APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DIA

DIA

Masyarakat diguncang kepanikan hebat saat sebuah jasad bangkit kembali secara misterius. Fenomena mengerikan di luar nalar ini tidak hanya menyebarkan ketakutan nyata bagi siapa pun yang melihatnya, tetapi juga mulai menyingkap tabir rahasia kelam yang sekian lama tersimpan rapat. Di balik peristiwa mayat hidup yang menggemparkan tersebut, ada sebuah kebenaran terlarang yang siap membongkar segalanya dalam atmosfer misteri yang sangat menegangkan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Tidak ingatkah kamu bahwa kita pernah bertemu.

Oh, ya, kita pernah bertemu.

Aku melihatmu dan kamu juga melihatku, kan?

Waktu itu kamu masih kecil dan rambut panjangmu yang dikepang benar-benar membuatku mabuk kepayang, lesung pipimu membuatku ingin memilikimu.

Di balik kaca itu aku melihatmu tersenyum dan tertawa bahagia.

Saat itu aku ingin memelukmu, tetapi tentu saja belum boleh, kan, ya?

Ah, dengan berjalannya waktu akhirnya aku bisa mengenalimu dan kamu pun menyukaiku.

Aku bisa bertemu denganmu sesering yang kuinginkan, iya, kan?

Kamu tahu aku menyukaimu senyummu, kan?

Ah, tapi kamu sering tidak menganggapku ada.

Kamu selalu meremehkanku.

Tetapi semua itu tidak membuatku patah semangat dan putus asa.

Aku selalu mencintaimu.

Aku selalu menyayangiku.

Aku akan selalu merindukanmu.

Aku akan selalu mencarimu.

Walau apapun yang terjadi, aku akan terus berusaha membuatmu menjadi milikku!

****

"Dua hari lagi kita ke Karang Wuni, ya?"

Semua terdiam dan memandang Bekti tak percaya.

"Karang Wuni? Untuk apa, Mas?" tanya Rara. Semua mengangguk dan menggumamkan persetujuan dengan pertanyaan Rara.

"Kita akan meliput suatu berita yang tersiar beberapa waktu ini, tentang orang mati yang hidup lagi. Sudah pada dengar, kan, ya?" tanya Bekti kepada timnya.

Semua berpandangan dan beberapa ada yang bergidik.

"Apa tentang seorang lelaki yang dikabarkan meninggal di rumahnya, kemudian ketika hendak disalatkan dia bangun, ya, Mas?" tanya Naura.

"Nah, iya! Itu dia! Itu berita yang akan kita liput di Karang Wuni!" seru Bekti.

Mereka berpandangan lagi, nampak risau. Sepertinya berita yang akan mereka liput agak menyeramkan.

"Berapa orang, Mas, yang akan pergi ke Karang Wuni?" tanya Naura lagi.

Bekti tersenyum dan memandang ke arah Naura dan timnya.

"Kita semua akan ke sana. Karena kalau tidak salah situs-situs berita yang lain juga sudah ke sana dan meliput berita itu. Kita harus segera ke sana, kan?" Bekti tersenyum kepada tim peliput berita sebuah situs kisah mistis online yang dipimpinnya. Lima orang perempuan dan dua orang laki-laki, termasuk dirinya, dan situs kisah mistis mereka adalah situs yang eksklusif, yang benar-benar memberikan berita mistis terkini dan berita yang nyata, bukan hanya gosip atau mitos saja. Sehingga tak heran, mereka sering berkelana hingga ke pelosok-pelosok negeri demi untuk mendapatkan berita atau kisah mistis yang bisa menghibur dan juga menginspirasi pembacanya.

Palupi mendesah.

Sebulan lagi dia akan menikah, dan tugas meliput kisah ini membuatnya khawatir dia nanti akan menemukan hal aneh di jalan atau di Karang Wuni. Palupi sudah tidak menyukai tugas ini sejak awal.

Ayuni mencebik. Dia seharusnya tidak berada di sini, tetapi di tepi pantai dengan Mahendra, kekasihnya. Mungkin lebih tepatnya kekasih gelapnya, karena mereka sama-sama sudah punya pasangan. Ketika mendengar dia harus pergi ke Karang Wuni, maka tebersit keinginannya untuk segera keluar dari pekerjaannya ini, dan menjadi istri simpanan Mahendra.

Naura dan Naira berpandangan. Mereka sudah mencari tahu tentang Desa Arang Temu, tempat kejadian hidupnya kembali orang yang sudah mati itu. Desa itu jauh sekali di pelosok Karang Wuni dan mereka harus melewati hutan pinus yang terkenal angker yang bernama hutan Lor Kalong. Mereka pernah melewati jalan raya kecil dan gelap di tengah hutan itu dan mereka tidak menyukainya.

Ranti dan Cahyo mencoba mencari tahu tentang berita mistis dan horror yang akan mereka liput itu. Mereka segera menemukan berita di di mesin pencarian internet. Mereka cukup terkejut ketika mengetahui bahwa lelaki yang sudah meninggal itu adalah seorang guru yang masih muda dan baru saja diangkat menjadi pegawai pemerintah dan ditempatkan di Arang Temu. Ah, kasihan sekali!

Bekti melihat semua ekspresi teman satu timnya. Dia merasa puas, karena ekspresi itu semua sudah pas pada tempatnya masing-masing.

****

Mobil mereka memasuki kawan hutan pinus Lor Kalong. Jalan aspal itu cukup gelap karena pohon pinus di sepanjang jalan cukup lebat dan rimbun, sehingga menutupi cahaya matahari. Naura melihat ke arah luar jendela. Pohon pinus melambai-lambai tertiup angin yang cukup kencang dan Naura melihat wanita itu berdiri di antara pohon pinus. Aneh sekali. Naura hanya sekilas melihat wanita itu, tetapi Naura seakan bisa melihat ekspresi galak wanita itu dan entah kenapa Naura merasa bahwa wanita itu seakan melarangnya ke Desa Arang Temu.

Di pertengahan hutan, gerimis turun, membuat udara yang semula panas menjadi dingin dan mencekam. Palupi bergidik. Kenapa tiba-tiba suasana berubah jadi mencekam seperti ini?

Bekti tersenyum ketika melihat satu persatu butiran gerimis itu turun ke bumi. Dia memandang ke salah satu anggota timnya. Yang dipandang tersenyum dan memejamkan matanya. Sepertinya dia kelelahan. Senyum Bekti makin lebar, mereka akan semakin dekat.

****

Ranti terbangun ketika mobil mereka berhenti mendadak dengan bunyi rem mendecit yang sangat keras. Dia sangat terkejut ketika mengetahui di luar hujan sudah turun sangat deras.

"Astaghfirullah! Apa yang terjadi?" tanya Ranti.

Wajah Cahyo, yang mengemudi mobil mereka, nampak pucat, dia duduk terpaku sambil menunjuk ke depan.

"Aku menabrak seseorang! Atau sesuatu!" seru Cahyo dengan panik. Mereka semua berpandangan bingung.

"Istighfar dulu, Yo! Kita cek setelah ini," bisik Bekti. Cahyo mengangguk, dia beristighfar lirih.

Bekti dan Cahyo keluar dari mobil, sementara teman perempuan mereka semua ada di dalam mobil. Hujan yang sangat deras, membuat baju mereka basah seketika. Cahyo menyesal kenapa dia membawa payung tadi.

Mereka memeriksa bagian depan mobil. Tidak ada siapa-siapa di depan mobil itu. Mereka berpandangan.

"Kamu yakin kamu menabrak seseorang tadi?" teriak Bekti keras, mencoba mengatasi suara hujan angin di sekeliling mereka.

Cahyo mengangguk.

"Iya, Mas Bekti! Wanita tua yang memakai kebaya warna hijau tua. Dia menyeberang begitu saja. Tentu saja saya kaget dan langsung menabrak wanita itu. Bahkan sampai terlindas sepertinya!" teriak Cahyo mengatasi suara hujan yang begitu deras.

Mereka berpandangan lagi. Angin bertiup sangat kencang, dan tiba-tiba saja ada kelebat bayangan hitam yang melintas sambil mengangkat tubuh Cahyo dari belakang dan menghilang dengan cepat di tengah hujan deras.

Bekti tersenyum puas. Sekarang saatnya beraksi.

Bekti pura-pura berteriak histeris dan menggedor pintu mobil, meminta kelima rekan kerjanya untuk keluar. Dan aktingnya itu berhasil membuat mereka berlima ketakutan dan panik.

Palupi membuka kaca mobil dan seketika jilbab dan bajunya basah terkena tempias air hujan yang begitu lebat.

"Ada apa, Mas?" teriak Palupi, mencoba meningkahi suara angin yang bertiup begitu kencang.

"Cahyo hilang! Cahyo hilang!"

****

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kuyang Kalimantan
9.1
Legenda kuno penghisap darah menyebarkan teror mistis di tanah Kalimantan. Makhluk gaib ini mengincar ibu hamil dan perempuan yang sedang melahirkan. Menghadapi ancaman mengerikan tersebut, hukum adat menjadi benteng pertahanan terakhir yang mutlak. Seluruh masyarakat, termasuk warga suku asli, dilarang keras melanggar pantangan suci turun-temurun. Kelalaian kecil dalam mematuhi aturan adat ini dipastikan akan mendatangkan malapetaka yang sangat fatal bagi mereka.
Sampul Novel Living With The Devil
8.4
Sejak kecil, Alicia Lucero telah dijual oleh pamannya yang tamak kepada seorang pria bermata merah bernama Lucius Denovan. Setelah sekian lama diasingkan, Lucius kembali untuk mengambil Alicia yang kini telah dewasa. Kehidupan Alicia seketika berubah menjadi neraka penuh siksaan, karena Lucius sangat senang melihatnya menderita sebagai mainan. Namun, di balik segala kekejaman yang harus ia lalui, Alicia memilih bertahan demi menjaga sebuah rahasia besar yang tidak diketahui Lucius.
Sampul Novel Rahasia di Bawah Selimut
9.5
Hanya dalam satu malam bersama pengasuh baru, perilaku anakku berubah drastis dan dia mulai menjauhiku. Demi keselamatan, aku segera memecat wanita itu dengan harapan situasi rumah akan kembali normal. Namun, dugaanku keliru. Saat mencoba mengambil sesuatu di kolong tempat tidur, kakiku tidak sengaja menginjak suatu benda. Di sanalah, di kegelapan bawah ranjang, aku justru melihat sepasang mata merah milik mantan pengasuh itu bersama wajah pucatnya yang mengerikan sedang menatapku lekat.
Sampul Novel Rahasia Kelam Suamiku
8.8
Mimpi burukku dimulai di sebuah vila Puncak. Di sana, aku mendapati adik Baskara yang dikira telah tiada rupanya masih hidup. Suami dan orang tuaku bahkan merawat anak hasil hubungan gelap mereka. Lima tahun lamanya aku diperalat demi menutupi skandal keji ini. Kini, Baskara berniat menjebloskanku ke rumah sakit jiwa. Usai membakar vila itu untuk kabur, aku terpaksa bersekutu dengan rival terbesar suamiku demi membalas pengkhianatan mereka.
Sampul Novel Salah Mencintai
9.3
Salah Mencintai mengisahkan keputusasaan seorang istri yang terjebak di dalam gua gelap di bawah ancaman kawanan serigala. Ketika api unggun meredup, ia mencoba menghubungi Haris, suaminya yang menjabat sebagai ketua tim penyelamat. Alih-alih menolong, Haris justru mengabaikannya demi mengantar cinta pertamanya ke rumah sakit. Di tengah penolakan dingin sang suami dan serangan fatal kawanan serigala yang kelaparan, wanita hamil ini harus menghadapi akhir tragis bersama janin di kandungannya.
Sampul Novel The Syndrome: Diperkosa Setan
9.0
Kehidupan malam yang glamor membuat Sintia lengah akan ancaman yang mengintai dirinya. Seorang iblis kejam mengincarnya, lalu menculik gadis itu ke tengah hutan belantara yang jauh dari peradaban. Di tempat terasing tersebut, ia dipaksa menghadapi siksaan keji serta pemerkosaan yang menghancurkan harga dirinya. Siapakah sebenarnya sosok iblis tersebut? Dapatkah Sintia bertahan hidup dan melarikan diri dari sekapan di dalam hutan yang penuh teror itu?