mousse dan avocado cheesecake sudah kosong, Mbak," jawabnya.

"Kamu bisa menelepon, tidak perlu repot datang ke sini. Lagian, sekarang saya tidak bisa membuat pesanan. Saya sedang sibuk."

"Sibuk apa, Mbak Tari? Apa ada yang bisa kubantu?" Pria itu tetap menunjukkan keramahan meskipun Mentari sudah berusaha jutek kepadanya.

Mentari akan menjawab tidak. Namun, Sasi di dalam justru berseru meminta pertolongan Ranggi untuk membantunya mengangkat dus berisi barang-barang.

"Kenapa dikemas seperti ini, Calon Anak?" tanya Ranggi sambil mengeluarkan dus itu dari kamar Sasi.

Mentari hendak melarang Sasi memberi tahu Ranggi. Sayangnya, Sasi lebih dulu menjawab, "Kita mau pindah."

"Pindah?" Pria itu seketika menoleh Mentari. "Pindah ke mana, Mbak?"

"Bukan urusan kamu."

"Menjadi urusan aku, dong, Mbak. Mbak Tari, kan, supplier utama dessert di Ravocado," ucap Ranggi.

"Tenang saja. Saya tidak akan pindah ke luar kota," kata Mentari.

"Kalau tidak diusir Paguyuban Istri Takut Ditinggal Suami, kita juga tidak akan pindah, Om."

"Sasi!" Mentari memberi tatapan peringatan kepada putrinya itu.

"Kenapa, sih, Bunda? Siapa tahu Om Ranggi bisa membantu kita mencarikan tempat tinggal yang baru. Di kompleksnya, mungkin."

"Ngaco di kompleks!" Mentari menolak mentah-mentah ide itu.

"Tapi, Bun. Kalau kita tinggal di tempat yang orang-orangnya individual, telinga kita dingin dari nyinyiran tetangga."

"Sasi benar, Mbak Tari," ucap Ranggi.

"Uangnya mana tinggal di kompleks?"

"Mbak tidak usah khawatir. Aku siap membantu."

Mentari langsung mengibaskan tangan tanda tidak setuju. "Lebih baik kamu pulang, Ranggi. Nanti malah mengundang fitnah. Hidup saya sudah terlalu banyak masalah."

"Bagus, dong, kalau kita digerebek warga terus disuruh nikah." Ranggi justru tersenyum menyebalkan.

Mentari mendengkus. Apa tidak ada pria waras di sekelilingnya? Kata siapa disukai banyak orang itu menyenangkan? Mentari justru merana karena hal itu membuatnya selalu berurusan dengan Paguyuban Istri Takut Ditinggal Suami. Garang-garang, pula!

"Aku setuju," seru Sasi yang membuat Mentari langsung memelototinya.

Anak itu kembali berujar, "Kalau Bunda punya suami, Bunda akan terbebas dari julukan janda gatal, janda penggoda, janda ini-itu. Lelaki hidung belang di luar sana juga pasti berpikir dua kali sebelum mengganggu Bunda."

Ranggi manggut-manggut. "Nikah saja denganku, Mbak. Sudah dapat lampu hijau dari Sasi."

Mentari tidak menjawab. Menikah? Mentari sudah memutuskan tidak akan menjalin hubungan lagi dengan pria mana pun. Mentari tidak percaya ungkapan cinta yang pernah dia terima, apalagi dari Ranggi yang lebih muda darinya.

"Hei, pelakor! Sundal! Keluar kamu!"

Tiba-tiba terdengar seruan yang membuat ketiganya menoleh ke arah jendela.

"Bunda, ada apa lagi, sih, ini?" tanya gadis itu. Keterkejutan sekaligus cemas tergambar jelas di wajahnya.

"Tidak ada habisnya, ya, mereka itu!" Mentari bergumam geram. "Sasi, kamu tunggu di dalam. Tolong jaga dia, Ranggi." Mentari melepaskan pelan pegangan Sasi di lengannya.

Setelah mengembuskan napas kasar, Mentari melangkah membuka pintu. Dia belum melihat dengan jelas siapa yang sudah membuat keributan saat sesuatu melayang ke arahnya.

Mentari tidak sempat menghindar. Dia harus merelakan kepala, wajah, dan dadanya dilempari telur berbau busuk.

"Kamu pantas mendapatkannya, wanita jalang!"

Lanjut Membaca

Daftar Isi Dinikahi Berondong Bucin

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinderella Pulang Pagi
8.0
Menjelang hari pernikahan, Elaina hancur karena dikhianati tunangannya yang memilih wanita lain. Upayanya mengacaukan pesta sang mantan memang gagal, tetapi peristiwa itu mempertemukannya dengan Alister. Pria karismatik yang sangat dekat dengan mantan kekasihnya ini menawarkan bantuan untuk membalas rasa sakit hati Elaina. Takdir pun membawa Elaina ke dalam babak baru yang tak terduga, di mana ia diperlakukan bak putri oleh pria berbahaya tersebut demi sebuah pembalasan.
Sampul Novel Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur
8.5
Akibat unggahan foto suaminya di media sosial, seorang istri sah dituduh sebagai pelakor oleh selingkuhan sang suami. Tuduhan kejam ini memicu aksi pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang yang membuatnya babak belur hingga mengalami patah tulang dan gegar otak. Tidak tinggal diam, korban segera melaporkan kejadian ini ke polisi. Di saat yang sama, ia menyiapkan surat cerai untuk mendepak suaminya yang tidak tahu diuntung itu agar pergi tanpa membawa sepeser pun kekayaannya.
Sampul Novel Luka Yang Sisa Kenangan
8.5
Memasuki tahun keempat pernikahan, Luna Gozali bersiap menyambut kehamilan pertamanya. Namun, kebahagiaan itu hancur saat pihak rumah sakit mengungkap bahwa dokumen pernikahannya dengan Rocky Riyandi palsu. Penyelidikan Luna ke kantor catatan sipil justru mengungkap kenyataan pahit: Rocky secara sah tercatat sebagai suami dari Paula Gozali, kakak tirinya sekaligus cinta pertama Rocky yang dahulu kabur ke luar negeri saat hari pernikahan mereka.
Sampul Novel Pembalasan Atas Kekejaman Suamiku
8.7
Perubahan drastis sikap suami sejak masa kehamilan memasuki usia tujuh bulan menyisakan tanda tanya besar. Saat malam tiba, ia mendadak menjadi sosok yang sangat bergairah dan menuntut keintiman dalam kegelapan total. Meski membingungkan, perubahan tekniknya yang luar biasa justru membangkitkan hasrat sang istri hingga desahan mereka menggema di seluruh penjuru rumah setiap larut malam. Keanehan memuncak di siang hari, ketika sang suami kembali menjadi pria yang sangat sopan dan bahkan tidak berani menyentuhnya sama sekali.
Sampul Novel Terjerat Pesona Vampir Tampan
8.2
Setiap malam, Shada didatangi sesosok vampir tampan bermata merah yang memberi sentuhan sensual dan kasih sayang mendalam di alam mimpi. Meski statusnya sudah bertunangan, pesona makhluk abadi itu terus mengusik kesetiaannya. Dilema batin pun mulai menyiksa Shada akibat gairah terlarang yang begitu nyata tersebut. Kini, ia berada di persimpangan jalan dan harus segera memilih antara komitmen di dunia nyata atau godaan fantasi sang vampir.
Sampul Novel Wanita Simpanan Miliarder
9.3
Amara terpaksa menjadi sekretaris sekaligus wanita simpanan Rendra Baskara, seorang CEO dingin, demi biaya operasi jantung putranya. Tugas rahasia ini menyiksa batin Amara karena ia harus mengkhianati Laras, istri Rendra yang bersikap sangat baik kepadanya. Begitu masa kontrak mereka selesai, Amara memilih pergi. Namun, Rendra yang mulai menyadari perasaannya justru menolak melepas wanita itu. Hubungan mereka pun terjebak dalam dilema cinta, pengorbanan, dan rasa bersalah.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan