APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DIMADU KARENA DIFITNAH MANDUL

DIMADU KARENA DIFITNAH MANDUL

Setelah empat tahun menikah, Aisyah dituduh mandul oleh suami dan mertuanya. Luka hatinya kian dalam saat sang suami berpoligami dengan sahabatnya sendiri. Menolak terus menderita, ia memilih bercerai demi memulai hidup baru. Namun takdir berbalik ketika mantan suaminya justru jatuh miskin dan hancur. Inilah kisah tentang penyesalan yang terlambat serta pembalasan dendam yang lahir dari sebuah fitnah keji.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Mulai hari ini dan seterusnya kamu nggak usah buatin Mas bekel kerja lagi,” ujar Bima datar.

“Emang kenapa, Mas?”

“Kalau dibilang nggak usah ya nggak usah, lagian kan kasian kamu repot tiap pagi nyiapin bekel. Aku kan masih bisa beli di luar.”

“Tapi, Mas aku nggak pernah ngerasa direpotin, kamu kan suami aku dan itu emang udah kewajiban aku sebagai istri kamu.”

“Dan patuh sama perintah suami juga kan kewajiban seorang istri, bener nggak?” tanyanya menegaskan.

Aisyah menarik napas dalam, “Iya, Mas.”

Bima bergegas berangkat kerja sedangkan Aisyah segera bersiap-siap ke luar rumah sebelum teman-teman mertuanya datang.

“Ma, semuanya sudah Aisyah siapin. Aku pamit ya.” Aisyah bersalaman lantas pergi

Aisyah sudah lama diperlakukan menjadi orang asing hanya karena ia belum bisa memberikan keturunan untuk keluarga Bima meskipun demikian ia tak pernah menceritakan kepedihannya itu sedikit pun pada kedua orang tuanya. Perempuan malang itu berusaha sendiri mencari berbagai pengobatan medis ataupun herbal, namun hingga sekarang tak kunjung membuahkan hasil, saat-saat kritis seperti itu tak sedikit pun perhatian Bima tertuang padanya alih-alih memberikan support pada istrinya, Bima justru semakin membuat Aisyah terpuruk dalam keadaan itu. Aisyah seorang yang kuat dan pantang menyerah, ia tetap mempunyai harapan kelak ia bisa menjadi seorang ibu walau ia harus berjuang sendiri.

“Mas, aku udah masakin ceker ayam balado kesukaanmu,” ucap Aisyah sembari melontarkan senyum.

“Aku udah makan di luar tadi, kamu makan aja sendiri,” sahut Bima datar.

“Tumben, Mas makan di luar? Udah laper banget ya, Mas? Kalau besok-besok kayak gitu lagi Aisyah boleh kan bawain langsung ke kantor?”

“Kamu kok cerewet banget sih! Kamu mau mempermalukan aku di depan teman-teman kantor? Di bawain bekal segala kek anak kecil,” ucap Bima kesal.

“Aku kan nanya baik-baik, Mas. Nggak perlu marah-marah juga kan? Kalau Mas nggak mau aku nggak maksa kok.”

“Kamu ini emang hobi buat suami kamu marah ya!” timpal wanita tua itu dari ruang makan.

“Maaf, Ma.”

“Udah mending kamu jauh-jauh deh, Mas mau istirahat daripada panjang lebar urusannya aku males debat hari ini.”

“Di luar dingin, Mas. Mas mau aku siapin air anget buat mandi?”

“Kamu ini budek atau apa sih? Udah nggak usah peduli, sana jauh-jauh ilfeel aku liat kamu lama-lama.”

Aisyah mengelus dada, “Astagfirullah, Mas.”

Mertua Aisyah hanya menatap tajam perempuan malang itu, berdalih menasehati anaknya agar tak berlaku demikian pada istrinya seperti biasa wanita tua itu sudah pasti akan membela anaknya yang sudah nyata salah.

“Mas, kamu sibuk nggak?”

“Kenapa?” sahutnya sembari menggosok-gosok rambutnya yang masih basah.

“Aku mau bicara masalah penting,” ucap Aisyah ragu.

“Masalah apa?”

“Kalau, Mas bulan ini nggak sibuk. Mas mau nggak kita jalanin program hamil lagi?”

Bima menepuk jidat, “Gila kamu ya! Ini udah yang keberapa kali? Kalau udah nggak bisa nggak usah mimpi deh kamu.”

“Mas! Bisa nggak kamu, nggak usah ngerendahin aku kayak gitu. Aku ini siapa sih di mata kamu? Kamu tu suami aku Mas harusnya kamu dukung aku di kondisi kayak gini.”

“Ya emang kenyataannya kayak gitu, kalau emang bisa udah dari dulu kamu hamil!”

“Mas, usaha itu dari kita berdua. Selama ini yang usaha itu cuma aku, berobat ke sana ke mari lagian selain kesehatan tubuh pentingnya menjaga kesehatan mental itu perlu! Kalau Mas bersikap kayak gini terus ke aku, aku lama-lama bisa stres tau nggak,” ucap Aisyah gemetar.

“Lagian kamu mimpinya ketinggian, aku kan udah bilang dari dulu kamu itu emang nggak bisa hamil! Udahlah terima nasib aja susah banget.”

“Mas! Sejak kapan sih hati nurani kamu hilang Mas? Mungkin ini sebabnya Allah belum ngasi kita keturunan. Kamu jadi suami yang baik untuk aku aja nggak bisa apalagi jadi seorang ayah nanti,” sahut Aisyah geram.

Tangan Bima meraih mulut Aisyah dan memegangnya dengan keras, “KAMU KALAU BICARA DIJAGA YA!” pekik Bima.

“Apa lagi ini, Mas? Akhir-akhir ini kamu udah banyak berubah! Sekarang kamu udah berani main tangan sama aku?” ucap Aisyah ketakutan.

Bima menatap Aisyah tajam dengan napas yang menggebu, “Sekali lagi aku kasi tau ke kamu ya! Kalau ngomong sama aku itu dijaga mulutnya, Paham!”

Pertikaian di antara keduanya semakin memanas.

“Mas, kenapa sih? Aku salah apa sama kamu, Mas.” Aisyah sudah tak bisa lagi membendung air matanya

“Kenapa? Kenapa? Kenapa? Aku muak dengar pertanyaan itu, kapan sih kamu sadar diri! Aku tuh capek tau nggak, capek! Aku sekarang cuma punya Mama dan sampai sekarang aku belum bisa bahagiain dia dan itu semua karena aku nikah sama perempuan MANDUL!”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ceraikan Suami, Nikahi Adiknya
9.8
Satu dekade menikah, Chloe Carlson memilih cerai dari Vincent yang berselingkuh. Demi hak asuh putri mereka, Mackenzie, Chloe rela pergi tanpa menuntut harta. Sulitnya mencari kerja sebagai ibu tunggal tanpa keahlian memaksa Chloe meminta bantuan sang adik ipar, Vernon Phoenix Gray. Namun, CEO muda itu justru menawarkan posisi asisten pribadi dengan syarat hubungan intim. Chloe kini bimbang antara jerat hasrat Vernon atau kembali ke pelukan Vincent.
Sampul Novel Di Balik Topeng Bodyguard
9.1
Alice mengandung anak dari bodyguard-nya, Leo, yang dipandang rendah sang ayah. Walau ditentang, pernikahan tetap terjadi hingga Alice menyadari kekejaman asli suaminya. Saat menderita, Alice juga mencurigai Deborah, ibu tirinya, sebagai pembunuh ibu kandungnya. Bersama bodyguard lain bernama Deny, Alice berusaha menguak misteri kelam ini. Namun, misi tersebut justru perlahan mengungkap identitas asli Deny serta rahasia cinta masa lalu mereka.
Sampul Novel Empat Puluh Sembilan Buku, Satu Perhitungan
9.2
Baskara menebus perselingkuhannya dengan buku langka. Empat puluh sembilan kali dia berkhianat, selama itu pula aku memilih diam. Namun, batas sabarku habis saat dia mengabaikan ayahku demi membelikan Jelita apartemen, membiarkan selingkuhannya merusak taman kenangan ibuku, hingga membocorkan duka keguguranku. Kini, sebagai ahli strategi politik, aku memasang penyadap. Buku kelima puluh bukan lagi tanda maaf, melainkan awal kehancuran kariernya secara total.
Sampul Novel Gairah Sang Majikan
8.2
Hubungan terlarang membara di dalam rumah antara seorang majikan dan asisten rumah tangganya. Terpikat oleh kecantikan sang pembantu yang begitu memikat, sang majikan tidak mampu membendung ketertarikannya. Keduanya pun terhanyut dalam romansa dewasa yang penuh dengan adegan intim yang intens dan eksplisit. Pembaca diharapkan bersikap bijak saat mengikuti kisah penuh godaan dan gairah membara yang tak terhindarkan ini.
Sampul Novel Mertuaku perusak hidupku
8.6
Impian pernikahan indah tokoh utama hancur saat ia dihadapkan pada dilema besar. Sosok ibu mertua yang masih muda memicu ketertarikan tak terduga yang sulit ia tepis. Terbawa oleh pesona dan rayuan konstan, sang menantu pun terperosok ke dalam godaan terlarang. Di tengah pusaran pengkhianatan yang menguji kesetiaan ini, sanggupkah ia menyelamatkan rumah tangganya yang kini di ambang kehancuran?
Sampul Novel My Handsome Boy
9.4
Demi melunasi utang yang menjeratnya, Kiara Mauren bersedia bekerja apa saja. Namun, Ken justru menyodorkan sebuah kontrak pernikahan. Meski terpikat oleh kecantikan Kiara, Ken tetap bersikap sinis saat tawarannya sempat ditolak. Kiara pun bimbang karena dirinya telah memiliki calon suami. Sayangnya, Ken tidak memberikan pilihan lain bagi Kiara. Di tengah situasi pelik ini, tatapan tajam Ken tetap tidak bisa teralihkan dari sosok Kiara yang sangat memikat hatinya.