APKDock Logo
Sampul Novel Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!

Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!

9.1 / 10.0
Hati Amelia hancur setelah video skandal suaminya, Arsa, dengan Prita terbongkar. Demi sang buah hati, ia sempat bertahan, namun ibu mertuanya justru diam-diam mendukung hubungan gelap tersebut. Kini, Arsa terancam dipecat dari kepolisian jika mereka bercerai. Menghadapi tekanan itu, Amelia memilih bangkit, menuntut cerai, dan merelakan Arsa untuk selingkuhannya. Sanggupkah Amelia membesarkan ketiga anaknya sendirian di tengah kepedihan hidup yang mendera?

Silakan Ambil Suamiku, Pelakor! Bab 1

"Sa ... aku menyerah bertahan. Bukan aku tidak cinta padamu sebagai suamiku, tapi ...." Amelia tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena dadanya sangat sesak.

Amelia Putri wanita berusia tiga puluh empat tahun dengan wajah cantik, tubuh bak model ternama, rambut lurus sebahu, mata yang indah menghiasi wajahnya, kini menyerah dengan pernikahannya. Pernikahannya bersama  Arsa--sang suami sudah diujung tanduk. Arsa dan Amelia adalah teman seangkatan saat SMA. Benih-benih cinta mereka tumbuh saat akhir jelang ujian nasional kala itu.

Lebih tepatnya hubungan itu tumbuh saat Amelia bersitegang dengan adik kelasnya --Nirina Anjani. Mereka berpacaran selama enam tahun dan memutuskan untuk menikah. Amelia menikah dengan Arsa saat usianya dua puluh empat tahun terpaut dua tahun lebih muda dengan sang suami. Dulu, Arsa pernah tinggal kelas saat SMA, jadi usianya lebih tua dari sang istri. 

"Aku bisa jelaskan semua, Mel. Ini pasti ada kesalahpahaman yang kamu ga ngerti." Arsa memohon pada sang istri agar tidak mendaftarkan perceraian mereka di pengadilan agama. "A-aku memang salah, tapi berikan aku kesempatan untuk memperbaikinya. Aku akan jelaskan ini pada atasanku, Mel. Kamu bersabarlah," lanjutnya memohon dengan penuh iba pada Amelia yang sudah menemaninya selama sepuluh tahun belakangan ini.

Arsa Subianto seorang anak pengusaha sukses,  sosok hitam manis yang berkharisma juga berasal dari keluarga berada. Ia memiliki tatapan yang membius kaum hawa. Tubuhnya yang atletis juga menjadi salah satu daya tarik bagi wanita. Laki-laki yang kini berprofesi sebagi polisi itu memang membuat kesalahan fatal dalam pernikahannya.

Amelia tidak menjawab ucapan Arsa. Ibu dari tiga anak itu sudah terlalu lama memendam kesedihan hingga sekarang adalah puncaknya. Ia tidak kuat lagi dengan beban yang menghimpitnya. Hatinya sudah terlalu sakit karena perselingkuhan suaminya.

"Kita bertemu di pengadilan, Sa." Amelia beranjak dari kursinya dan segera meninggalkan laki-laki yang hingga kini masih berstatua sebagai suaminya itu sendirian di taman belakang rumah mereka. 

Arsa sengaja mengajak sang istri berbicara empat mata setelah ia dipergoki oleh atasannya sendiri sedang bersama dengan polisi wanita cantik di sebuah kamar hotel. Fajar, yang kala itu adik kelasnya saat SMA kini menjadi atasannya saat ini. Ya, Fajar lulusan Akademi Polisi kala itu dan sekarang menjadi atasan Arsa. 

Ada sanksi hukum ketika seorang polisi tertangkap basah berselingkuh. Penghentian dengan tidak hormat akan datang pada Arsa saat ini jika tidak ada klarifikasi atau penjelasan dari keluarganya terutama sang istri. Amelia sebenarnya sudah tahu sejak empat tahun lalu jika sang suami bermain api dibelakangnya. Sebagai istri, ia berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi.

Arsa menyulut rokok dan mengepulkan asapnya ke udara malam ini yang sangat dingin. Pahitnya pernikahan ini sebagai akibat dari hati yang tidak jujur. Ia telah menghianati cinta Amelia sejak mengenal Prita Yuliana--seorang polisi wanita muda dan masih berusia dua puluh enam. Mereka saling mengenal saat Prita awal tugas di kantor yang sama dengan Arsa.

Sejak awal perkenalan, Arsa sudah jatuh hati pada kecerdasan Prita. Gadis itu menunjukkan jika mempunyai beberapa keahlian. Salah satunya menguasai empat bahasa asing. Kekaguman Arsa semakin bertambah ketika Prita sangat peduli kepada anak yatim piatu. 

Pukul sebelas malam dan udara malam ini lumayan dingin. Arsa segera masuk dan menuju ke kamarnya. Tidak ada Amelia yang menyambutnya seperti dulu. Sang istri lebih memilih untuk tidur di kamar anak bungsunya yang kini berusia empat tahun--Aron Pamungkas. 

'Mel, aku memang salah, izinkan aku berubah. Tapi, aku juga tidak bisa meninggalkan Prita, dia saat ini juga sedang mengandung anakku,' gumam Arsa yang hanya bisa didengarnya seorang diri.

Pagi datang dengan cepat dan Arsa sudah bangun. Ia melihat Amelia sedang sibuk menyiapkan bekal untuk dua putra dan putri kembar mereka. Arusha dan Sashi, mereka kembar dan saat ini usianya delapan tahun--kelas dua SD. Arsha segera mendekati Aron yang kini sedang bermain dengan kedua kakaknya. Anak laki-laki tampan itu tersenyum bahagia saat melihat sang papa.

"Main sama Papa," celoteh Aron dan membuat Amelia berhenti sejenak dari kegiatan memasak untuk sarapan pagi ini.

"Pa, nanti kita berdua berangkat diantar mobil online lagi?" tanya Sashi yang sebenarnya ingin diantar sang papa.

"Nanti sekalian berangkat sama Papa. Kebetulan Papa piket siang, jadi berangkat siang nanti," jawab Arsya sambil mengelus puncak kepala anak kembarnya secara bergantian.

"Horeee ...!" Arusha berteriak sangat kencang karena senang ketika mendengar akan diantar sang Papa.

Hanya beberapa kali saja dalam beberapa bulan Arsa bisa mengantar kedua putra dan putri kembarnya. Sibuk, alasan klasik untuk menutupi kunjungannya ke rumah Prita--istri keduanya di kediaman wanita itu. Bukan tidak tahu, Amelia berusaha menekan rasa sakit di hatinya demi ketiga anaknya.

Dering ponsel Arsa membuat kegembiraan Arusha berhenti seketika. Wajah anak laki-laki yang dominan dengan wajah Arsa itu sudah paham jika sang ayah akan mendaapatkan tugas dari kantor. Arusha segera menuju ke meja makan, ia makan sarapan dengan diam bersama dengan kembarannya.

"Halo, Ndan, selamat pagi."

"Pagi, bisa kamu datang ke kantor sekarang? Ada pemeriksaan yang harus kamu jalani. Saya tunggu di kantor dalam dua puluh menit." 

Panggilan itu terputus saat ini. Fajar--atasannya memanggilnya untuk urusan pemeriksaan terkait dengan kasus yang menimpanya saat ini. Arsa harus menjalani sidang kode etik. Sanksi-nya adalah penurunan pangkat kali ini.

Arsa segera memasukan ponselnya ke dalam celana trainingnya dan menyusul Arusha untuk sarapan. Menu sarapan pagi yang istimewa. Nasi goreng sea food, dengan topping cumi-cumi dan udang goreng tepung. Amelia tidak pernah gagal dalam memanjakan lidah anggota keluarganya saat ini. 

"Aru ... maaf, Papa, tidak bisa mengantar ke sekolah. Nanti naik mobil online saja, ya," kata Arsa dengan sangat hati-hati.

Arusha tidak menjawab sama sekali. Amelia sibuk menyuapi Aron setelah selesai menyiapkan bekal untuk kedua anak kembarnya itu. Wanita itu kini bersikap dingin pada laki-laki yang masih berstatus suaminya. Hatinya sudah mati rasa saat ini; tidak peduli lagi pada Arsa.

"Ma ... kamu ga sarapan? Sini biar Aron aku yang suapi," kata Arsa berusaha mencari perhatian Amelia kembali.

"Ga mau, Aron mau makan sama Mama aja!" Anak usia empat tahun itu menolak sang papa dan membuat Arsa terdiam seketika.

Sashi yang dulu sangat dekat dengannya kini mulai menjauh. Bukan salah anak perempuan berambut lurus itu menjauhi Arsa. Sosok yang dianggap papa itu perlahan yang menjauh dari ketiga putranya. Alasan dinas dijadikan tameng agar bisa tinggal di rumah Prita. 

Amelia melanjutkan kegiatannya menyuapi Aron dengab telaten. Arsa hanya menghela napas karena tidak ada sambutan hangat dari sosok wanita yang telah menemaninya selama sepuluh tahun terakhir ini. Menemani dari nol hingga mempunyai segalanya. Sayang, Arsa tidak bisa menjaga hati. 

"Mama, aku udah selesai, mobil online-nya sudah dipesab belum?" tanya Aru sambil melihat ke arah jam dinding yang masih menunjukkan pukul 06.10 WIB.

"Sebentar, ya, Nak. Masih pagi juga ini. Kamu sama Sashi nanti kepagian datang ke sekolahnya," kata Amelia sambil menuntun Aron yang baru saja selesai sarapan paginya.

"Ga, apa. Bisa belajar lagi di kelas. Nanti biasanya ada Edo dan yang lainnya kok." Aru menjelaskan kepada sang mama tentang temannya itu.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Anak Suamiku yang Dirahasiakan
8.9
Tujuh tahun membina rumah tangga, Dhea harus menghadapi kenyataan pahit bahwa Yordan, suaminya, menyembunyikan seorang putra berusia enam tahun. Rahasia ini terungkap saat Dhea menyaksikan interaksi hangat Yordan dengan bocah yang sangat mirip dengannya di sebuah TK. Pengkhianatan ini meruntuhkan dunia Dhea, terutama karena ia pernah mengorbankan rahimnya demi menyelamatkan nyawa Yordan di masa lalu. Janji suci Yordan yang mengaku hanya membutuhkannya kini terbukti palsu.
Sampul Novel Budak Nafsu Tuan Jhon!
8.9
Pesona fisik yang menawan dan tubuh proporsional justru membawa petaka bagi tiga bersaudara, Sherly, Livy, dan Hanny. Walau telah membina rumah tangga masing-masing, pernikahan mereka tak luput dari cobaan yang menerpa. Keindahan rupa mereka malah memicu konflik pelik yang mengoyak keharmonisan keluarga. Sanggupkah tiga saudara perempuan ini bertahan melewati badai rintangan yang terus menguji kesetiaan dan kehidupan asmara mereka?
Sampul Novel Ciuman Sang Ular: Balas Dendam Seorang Istri
9.0
Dikhianati hingga tewas terbakar oleh keluarga Adhitama, aku menyadari hanya Gilang, sang paman yang dingin, yang tulus melindungiku. Saat terbangun seminggu sebelum tragedi itu, aku bertekad mengubah nasib. Demi merebut warisan triliunan rupiah dan membalas dendam pada tiga kakak yang culas, aku menolak rencana pernikahan dengan mereka. Di hadapan pengacara, aku justru memilih Gilang sebagai suamiku. Kini, pembalasan dendamku resmi dimulai.
Sampul Novel Istri Dadakan Tuan Kejam
8.9
Kematian tragis calon istrinya mengubah pria ini menjadi sosok kejam yang haus dendam. Ia bertekad menghancurkan hidup orang yang dianggap bersalah atas tragedi tersebut. Sebagai bagian dari rencana balas dendam, ia memutuskan menikahi seorang wanita. Namun, pernikahan yang awalnya dirancang untuk menghancurkan justru berjalan di luar kendali. Kedekatan dengan istri barunya perlahan menggoyahkan tekadnya dan membuka kembali sisi kemanusiaan yang telah lama ia kunci rapat.
Sampul Novel Jerat Hasrat Istri Kedua
8.9
Demi menyelamatkan ladang gandum sang ayah, Eleanor Caldwell terpaksa menjadi istri kedua bagi Jonathan Abbe Turner. Di bawah bayang-bayang dinasti wiski Montana, ia memikul beban berat untuk melahirkan pewaris. Meski sempat berniat kabur dari pernikahan yang menyiksa ini, Eleanor justru mulai jatuh cinta pada suaminya. Namun, Lizzy sang istri pertama tidak tinggal diam dan siap melakukan apa saja demi melenyapkan Eleanor selamanya.
Sampul Novel Perang Ego Dalam Jodoh Paksa
7.9
Alina Darya, seorang yatim piatu yang berjuang demi neneknya, harus menghadapi kemalangan usai berseteru dengan pria kaya raya, Rayan Syahmir. Rayan yang telanjur murka dan merasa harga dirinya diinjak-injak, memutuskan membalas dendam dengan memaksa Alina menikah tanpa landasan cinta. Di tengah kehancuran hidupnya, Alina hanya bisa berserah dalam doa. Siapa sangka, kebencian Rayan lambat laun terkikis menjadi ketertarikan. Akankah ada ruang bagi cinta untuk tumbuh di sela ego dan luka?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan