APKDock Logo
Sampul Novel Dia yang Dibawa Pulang, Aku yang Dilupakan

Dia yang Dibawa Pulang, Aku yang Dilupakan

8.0 / 10.0
Sejak Siti Kusuma hadir pada hari ulang tahunnya yang ke-16, kehidupan sang protagonis berubah drastis. Jason tega mencelakainya, sementara Anto mengusirnya dari rumah. Mengira kepergiannya hanya pemberontakan biasa, saudaranya justru membawa Siti ke Franzia. Mereka tidak tahu bahwa ia telah menandatangani kontrak permanen sebagai ahli kimia termuda di perusahaan rival terbesar mereka. Ketika mereka akhirnya menyadari kepergiannya yang selamanya, penyesalan mendalam pun terlambat datang.

Dia yang Dibawa Pulang, Aku yang Dilupakan Bab 1

Pada hari ulang tahunku yang ke-16, tiga saudara laki-lakiku pulang bersama seorang gadis bernama Siti Kusuma. Mereka mengatakan aku harus memperlakukannya seperti keluarga sendiri.

Aku kira tidak banyak yang akan berubah.

Tapi beberapa tahun kemudian, semuanya benar-benar berubah.

Jason Kurniawan, adik bungsuku, mendorongku jatuh dari tangga karena dia. Anto Kurniawan, kakak tertuaku yang pernah berjanji akan melindungiku selamanya, kini mengusir aku dari rumah.

Jadi aku pergi diam-diam. Dan mereka mengira aku hanya sedang memberontak. Mereka bahkan membawa Siti ke Franzia tanpa mencariku.

Yang tidak mereka tahu adalah aku telah menandatangani kontrak dengan perusahaan musuh terbesar keluarga kami, sebagai ahli kimia termuda mereka.

Tercatat jelas dalam kontrak bahwa aku tidak akan bisa kembali ke rumah lagi.

Malam ketika mereka menyadari aku benar-benar telah pergi untuk selamanya, barulah mereka menyesali semuanya.

Sudut Pandang Kellen.

Aku bisa merasakan kebencian ketiga saudara laki-lakiku padaku. Jadi, aku memutuskan untuk pergi ke suatu tempat yang tidak akan pernah mereka temukan.

“Sudah yakin, Nona Kellen? Setelah menandatangani kontrak ini, hidup Anda sepenuhnya berikat dengan Grup Wijaya. Tidak ada jalan mundur.”

“Aku tahu,” jawabku tenang dan yakin.

Pria itu diam sejenak lalu senyuman tipis muncul di wajahnya, “Selamat bergabung, Nona Kellen. Grup Wijaya menantimu.”

Begitu telepon terputus, aku langsung memesan tiket kapal feri ke Mankalis. Hari keberangkatan tepat seminggu dari sekarang.

Tujuh hari cukup untuk membereskan rumah, menyelesaikan semua urusan, dan memutus seluruh hubungan dengan para saudaraku selamanya.

Aku ragu sejenak, lalu menelepon Anto Kurniawan. Namun, tidak dijawab. Padahal aku juga tidak berharap dia akan menjawab.

Berikutnya Rio Kurniawan, yang paling dingin di antara kami bertiga, tapi setidaknya dia berpura-pura seperti tidak membenci aku.

Setelah lima dering yang panjang, akhirnya dia mengangkat. “Ada apa?”

“Besok malam natal,” kataku. “Kalau kamu tidak sibuk, mungkin hari ini kita bisa berkumpul.”

Aku tahu mereka sedang sibuk. Mereka pasti akan bawa Siti ke vila liburan mewah, seperti setiap tahun sejak dia datang pada hari ulang tahunku yang ke-16 dan mengubah segalanya menjadi kacau.

Rio terdiam dalam waktu cukup lama.

“Aku sudah menyiapkan segalanya. Kamu hanya perlu datang. Aku bahkan sudah membuatkan kue krim kesukaan Siti.”

Nada suaranya langsung berubah jadi getir, “Kau masih berani menyebut namanya setelah semua yang kamu lakukan? Dia masih di rumah sakit. Pergelangan kakinya terkilir dan juga demam…”

Ya, Siti jatuh ke dalam kolam renang. Dan karena aku berdiri paling dekat, ketiganya langsung menuduh aku yang mendorongnya, meski aku dan Siti sudah sama-sama mengatakan bukan aku pelakunya.

Aku mengabaikan tuduhannya, “Kalau begitu, aku akan bawa kue ke rumah sakit, tidak masalah.”

Sebelumnya, aku tidak pernah mengalah seperti ini. Biasanya, aku akan langsung menutup telepon begitu mereka mengatakan “apa yang aku lakukan padanya”. Tapi kali ini berbeda. Aku akan pergi. Dan sebelum aku menghilang untuk selamanya, aku ingin sebuah perpisahan yang layak, meskipun hanya untuk diriku sendiri.

Lalu terdengar suara lemah dari ujung telepon, suara Siti.

“Apakah itu Kellen? Aku dengar tentang kue...”

“Dia membuatnya untukmu,” kata Rio dengan suara kaku. “Katanya, rasa yang kamu suka.”

“Wah, senangnya! Kue yang Kellen bikin paling enak!” kata Siti, terdengar seperti anak kecil yang senang.

“Aku bisa mampir kalau kamu mau,” kataku dengan pelan.

Rio tidak menyetujuinya, tapi dia juga tidak melarang. Aku anggap saja keheningan itu sebagai perizinan, lalu memutuskan telepon.

Aku naik taksi pulang ke apartemenku dan mengambil kue krim buatan pagi tadi. Aku masukkan ke kotak dengan rapi, lalu ikat dengan pita merah.

Saat sampai di rumah sakit, baru lewat jam enam. Kamar Siti terlihat seperti hotel mewah daripada kamar pasien, lengkap dengan dapur dan ruang makan kecil. Tapi hanya ada empat kursi.

Aku tahu mana kursi yang bukan untukku.

Siti langsung bersemangat ketika melihat kue. Dia bahkan menancapkan lilin di tengah dan berdoa sebelum meniupnya. Kemudian dia memotong selapis kue dan mencicipi satu suapan, lalu wajahnya langsung berseri.

“Manis banget! Sempurna!” Siti tersenyum lebar.

Aku tersenyum, tapi tidak berkata apa pun. Lalu, aku memotong selapis kue kecil untuk diriku dan mengambil garpu, duduk di sofa.

“Aku makan di sini saja.”

Jason Kurniawan menatapku dengan tajam, seolah pandangannya bisa membunuh orang, “Tahu sendiri tempatnya di mana.”

Anto menoleh dan sedikit terkejut sejenak, lalu kembali memperhatikan Siti.

“Aku dengar Franzia sangat indah selama Natal," celetuk Siti sambil memotong suapan kue lagi. “Kalau aku sudah sembuh, gimana kalau kita semua pergi liburan?”

Anto tertawa kecil dan mengusap rambutnya, “Kita boleh kemana pun kamu mau.”

Siti menoleh padaku, matanya yang besar penuh harap, “Kellen? Kamu ikut juga?”

Genggamanku pada piring menegang. Aku cukup gugup sampai tanganku gemetar, hampir menjatuhkan kue ke lantai, “Mungkin tidak. Aku akan segera pergi. Aku … harus meneliti produk baru.”

“Produk baru?” Jason menyindir. “Bahkan di hari Natal saja kamu tetap kerja. Sepertinya kami harus memberimu medali atau semacamnya.”

“Aku cuma…”

“Sudahlah,” potong Anto dengan nada dingin. “Mungkin lebih baik Kellen menjauh dulu. Jangan sampai Siti didorong ke kolam lagi.”

Suasana jadi canggung.

Mereka tidak tahu bahwa “perjalanan” ini bukan sementara. Setelah tujuh hari, aku akan benar-benar pergi, tanpa kabar di mana, bahkan tanpa niat untuk kembali.

“Kalau kamu pergi,” kata Anto dengan dingin sambil menatap piringnya. “Apa keberatan kalau Siti pindah ke kamar lamamu di rumah?”

Aku menatapnya. Tidak ada rasa kasih sayang sedikit pun dalam pandangannya, seolah dia sedang berbicara dengan orang asing.

Jason menambahkan dan matanya menyipit, “Dia dulu selalu keberatan berbagi kamar sama Siti.”

“Tidak masalah,” jawabku. “Dia boleh pindah. Besok aku akan kemasi barang-barangku.”

Mereka bertiga menatapku dengan terkejut, seperti aku berubah orang.

Karena sebelumnya, aku selalu menolak. Dan mereka membenci aku karena itu. Kalau Siti tidak tinggal kamarku, gadis tercinta mereka terpaksa harus tinggal di kamar tamu.

Anto menyipitkan matanya. “Jangan plin-plan dengan keputusan kamu ya, Kellen.”

“Aku tidak akan,” kataku dengan lirih. “Aku sudah mengikhlaskan beberapa hal. Lebih baik Siti tinggal kamarku. Supaya kalian bisa jaga dia dengan baik.”

Anto tersenyum kecil dengan sinis, Jason memutar bola matanya, dan Rio tetap diam, hanya menatap garpu yang bahkan tidak dia pakai.

Sudah hampir malam hari.

Siti bilang dia lelah, itu mengisyaratkan aku untuk pergi.

Aku pun mengambil tas, berdiri, dan menatap mereka untuk terakhir kali.

Untuk sesaat, hanya satu detik aku merasakan kesedihan yang telah aku pendam selama bertahun-tahun meletus dalam hatiku. Dulu, aku miliki ini semua. Dan dulu, aku dicintai.

Sekarang, aku hanyalah seorang tamu, seorang tamu yang tinggal terlalu lama.

“Sampai jumpa,” kataku.

Dan tak ada satu pun dari mereka yang menjawab.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Dia yang Dibawa Pulang, Aku yang Dilupakan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Belenggu Hasrat Tuan Yavuz
8.2
Demi melindungi saudaranya dari jebakan satu malam, seorang gadis malah terjebak rencana jahat pria asing dan dipaksa menjalani inseminasi. Walau hamil tanpa bersentuhan, ia terpaksa menikahi tunangan saudaranya, lalu bercerai dan kabur untuk menyembunyikan rahasia itu. Sialnya, rencana hidup tenang sirna saat ia tahu ayah biologis anaknya adalah bos mafia kejam yang kini tengah memburunya kembali.
Sampul Novel Cinta Palsu, Luka Nyata
8.9
Sejak awal, aku menyadari kedekatan Karen dengan teman masa kecilnya yang telah terjalin belasan tahun, namun aku tetap memilih untuk mengejar cintanya. Keputusan ini berujung pahit di hari pertunangan kami. Saat menerima kabar sang teman pingsan, Karen tanpa ragu meninggalkanku di atas panggung. Tragedi memuncak ketika nenek yang berusaha mengejarnya justru tertabrak mobil hingga merenggut nyawanya. Kehilangan ini menyadarkanku bahwa memaksakan hubungan yang rapuh hanya akan mendatangkan luka.
Sampul Novel DINIKAHI KONGLOMERAT
9.3
Lamaran Ashraf, sang pewaris takhta kekayaan, membawa badai dalam hidup Sinta. Ia dituduh memakai guna-guna melalui teror gelap, sementara sepupunya terus menghina latar belakang sosialnya yang miskin. Di tengah tangis sang ibu yang meratapi nasib mereka, Sinta memilih tetap teguh berdiri. Berbekal keyakinan bahwa kehormatan sejati bersumber dari Tuhan, bukan materi, ia melangkah maju demi meraih restu tulus ibunya.
Sampul Novel Gundik Suamiku
9.7
Topeng kesopanan sering kali menipu. Seorang wanita tega merusak rumah tangga orang lain demi menjadi selingkuhan suamiku. Ia bahkan rela mencampakkan keluarganya sendiri akibat obsesi masa lalu yang belum usai. Mengapa ia senekat itu? Berawal dari penemuan sebuah cincin berlian misterius, naluriku sebagai istri langsung bergegas menyelidiki. Aku bertekad mengungkap rahasia gelap serta motif di balik bersatunya kembali hubungan mereka.
Sampul Novel Mr. G itu Bos-nya!
9.6
Tepat pada hari istimewa mereka, Briana Jeany dikhianati oleh sang kekasih, Alex. Di tengah amarah yang membara, ia nekat mendekati pria asing berinisial Mr. G dan membayarnya karena dikira pria sewaan. Sialnya, sosok tersebut ternyata adalah bos barunya yang kini dendam karena merasa harga dirinya diinjak-injak. Ketika sang bos mulai membalas dendam hingga memicu benih cinta, Alex justru datang lagi membawa janji pernikahan. Briana pun terjebak di antara masa lalu dan bosnya.
Sampul Novel Suami Polisi Menjadi Gila Karena Kematianku
9.6
Setelah dipaksa masuk rehabilitasi oleh suaminya yang merupakan polisi narkotika, seorang wanita harus menghadapi kenyataan pahit. Suami dan putranya justru memilih tinggal bersama cinta lama sang suami. Ketakutan akan ancaman pembunuhan yang ia sampaikan diabaikan begitu saja, bahkan disumpahi agar mati di tempat sampah. Tragisnya, ancaman itu menjadi nyata seminggu kemudian saat tubuhnya ditemukan termutilasi di berbagai tempat pembuangan. Kini, sang suami bertugas mengusut kasus kematian tragis istrinya sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan