APKDock Logo
Sampul Novel Mr. G itu Bos-nya!

Mr. G itu Bos-nya!

9.6 / 10.0
Tepat pada hari istimewa mereka, Briana Jeany dikhianati oleh sang kekasih, Alex. Di tengah amarah yang membara, ia nekat mendekati pria asing berinisial Mr. G dan membayarnya karena dikira pria sewaan. Sialnya, sosok tersebut ternyata adalah bos barunya yang kini dendam karena merasa harga dirinya diinjak-injak. Ketika sang bos mulai membalas dendam hingga memicu benih cinta, Alex justru datang lagi membawa janji pernikahan. Briana pun terjebak di antara masa lalu dan bosnya.

Mr. G itu Bos-nya! Bab 1

Kue itu tak lagi berbentuk setelah jatuh dari tangan seorang wanita yang saat ini mematung menatap kekasihnya. Beberapa detik sebelumnya dengan mata kepalanya sendiri dirinya melihat kekasihnya, lelaki yang paling ia cintai, bercumbu mesra dengan temannya sendiri.

Derap langkah kaki terdengar diikuti suara yang terdengar sarat akan nada hinaan. “Wah, wah, wah …. Apa aku tak salah lihat? Sayang, lihat ini. Kekasihmu berniat memberimu kejutan dengan memakai lingerie yang harusnya kau berikan padaku," ucap wanita itu menoleh pada pria yang saat ini diam tak bergeming.

Briana Jeane, nama wanita yang saat ini masih terdiam bak patung, tak dapat mengalihkan pandangannya sedikitpun dari kekasihnya, Alex Rangga. Apa pria yang sangat dicintainya itu tengah membuat lelucon untuknya? Jika benar, ini sama sekali tidak lucu terlebih karena melibatkan Mila, temannya sejak bangku SMA.

Sebelumnya Briana sengaja mematikan lampu dan saat Alex pulang, ia akan memberinya kejutan yakni sebuah kue ulang tahun dan dirinya. Ya, dirinya. Karena Briana berniat memberikan kegadisannya pada Alex sebagai hadiah ulang tahun serta hadiah anniversary mereka yang pertama. Tapi dirinya justru dikejutkan dengan pemandangan di depan mata kala lampu menyala. Dengan mata kepalanya sendiri ia melihat Alex bercumbu mesra dengan Mila. Kenapa? Kenapa harus Mila?

Perlahan Briana tertunduk dengan penglihatan tampak kabur kala air mata menggenang. Kue yang ia buat khusus dan spesial di hari spesial kini telah hancur sama hancurnya dengan perasaannya.

“Kenapa?” gumam Briana dengan suara bergetar.

Mila kembali berjalan menghampiri Alex, merangkul tangannya dan menyandarkan kepala di bahunya. Ia mendongak menatap pria tampan yang sedari tadi hanya diam. “Sayang, tidak adakah yang ingin kau katakan padanya? Sudah ketahuan, katakan saja kebenaranya,” pintanya dengan manja.

“Ka–kami ….” Suara Alex kembali tertelan ke tenggorokan. Ia tahu hal ini pasti akan terjadi, tapi tak mengira tepat di hari ini. Dan apa itu? Briana memakai lingerie seksi yang seharusnya ia berikan pada Mila. Sayangnya, lingerie itu terasa lebih sempurna di tubuh Briana. Ini pertama kalinya ia melihat Briana yang berani. Mungkinkah Briana ingin memberinya kejutan istimewa? Mata Alex melebar, jika pikirannya benar, dirinya telah melakukan kesalahan besar.

Briana kian merunduk dengan tangan terkepal kuat di sisi tubuhnya. Kemudian ia melangkah dan tanpa sengaja menginjak kue cinta yang kini telah hancur sama seperti rasa cintanya untuk Alex. Sampai akhirnya langkah Briana terhenti tepat di depan Alex.

Alex berusaha melepas rangkulan Mila. “Bri, ini salah paham. Aku bisa menjelaskannya,” kata Alex yang sontak membuat Mila marah.

“Alex! Apa maksudmu?!” bentak Mila tak terima dengan pernyataan yang lolos dari mulut Alex. Padahal mereka telah menjalin hubungan di belakang Briana selama tiga bulan.

Tangan Briana kian terkepal kuat bahkan gemeletuk giginya samar terdengar. Sampai akhirnya suara teriakan dan rintihan kesakitan menggema di dalam ruang tamu Alex beberapa detik setelahnya.

“Auugh!” Lengkingan teriakan panjang Alex terdengar dengan tangan memegangi aset berharganya di balik celana.

“Hei! Apa yang kau lakukan?!” teriak Mila pada Briana yang sebelumnya memberi hadiah tendangan tepat di tengah kedua paha Alex.

Duagh!

Lagi, Briana kembali menendang aset milik Alex membuat pria itu perlahan merosot dengan kedua lutut mencium lantai.

“Briana!” Mila berteriak kemudian berusaha menyerang Briana. Sayangnya sebelum tangan Mila berhasil mendarat keras di pipi, Briana lebih dulu menahannya.

“Lepaskan! Apa kau gila?!” maki Mila dengan berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Briana. Sayangnya Briana justru kian menguatakan cengkramannya kemudian menghepasnya kasar membuat Mila terhuyung dan jatuh di atas tubuh Alex.

Briana berbalik, mengambil satu kepalan tangan kue yang telah hancur kemudian menjejalkannya ke mulut Mila.

“Kau menyukai barang bekas, bukan? Dengan senang hati aku akan memberikannya. Dan ini adalah hadiah karena kau mau menampung barang bekas yang sudah tak berguna!” ucap Briana kemudian membuka lingerie yang dipakainya dan melemparnya ke wajah Mila. “Lingerie ini juga sangat cocok untukmu. Untuk wanita tak tahu malu yang tak pernah berhenti mengambil apapun milikku!”

Setelah mengatakan itu Briana berbalik dan melangkah ke kamar. Mengambil pakaiannya dan memakainya, ia pun bergegas pergi dari sana.

Alex berusaha bangkit berdiri sebelum Briana benar-benar pergi. Dengan tubuh gemetar merasakan sakit luar biasa di bawah sana, ia menahan tangan Briana saat berjalan melewatinya. Sementara Mila telah menghilang dari sana saat Briana mengambil pakaiannya. Wanita itu terdengar mengeluarkan isi perutnya di dalam kamar mandi.

“Bri! Tunggu, Bri. Aku mohon dengarkan penjelasanku dulu,” pinta A;ex mengiba.

“Lepaskan,” ucap Biana tanpa mengangkat kepala menatap Alex.

“Ta– tapi, Bri. Sungguh, kami tidak punya hubungan apapun! Mila yang terus mengejarku, Bri,” jelas Alex meyakinkan. Digenggamnya kuat tangan Briana berharap percaya padanya.

Briana hanya diam dengan kekesalan yang kian memuncak. Hingga dengan gerak cepat, ditendangnya kembali aset Alex membuat genggaman tangan Alex terlepas.

Alex kembali tersungkur memegangi telurnya yang mungkin pecah. Ia seolah tak belajar dari kesalahan sebelumnya, terlupa jika Briana dapat menyerang titik lemahnya dengan cara sempurna.

Melihat Alex yang berada di ambang hidup dan mati, Briana segera melanjutkan langkah keluar dari rumah Alex. Ia tak peduli apa yang akan terjadi pada Alex atau Mila, dua orang itu memang pantas mendapat hukuman setimpal dengan apa yang dilakukannya di belakangnya.

Sesampainya di luar rumah, Briana terus melangkah dengan langkah kaki cepat sampai suatu keanehan pun terjadi. Tetes demi tetes air mata tiba-tiba muncul dan mengalir deras tiada henti. ”Apa yang kau lakukan? Jangan menangis! Jangan menangis!” racaunya dengan tangan mengusap kasar air matanya. Sebelumnya ia berhasil menahan air matanya di depan Alex dan Mila, tapi sekarang dirinya tak bisa lagi. Juga tak bisa lagi menahan rasa kecewa dan sakit dikhianati orang yang paling ia cintai.

Setelah cukup jauh dari rumah Alex, langkah Briana terhenti. Menahan tangisnya, dirinya terlihat menghubungi seseorang lewat sambungan telepon.

Dan di sinilah Briana sekarang berada setelah sebelumnya menghubungi taksi untuk menjemputnya. Tepatnya di sebuah bar di pinggiran kota. Untuk saat ini yang ia butuhkan adalah obat. Dan obat itu adalah minuman yang dapat menghapus ingatan buruknya malam ini.

Briana menatap cairan bening kekuningan di dalam gelas kecil di hadapannya dengan tatapan mata kosong. Ingatan saat melihat Alex dan Mila bercumbu membuat ulu hatinya seolah ditusuk ribuan jarum. Bukan hanya itu saja, ia juga melihat tangan Alex yang bergerilnya di dalam baju Mila.

Glek!

Briana mengambil gelasnya dan menenggaknya dalam sekali teguk membuat rasa panas mengaliri tenggorokan. Meletakkan gelasnya dengan kasar, ia kembali meminta pada bartender mengisi gelasnya.

“Beri aku satu lagi!” teriak Briana dengan mengetuk gelasnya pada meja bar.

Bartender berambut klimis tersebut menatap Briana dengan pandangan tak terbaca. Sampai akhirnya seringai tipisnya pun merekah.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Mr. G itu Bos-nya!

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta tulusku pada Bima Wijoyo berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang di studio seni yang terbakar demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun di masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga berlangsung. Dengan memori kelam tentang kobaran api dan pengkhianatan mereka, kini aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami. Aku bersumpah tidak akan membiarkan diriku hancur untuk kedua kalinya.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh kemandirian Andini Wijaya, seorang pemilik sekolah. Namun, hubungan mereka menghadapi ujian berat saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba muncul kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi membuktikan diri kepada ayah mereka, Sigit Wijaya. Akankah cinta Randika dan Andini bertahan di tengah bayang masa lalu dan ambisi keluarga?
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang telah terjadi meninggalkan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski hubungan ini membawa rasa sakit dan kesedihan, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, jika saja waktu dapat berputar kembali, keinginan terbesarku hanyalah mengulang setiap detik berharga yang pernah kita lalui bersama.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, Amber Lim, sosialita bereputasi buruk yang ingin bertobat, nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Sialnya, ia dirampok dan terdampar di hutan beku. Kini, satu-satunya harapan hidup Amber bergantung pada Tuan Dingin, seorang duda misterius pembenci wanita yang dicap kanibal oleh warga. Akankah Amber berhasil meluluhkan hati pria itu, atau justru menjadi korban kebenciannya?
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian sangat yakin takkan pernah mau menikah karena baginya wanita hanya teman ranjang semata. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah ia mengenal sekretarisnya, Adeeva Adelia Albert, yang bersikap dingin dan acuh padanya. Meski Adeeva awalnya menganggap bosnya itu sebagai kesialan terbesar, Xavier justru merasa ia adalah berkah. Kini, rasa benci di antara mereka telah sirna, berganti menjadi hari-hari penuh romansa yang indah.
Sampul Novel She's Mine
9.3
Salju telah mencurahkan segalanya demi membawa merek fesyen She's Mine ke puncak kesuksesan. Namun, di tengah pencapaian kariernya, ia terjebak dalam dilema asmara masa lalu. Justin, sang mantan pacar, datang lagi untuk merebut hatinya. Di sisi lain, ada Mars yang selalu setia menyokong bisnisnya. Demi meredam rumor negatif yang mengancam citra perusahaannya, Salju kini dituntut segera memilih demi kelanjutan bisnis dan hidupnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan