APKDock Logo
Sampul Novel Bukan Menantu Idaman Mama

Bukan Menantu Idaman Mama

8.6 / 10.0
Demi mempertahankan cintanya pada Alya, seorang pemuda berani menentang dominasi sang ibu. Mirna, sang ibu, menuntut pernikahan bisnis guna menjaga kestabilan perusahaan mereka. Ia menolak keras Alya yang merupakan seorang yatim piatu miskin. Bagi Mirna, pernikahan hanyalah alat demi keuntungan finansial. Namun, putranya menolak tunduk pada kendali keluarga dan memilih berjuang demi wanita pilihannya.

Bukan Menantu Idaman Mama Bab 1

Bab 1 – Nama yang Sering Disebut

"Reza, kamu harus dengar aku!" suara Mama Mirna meninggi di ruang tamu yang sunyi. Wajahnya memerah, mata menyala nyala, penuh amarah dan kecewa.

Reza berdiri kaku, menatap dingin ke arah Mamanya. "Mama, aku sudah bilang, aku yang akan menentukan hidupku sendiri."

Mirna melangkah maju, menepuk meja dengan keras. "Menentukan hidup sendiri? Apa kamu lupa siapa yang membesarkan dan membiayai kamu? Siapa yang menjaga nama baik keluarga ini selama ini?"

"Aku tidak lupa, Mama."

Reza melepas jasnya, suaranya mulai gemetar. "Aku memilih Alya, bukan karena aku ingin melawan Mama, tapi karena aku mencintainya."

Mirna menertawakan dengan getir. "Alya? Gadis yatim piatu itu? Cucu seorang nenek tua yang tidak punya apa-apa? Apa Mama tidak cukup jelas selama ini? Pernikahan ini harus, untuk masa depan perusahaan, bukan sekadar cinta bodoh!"

Reza menatap lurus, penuh tekad. "Tapi aku sudah dewasa, Mama. Aku mau bahagia, bukan cuma memikirkan perusahaan."

Di sudut ruangan, Sarah berdiri membeku. Wajahnya penuh kecemasan, tapi diam tak berani angkat bicara.

Reza menoleh padanya sekejap, lalu kembali menatap mamanya. "Aku tahu. Tapi aku juga tahu kalau cinta antara aku dan Alya bukan sesuatu yang bisa Mama hapus begitu saja."

Mirna menyipitkan mata, napasnya memburu. "Kalau begitu, kamu yang memilih jalanmu sendiri. Tapi jangan salahkan aku, kalau semuanya hancur."

Reza melangkah keluar, menutup pintu dengan pelan tapi pasti. Di luar, udara malam dingin menyergap. Ia menghela napas panjang, mencoba menenangkan hati yang bergejolak.

Di balik jendela, bayangan Mirna menatap lurus ke arah Reza yang kini hilang dari pandangannya. Senyumnya kaku, penuh rencana yang belum selesai.

..

..

POV : (awal mula Alya, Reza, Sarah saling kenal)

Langit pagi itu mendung, tapi suasana Universitas Aruna tetap ramai. Mahasiswa hilir mudik dengan langkah cepat, sebagian membawa map tebal, sebagian lainnya sMamak dengan laptop atau kopi di tangan. Di salah satu aula, acara lomba debat Bahasa Mandarin sedang berlangsung, dan nama Alya kembali menggema sebagai peserta unggulan.

"Alya Wicaksana dari Fakultas Ilmu Sosial, silakan maju."

Tepuk tangan terdengar, sebagian tulus, sebagian setengah hati. Gadis itu melangkah mantap, wajahnya tenang meski di dalam dada degup jantungnya menggila. Debat hari ini adalah final, dan semua orang tahu siapa yang akan menang. Alya bukan hanya pintar bicara, tapi juga berpikir cepat, dan yang lebih penting ia menguasai bahasa Mandarin lebih fasih daripada sebagian dosen tamu.

Di deretan tamu kehormatan, duduk seorang pria paruh baya dengan jas mahal dan senyum tipis. Pak Burhan, pemilik yayasan Aruna, sekaligus ayah dari Sarah mahasiswi komunikasi yang dikenal cerdas, cantik, dan anak kesayangan kampus.

Namun hari itu, Pak Burhan tidak menoleh pada putrinya. Pandangannya hanya terpaku pada sosok Alya di atas panggung.

"Anak itu... terlalu bersinar," gumamnya pelan. "Terlalu menonjol."

Sarah melirik ayahnya. "Siapa?"

"Alya Wicaksana. Anak beasiswa. Dia bisa jadi lulusan terbaik kalau kamu tidak hati-hati."

Sarah terdiam. Ia bukan tipe yang cemburu atau takut disaingi, tapi jelas nada suara ayahnya bukan sekadar komentar akademis. Ada kecemasan di sana, campuran antara persaingan, kontrol, dan ego.

"Dekati dia," kata Pak Burhan tajam. "Jangan sampai saat wisuda nanti, semua mata melihat dia... bukan kamu."

..

..

Alya sedang membereskan map debatnya ketika suara lembut memanggilnya dari belakang.

"Hebat banget kamu tadi."

Alya menoleh. Seorang gadis dengan rambut kecoklatan dan senyum anggun berdiri di hadapannya. Ia mengenakan blouse branded, riasan tipis, dan aura 'anak sultan' yang terlalu mencolok bagi Alya.

"Kamu Sarah, kan?" tanya Alya canggung.

Sarah mengangguk. "Dan kamu Alya yang namanya disebut-sebut semua dosen. Papa juga sering cerita soal kamu."

Alya mengerutkan dahi. "Pak Burhan?"

"Yup. Dia suka perhatiin mahasiswa berprestasi. Dan kamu..." Sarah menatapnya dari ujung kepala sampai kaki, "nggak kelihatan seperti ancaman, tapi kamu bahaya juga, ya."

Ucapan itu terdengar seperti candaan, tapi ada nada terselubung di dalamnya yang membuat Alya tak sepenuhnya nyaman.

Sejak hari itu, Sarah mulai 'mendekati' Alya. Ia mengajaknya makan siang, duduk bareng di perpustakaan, bahkan menawarkan Alya tumpangan pulang meski mereka tinggal di arah berlawanan. Alya awalnya bingung kenapa tiba-tiba anak paling populer di kampus bersikap seakrab itu?

Tapi Sarah pandai memainkan perannya. Ia tahu kapan bicara, kapan mendengarkan, kapan tertawa, dan kapan berpura-pura kagum.

Yang tidak ia duga Alya ternyata bukan hanya pintar, tapi juga tulus.

"Jadi kamu tinggal sama nenek?" tanya Sarah suatu malam saat mereka duduk di taman kampus.

Alya mengangguk. "Nenek satu-satunya keluarga yang aku punya. Ayah meninggal waktu aku SD, Bundaku menyusul dua tahun lalu."

Ada keheningan sejenak.

"Maaf," kata Sarah. "Aku nggak tahu."

"Gak apa-apa," Alya tersenyum. "Aku sudah terbiasa. Hidup nggak selalu adil, tapi aku selalu percaya, kerja keras gak akan sia-sia."

Sarah mengangguk pelan. Semakin lama ia bersama Alya, semakin sulit ia membedakan mana yang murni misi dari ayahnya, dan mana yang lahir dari ketertarikan pribadi.

..

..

Reza Gabriel

Ia adalah putra tunggal dari konglomerat pemilik grup properti raksasa yang punya hubungan bisnis dekat dengan keluarga Burhan. Reza kuliah di fakultas bisnis, dan hampir tak pernah terlihat di kegiatan sosial kampus. Tapi ia muncul di acara diskusi lintas jurusan dan duduk tepat di depan Alya.

Setelah diskusi selesai, Reza menghampiri Alya. "Tadi kamu yang nanya soal strategi merger budaya di China, ya?"

Alya mengangguk. "Kebetulan topik skripsiku dekat dengan itu."

"Menarik." Reza tersenyum tipis. "Boleh ngobrol lain waktu? Aku suka cara kamu mikir."

Sarah yang melihat dari kejauhan, membeku. Ia mengenal tatapan Reza. Tatapan itu... bukan tatapan biasa.

Dan benar saja. Dalam beberapa minggu, Reza semakin sering terlihat bersama Alya. Di taman, di kafe kampus, bahkan sesekali mengantar Alya pulang. Sarah tak berkata apa-apa ia bukan tipikal perempuan posesif. Lagi pula, ia tahu perjodohan antara dirinya dan Reza lebih seperti kontrak bisnis daripada kisah cinta.

Namun ia juga tahu satu hal: Mama Reza, Bu Arini, tidak akan pernah menyetujui seorang Alya.

..

..

Sore itu, saat Reza dan Alya terlihat bersama di parkiran, Sarah hanya tersenyum tipis. Ia menghampiri Alya malam harinya.

"Kamu tahu, kan, siapa Reza sebenarnya?"

Alya terdiam. "Aku tahu. Tapi... aku gak pernah minta dia dekat sama aku."

"Dan aku gak pernah menghalangi." Sarah menatapnya lurus. "Tapi kamu harus siap kalau nanti dunia gak sebaik kamu kira."

Alya menarik napas panjang. "Aku gak takut sama dunia, Sarah. Aku cuma takut suatu hari aku lupa jadi diri sendiri, demi masuk ke dunia yang bahkan tidak pernah menginginkanku."

Sarah tak bisa menjawab.

Di dadanya, perasaan aneh mulai tumbuh-antara kagum, iri, dan... khawatir.

Karena untuk pertama kalinya, ia merasa... mungkin Reza memang mencintai Alya. Bukan karena rencana, bukan karena warisan, tapi karena sesuatu yang bahkan tidak bisa ia tawarkan: ketulusan.

Dan itu jauh lebih berbahaya dari sekadar kecerdasan akademik.

Salam penulis,

darkcom

Lanjut Membaca

Daftar Isi Bukan Menantu Idaman Mama

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bound by Destiny
8.5
Elice Danurdara terpuruk dalam kehancuran setelah dicampakkan dan dipermalukan dengan sangat kejam. Di tengah keputusasaan yang hampir membuatnya menyerah, takdir mempertemukannya dengan sosok asing bernama Garettinus Hardiyata. Lewat kehadiran, tutur kata lembut, serta sentuhannya, Garettinus membuktikan bahwa Elice adalah wanita yang sangat berharga. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Elice untuk bangkit dari keterpurukan hidupnya.
Sampul Novel Jika Cinta Jangan Bercerai
9.0
Demi wasiat sang ayah, Keyra, mualaf muda berusia 20 tahun, bersedia menikahi Afnan Noor Malik. Kelembutan hati sang pemilik pesantren perlahan meluluhkan keraguan Keyra hingga ia jatuh cinta. Namun, pernikahan mereka diguncang kehadiran Samuel, sang mantan kekasih yang ingin merusak segalanya. Cobaan kian hebat ketika Afnan harus berpoligami dengan Lathisa. Kini, Keyra harus kuat bertahan demi cintanya di tengah bayang masa lalu dan ujian takdir baru.
Sampul Novel Not a Stuntman!
8.1
Alin Arshavina terpaksa menggantikan Friska, kakak tirinya yang kecelakaan di hari pernikahan, untuk menikahi pria kasar bernama Evano Xander. Sebagai asisten pribadi CEO yang sinis, Evano curiga bahwa semua wanita hanya mengincar hartanya. Konflik memuncak saat Friska pulih dan menuntut posisinya kembali sebagai istri. Di tengah sikap buruk Evano dan gangguan Friska, Alin dilema antara mempertahankan komitmen suci seumur hidup atau menyerah.
Sampul Novel Pesona Menantu Eksklusif
9.5
Kisah romansa dewasa khusus pembaca usia 21 tahun ke atas ini mengupas momen intens di malam pertama sepasang kekasih. Fokus utama cerita tertuju pada pengalaman mendalam sang mempelai wanita yang memiliki gairah seksual sangat tinggi. Suasana malam pengantin yang penuh gejolak emosi serta sensasi fisik tersebut digambarkan secara gamblang melalui jeritan ekspresif yang memenuhi seluruh penjuru ruangan.
Sampul Novel Saat Aku Bukan Lagi Pilihanmu
8.8
Setelah sepuluh tahun menderita dalam pernikahan dingin bersama Bram akibat jebakan obat bius saudara tirinya, sang protagonis mendapat kesempatan kedua setelah sebuah tragedi banjir merenggut nyawanya. Terbangun kembali di masa lalu, tepat di hari ia dikurung bersama Bram yang sedang menderita, ia kini bertekad untuk tidak lagi menjadi obat penawar bagi pria tersebut demi mengubah takdir tragis mereka di masa depan.
Sampul Novel Usir Mantan Suami, Dia Dapat 6 Adik!
8.1
Setelah sepuluh tahun menderita dalam pernikahan dingin dengan Simon, sang dokter keluarga dan anak kembarnya tewas dibakar hidup-hidup oleh suaminya sendiri. Simon menuduhnya sengaja menjebaknya demi mengincar kekuasaan. Namun, sebuah keajaiban membawanya kembali ke masa lalu, tepat di hari Simon tidak sengaja meminum afrodisiak. Sadar akan akhir tragis yang menantinya, kali ini ia memilih membiarkan wanita idaman Simon yang menyelamatkannya, sementara ia melangkah pergi untuk mengubah takdir.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan