APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dia Bukan Suamiku

Dia Bukan Suamiku

Lewat perjodohan, Shafa mendambakan pernikahan penuh kasih dan kesetiaan dari Alby. Alby awalnya terlihat begitu mencintai Shafa, namun di balik kemanisannya, ia menyembunyikan pengkhianatan menyakitkan. Kepercayaan Shafa pun hancur lebur. Meski telah berupaya memaafkan demi rasa cintanya, Shafa justru kian tenggelam dalam kepedihan mendalam. Di tengah kehancuran rumah tangga mereka, mampukah Alby kembali merebut hati Shafa dan meraih akhir yang bahagia?
Bab
Bagikan

Bab 2

Acara pernikahan yang dilaksanakan selama 3 hari sudah selesai. Saatnya Alby pulang ke Malang. Tapi, kali itu dia pulang dengan membawa seorang wanita cantik yang sudah sah menjadi istrinya.

Saat sedang tenang mengemudi, tiba-tiba seekor kucing kecil berbulu putih keluar dari gang menuju rumah Alby, membuatnya harus berhenti mendadak. Shafa yang sedang bersandar, terbentur kaca samping lumayan kencang.

"Aduh!"

"Shaf, kamu enggak apa-apa?" tanya Alby yang tangannya dengan sigap mengelus kepala istrinya.

"Sedikit sakit. Kamu enggak tabrak kucingnya, 'kan?"

"Kayaknya enggak. Coba aku liat dulu." Alby keluar dari mobil untuk mengecek. Ternyata, semua baik-baik saja. "Aman."

"Syukur, deh. Rumah kamu masih jauh?"

"Enggak. Sebentar lagi sampai, kok."

Shafa tercengang saat sampai di rumah yang lumayan besar, rapi, dan bersih. Baru saja sampai, seorang wanita yang merupakan tetangga samping kiri rumah menyapa mereka.

"Mas Alby, apa kabar? Udah hampir seminggu lebih enggak pulang?"

Wanita itu terlihat seksi dan berpenampilan lebih fashionable dari pada Shafa. "Dia siapa?" bisik Shafa pada Alby.

"Iya, Mbak Jelita. Soalnya, saya ambil cuti kerja untuk menikah." Alby masih menggandeng Shafa dengan erat.

"Jadi, itu istrinya Mas Alby? Saya kira, kalian baru pacaran. Istrinya kelihatan lebih muda, ya?"

"Namanya Shafa. Dia cantik, 'kan, Mbak? Itu yang bikin saya jatuh cinta sama dia. Selain itu, ketulusan hatinya yang buat saya mau segera nikahi dia." Apa yang Alby katakan, sudah jelas suatu kebohongan. Bagaimana mungkin, mereka saja menikah karena dijodohkan, 'kan? Apakah semudah itu Alby jatuh cinta?

"Saya emang enggak salah mengagumi Mas Alby. Kamu itu benar-benar pria yang luar biasa, Mas. Saya enggak beruntung karena enggak bisa menjadi milik Mas Alby."

"Maaf, kita masuk dulu, ya?"

Sudah cukup. Shafa sudah merasa jijik dengan wanita itu. Tangan Alby ditarik menuju pintu untuk segera masuk dan menjauh dari Jelita.

"Kok, dia kayak lagi godain kamu, sih?" ucap Shafa pelan saat Alby sedang membuka kunci pintu.

"Iya, dia emang kayak gitu. Dia seumuran sama aku, janda anak 1."

"Terus, kamu suka kalau di godain sama dia? Sana, tinggal aja sama dia!" Shafa langsung masuk saat pintu sudah terbuka dan Alby hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.

"Kamu usir aku? Ini, 'kan, rumah aku?"

Shafa menghentikan langkahnya dan berkata, "Oh benar juga. Jadi, aku yang harusnya pergi. Iya, 'kan?"

Kesal dan malu bercampur aduk di pikir Shafa. Saat tangannya berhasil meraih gagang pintu, Alby segera menggendongnya dan mencium bibir istrinya itu.

***

Malam itu adalah malam pertama untuk Shafa dan Alby tinggal di satu rumah. Setelah selesai merapikan baju, Shafa segera turun ke dapur untuk membuat makan malam. sayangnya, dia lupa kalau belum sempat membeli makanan apapun. Di kulkas, Alby hanya menyimpan sosis, sebutir telur, dan beberapa minuman soda.

"Mas, kamu mau makan apa?"

"Emangnya kamu udah belanja?"

"Belum. Di kulkas, cuma ada sosis sama telur." Shafa masih melihat-lihat isi kulkas tersebut.

"Gimana kalau kita makan di warung pinggir jalan?"

"Sekarang lagi hujan. Aku malas keluar."

"Kalau gitu, pesan makanan online?"

"Enggak! Kasihan ojek online yang antar, lagi hujan deras kayak gini."

"Kalau gitu, masak aja yang ada."

Shafa pergi ke dapur dan mulai mengocok sebutir telur yang ditambahkan sedikit garam. Lalu, dia memotong 3 sosis dan mulai menggorengnya. Alby melihatnya dari ruang tengah. Masih belum menyangka kalau dia telah menikah dengan wanita yang tidak dia kenal sebelumnya.

"Shafa?"

"Iya, Mas?"

"Mau aku bantu?"

"Enggak usah. Cuma goreng ini doang," jawab Shafa yang masih sibuk menggoreng sosis.

"Jadi, tugas aku cuma makan aja, ya?"

"Makan dan cuci piring. Terus sapu dan jemurin pakaian."

Apa yang Shafa ucapkan, membuat mereka tertawa. Tidak tahan lagi hanya berdiam diri, Alby berlari memeluk Shafa dari belakang. Berkali-kali Shafa mencoba melepaskannya, namun Alby malah semakin erat memeluknya.

"Malam ini, ya, Shaf?"

"Apa?"

"Aku mau malam ini."

"Secepat itu?"

"Emangnya kenapa? Kamu enggak mau?"

"Bukannya gitu. Aku masih cape kalau harus malam ini, Mas."

"Tapi, aku mau malam ini, Shaf."

Wajah tampan Alby berada di pundak Shafa. Mencoba merayu dengan cara mencium pipi sang istri berkali-kali. Tapi, Shafa tetap menggelengkan kepala.

"Permisi, Mas Alby?" teriak seorang wanita dari luar.

"Siapa, tuh?" tanya Shafa.

Jelita rela datang ke rumah Alby saat hujan deras. Ditambah, dia sengaja membawakan makanan untuk Alby yang statusnya sudah jadi suami orang, sudah ada yang mengurusnya.

"Pasti Mbak Jelita," jawab Alby yakin.

"Huh, udah hapal banget, sih, kamu? Biar aku aja yang temuin dia."

Walau menggunakan payung, Jelita tetap kehujanan karena bajunya terlihat basah kuyup. Dia membawa semangkuk soto ayam yang terlihat masih panas.

"Ada apa, ya?"

"Mas Alby ada? Saya mau kasih soto ayam kesukaan dia."

"Maaf, Mbak, tolong jangan bertingkah berlebihan ke suami saya. Apalagi di depan saya."

"Loh, kenapa kamu marah?"

"Saya enggak marah, kok."

"Kalau gitu, tolong kasih ini ke Mas Alby. Saya yakin dia bakal suka kayak biasanya."

Melihat Jelita sudah keluar dari rumahnya, Jelita yang sedari tadi geram mengatakan, "Dasar enggak tau malu!"

***

Alby mengaku sudah sering memakan masakan yang Jelita berikan. Walau dia adalah wanita yang cantik dan masih muda, tapi Alby tidak pernah sedikitpun memiliki perasaan suka terhadap Jelita.

"Pasti kamu pernah sempat suka sama dia?"

"Aku enggak pernah sedikitpun suka suka sama dia."

"Entah kenapa aku enggak percaya. Kalau dilihat-lihat, lebih cantik dia daripada aku."

Mereka sedang berada di atas kasur dan tertidur berhadapan. Alby mendekatkan tubuhnya ke Shafa. Memeluk dan mencium pucuk kepala istrinya berkali-kali.

"Intinya, aku enggak pernah suka sama Mbak Jelita. Lagi pula, sekarang kamu istri aku."

"Tapi, kamu belum cinta sama aku."

"Sekarang aku udah cinta sama kamu." Alby semakin erat memeluknya sembari memejamkan mata.

Shafa merasa sangat disayangi. Awalnya, dia sempat takut kalau Alby akan sulit menerima keberadaannya. Tapi ternyata, Alby sangat menyayanginya.

"Kamu beneran enggak mau sekarang?" tanya Alby lagi.

"I-iya. Maaf, ya?"

"Iya, enggak apa-apa."

Tubuh Alby yang kekar dan tidak terbalut baju, membuat Shafa sedikit malu berdekatan dengannya. Baru saja ingin tidur dan menikmati malam pertama mereka tidur bersama, Jelita kembali datang memanggil Alby. Padahal, itu sudah hampir tengah malam.

"Mas Alby?! Tolong saya, dong!"

Shafa membuka matanya. Namun, dia tidak bisa bergerak karena Alby memeluknya sangat erat. "Alby, janda itu panggil kamu lagi."

"Saya tau kalau Mas Alby belum tidur! Tolong saya dulu, dong!" teriak Jelita lagi.

"Tuh, dia minta tolong."

Alby meregangkan pelukannya. "Emangnya enggak apa-apa aku temuin dia malam-malam gini?"

"Mungkin aja penting."

Baru saja turun dari kasur dan hendak membuka pintu, Shafa berkata, "Kamu selalu temuin dia kayak gitu, ya?"

"Apa?"

"Tanpa baju dan cuma pakai celana pendek? Pantas aja dia sering datangin kamu malam-malam."

"Enggak, kok. Aku enggak pernah temuin dia kalau malam. Shafa, sini, deh."

"Ada apa?"

Shafa mendekat dan Alby langsung menggendongnya seperti bayi. Dia sengaja melakukannya agar tubuhnya tertutupi. Selama menuruni anak tangga, Alby terus mencium bibir sang istri.

"Mas Alby? Tolong, dong!" teriak Jelita lagi.

Alby membuka pintu dengan susah payah dan berkata, "Ada apa?"

"K-kalian kenapa kayak gitu?" tanya Jelita dengan terkejut.

"Emangnya enggak boleh? Aku, 'kan, istrinya?" jawab Shafa yang membelakangi Jelita.

"Mbak Jelita butuh bantuan saya?"

"O-oh, enggak jadi."

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hasrat Kedua
9.7
Senja Malini, seorang janda dengan dua anak perempuan, mengira hidupnya membaik setelah dinikahi pengusaha kaya bernama Dafa Suryaningrat. Keluarga mertua pun menerimanya dengan baik. Namun, kebahagiaan Senja hancur saat mengetahui Dafa mencintai wanita lain bernama Lily. Di tengah keretakan rumah tangga ini, kakak iparnya, Bagas, justru menaruh hati pada Senja. Kini ia dilema antara bertahan dalam pernikahannya atau menerima cinta Bagas.
Sampul Novel HOT DUDA
9.6
Demi menyokong karier musik Kejora yang viral di YouTube, Taran, sang pengusaha sukses, merekrut Resti sebagai manajer adiknya. Sikap Resti yang dinilai terlalu mencampuri urusan sempat memicu ketegangan di antara mereka. Namun, berkat perantara Kejora, hubungan keduanya justru mencair. Walau Ben terus berupaya merintangi, kedekatan Taran dan Resti justru semakin erat dan benih asmara pun mulai bersemi saat mereka bersama di Bali.
Sampul Novel Ketika Dunia Hancur, Ia Memilih Wanita Lain
8.9
Saat putri kecilnya berjuang melewati masa kritis di ICU, Calla harus menghadapi kenyataan pahit sendirian. Ares, suaminya, justru pergi demi menyambut kepulangan cinta pertamanya, Lyanna. Di kala Calla meratapi kepergian sang buah hati yang mengembuskan napas terakhir, Ares malah asyik berdansa di pesta bersama Lyanna. Kebahagiaan sesaat itu harus dibayar sangat mahal oleh Ares, karena ia telah kehilangan kepercayaan Calla serta keutuhan keluarganya untuk selamanya.
Sampul Novel Pasangan Rahasia
8.1
Demi menyelamatkan kariernya, Erin terpaksa menyembunyikan status pernikahan dari publik. Situasi kian rumit karena suaminya sendiri merupakan pemilik perusahaan tempatnya bekerja. Di tengah lingkungan kantor, keduanya harus bersandiwara dan menjaga rapat hubungan rahasia mereka dari kecurigaan rekan kerja. Akankah pernikahan rahasia ini bertahan demi target mereka, ataukah tekanan dunia kerja yang berat justru akan mengungkap kebenaran sebelum waktunya?
Sampul Novel Perselingkuhan Gila Istriku
8.9
Kecurigaanku pada Lidya, istriku yang baru berusia 25 tahun, akhirnya mencapai batas. Kebohongannya tentang rekan kerja terbongkar hari ini, menyisakan tanya tentang sosok asli selingkuhannya. Didorong amarah akibat pengkhianatan dan gairah yang kupendam sejak pagi, aku mengonfrontasinya di atas ranjang. Sambil menindih tubuhnya, aku menuntut kejujuran di tengah badai emosi yang berkecamuk hebat.
Sampul Novel Setelah Reinkarnasi, Aku Menjauhinya
8.7
Setelah terlahir kembali, aku bertekad menjauhi tunanganku dan membiarkannya bersama cinta pertamanya demi menghindari nasib tragis di kehidupan lalu, di mana aku disiksa hingga mati akibat dituduh memicu bunuh diri kekasihnya. Aku menuruti semua keinginannya untuk pergi jauh hingga menerima lamaran pria lain demi hidup tenang. Namun, saat aku sedang berbahagia bersama keluarga baruku, mantan tunanganku itu justru datang berlutut sambil menangis, memohon agar aku kembali ke pelukannya.