APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dicerai Suami, Dipinang Sultan

Dicerai Suami, Dipinang Sultan

Diceraikan oleh Raka, seorang model ternama yang menganggapnya beban karier, membuat hidup Asha hancur seketika. Pernikahan mereka yang berjalan tiga tahun harus kandas begitu saja. Di tengah kepedihan mendalam, Asha dipertemukan dengan Rafael Adiwangsa. Duda kaya raya yang merupakan wali murid di tempatnya mengajar ini hadir membawa ketulusan baru. Kini, Asha yang merasa tidak lagi memiliki apa-apa harus memilih: menutup diri atau membuka hati untuk cinta sang konglomerat.
Bab
Bagikan

Bab 1

Hujan deras mengguyur kota, membungkusnya dalam suasana sendu yang menggema hingga ke dalam hati Asha. Di dalam apartemen kecilnya yang baru saja disewa, Asha duduk memandangi kertas gugatan cerai yang tergeletak di atas meja. Tinta hitam di atas kertas putih itu terasa seperti luka yang baru saja ditorehkan di hatinya, menganga dan pedih.

Tiga tahun... Hanya tiga tahun, dan segalanya hancur begitu saja.

Bayangan wajah Raka, pria yang pernah ia cintai dengan segenap hatinya, terus membayangi pikirannya. Kata-kata terakhirnya sebelum meninggalkan Asha terngiang-ngiang, menembus lebih tajam daripada hujan yang menampar kaca jendela.

"Aku menikahimu hanya karena dorongan sesaat, bukan karena cinta. Aku bosan dengan semua ini, Asha. Kamu hanya menghalangiku. Kehadiranmu di hidupku seperti rantai yang menahan kebebasanku. Pergi dari hidupku, dan jangan kembali."

Suaranya yang dingin, seperti pisau, terus-menerus mengiris hatinya. Kata-kata itu bukan hanya menghancurkan hatinya, tetapi juga meluluhlantakkan rasa percaya diri yang telah ia bangun dengan susah payah. Asha menelan ludah, mencoba mengusir perasaan sakit itu, tapi semakin ia melawan, kenangan tentang Raka semakin menyeruak.

Ia mengingat bagaimana awalnya Raka datang ke dalam hidupnya, dengan senyum yang penuh pesona dan janji-janji manis yang seolah menggantungkan bintang di langit. Asha, yang saat itu hanyalah seorang guru taman kanak-kanak sederhana, merasa seperti gadis paling beruntung di dunia ketika seorang pria tampan sekaligus model terkenal seperti Raka jatuh cinta padanya.

"Raka, apa kamu yakin mau menikah dengan aku?" tanya Asha dengan ragu di malam ketika Raka melamarnya.

Raka tersenyum, menggenggam tangannya dengan lembut. "Asha, aku nggak pernah seteguh ini mencintai seseorang. Kamu adalah rumah yang aku cari selama ini."

Dan Asha percaya. Ia percaya pada setiap kata yang keluar dari mulut Raka, percaya pada tatapan hangatnya, percaya pada pelukannya yang membuatnya merasa aman. Tapi ternyata, semua itu hanyalah ilusi. Pernikahan mereka ternyata hanyalah perangkap, di mana Asha menjadi pion kecil dalam ambisi besar Raka.

Hari-hari setelah menikah adalah hari-hari penuh perjuangan bagi Asha. Raka, yang sibuk mengejar mimpinya sebagai model papan atas, jarang pulang. Jika pun ia pulang, mereka hanya berbicara sebentar sebelum Raka tenggelam dalam dunianya sendiri.

"Asha, tolong jangan ganggu aku, ya. Aku capek," katanya setiap kali Asha mencoba berbicara tentang harapan atau impiannya untuk masa depan mereka.

Asha diam, menelan kekecewaannya. Ia pikir, jika ia sabar dan terus mendukung Raka, semuanya akan berubah. Tapi ternyata ia salah. Kesenjangan di antara mereka semakin melebar, dan cinta yang dulu ia pikir nyata kini terasa seperti bayangan yang samar.

Puncaknya adalah malam itu, ketika Raka pulang dengan wajah dingin, membawa koper besar.

"Asha, aku ingin kita bercerai," katanya tanpa basa-basi.

Asha menatapnya tak percaya. "Apa maksudmu, Raka? Kenapa tiba-tiba?"

"Bukan tiba-tiba, Asha. Aku sudah memikirkannya sejak lama. Aku hanya... Aku nggak bisa lagi. Kamu bukan orang yang aku butuhkan. Kehadiranmu cuma jadi penghalang untuk karierku. Aku nggak mau hidupku terjebak dalam rutinitas rumah tangga ini."

Asha menggigit bibirnya, menahan air mata yang mulai mengalir. "Penghalang? Aku selalu mendukungmu, Raka. Aku selalu ada untukmu, bahkan saat kamu sibuk dan mengabaikanku. Kenapa kamu tega bilang aku penghalang?"

Raka mendengus, tatapannya penuh kejengkelan. "Karena itu kenyataannya. Aku nggak pernah mencintaimu, Asha. Aku menikahimu hanya karena dorongan sesaat. Dan sekarang aku sadar, aku nggak butuh kamu."

Kalimat itu seperti pukulan telak yang menghantam dada Asha. Napasnya tersengal-sengal, tapi ia menahan diri untuk tidak terjatuh di depan Raka. "Kalau memang itu yang kamu mau..." katanya akhirnya, suaranya bergetar. "Aku akan pergi."

Malam itu, Asha mengemasi barang-barangnya, meninggalkan rumah yang pernah ia huni bersama Raka. Ia tidak menoleh ke belakang, meskipun hatinya terasa seperti hancur berkeping-keping.

Kini, duduk di apartemennya yang kecil, Asha berusaha mengumpulkan kembali serpihan-serpihan hidupnya. Tapi luka itu masih terlalu baru, terlalu menyakitkan. Air matanya mengalir tanpa bisa ia tahan. Apa aku benar-benar tidak layak dicintai? tanyanya dalam hati.

Hujan di luar semakin deras, seolah turut menangisi kesedihannya. Asha memejamkan mata, membiarkan air mata itu mengalir tanpa henti. Ia tidak tahu bagaimana caranya bangkit, bagaimana caranya melanjutkan hidup. Tapi ia tahu satu hal: ia tidak bisa terus seperti ini.

Di saat itulah, tanpa ia sadari, hidupnya akan berubah. Dan perubahan itu akan datang dari seseorang yang sama sekali tidak ia duga.**Bab 1: Perpisahan yang Membekas**

Hujan deras mengguyur kota, membungkusnya dalam suasana sendu yang menggema hingga ke dalam hati Asha. Di dalam apartemen kecilnya yang baru saja disewa, Asha duduk memandangi kertas gugatan cerai yang tergeletak di atas meja. Tinta hitam di atas kertas putih itu terasa seperti luka yang baru saja ditorehkan di hatinya, menganga dan pedih.

*Tiga tahun... Hanya tiga tahun, dan segalanya hancur begitu saja.*

Bayangan wajah Raka, pria yang pernah ia cintai dengan segenap hatinya, terus membayangi pikirannya. Kata-kata terakhirnya sebelum meninggalkan Asha terngiang-ngiang, menembus lebih tajam daripada hujan yang menampar kaca jendela.

"Aku menikahimu hanya karena dorongan sesaat, bukan karena cinta. Aku bosan dengan semua ini, Asha. Kamu hanya menghalangiku. Kehadiranmu di hidupku seperti rantai yang menahan kebebasanku. Pergi dari hidupku, dan jangan kembali."

Suaranya yang dingin, seperti pisau, terus-menerus mengiris hatinya. Kata-kata itu bukan hanya menghancurkan hatinya, tetapi juga meluluhlantakkan rasa percaya diri yang telah ia bangun dengan susah payah. Asha menelan ludah, mencoba mengusir perasaan sakit itu, tapi semakin ia melawan, kenangan tentang Raka semakin menyeruak.

Ia mengingat bagaimana awalnya Raka datang ke dalam hidupnya, dengan senyum yang penuh pesona dan janji-janji manis yang seolah menggantungkan bintang di langit. Asha, yang saat itu hanyalah seorang guru taman kanak-kanak sederhana, merasa seperti gadis paling beruntung di dunia ketika seorang pria tampan sekaligus model terkenal seperti Raka jatuh cinta padanya.

"Raka, apa kamu yakin mau menikah dengan aku?" tanya Asha dengan ragu di malam ketika Raka melamarnya.

Raka tersenyum, menggenggam tangannya dengan lembut. "Asha, aku nggak pernah seteguh ini mencintai seseorang. Kamu adalah rumah yang aku cari selama ini."

Dan Asha percaya. Ia percaya pada setiap kata yang keluar dari mulut Raka, percaya pada tatapan hangatnya, percaya pada pelukannya yang membuatnya merasa aman. Tapi ternyata, semua itu hanyalah ilusi. Pernikahan mereka ternyata hanyalah perangkap, di mana Asha menjadi pion kecil dalam ambisi besar Raka.

Hari-hari setelah menikah adalah hari-hari penuh perjuangan bagi Asha. Raka, yang sibuk mengejar mimpinya sebagai model papan atas, jarang pulang. Jika pun ia pulang, mereka hanya berbicara sebentar sebelum Raka tenggelam dalam dunianya sendiri.

"Asha, tolong jangan ganggu aku, ya. Aku capek," katanya setiap kali Asha mencoba berbicara tentang harapan atau impiannya untuk masa depan mereka.

Asha diam, menelan kekecewaannya. Ia pikir, jika ia sabar dan terus mendukung Raka, semuanya akan berubah. Tapi ternyata ia salah. Kesenjangan di antara mereka semakin melebar, dan cinta yang dulu ia pikir nyata kini terasa seperti bayangan yang samar.

Puncaknya adalah malam itu, ketika Raka pulang dengan wajah dingin, membawa koper besar.

"Asha, aku ingin kita bercerai," katanya tanpa basa-basi.

Asha menatapnya tak percaya. "Apa maksudmu, Raka? Kenapa tiba-tiba?"

"Bukan tiba-tiba, Asha. Aku sudah memikirkannya sejak lama. Aku hanya... Aku nggak bisa lagi. Kamu bukan orang yang aku butuhkan. Kehadiranmu cuma jadi penghalang untuk karierku. Aku nggak mau hidupku terjebak dalam rutinitas rumah tangga ini."

Asha menggigit bibirnya, menahan air mata yang mulai mengalir. "Penghalang? Aku selalu mendukungmu, Raka. Aku selalu ada untukmu, bahkan saat kamu sibuk dan mengabaikanku. Kenapa kamu tega bilang aku penghalang?"

Raka mendengus, tatapannya penuh kejengkelan. "Karena itu kenyataannya. Aku nggak pernah mencintaimu, Asha. Aku menikahimu hanya karena dorongan sesaat. Dan sekarang aku sadar, aku nggak butuh kamu."

Kalimat itu seperti pukulan telak yang menghantam dada Asha. Napasnya tersengal-sengal, tapi ia menahan diri untuk tidak terjatuh di depan Raka. "Kalau memang itu yang kamu mau..." katanya akhirnya, suaranya bergetar. "Aku akan pergi."

Malam itu, Asha mengemasi barang-barangnya, meninggalkan rumah yang pernah ia huni bersama Raka. Ia tidak menoleh ke belakang, meskipun hatinya terasa seperti hancur berkeping-keping.

Kini, duduk di apartemennya yang kecil, Asha berusaha mengumpulkan kembali serpihan-serpihan hidupnya. Tapi luka itu masih terlalu baru, terlalu menyakitkan. Air matanya mengalir tanpa bisa ia tahan. *Apa aku benar-benar tidak layak dicintai?* tanyanya dalam hati.

Hujan di luar semakin deras, seolah turut menangisi kesedihannya. Asha memejamkan mata, membiarkan air mata itu mengalir tanpa henti. Ia tidak tahu bagaimana caranya bangkit, bagaimana caranya melanjutkan hidup. Tapi ia tahu satu hal: ia tidak bisa terus seperti ini.

Di saat itulah, tanpa ia sadari, hidupnya akan berubah. Dan perubahan itu akan datang dari seseorang yang sama sekali tidak ia duga.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anakku Menjadi Saksi Mata Perselingkuhan Suamiku
9.1
Kebahagiaan rumah tangga Nayla hancur tanpa sisa ketika rahasia gelap suaminya terbongkar. Lewat ucapan polos Cahaya, anak perempuan mereka, perselingkuhan sang suami dengan Rosa akhirnya terkuak. Cerita jujur sang buah hati mengenai peristiwa di balik pintu kamar yang terkunci menjadi awal cobaan berat bagi Nayla. Di tengah kepedihan mendalam, ia kini dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atau melepaskan. Mampukah Nayla melewati pengkhianatan menyakitkan ini?
Sampul Novel Bunga Gugur, Rindu Pun Usai
8.8
Setelah 999 kali gagal menggoda Nathan yang tampak dingin, kebenaran pahit akhirnya terungkap. Di sebuah hotel mewah, sang protagonis menyaksikan tunangannya itu berciuman mesra dengan teman masa kecilnya. Sadar cintanya bertepuk sebelah tangan, ia membatalkan pernikahan dan memutuskan untuk menikahi Darius dari Keluarga Russell. Meski sang ayah memperingatkan bahwa kecelakaan masa lalu membuat Darius lumpuh dan menjadikannya janda hidup, keputusan bulat telah diambil demi meninggalkan masa lalu.
Sampul Novel Gairah Liar Pria Introvert
9.0
Kisah modern ini menggabungkan romansa memikat dengan ketegangan misteri yang diselimuti unsur mistis. Diwarnai bumbu komedi segar, alurnya membawa pembaca ke dalam petualangan penuh emosi saat setiap rahasia mulai tersingkap. Sesuai judulnya, narasi intens ini menyoroti sisi lain seorang pria introvert yang menyimpan gairah luar biasa di balik sosoknya. Nikmati perpaduan unik ketegangan dan tawa yang tersaji secara mendalam.
Sampul Novel Meniti Ulang di Usia Senja
9.6
Sebuah album foto yang ditemukan saat membersihkan rumah di hari ulang tahun pernikahan mengungkap rahasia menyakitkan. Selama dua puluh tahun, dari usia 40 hingga 60 tahun, sang suami diam-diam mengambil foto pernikahan tahunan bersama cinta sejatinya, lengkap dengan tulisan "Cinta abadi selamanya". Menyadari dirinya tidak pernah dicintai, sang istri memutuskan untuk berhenti mengurus rumah tangga, anak, hingga cucu. Setengah hidupnya mungkin telah sia-sia, tetapi kini ia siap meniti ulang takdirnya sendiri.
Sampul Novel PELUKAN HANGAT PAPA MERTUA
8.6
Sepuluh tahun Luna terjebak pernikahan hampa bersama Eric yang terus berselingkuh. Demi lari dari jerat perjanjian keluarga, ia mabuk hingga berakhir di ranjang Brian, ayah mertuanya yang menduda. Tergoda pesona Luna, Brian pun hanyut dalam hubungan terlarang demi mengusir sepi meski didera rasa bersalah pada putranya. Begitu Eric menceraikan Luna demi selingkuhannya yang hamil, rahasia ini terbongkar, memicu keputusan mereka untuk bersatu.
Sampul Novel Pernikahan Yang Dikhianati
8.3
Harapan Aruna membahas pernikahan bulan depan hancur saat calon mertuanya membatalkan rencana itu demi wanita lain yang lebih setara. Di tengah kepedihan dan harga diri yang terkoyak, ia secara tak terduga menerima lamaran dari Reza, seorang duda kaya raya yang juga cinta pertamanya. Keputusan nekat Aruna ini justru membawanya masuk ke dalam pusaran intrik penuh drama, pengkhianatan mendalam, serta jalinan asmara yang jauh lebih rumit dari bayangannya.