APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dibuang, Bangkit, Menang!

Dibuang, Bangkit, Menang!

Tiga tahun mengabdi sebagai istri, Cindy justru diceraikan demi perempuan lain dan menjadi bahan cemoohan sekota. Namun, ia bangkit membuktikan bakat terpendamnya hingga mencapai kesuksesan luar biasa. Saat sang mantan menyesal dan memohon untuk rujuk, Cindy menolaknya dengan dingin. Di saat bersamaan, suami barunya yang tampan datang melindungi Cindy dan memperingatkan sang mantan agar tidak berani mengusik kehidupan mereka lagi.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Kak Bagas!"

"Kakak Bagas!"

Kumala dan Yuvia memanggil, suara mereka saling tumpang tindih saat mereka bergegas menghentikan Bagas.

Sebelum Bagas dapat bergerak lebih jauh, mereka melangkah di depannya, menghalangi jalannya.

"Tolong katakan padaku kamu tidak akan pergi mencari wanita murahan itu," ucap Kumala, ketidakpercayaan menebal dalam suaranya.

Sekilas kemarahan melintas di wajah Bagas. "Jaga mulutmu, Kumala. Sikap seperti itu bukan hanya kasar—tapi juga memalukan. Kamu membawa nama keluarga kita. Cobalah untuk tidak merusak reputasi keluarga."

Yuvia dengan lembut meletakkan tangannya di bahu Kumala, suaranya manis dan terukur. "Kak Bagas, tolong jangan terlalu galak pada Kumala. Dia masih muda dan belum mengerti apa-apa. Jika kamu masih menyukai Kak Cindy, katakan saja padaku. Aku tidak akan mengganggumu. Aku akan pergi sekarang juga."

Mata Yuvia memerah karena air mata saat dia hendak berbalik, wajahnya penuh dengan rasa sakit.

Melihatnya seperti ini membuat hati Bagas teriris. "Yuvia, jangan—jangan pergi," ucapnya dengan cepat, melangkah maju mengejarnya dan menggenggam tangannya. "Ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi antara Cindy dan aku, jangan salah paham."

"Kalau begitu, bicaralah dengan jujur padaku. Apakah di dalam hatimu masih ada Kak Cindy? Karena … kalau ada, aku tidak masalah. Aku bisa menerimanya." Suara Yuvia kecil dan bergetar saat dia menatap matanya.

Bagas tidak dapat mengabaikan raut wajahnya yang tampak sedih dan buru-buru berkata, "Kamu terlalu banyak berpikir. Apa pun yang dilakukan Cindy sekarang tidak ada hubungannya denganku lagi."

Yuvia meraih tangannya, suaranya lembut tetapi tegas saat dia berkata, "Kak Bagas, mungkin Kak Cindy punya alasan untuk berpakaian seperti itu. Mungkin dia sedang berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri. Bagaimana kalau kita membantunya?"

Bagas terkesan dengan kebaikan hati Yuvia. "Kamu terlalu baik hati, Yuvia. Tapi kamu tidak perlu khawatir tentang Cindy. Dia tidak sedang berjuang seperti yang kamu pikirkan. Kompensasi yang kuberikan sudah cukup baginya untuk hidup nyaman seumur hidupnya, dan jika dia memilih menjadi penggali emas dan mengabaikan harga dirinya, itu kesalahannya."

Yuvia tampak masih ingin berkata lebih banyak lagi, tetapi tiba-tiba kehilangan pijakannya, tubuhnya condong ke belakang dan keseimbangannya goyah.

Bagas bergerak dengan cepat, menangkapnya sebelum dia jatuh ke lantai. "Yuvia!" Suaranya bergetar karena panik.

"Aku ... aku baik-baik saja. Di sini terlalu berisik. Aku merasa sedikit pusing. Ayo kembali ke ruang pribadi." Suara Yuvia terdengar samar saat dia bersandar dalam pelukannya.

Sambil memeluknya dengan mantap, Bagas mengerutkan kening. "Kamu seharusnya tinggal di rumah sakit dan beristirahat beberapa hari lagi. Tapi kamu bersikeras untuk pergi."

Sambil menoleh ke arah Kumala, dia memberi instruksi, "Kumala, antar dia kembali ke ruang pribadi. Aku akan pergi ke kamar kecil dan akan kembali sebentar lagi."

Kecurigaan menari-nari di mata Kumala seperti korek api di kertas kering. "Kamu tidak berencana untuk menyelinap pergi dan bertemu Cindy, kan?"

Sebelum Bagas sempat menjawab, Yuvia dengan lembut meletakkan tangannya di lengan Kumala. "Tidak apa-apa. Jika Kak Bagas ingin bicara dengan Kak Cindy, biarkan saja. Dia bukan sekadar orang asing—dia pernah menjadi bagian dari hidupnya. Berpura-pura dia tidak ada tidak akan membuatnya menghilang. Dan jika pakaiannya yang tidak pantas malam ini menimbulkan gosip, bukan hanya Kak Bagas yang akan kena dampaknya—tapi juga bisa mencoreng nama Keluarga Dewangga."

"Kamu selalu begitu perhatian, Kak Yuvia, bahkan pada saat seperti ini—" Kumala berhenti tepat ketika dia menangkap tatapan dingin Bagas. Dia terdiam, menelan kata-kata selanjutnya.

Sedetik kemudian, nada bicara Kumala berubah. "Kak Bagas, kamu tahu, tubuh Kak Yuvia masih belum pulih sepenuhnya. Jika terjadi sesuatu saat kamu di sini membuang-buang waktu, itu kesalahanmu!"

Sambil menghela napas jengkel, Kumala menggenggam tangan Yuvia. "Ayo, Kak Yuvia. Kita akan pergi."

...

Di lantai bawah, Cindy keluar dari kamar kecil. Dia mengibaskan rambutnya, gerakan kecil yang membuat banyak kepala di bar menoleh ke arahnya. Para pria mengamatinya secara terbuka, mata mereka menelusuri lekuk tubuhnya dengan rasa lapar yang bahkan tidak berusaha disembunyikan.

Dari jarak yang cukup dekat, Bagas berdiri dengan kaku. Rahangnya menegang saat dia menyaksikan kejadian itu berlangsung, tatapan orang-orang itu menyulut sesuatu yang getir dalam dirinya. Mereka tidak hanya melihat—mereka menatapnya dengan penuh hasrat dan ingin memiliki Cindy untuk diri mereka sendiri.

"Cindy Juanda!" teriak Bagas dengan tidak senang, suaranya rendah tetapi tegang karena jengkel.

Kepala Cindy menoleh perlahan, tatapannya bertemu dengan tatapan pria itu, sikapnya dingin dan cuek. Dia menatapnya dari atas ke bawah sambil mencibir, mengangkat alisnya dan bertanya sembari tersenyum, "Apa yang kamu inginkan?"

Nada bicaranya santai. Menjaga jarak. Seolah-olah dia tidak punya sedikit pun perasaan yang tersisa pada pria itu.

Hal ini membuat Bagas sangat tidak senang. Itu mengguncang sesuatu dalam dirinya, membuatnya merasa jengkel tanpa sebab.

Tanpa berpikir panjang, Bagas maju dan mencengkeram pergelangan tangannya. "Kamu ikut denganku!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BABY CEO 21+
8.6
Dalam momen yang intim, Vanya terhanyut oleh ciuman intens Ares yang membuatnya sesak napas. Sentuhan lembut serta kecupan membara dari Ares di area sensitif terus membakar gairah Vanya hingga ia mengerang gelisah. Di tengah gejolak hasrat yang menyiksa itu, Vanya berulang kali memanggil nama Ares seolah mendambakan lebih. Namun, Ares dengan tenang memintanya untuk menikmati prosesnya dan tidak terburu-buru, membiarkan ketegangan romansa dewasa mereka kian memuncak.
Sampul Novel Cinta dan Gairah 21+
8.1
Antologi romansa dewasa ini menyajikan kumpulan kisah penuh gairah dengan latar belakang tokoh yang beragam. Pembaca akan diajak menyelami dinamika emosional yang mendalam dari berbagai profesi, mulai dari kehidupan ibu rumah tangga, mahasiswa, kuli bangunan, hingga pesona para suami, manajer, dan CEO. Setiap cerita dirancang secara unik untuk memenuhi fantasi Anda melalui narasi yang memikat. Nikmati jalinan alur yang intens dan penuh warna di dalam buku ini.
Sampul Novel Cinta Satu Malam
7.9
Keinginan Miranda menikmati hiburan berujung kekacauan setelah ia melewati malam intim dengan Athes Russel. Masalah semakin rumit saat ia tahu bahwa pria tersebut adalah mitra bisnis ayahnya. Walau Miranda berupaya keras menghindar dan menampiknya, Athes yang terobsesi pada momen itu justru gencar mengejarnya. Miranda pun kini terjebak di tengah ancaman skandal besar serta jeratan pria yang semestinya ia jauhi sejak awal.
Sampul Novel Hari Aku Keguguran, Suami Pamer Anak Haram
8.5
Saat mengalami pendarahan hebat akibat keguguran, sang istri justru mendapati suaminya, Fandi, memamerkan kelahiran anak dari selingkuhannya, Yessy. Fandi menolak datang ke rumah sakit dan meminta istrinya tidak bersaing dengan bayi yang baru lahir. Di tengah kepedihan mendalam, ia memutuskan untuk bangkit. Ia segera menghubungi Lukas, musuh bebuyutan suaminya, menawarkan pernikahan bermahar seluruh Grup Largi demi satu misi: menghancurkan Fandi sepenuhnya.
Sampul Novel MEMBALAS HINAAN BAPAK
9.6
Sumi kerap direndahkan ayahnya sendiri karena belum mendapat pekerjaan meski berpendidikan tinggi. Di tengah rasa sakit akibat dibanding-bandingkan dengan sang adik yang mapan, nasibnya berubah setelah bertemu pengusaha otomotif sukses, Hiraka Yamada. Namun, di saat puncak keberhasilan mulai diraih, Sumi harus kehilangan Zaki. Sahabatnya itu pergi membawa cinta yang tak pernah terungkap. Kini, ia bimbang apakah kesuksesan ini bermakna saat hatinya terasa hampa tanpa Zaki.
Sampul Novel Menjadi Istri Dadakan Presdir Tampan
8.6
Embun terjebak dalam dilema besar ketika harus segera angkat kaki dari rumah kakak iparnya. Syaratnya berat: ia wajib menikah agar sang kakak tidak cemas, padahal ia sendiri tidak punya pasangan. Di tengah keputusasaan, seorang kakek yang merupakan pelanggan setia kafenya datang membawa solusi tak terduga. Sang kakek meminta Embun untuk menikahi putra bungsunya, Kaisar Rahardja, seorang presdir kaya. Meski pernikahan impian ini akhirnya terwujud, Embun dilingkupi tanda tanya besar mengenai alasan sebenarnya di balik kesediaan Kaisar menikahinya begitu saja.