APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DIMADU KARENA DIFITNAH MANDUL

DIMADU KARENA DIFITNAH MANDUL

Setelah empat tahun menikah, Aisyah dituduh mandul oleh suami dan mertuanya. Luka hatinya kian dalam saat sang suami berpoligami dengan sahabatnya sendiri. Menolak terus menderita, ia memilih bercerai demi memulai hidup baru. Namun takdir berbalik ketika mantan suaminya justru jatuh miskin dan hancur. Inilah kisah tentang penyesalan yang terlambat serta pembalasan dendam yang lahir dari sebuah fitnah keji.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tepat pukul 10 malam handphone Bima berdering, namun Bima terlalu hanyut dalam tidurnya. Aisyah pun tersadar akan dering handphone Bima yang terus saja berbunyi.

“Siapa sih?” gumam Aisyah.

“Jihan (membaca nama kontak yang menelepon).”

Mata Aisyah terbelalak ketika menyadari siapa gerangan yang menelepon suaminya sedari

tadi, “Ngapain Jihan nelepon Mas Bima malam-malam? Hmm … mungkin karena hp aku mati

kali ya makanya Jihan nelepon ke Mas,” gumamnya dalam hati.

Aisyah kembali meletakkan handphone Bima di meja dan membiarkannya karena sudah larut malam. Tak lama kemudian handphone Bima kembali berdering, kini Aisyah tak berusaha untuk mengangkatnya lagi dan beralih membiarkannya, namun hal yang tak disangka terjadi Bima beranjak dari tidurnya dan segera mengangkat telepon. Aisyah dengan perasaan penuh tanya hanya bisa memperhatikan suaminya itu dari tempat tidur dan berpura-pura tidak melihatnya. Bima merogoh jaket dari lemari, tampak berkemas-kemas kemudian beranjak pergi dari kamar.

“Mas Bima ngapain keluar malam-malam gini?” gumam Aisyah dalam hati.

Keanehan yang terjadi membuat Aisyah semakin bertanya-tanya, terbesit dalam pikirannya alasan Bima pergi karena setelah menerima telepon dari seseorang yang bernama Jihan yang tak lain adalah sahabatnya sendiri. Perempuan malang itu pun menunggu suaminya dengan penuh kecemasan, namun tetap berusaha berpikir positif bahwa apa yang ia pikirkan bukanlah hal yang benar.

“Habis dari mana, Mas?” tanya Aisyah penasaran.

“Kamu ngapain bangun jam segini?” jawab Bima berkilah.

“Harusnya aku yang nanyain kamu, Mas. Larut malam malah ke luar rumah dan nggak bilang ke aku.”

“Emangnya kamu siapa? Rumah-rumah aku kok malah kamu yang ngatur sih!”

“Hebat kamu, Mas. Bisa ya kamu amnesia kalau aku ini istri kamu!”

“Bodo amatlah, mau aku pergi jam berapa, sama siapa itu bukan urusan kamu lagi.” Bima lantas pergi ke kamar di tengah percakapan mereka yang belum selesai sedangkan Aisyah hanya bisa menghela napas panjang dan mengelus dada.

“Permisi, selamat pagi!” seru wanita dari luar rumah.

Bima bergegas menghampiri suara tersebut, baru sampai di depan pintu matanya terbelalak kaget karena wanita yang datang ke rumahnya itu adalah Jihan.

“Dompet kamu semalem ketinggalan di kamar aku,” ucap Jihan dengan polosnya.

“Kamu ngapain ke sini segala sih! Aku kan bisa ambil sendiri ke sana!” jawab Bima dengan nada ketakutan.

“Ya aku pikir itu kan dompet isinya hal-hal penting kalau kamu urgent gimana?”

“Ya … ya makasi, udah sana cepat pulang!” titah Bima yang mulai gelagapan.

“Kok kamu malah ngusir aku sih!” ucap Jihan kesal.

“Sayang, kamu pulang dulu, ya. Nanti sore aku janji ke sana sepulang ngantor,” sahutnya lembut.

“Janji ya!”

“Iya, sayang.” Sembari mengusap-usap rambut Jihan

Sementara itu terdengar langkah kaki Aisyah sedang mendekati mereka berdua. Bima semakin terlihat gelagapan dan muncul keringat di keningnya.

“Siapa, Mas?” tanya Aisyah dengan polosnya.

“Hai, Ya!” sapa Jihan dengan tenangnya.

“Lo … Jihan,” jawab Aisyah sedikit bingung.

Aisyah menatap Bima yang tak berkutik sedikit pun dan kembali memperhatikan Jihan yang berada di hadapannya sepagi ini, “Jihan, tumben kamu ke sini, ada apa?”

“Aku (sembari menoleh ke arah Bima) Aku kangen lah sama kamu Ya, makanya aku jalan-jalan ke sini,” jawab Jihan berkilah.

“Sepagi ini? Emang kamu nggak ada kerjaan ya di rumah?” tanya Aisyah masih penasaran.

“Kamu ini yang sopan dikit kenapa! Ada tamu bukannya dipersilahkan masuk malah ditanya-tanya kek wartawan,” timpal Bima yang sudah bisa bernapas lega, karena Jihan tak mengatakan yang sebenarnya kepada Aisyah.

“Maaf, Mas. Jihan ayo masuk.” Aisyah mempersilahkan Jihan untuk masuk dengan polosnya, bahkan ia sendiri tak tahu kalau yang ia sambut dengan baik adalah wanita simpanan suaminya sendiri.

“Ma, Mama ke sini sebentar. Ada yang mau Bima kenalin ke Mama.” Bima terlihat sangat bahagia dan semangat akan kehadiran Jihan ke rumahnya

“Iya, kenapa?”

“Kenalin, Ma. Ini Jihan temennya Aisyah."

Aisyah yang sedang sibuk membuatkan minuman untuk Jihan hanya bisa menatap mereka bertiga bercengkrama akrab, untuk pertama kalinya Aisyah merasa seasing ini di rumah suaminya saat melihat Jihan sangat dekat dengan suami dan mertuanya, padahal yang menjadi istri Bima adalah Aisyah tetapi ia malah merasa seperti pembantu dan orang asing.

“Ow Jihan, ini ma Mama tau. Sahabatnya Aisyah kan, yang dulu pernah ke sini!”

“Iya, tante.”

“Ke mana aja kamu baru kelihatan? Sering-sering main ke sini ya, tante kesepian di rumah.”

“Iya, tante pasti. Belakangan ini emang lagi sibuk-sibuknya ngurus anak agak rewel.”

“Wah, sudah punya anak ternyata, pasti seneng banget ya mama mertua kamu nggak kesepian di rumah kayak tante, punya mantu tapi MANDUL!”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ceraikan Suami, Nikahi Adiknya
9.8
Satu dekade menikah, Chloe Carlson memilih cerai dari Vincent yang berselingkuh. Demi hak asuh putri mereka, Mackenzie, Chloe rela pergi tanpa menuntut harta. Sulitnya mencari kerja sebagai ibu tunggal tanpa keahlian memaksa Chloe meminta bantuan sang adik ipar, Vernon Phoenix Gray. Namun, CEO muda itu justru menawarkan posisi asisten pribadi dengan syarat hubungan intim. Chloe kini bimbang antara jerat hasrat Vernon atau kembali ke pelukan Vincent.
Sampul Novel Di Balik Topeng Bodyguard
9.1
Alice mengandung anak dari bodyguard-nya, Leo, yang dipandang rendah sang ayah. Walau ditentang, pernikahan tetap terjadi hingga Alice menyadari kekejaman asli suaminya. Saat menderita, Alice juga mencurigai Deborah, ibu tirinya, sebagai pembunuh ibu kandungnya. Bersama bodyguard lain bernama Deny, Alice berusaha menguak misteri kelam ini. Namun, misi tersebut justru perlahan mengungkap identitas asli Deny serta rahasia cinta masa lalu mereka.
Sampul Novel Empat Puluh Sembilan Buku, Satu Perhitungan
9.2
Baskara menebus perselingkuhannya dengan buku langka. Empat puluh sembilan kali dia berkhianat, selama itu pula aku memilih diam. Namun, batas sabarku habis saat dia mengabaikan ayahku demi membelikan Jelita apartemen, membiarkan selingkuhannya merusak taman kenangan ibuku, hingga membocorkan duka keguguranku. Kini, sebagai ahli strategi politik, aku memasang penyadap. Buku kelima puluh bukan lagi tanda maaf, melainkan awal kehancuran kariernya secara total.
Sampul Novel Gairah Sang Majikan
8.2
Hubungan terlarang membara di dalam rumah antara seorang majikan dan asisten rumah tangganya. Terpikat oleh kecantikan sang pembantu yang begitu memikat, sang majikan tidak mampu membendung ketertarikannya. Keduanya pun terhanyut dalam romansa dewasa yang penuh dengan adegan intim yang intens dan eksplisit. Pembaca diharapkan bersikap bijak saat mengikuti kisah penuh godaan dan gairah membara yang tak terhindarkan ini.
Sampul Novel Mertuaku perusak hidupku
8.6
Impian pernikahan indah tokoh utama hancur saat ia dihadapkan pada dilema besar. Sosok ibu mertua yang masih muda memicu ketertarikan tak terduga yang sulit ia tepis. Terbawa oleh pesona dan rayuan konstan, sang menantu pun terperosok ke dalam godaan terlarang. Di tengah pusaran pengkhianatan yang menguji kesetiaan ini, sanggupkah ia menyelamatkan rumah tangganya yang kini di ambang kehancuran?
Sampul Novel My Handsome Boy
9.4
Demi melunasi utang yang menjeratnya, Kiara Mauren bersedia bekerja apa saja. Namun, Ken justru menyodorkan sebuah kontrak pernikahan. Meski terpikat oleh kecantikan Kiara, Ken tetap bersikap sinis saat tawarannya sempat ditolak. Kiara pun bimbang karena dirinya telah memiliki calon suami. Sayangnya, Ken tidak memberikan pilihan lain bagi Kiara. Di tengah situasi pelik ini, tatapan tajam Ken tetap tidak bisa teralihkan dari sosok Kiara yang sangat memikat hatinya.