APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DIMADU KARENA DIFITNAH MANDUL

DIMADU KARENA DIFITNAH MANDUL

Setelah empat tahun menikah, Aisyah dituduh mandul oleh suami dan mertuanya. Luka hatinya kian dalam saat sang suami berpoligami dengan sahabatnya sendiri. Menolak terus menderita, ia memilih bercerai demi memulai hidup baru. Namun takdir berbalik ketika mantan suaminya justru jatuh miskin dan hancur. Inilah kisah tentang penyesalan yang terlambat serta pembalasan dendam yang lahir dari sebuah fitnah keji.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Mas udah bosen dengerin ocehan, Mama! Pasti ada masalah sama rahim kamu!”

“Mas … Mas kan udah tau sendiri hasil dari dokter. Aku sehat kok Mas,” ucap Aisyah membantah.

“Kalau sehat mana buktinya? 4 tahun kita menikah kamu belum hamil juga!” jawab Bima kecewa.

“Mama pasti ngerti kok, asal Mas bisa ngasi pengertian juga ke Mama.”

“Aku kalau jadi Mama bakalan sama juga, kok. Kamu lihat di luar sana teman-teman Mama semuanya udah gendong cucu,” ucap Bima seraya menyindir.

“Mas kok jadi banding-bandingin aku gini sih? Mas kira aku juga nggak pengen punya anak. Di kondisi kayak gini aku yang paling sedih harusnya Mas support aku,” sahut Aisyah sembari meneteskan air mata.

“Aku harus support kayak gimana lagi? Kuping aku tuh panas tiap pulang kerja dengerin Mama minta cucu mulu, aku tuh capek punya istri kayak kamu!” ucap Bima lancang.

Aisyah yang mendengar perkataan menyakitkan dari suaminya itu lantas menangis tersedu dan meninggalkan Bima di tengah percakapan yang sedang berlangsung. Pertengkaran semacam ini selalu saja terjadi sejak setahun pernikahan mereka hingga empat tahun berlalu mereka belum juga dikaruniai seorang anak. Ajeng, mertua Aisyah selalu menuntut mereka untuk segera mempunyai momongan tanpa memberikan solusi ataupun support untuk Aisyah melainkan hanya sindiran dan selalu membanding-bandingkan menantunya itu dengan orang-orang di luar sana yang sudah bisa memberikan mertuanya seorang cucu.

“Dikit-dikit nangis, sudah tau salah siapa suruh nggak hamil-hamil, gimana suaminya mau bahagia kalau kerjaannya nangis terus!” ucap wanita tua itu dengan nada keras. Berharap di dengar Aisyah yang tujuannya memang untuk menyindir perempuan malang itu.

Tangis Aisyah semakin pecah, ia hanya bisa menutup telinganya dan mengurung diri di kamar.

“Ya, buka! Ini, Mas.”

Aisyah dengan tertatih membuka pintu, “Kenapa Mas? Mas mau ikutan nyindir aku lagi? Belum puas ya!”

“Maaf, Mas nggak maksud nyakitin kamu,” ucap Bima menyesali perkataannya.

“Terus Mas kira aku percaya sama kata maaf dari Mas? Ini udah maaf yang keberapa kali?”

“Kamu harusnya bisa ngertiin Mas dong! Aku ini capek pulang kerja harus ngadepin ocehan Mama tiap hari.”

“Mas, kalau kamu nyamperin aku ke sini cuman mau adu nasib mending gausah ganggu aku dulu deh! Mas kira aku di rumah leha-leha, aku juga nggak bisa ngerasa capek? Aku lelah tubuh lelah batin Mas.”

“Gini ni yang aku nggak suka dari kamu, nggak ada rasa pengertiannya dikit sama suami!”

“Terserah deh, Mas. Mau aku ngebela diri kayak gimana pun kalau emang dasarnya Mas nggak suka sama aku, tetep aja selalu salah di mata kamu.”

“Sejak kapan kamu berani lawan, Mas? Udah banyak berubah ternyata kamu ya.”

“Aku berubah, Mas?” ujar Aisyah terheran.

Bima terdiam, ia menatap tajam istrinya itu lantas pergi sembari memukul pintu kamar yang membuat Aisyah terkejut, “Istri nggak berguna!”

Perempuan malang itu dengan ragu beranjak dari kamar, melangkahkan kaki seakan berada di lingkungan asing yang tak pernah ia kenal, lingkungan rumah yang seharusnya membuat dirinya nyaman bagaikan malapetaka yang datang setiap harinya.

“Harus sampai kapan aku begini?” rintih Aisyah.

“Aisyah! Aisyah! Sini kamu!” teriak wanita tua itu.

“Iya, Ma. Sebentar.” Aisyah bergegas berlari

“Lelet banget sih!”

“Maaf, Ma,” jawabnya halus.

“Besok, Mama ada arisan, teman-teman Mama mau ngadain di sini. Kamu besok pergi aja, pokoknya Mama nggak mau liat kamu besok di rumah! Mama males harus ditanya-tanya kapan punya cucu, lebih baik kamu nggak ada di sini kan daripada kamu nangis lagi,” ucap wanita tua itu tanpa rasa bersalah.

“Ma, kok Mama tega sih sama aku? Emang aku ada salah apa sih sama Mama?”

“Pakek nanya lagi! Udah tau nggak bisa hamil masih bisa nanyain salah aku apa!”

Belum kering rasanya air mata Aisyah tadi, sekarang harus dihujam kata-kata perih kembali. Hinaan demi hinaan sepertinya sudah menjadi makanan pokok sehari-hari perempuan malang itu, Aisyah yang tak berdaya hanya bisa pasrah menerima semuanya. Perempuan malang berusia 27 tahun itu memanglah berhati lembut terkadang ia hanya bisa berdiam diri dan tak membalas perkataan buruk dari mertua dan suaminya itu karena ia takut akan menyakiti hati orang yang dia sayangi.

“Astagfirullah, Ma. Mama sendiri kan tau kalau aku sehat-sehat aja nggak ada yang salah dari aku. Kalau Allah belum berkehendak ngasi aku rejeki seorang anak terus aku harus apa? Itu semua di luar kendali aku, Ma.”

“Terus kamu pikir saya peduli? Intinya besok Mama nggak mau tau ya, kalau Mama masih liat kamu di rumah besok awas aja ya!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ceraikan Suami, Nikahi Adiknya
9.8
Satu dekade menikah, Chloe Carlson memilih cerai dari Vincent yang berselingkuh. Demi hak asuh putri mereka, Mackenzie, Chloe rela pergi tanpa menuntut harta. Sulitnya mencari kerja sebagai ibu tunggal tanpa keahlian memaksa Chloe meminta bantuan sang adik ipar, Vernon Phoenix Gray. Namun, CEO muda itu justru menawarkan posisi asisten pribadi dengan syarat hubungan intim. Chloe kini bimbang antara jerat hasrat Vernon atau kembali ke pelukan Vincent.
Sampul Novel Di Balik Topeng Bodyguard
9.1
Alice mengandung anak dari bodyguard-nya, Leo, yang dipandang rendah sang ayah. Walau ditentang, pernikahan tetap terjadi hingga Alice menyadari kekejaman asli suaminya. Saat menderita, Alice juga mencurigai Deborah, ibu tirinya, sebagai pembunuh ibu kandungnya. Bersama bodyguard lain bernama Deny, Alice berusaha menguak misteri kelam ini. Namun, misi tersebut justru perlahan mengungkap identitas asli Deny serta rahasia cinta masa lalu mereka.
Sampul Novel Empat Puluh Sembilan Buku, Satu Perhitungan
9.2
Baskara menebus perselingkuhannya dengan buku langka. Empat puluh sembilan kali dia berkhianat, selama itu pula aku memilih diam. Namun, batas sabarku habis saat dia mengabaikan ayahku demi membelikan Jelita apartemen, membiarkan selingkuhannya merusak taman kenangan ibuku, hingga membocorkan duka keguguranku. Kini, sebagai ahli strategi politik, aku memasang penyadap. Buku kelima puluh bukan lagi tanda maaf, melainkan awal kehancuran kariernya secara total.
Sampul Novel Gairah Sang Majikan
8.2
Hubungan terlarang membara di dalam rumah antara seorang majikan dan asisten rumah tangganya. Terpikat oleh kecantikan sang pembantu yang begitu memikat, sang majikan tidak mampu membendung ketertarikannya. Keduanya pun terhanyut dalam romansa dewasa yang penuh dengan adegan intim yang intens dan eksplisit. Pembaca diharapkan bersikap bijak saat mengikuti kisah penuh godaan dan gairah membara yang tak terhindarkan ini.
Sampul Novel Mertuaku perusak hidupku
8.6
Impian pernikahan indah tokoh utama hancur saat ia dihadapkan pada dilema besar. Sosok ibu mertua yang masih muda memicu ketertarikan tak terduga yang sulit ia tepis. Terbawa oleh pesona dan rayuan konstan, sang menantu pun terperosok ke dalam godaan terlarang. Di tengah pusaran pengkhianatan yang menguji kesetiaan ini, sanggupkah ia menyelamatkan rumah tangganya yang kini di ambang kehancuran?
Sampul Novel My Handsome Boy
9.4
Demi melunasi utang yang menjeratnya, Kiara Mauren bersedia bekerja apa saja. Namun, Ken justru menyodorkan sebuah kontrak pernikahan. Meski terpikat oleh kecantikan Kiara, Ken tetap bersikap sinis saat tawarannya sempat ditolak. Kiara pun bimbang karena dirinya telah memiliki calon suami. Sayangnya, Ken tidak memberikan pilihan lain bagi Kiara. Di tengah situasi pelik ini, tatapan tajam Ken tetap tidak bisa teralihkan dari sosok Kiara yang sangat memikat hatinya.