APKDock Logo
Sampul Novel Dia Bukan Suamiku

Dia Bukan Suamiku

9.2 / 10.0
Lewat perjodohan, Shafa mendambakan pernikahan penuh kasih dan kesetiaan dari Alby. Alby awalnya terlihat begitu mencintai Shafa, namun di balik kemanisannya, ia menyembunyikan pengkhianatan menyakitkan. Kepercayaan Shafa pun hancur lebur. Meski telah berupaya memaafkan demi rasa cintanya, Shafa justru kian tenggelam dalam kepedihan mendalam. Di tengah kehancuran rumah tangga mereka, mampukah Alby kembali merebut hati Shafa dan meraih akhir yang bahagia?

Dia Bukan Suamiku Bab 1

Sonya kesal saat mengetahui Shafa akan menikah minggu depan. Sonya marah sebab Shafa tidak memberitahunya dari jauh-jauh hari. Karena ingin membicarakan masalah tersebut, Sonya mengajak Shafa untuk mengobrol di kafe.

Tidak menunggu lama, Shafa datang dan langsung bertemu dengan Sonya yang duduk di tempat paling belakang. Sonya seperti mengabaikan temannya itu.

"Sonya, jangan marah, dong." Shafa memegang tangan Sonya, namun sahabatnya itu menolak. "Kamu belum dengar alasan kenapa aku mendadak kasih kabar itu 'kan?"

"Kalau gitu, jelasin aja sekarang. Aku dengerin, kok," jawab Sonya yang menyibukkan diri dengan ponselnya.

"Aku dijodohin."

"Apa?! Kamu dijodohin?!" Mata Sonya membulat.

"Iya, aku dijodohin sama anak kenalan ibu aku dua hari lalu. Besok, aku mau lamaran yang cuma ngundang keluarga dan kerabat dari pihak aku dan calon aku." Sonya terlihat sangat terkejut dengan apa yang penjelasan Shafa.

"Secepat itu? Kenapa kamu enggak nolak, Shaf? Kamu suka sama dia?"

"Aku enggak bisa nolak. Kamu inget? Aku pernah bilang, kalau aku mau nikah di usia muda. Umur aku sekarang udah 24 tahun, udah pantas untuk nikah, 'kan? Usia calon aku cuma 3 tahun lebih tua dari aku. Dia juga cowo pilihan ibu aku. Jadi, aku percaya sama keputusan ini."

"Oh, gitu?

"Kamu dukung keputusan aku, 'kan?"

"Kalau kamu udah yakin, aku pasti dukung kamu."

"Beneran? Terima kasih, Sonya!" Shafa memeluk Sonya penuh kebahagiaan. Awalnya, dia sangat takut kalau Sonya tidak mau memaafkannya.

"Siapa cowo itu? Aku juga harus kenal sama calon suami sahabat aku, 'kan?"

"Namanya Alby Andris Bachtiar. Dia guru SMA di Malang. Lumayan ganteng, sih," ucap Shafa sembari tertawa kecil.

"Siapa namanya?"

"Alby Andris Bachtiar kalau enggak salah," ulang Shafa.

Sonya kembali terlihat kaget. "Kamu baru kenal sama dia?"

"Iya, aku baru kenal beberapa hari lalu."

"Shaf, tiba-tiba aku punya firasat buruk tentang cowo itu. Aku takut, kamu kenapa-kenapa setelah nikah sama dia. Mending, kamu batalin aja pernikahannya."

"Batalin? Mana bisa, Sonya? Besok dia mau lamar aku dan minggu depan kita nikah. Semua udah direncanain sama keluarga kita. Mana bisa aku tiba-tiba batalin pernikahannya?"

"Jadi, kamu tetap mau nikah sama dia disaat aku enggak setuju?! Aku ini sahabat kamu dari kecil! Aku punya firasat yang kuat tentang kamu, Shafa."

"Bukannya tadi kamu udah dukung aku buat nikah sama dia?"

"Tapi, firasat aku tiba-tiba enggak enak. Mending, kamu batalin aja, ya? Lagi pula, kalian belum lamaran, 'kan?"

"Enggak bisa, Sonya. Aku tetap akan nikah sama dia. Doain aja, semoga firasat kamu salah."

"Ini demi kebaikan kamu, Shaf."

"Maaf, Sonya. Aku tetap enggak bisa. Ini menyangkut nama baik keluarga aku."

"Terserah kamu aja!" Sonya bangun dari duduknya.

***

Shafa tidak bisa menghubungi Sonya sampai tiba acara lamaran. Disatu sisi, Shafa merasa senang karena lamarannya berjalan lancar dan tinggal menunggu hari pernikahan. Disisi lain, dia merasa sedih karena Sonya benar-benar marah padanya. Tapi, Shafa juga tidak bisa membatalkan acara pernikahannya.

"Shafa, ayo makan dulu. Nanti kamu sakit, loh? Banyak hal yang harus kamu selesain untuk pernikahan nanti," ucap Fatma sembari mengelus tangan putri bungsunya.

"Iya, Bu, nanti aku makan, kok."

"Hari ini kamu mau pergi, 'kan, sama Alby?"

"Iya, nanti sore dia jemput."

"Pokoknya, kamu enggak usah mikirin Sonya. Ini hidup kamu dan kamu yang menentukan. Ibu akan berdoa supaya rumah tangga yang kamu bina bersama Alby, langgeng dan bahagia. Sahabat yang baik adalah dia yang ikut bahagia melihat sahabatnya bahagia. Kalau emang dia punya firasat buruk, seharusnya dia berdoa supaya kamu baik-baik aja. Bukannya malah nyuruh kamu buat batalin pernikahan." Fatma sebenarnya kesal dengan sikap Sonya yang membuat anaknya ragu untuk menikah.

Tiba-tiba, Galih datang memanggil adik satu-satunya itu. "Shaf, ada Alby, tuh. Dia nunggu di ruang tamu."

"Loh, kata kamu perginya sore?" tanya Fatma pada Shafa.

Setelah merapikan rambutnya, Shafa langsung turun menyusul ibunya yang sudah lebih dulu menyapa Alby. Wajah calon suaminya itu terlihat cerah dan tampan. Senyumnya manis dan menyejukkan. Sepertinya, akan banyak orang yang bilang 'Shafa, kamu beruntung, deh, bisa jadi istrinya Alby' setelah mereka menikah nanti.

"Mas Alby? Kamu bilang, perginya nanti sore?" Shafa duduk di samping Fatma.

"Siang ini aku ada waktu luang. Jadi, kita pergi sekarang aja, gimana?"

"Yaudah, aku siap-siap dulu, ya?" Dengan cepat, Shafa kembali menuju kamarnya.

"Al, Shafa belum makan dari kemarin. Nanti, kamu suruh dia makan, ya?" Suara Fatma terdengar sangat lembut dan penuh kasih sayang.

"Iya, Bu. Gimana keadaan Ibu?"

"Ibu baik-baik aja. Tolong jaga Shafa, ya, Al? Ibu kasih kepercayaan sama kamu untuk jaga dia."

"Iya, aku akan jaga Shafa demi Ibu."

"Ayo, kita berangkat?" Shafa kembali dengan pakaian sederhana, namun membuatnya terlihat sangat cantik. Karena Alby terus melihatnya, Shafa merasa malu.

"Ada apa?"

"Kamu cantik banget."

***

Shafa dan Alby datang ke sebuah butik tempat mereka memesan baju pengantin. Baru 3 hari, gaun yang akan Shafa pakai hampir selesai. Lagi-lagi, Alby terpanah melihat betapa cantik calon istrinya itu saat mencoba gaun pengantin.

"Cantik, Shaf."

"Gaunnya atau akunya?" tanya Shafa dengan sedikit candaan.

"Kamu, dong. Gaunnya bikin kamu tambah cantik. Bener, 'kan, Mbak?" tanya Alby pada perancangan gaun tersebut yang berdiri di samping Shafa.

Setelah selesai mencobanya, Alby mengajak Shafa untuk jalan-jalan dan mampir ke sebuah restoran pinggir pantai. Lokasinya lumayan jauh dari rumah mereka. Alby sengaja, agar mereka lebih dekat dan tidak canggung lagi.

Tanpa ragu, Alby terus menggandeng Shafa sambil berjalan di atas pasir putih. Rambut Shafa yang terurai, tertiup angin sampai menutupi wajahnya.

"Kamu pernah ke sini?"

"Pernah, pas Kak Galih ulang tahun."

Kaki Alby yang panjang, membuat Shafa sulit menyesuaikan langkahnya. Alhasil, dia terjatuh karena berjalan terburu-buru. Alby malah tertawa sambil menolongnya untuk bangun.

"Jalannya yang bener, dong."

"Kamu jalannya cepet banget!" omel Shafa.

"Aku jalannya biasa, kok. Kamu aja yang langkahnya kecil." Alby tertawa dan Shafa cemberut dengan manisnya. "Udah, jangan cemberut gitu."

Karena gemas melihat tingkah calon istrinya, Alby langsung menggendong Shafa lalu berlari pelan. Walau tubuh Shafa kecil, Alby tetap kesulitan menggendongnya. Hal itu membuat mereka tertawa dan akhirnya terjatuh bersama di atas putihnya pasir pantai.

"Kamu beneran nerima perjodohan ini?" tanya Alby sambil melihat wajah Shafa dari samping.

"Kenapa tiba-tiba kamu kayak ragu gitu?"

"Aku cuma mau memastikan aja. Shaf, aku janji akan berusaha untuk mencintai dan menerima kamu sebagai istri aku nantinya."

"Aku juga janji akan jadi istri yang baik buat kamu, Mas."

***

Beberapa hari sebelum pernikahan, Alby memberitahu Shafa mengenai tempat tinggal mereka nanti. Sejak kuliah sampai bekerja, Alby tinggal di Malang dan jauh dari keluarganya. Jadi, Shafa harus ikut Alby untuk tinggal di sana.

Acara pernikahan dimulai. Jas abu-abu yang melekat ditubuh kekarnya, membuat Alby terlihat lebih keren. Peci yang menutupi rambutnya, membuatnya terlihat jauh lebih tampan.

Alby dan kedua orang tuanya berjalan menuju meja yang dimana sudah duduk beberapa saksi, penghulu, dan ayah Shafa sebagai wali nikahnya. Alby menjabat tangan calon mertuanya dengan kuat.

"Ananda Alby Andris Bachtiar bin Fahri Bachtiar. Saya nikahkan dan kawinkan, anak kandung saya Shafa Akdzaa Zahirrah binti Yunus Darmawan pada engkau, dengan maskawin berupa logam mulia 30 gram, uang 50 juta 578 ribu rupiah, dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!" ucap Yunus dengan penuh keyakinan.

"Saya terima nikah dan kawinnya Shafa Akdzaa Zahirrah binti Yunus Darmawan, dengan maskawin tersebut dibayar tunai!" balas Alby dengan tegas dan lantang dalam satu tarikan napas.

"Sah! Alhamdulillaah."

Kembali berdoa dengan khidmat. Shafa yang menunggu di ruangan lain bersama keluarganya menangis terharu menyaksikan ijab kabul itu. Alby datang menjemput Shafa dan mereka berjalan menuju bangku pengantin di atas panggung, diiringi penari yang gemulai.

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi Dia Bukan Suamiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta tulusku pada Bima Wijoyo berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang di studio seni yang terbakar demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun di masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga berlangsung. Dengan memori kelam tentang kobaran api dan pengkhianatan mereka, kini aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami. Aku bersumpah tidak akan membiarkan diriku hancur untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.5
Kehidupan rumah tangga dalam novel modern "Derita Menantu Jelita" berubah drastis setelah sang suami mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan tragis. Situasi kian rumit ketika ayah mertua memutuskan tinggal bersama mereka. Demi menjaga kelangsungan garis keturunan, sang suami nekat melakukan aksi ekstrem dengan diam-diam membius istri dan ayahnya sendiri. Keputusan tersebut memicu rangkaian peristiwa misteri yang tak terkendali dan mengubah nasib mereka selamanya.
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan kampus Bunga mendadak gempar setelah ia mengetahui kebenaran yang mengejutkan. Ezza, pria yang dijodohkan dengannya dan kini sah menjadi suaminya, tiba-tiba hadir sebagai dosen baru di sana. Kemunculan Ezza yang tidak disangka-sangka ini langsung memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai menyangsikan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada rencana rahasia yang disembunyikan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil anak Jeremy secara sembunyi-sembunyi walau sadar dirinya cuma dimanfaatkan. Demi bisa lepas dari cengkeraman Jeremy yang kejam, ia sengaja memicu kemarahan pria itu. Sayang, pelarian Angela gagal setelah Jeremy melacak keberadaannya. Saat Angela pasrah dan memohon dilepaskan, kehadiran anak mereka justru membalikkan keadaan. Jeremy yang berhati dingin kini malah berbalik ingin mengabdi dan melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh kemandirian Andini Wijaya, seorang pemilik sekolah. Namun, hubungan mereka menghadapi ujian berat saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba muncul kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi membuktikan diri kepada ayah mereka, Sigit Wijaya. Akankah cinta Randika dan Andini bertahan di tengah bayang masa lalu dan ambisi keluarga?
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Suasana khidmat menyelimuti Puncak Lundao di Pulau Sepuluh Ribu Binatang saat puluhan ribu anak belia berkumpul. Para murid baru yang baru mendeteksi akar spiritual ini menyimak dengan saksama petuah tetua berjubah hijau. Sang tetua mengisahkan awal mula sekte yang dirintis oleh Wan Beast Immortal Li. Tokoh legendaris itu awalnya hanya kultivator biasa asal Kerajaan Qin di Alam Qianyang sebelum akhirnya berhasil meraih keabadian.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan