APKDock Logo
Sampul Novel Di Balik Topeng Bodyguard

Di Balik Topeng Bodyguard

9.1 / 10.0
Alice mengandung anak dari bodyguard-nya, Leo, yang dipandang rendah sang ayah. Walau ditentang, pernikahan tetap terjadi hingga Alice menyadari kekejaman asli suaminya. Saat menderita, Alice juga mencurigai Deborah, ibu tirinya, sebagai pembunuh ibu kandungnya. Bersama bodyguard lain bernama Deny, Alice berusaha menguak misteri kelam ini. Namun, misi tersebut justru perlahan mengungkap identitas asli Deny serta rahasia cinta masa lalu mereka.

Di Balik Topeng Bodyguard Bab 1

Malam hari udara sangat dingin dan serasa sekali menembus kulit. Waktu berjalan cepat tanpa disadari. Dentuman suara keras masih terdengar jelas dari salah satu apartemen di Kota Jakarta. Teriakan dan goyangan tubuh yang aduhai tak malu diperlihatkan beberapa wanita terhormat dan terpandang di tepi kolam renang.

Sosok gadis cantik dan bertubuh bak gitar spanyol, sebut saja dia Alice. Balutan mini dress hitam di atas lutut berhasil membuat lekukan tubuhnya semakin terlihat. Beberapa pria berusaha memegang atau meraba tubuh Alice. Dua sosok bodyguard selalu sukses menangkis tangan-tangan jahil yang penuh dengan pikiran kotor.

"Nona, sudah malam sekali! Ayo, kita pulang! Jangan sampai Tuan Alfred nanti marah," ucap salah satu bodyguard, Deny.

Alice sama sekali tidak menggubris kata yang dilontarkan bodyguardnya. Ia terus menggoyangkan badannya hingga menjadi pusat perhatian banyak pria. Sebagian dari mereka tampak berbisik-bisik. Tak lama kemudian, Dua orang teman mendekat ke arah Alice.

"Alice, kamu sudah terlalu banyak minum! Ayo, istirahat di kamar ku!" ajak seorang perempuan seumuran Alice. Tampaknya gadis itu yang menjadi tuan rumah.

"Ah, aku masih mau di sini! Kamu urus saja mantan pacarmu itu! Kamu harusnya bisa lebih hebat melayani dia! Rasakan sekarang, haha... kamu dicampakkan!" celetuk Alice dengan sebotol bening di tangannya. Iya, bukan lagi gelas, tapi botol.

"Alice, maksud kamu apa? Kamu jangan ngaco! Kamu udah terlalu banyak minum, Alice!" temannya berusaha memapah Alice, tapi tidak berhasil. Akhirnya, mereka meninggalkan Alice.

"Gak papa kalau Alice kita tinggalin sendirian?" tanya salah satu teman Alice.

"Kamu gak lihat? Tuh ada mereka!" sahutnya mendelik ke arah dua bodyguard yang masih memantau Alice.

Dua bodyguard melirik ke teman-teman Alice yang tega meninggalkannya. Mereka kompak menghela napas panjang lalu menggelengkan kepala heran.

"Leo, kita harus segera membawa Nona Alice pulang!" usul Deny dengan suara keras.

"A-apa? Aku tidak bisa mendengar suara kamu! Agak keras lagi!" teriak Leo kesal dengan suara musik yang semakin keras.

Deny ikut kesal lalu mendekati Leo. Sorot netra mereka tetap terfokus pada Alice. Sekali saja mereka lalai, entah apa yang terjadi pada Alice.

"Leo, ayo kita pulang! Nona Alice sudah tidak terkontrol!" teriak Deny keras. Padahal mulutnya sudah di dekat telinga Leo.

"Kita tidak mungkin membawa Nona pulang dalam keadaan seperti itu!" sahut Leo semakin kesal.

"Sial! Selalu saja dia bikin masalah! Pasti nanti aku dan Deny kena omelan Tuan Alfred," umpat Leo mengepalkan tangan.

Tak lama kemudian, teman Alice mendekati Leo. " Kak, Alice dibawa aja ke kamar ku! Kalau pulang dalam keadaan seperti itu, nanti Om Alfred bisa marah besar," saran dari putri rekan bisnis Tuan Alfred.

Benar. Salah satu teman Alice adalah tuan rumah yang mengadakan pesta kepergiannya melanjutkan studi ke luar negeri. Dara, teman Alice sejak lulus SMA hingga sekarang. Dia selalu mngaku ke semua orang kalau dieinya teman baik Alice. Tapi, kedua bodyguard yang tahu betul Dara seperti apa. Alice, terlalu polos.

"Iya, Nona. Kamarnya ada di sebelah mana?" tanya Deny dengan senyuman.

"Ayo, saya antar! Tapi, malam ini saya tidak ada di sini. Saya harus ke tempat Papi," ucap Dara melirik Alice yang mulai lemas dipapah Leo.

Kedua bodyguard mengikuti Dara dari belakang. Ruangan di sudut lantai atas menjadi kamar Alice malam itu. Kamar yang sering digunakan untuk tamu yang menginap. Dara membukakan pintu lalu meninggalkan Alice untuk turun ke bawah menyudahi pesta. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi.

Dara berani meninggalkan Alice karena dia percaya pada dua bodyguard Alice.

Leo dan Deny merebahkan Alice di atas ranjang yang sekilas terlihat mewah. Deny melepas sepatu Alice perlahan lalu menaikkan kedua kaki Alice sejajar dengan tubuhnya. Leo menyelimuti tubuh Alice dengan selimut tebal lalu memadamkan lampu.

"Leo, besok pagi kita harus jawab apa?" tanya Deny dengan tatapan iba lurus ke Alice.

"Kita jawab saja kalau Nona menginap di rumah temannya!" sahut Leo jengkel.

***

Deny masuk ke dalam kamar lalu membuka tirai besar di kamar. Sinar mentari masuk menerpa wajah Alice. Hingga membuatnya bangun. Ia tidak bisa membuka mata, sinar matahari terlalu silau. Tapi, dia bisa sedikit melihat Deny dari sudut netranya. Bodyguard bertubuh kekar itu berdiri di sisi jendela.

"Deny, tutup lagi! Aku tidak bisa melihat!" protesnya dengan teriak.

"Ada apa, Nona?" Leo terkesiap mendengar jeritan Alice.

"Iya, Nona. Maafkan saya? Saya tutup lagi!" sahut Deny bergegas menutup kembali tirai.

Alice mulai membuka mata pelan. Kepalanya masih terasa berputar-putar. Badannya juga terasa sangat lemas. Tapi, Alice tiba-tiba merebahkan badan lagi.

"Aneh sekali, kenapa seluruh tubuhku rasanya sakit sekali. Semua bagian sensitifku kenapa perih dan sakit?" batin Alice dengan memegang bagian atas area sensitif.

"Nona, ada apa? Apa kamu sakit?" tanya Deny khawatir. Leo masih berdiri di depan pintu dengan raut wajah khawatir.

"A-aku gak papa. Aku mandi dulu, ya? Lalu kita pulang!" ajak Alice seraya turun perlahan dari ranjang. Namun, langkah kakinya terhenti diiringi dengan raut wajah menahan sakit.

Dua bodyguard terkejut mendekat perlahan. Kening mereka mengerut merasa heran dengan perubahan sikap Alice.

"Kenapa bagian bawahku sakit sekali untuk jalan? Aku serasa tak bisa melangkahkan kaki ini," batin Alice menunduk ke bawah.

"Nona, apa kamu sakit?" tanya Leo.

"Aku sedikit pusing. Aku mandi dulu," sahut Alice dengan merintih kesakitan jalan ke kamar mandi.

Alice menutup pintu kamar mandi lalu menyalakan shower. Leo dan Deny saling berpandangan lalu kompak menunduk penuh dengan pertanyaan di otaknya.

"Deny, sepertinya Nona Alice kesakitan," kata Leo melirik pintu kamar mandi.

Deny masih tetap menunduk tidak merespon Leo. Dalam hatinya berkecamuk banyak perasaan yang tidak jelas. Leo menyadari jika kawan baiknya sedang melamun. Ia sedikit menepuk pundak Deny.

"Deny, aku khawatir sekali dengan Nona Alice," bisiknya.

"Leo, apa tadi malam kita lalai menjaga Nona Alice?" pertanyaan cemas dan takut dari Deny ke Leo. Keduanya melebarkan netra dengan kucuran keringat dingin. Lalu menoleh ke Alice yang membuka pintu kamar mandi. Tatapan mereka berkaca-kaca dan tajam membuat Alice ketakutan.

"Kalian kenapa menatap aku seperti itu?" tanya Alice heran.

Kedua bodyguard masih menatap Alice tanpa menjawab. Alice meraba dan melihat bagian tubuhnya dari ujung rambut ke ujung kaki tidak ada yang aneh. Lalu juga menoleh ke belakang berkali-kali.

"Jangan lihat aku dengan tatapan seperti itu! Aku tidak suka!" teriaknya marah. Kedua bodyguard menelan salivanya lalu menunduk. Tanpa sadar mereka sudah membuat Nona Alice marah.

"Sebenarnya mereka kenapa? A-aku sendiri juga merasa kalau tubuhku mendadak sakit. Terutama bagian sensitifku," batin Alice bingung.

"Nona, saya permisi keluar sebentar?" kata Deny agak membungkuk lalu keluar dari kamar.

Leo mendekati Alice perlahan lalu memeluknya dari belakang. Alice terperanjat kaget khawatir kalu Deny melihat mereka.

"Sayang, apa kamu melupakan kejadian tadi malam?" tanya Leo mengusap pipi Alice.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Di Balik Topeng Bodyguard

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Crazy In Love  (Katharine)
9.2
Kehilangan Alex Wolff yang gugur di medan perang memaksa Katharine membesarkan putranya sendirian. Saat berduka, hadir Warren Cook, pria misterius bermata satu yang mengaku sebagai sahabat mendiang suaminya. Warren tiba-tiba melamar Katharine demi menjanjikan masa depan yang cerah. Demi sang anak, Katharine menerima pernikahan itu meski hatinya dipenuhi keraguan. Siapa sebenarnya Warren dan apa rencana rahasia di balik lamarannya?
Sampul Novel Dalam Dekapan Dosen Tama
8.1
Suasana tegang menyelimuti Tama saat ia mendekap erat Runa, memohon agar istrinya itu tidak lagi menjauh. Sambil menghirup aroma tubuh Runa dengan penuh damba, emosi Tama membuncah. Di tengah konflik batin yang melanda, ia berbisik lirih untuk menegaskan bahwa kebersamaan mereka adalah hal yang sah secara hukum dan agama. Sebagai pasutri, Tama merasa tidak ada alasan lagi bagi Runa untuk terus menghindari kewajibannya.
Sampul Novel Istriku Cacat, Istriku Malang
9.7
Pasca kecelakaan tragis yang menewaskan tunangannya, Ellard Willard didera dendam mendalam. Ia melimpahkan seluruh kemarahannya kepada Emily Laura, perempuan yang dituduh sebagai penyebab utama musibah tersebut. Situasi ini menjebak mereka dalam ikatan rumit yang sarat akan penderitaan. Namun, saat perseteruan mereka semakin memuncak, Ellard justru terjerat dalam keintiman membingungkan yang perlahan mengikis batasan antara rasa benci dan obsesi tak terkendali.
Sampul Novel Pasangan Pengganti
8.5
Alana Nefertari selalu berharap suaminya, Vicky Xavier, berubah demi anak mereka. Namun, Vicky justru tega menjadikannya jaminan utang kepada bosnya, Bryan. Akibat tindakan kejam sang suami, Alana kini terpaksa bekerja menjadi pelayan di kediaman Direktur tersebut. Di tengah pengkhianatan yang begitu menyakitkan, mampukah Alana bertahan menghadapi cobaan ini, ataukah pernikahan beracun mereka akan benar-benar hancur tanpa sisa?
Sampul Novel Rantai Hasrat
9.3
Nicole Tristan hancur setelah dikhianati Oliver Maxton, cinta pertamanya yang memperlakukannya bagai mainan tidak berharga. Butuh waktu bertahun-tahun baginya untuk menyembuhkan luka batin tersebut. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali secara tak terduga saat Oliver hadir sebagai calon suami adik tirinya. Di antara rasa benci dan cinta yang membingungkan, Nicole kini terjebak dilema. Akankah masa lalu ini berakhir damai atau justru merusak hidupnya lagi?
Sampul Novel War In Life
9.8
Tragedi maut merenggut nyawa Airin, menghancurkan kebahagiaan keluarga konglomeratnya. Ghea, putrinya, menolak pasrah dan mulai menyelidiki kecelakaan mencurigakan tersebut. Di tengah pencarian kebenaran, ia bertemu pria misterius di hotel mewah yang bersedia membantunya. Bersama-sama, mereka menghadapi bahaya demi membongkar konspirasi yang terkubur. Namun, di balik ketegangan misteri ini, benih asmara perlahan mulai tumbuh di antara keduanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan