APKDock Logo
Sampul Novel Upacara Kedewasaan Berdarah

Upacara Kedewasaan Berdarah

8.5 / 10.0
Misteri besar menyelimuti sebuah desa yang tidak memiliki satu pun laki-laki dewasa. Di sini, setiap gadis yang genap berusia 18 tahun diharuskan menjalani upacara kedewasaan bersama di dalam kuil leluhur. Mereka masuk dengan pakaian indah, lalu keluar membawa ekspresi ganjil antara rasa sakit dan kesenangan. Meski sang nenek melarang keras kakak perempuan protagonis untuk berpartisipasi, rasa penasaran membuatnya nekat menyelinap ke kuil pada malam hari. Ia pun kembali dengan langkah tertatih dan darah segar yang terus menetes.

Upacara Kedewasaan Berdarah Bab 1

Di desa kami tidak ada laki-laki dewasa.

Setiap gadis yang mencapai usia 18 tahun harus melakukan upacara kedewasaan bersama-sama di kuil leluhur.

Gadis-gadis muda berpakaian indah berbaris untuk memasuki kuil. Saat mereka keluar, mereka semua menunjukkan ekspresi kesakitan sekaligus senang.

Kakakku berusia 18 tahun, tapi Nenek tidak mengizinkan dia mengikuti upacara ini.

Dia menyelinap ke kuil leluhur di malam hari dan berjalan dengan langkah tertatih-tatih saat keluar. Darah segar menetes di antara kedua kakinya.

Desa kami terletak jauh di pegunungan dan memiliki urat mineral batu permata darah.

Konon katanya, tidur di atas tempat tidur yang terbuat dari batu permata darah bisa membantu awet muda selamanya.

Batu permata darah sulit ditemukan dan lebih sulit lagi untuk ditambang. Karena itu, desa kami sangat kaya.

Hanya saja, seluruh penduduk desa kami adalah perempuan. Tidak ada satu pun laki-laki.

Aku punya dua kakak perempuan. Seharusnya aku juga punya tiga orang kakak laki-laki, tapi mereka ditenggelamkan segera setelah lahir.

Aku pernah melihat eksekusi bayi laki-laki di desa. Mulut bayi baru lahir itu dibungkam, tidak dibiarkan menangis satu jeritan pun.

"Laki-laki itu buruk dan tercela. Kalau dewa gunung marah mendengar tangisannya, seluruh desa akan binasa!"

Sesampainya di kolam yang dalam di balik gunung, bayi laki-laki itu langsung dilempar. Tanpa sayap yang bisa dikepakkan, dia jatuh dan tenggelam setelah mengeluarkan gelembung napas beberapa kali.

Aku mengikuti di belakang dan melihat sekeliling. Kolam yang besar itu dipenuhi tengkorak-tengkorak yang dibiarkan mengapung selama bertahun-tahun. Tengkorak-tengkorak yang tua telah rusak dikerat serangga dan tidak tampak seperti tengkorak lagi.

Nenek adalah kepala desa dan bertanggung jawab atas segala urusan di desa. Tidak ada yang berani melanggar perintahnya.

Kakakku sulungku bernama Lukita. Usianya 18 tahun dan akan segera mengikuti upacara kedewasaan.

Tapi, Nenek terlalu sayang padanya dan tidak mengizinkannya untuk turut serta. Nenek sampai harus menamparnya ketika dia mau menurut.

"Jangan lancang! Pokoknya kamu nggak boleh ikut!"

Nenek sudah berumur 90 tahun, tapi dia sangat kuat. Wajah Kak Lukita langsung membengkak.

Melihat mata cucu kesayangannya berkaca-kaca, Nenek mendesah dan mengusap pipi lembut Kak Lukita. "Nenek melarangmu demi kebaikanmu sendiri. Kalau kamu ikut upacara kedewasaan, kamu nggak akan bisa jadi pemimpin desa."

Kak Lukita memeluk lengan Nenek dan mengguncangnya. "Nenek ingin aku jadi pemimpin desa?!"

Nenek tersenyum dan tidak berkata apa-apa. Tangan keriputnya mengelus lengan putih Kak Lukita. Matanya yang seharusnya keruh pun berbinar.

Gadis-gadis muda berpakaian indah berbaris untuk memasuki kuil leluhur. Saat mereka keluar, wajah mereka merona malu. Banyak dari mereka berjalan gemetaran dengan kaki terkatup.

Kak Lukita menarik salah seorang gadis yang baru saja keluar dan menanyakan seperti apa upacara kedewasaan itu.

Kenapa mereka semua menunjukkan raut wajah kesakitan sekaligus senang setelah keluar?

Wajah gadis itu memerah dan suaranya gemetar, diwarnai kehalusan seperti suara wanita dewasa. Dia ingin memberitahu Kak Lukita, tapi dia sepertinya teringat sesuatu dan akhirnya hanya tersenyum misterius. "Bukan apa-apa, cuma melakukan sesuatu yang menyenangkan."

Di tengah malam, Kak Lukita membangunkanku untuk mengawasi keadaan sementara dia menyelinap ke kuil untuk mencari tahu.

"Tapi Kak, Nenek sudah bilang, kalau kamu ingin jadi pemimpin desa, kamu nggak boleh ikut upacara kedewasaan."

Kak Lukita mencubit pergelangan tanganku dan berkata, "Cuma kamu yang tahu tentang ini. Kalau Nenek tahu, artinya kamu yang memberi tahu."

"Kenapa aku nggak boleh ikut upacara kedewasaan? Nenek cuma nggak mau aku bahagia."

Mata Kak Lukita berbinar penuh harap, seolah sudah tahu apa yang ada di kuil leluhur.

Malam itu sunyi senyap. Nyala lilin di dalam kuil berkelap-kelip tertiup angin.

Aku bersembunyi dalam kegelapan sambil menampar nyamuk-nyamuk yang hinggap di kulitku. Suara berderak bergema di malam yang gelap.

Eh? Suara itu sepertinya berasal dari kuil leluhur.

Bersamaan dengan itu, terdengar suara tercekat kakakku.

"Kak Lukita! Kamu nggak apa-apa?!"

Kukira ada sesuatu yang terjadi pada Kak Lukita, jadi aku mendorong pintunya, ingin masuk. Tapi ternyata, pintu itu dikunci dari dalam.

"Nggak ... apa-apa ...."

Kalimat Kak Lukita terpenggal-penggal, dengan nuansa panas yang lebih menggoda.

Suara di dalam semakin keras dan aku semakin khawatir, jadi aku memanjat jendela untuk memastikan Kak Lukita aman.

Tapi jendela itu sangat tinggi. Aku tetap tidak bisa melihat ke dalam kuil keseluruhan meski sudah berjinjit.

Aku hanya bisa melihat samar-samar, ada empat rantai yang diikatkan pada empat pilar. Sepertinya ada sesuatu yang ditambatkan ke lantai, dan rantai itu bergetar hebat.

Kak Lukita duduk di sana hanya mengenakan pakaian dalam. Punggung mulusnya naik turun secara teratur.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Upacara Kedewasaan Berdarah

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Air Mata di Antara Bunga
9.3
Kehidupan Vanya Devara hancur seketika saat bisnis keluarganya bangkrut dan sang tunangan, Bastian Wicaksono, berpaling ke wanita lain. Di tengah keputusasaan setelah kematian ayahnya, sosok miliarder Rangga Mahardika datang mengulurkan bantuan finansial dan mendampinginya selama tiga tahun. Namun, tepat sebelum hari pernikahan mereka, Vanya tidak sengaja mendengar rahasia mengerikan. Rangga ternyata adalah dalang di balik kehancuran keluarga dan kematian sang ayah. Segala kebaikan yang diterimanya selama ini hanyalah kedok penebusan dosa atas konspirasi kejam yang menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Gadis Tak Terlihat dan Sang Jutawan
9.7
Demi menyelamatkan sang adik di Villa Esperanza yang kejam, Beatriz Sosa terpaksa menerima tawaran rahasia dari Eduardo Moura. Pewaris kaya yang angkuh itu menjadikannya mata-mata di kediamannya dengan imbalan dana serta perlindungan. Kini, Beatriz terjebak dalam intrik kekuasaan yang mengancam harga dirinya. Di balik kemewahan dan rahasia kelam, tumbuh gairah terlarang yang menguji batas kelas sosial serta kesetiaan hatinya.
Sampul Novel Berhantu: Pengejaran Tanpa Henti dari Kekasihnya yang Kejam
8.8
Tujuh tahun lamanya Claudia tulus mencintai Eddie, tetapi pengorbanan itu berakhir sia-sia. Setelah hubungan mereka kandas, Claudia memilih pergi dengan damai tanpa meminta imbalan apa pun. Namun, saat Claudia hendak memulai hidup baru di hari pernikahannya dengan lelaki lain, Eddie tiba-tiba datang membawa murka. Dengan sorot mata penuh obsesi yang liar, ia memprovokasi calon suami Claudia dan dengan angkuh menegaskan bahwa dialah pria pertama yang memiliki Claudia.
Sampul Novel Ketulusan Cinta Amira
7.9
Amira rela melakukan apa saja demi membiayai pengobatan ibunya. Takdir lalu membawanya bertemu Ziyan, seorang duda. Setelah menyelamatkan anak Ziyan, Amira pun diangkat menjadi pengasuh bocah tersebut. Namun, hidup Amira kembali kacau ketika Dimas hadir. Ternyata, adik Ziyan itu adalah mantan pacar yang dulu pernah Amira sakiti. Kini, rahasia masa lalu mereka mengancam keberadaan Amira di lingkungan keluarga besar Ziyan.
Sampul Novel Pendekar Pedang Terhebat
9.1
Zero, anak yatim piatu berumur sepuluh tahun, sering menjadi sasaran perundungan akibat mimpinya menjadi pendekar pedang luar biasa walau bakatnya sangat minim. Latar belakangnya yang misterius di bawah bimbingan Master Pedang pun kerap memicu kecemburuan rekan-rekannya. Begitu mengetahui bahwa ayah kandungnya merupakan sosok pendekar legendaris, tekadnya langsung berkobar. Zero kini harus berjuang keras melewati rintangan demi membuktikan kelayakannya meraih gelar tertinggi.
Sampul Novel Tunanganku Menikah dengan Adikku
8.6
Tiga bulan sebelum menikah, sang protagonis mendapati tunangannya telah menikahi adik angkatnya yang hamil. Alih-alih merasa bersalah, sang tunangan justru memintanya mengalah demi status sementara dan menuntutnya melahirkan anak laki-laki sebelum mereka bisa mendaftarkan pernikahan mereka sendiri. Menolak diperlakukan semena-mena, ia menghapus semua kenangan masa lalu di media sosial dan langsung mengunggah pengumuman untuk mencari calon suami baru yang siap menikahinya saat itu juga.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan