APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Di Balik Penyakit, Ada Cinta yang Mekar

Di Balik Penyakit, Ada Cinta yang Mekar

Keputusan untuk menyembuhkan penyakit stenosis kongenital di rumah sakit diambil demi masa depan bersama Alex Simina. Namun, situasi menjadi canggung saat dokter yang menangani prosedur medis tersebut ternyata adalah teman dekat Alex sendiri. Sang protagonis harus menghadapi rencana perawatan medis tidak biasa yang memicu rasa malu, di mana terapi kesembuhannya menuntut kontak fisik yang sangat intim secara intens, mulai dari sentuhan hingga ciuman yang tidak dapat dihindari demi memulihkan kondisinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Demi kebahagianku dan Alex Simina, aku memutuskan untuk mengobati stenosis kongenitalku di rumah sakit. Akan tetapi, dokternya itu teman Alex. Aku juga merasa malu dengan rencana perawatannya.

“Selama terapi, kita akan melakukan kontak fisik intim yang nggak dapat dihindari.”

“Seperti berciuman, bersentuhan, dan …”

Demi kebahagianku dan Alex Simina, aku memutuskan untuk mengobati stenosis kongenitalku di rumah sakit. Akan tetapi, dokternya itu teman Alex. Aku juga merasa malu dengan rencana perawatannya.

“Selama terapi, kita akan melakukan kontak fisik intim yang nggak dapat dihindari.”

“Seperti berciuman, bersentuhan, dan …”

…

“Mohon pasien nomor 34 masuk ke ruang praktek yang pertama.”

Beberapa hari yang lalu, aku tiba-tiba sadar.

Kehidupan seks aku dan Alex yang sudah lama berpacaran tidak harmonis.

Aku punya stenosis kongenital. Aku bahkan tidak bisa menampung pria berukuran normal.

Melihat tatapan kecewa Alex, aku merasa sangat bersalah.

Setelah ragu-ragu selama beberapa hari, akhirnya aku putuskan untuk pergi ke rumah sakit.

Aku sama sekali tidak menyangka, ternyata Javier Diego adalah dokternya.

Dia adalah teman Alex.

Kami baru saja bertemu beberapa hari yang lalu.

“Nona Siska, masih banyak pasien yang antri, mohon Anda masuk dulu.”

Suara merdu terdengar, aku pun langsung sadar. Reaksi pertamaku adalah ingin melarikan diri.

“Oh ya, dok, aku tiba-tiba ada halangan …”

“Nona Siska, apa kau curiga sama etika profesiku?”

Melihat Javier tampak tidak senang, aku pun diam dan dengan enggan masuk serta duduk.

Sebelumnya setiap kali kami bertemu, statusnya adalah teman Alex.

Dia bersikap ramah dan sopan, memanggilku “adik ipar”.

Kali ini statusnya berbeda, menjadi dokter dan pasien.

Aku canggung banget, hingga terus menundukkan kepala, tidak berani melihatnya.

Di ruang praktek yang sunyi, hanya terdengar suara gemerisik lembaran catatan medis.

Setelah lama membaca dengan saksama, Javier akhirnya berbicara.

“Catatan medisnya kurang detail. Aku perlu diskusi langsung dengan pasien mengenai beberapa hal yang lebih spesifik.”

Aku mengangguk dengan wajah merah, menandakan aku memahaminya.

“Kalau gitu, ceritakan dengan detail kejadian dan hasilnya malam itu.”

Mendengar ini, aku terkejut.

“Apa? Ini juga harus diceritakan?”

Aku orangnya agak introvert. Sulit bagiku untuk menceritakan hal-hal pribadi di depan orang yang kukenal.

Demi sembuh, demi masa depanku dan Alex, aku hanya bisa membuka mulut.

“Saat semua tamu sudah pulang pada malam tunangan, aku dan Alex minum alkohol. Dia memelukku ke atas ranjang …”

Tanpa sadar, aku menggigit bibirku dan berpapasan dengan tatapan Alex yang setenang danau. Kegelisahan di hatiku pun mereda.

“Karena mabuk, kami buka baju. Dia … dia menindihku, tapi saat mau mulai ternyata … tidak bisa masuk ke dalam.”

Mengatakan ini, aku pun teringat kembali kejadian malam itu.

Selama ini, Javier terus menatapku dengan serius.

Perasaannya seperti dia berdiri di samping ranjang dan melihatku dengan Alex …

Wajahku memanas dan aku tidak berani menatap matanya.

Aku jelas berpakaian rapi, tetapi aku merasa malu seperti telanjang bulat.

“Apa Alex ada lakukan pemanasan selama prosesnya?”

“Ada, tapi tidak banyak.”

“Ceritakan secara detail.”

Lagian sudah terlanjur diceritakan, dilanjutkan pun tidak apa-apa.

Aku mengingat-ingat sambil berkata, “Dia sentuh bagian atasku lalu pinggang. Tapi karena mabuk, gerakannya agak kasar.”

Mendengar ini, tatapan Javier tampak yakin.

“Sebenarnya kau tidak gitu ada perasaan pada malam itu, ‘kan?”

Mendengar ini, aku agak terkejut akan ketajaman analisisnya.

Aku mengangguk jujur dan mengakui apa yang dia bilang.

Javier berpikir sejenak.

Dia menulis sesuatu di kertas lalu menganggukkan kepalanya dan menatapku dengan serius.

“Berdasarkan penilaian awal, mungkin ada kelainan kongenital pada organ reproduksimu. Perkembangan rahim juga kurang optimal. Tentu semua ini masih perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk bisa dipastikan.”

Mendengar “kelainan”, aku langsung panik.

“Kalau gitu gimana? Apa bisa disembuhkan total?”

Javier menganggukkan kepalanya.

Aku baru saja lega, tapi perkataan Javier selanjutnya membuatku merasa serba salah.

“Aku akan buat rencana terapi khusus untukmu. Nona Siska Julian, ada hal penting yang harus kuberi tahu terlebih dahulu …”

“Selama terapi, kita akan ada banyak kontak fisik intim yang nggak dapat dihindari.”

Aku terkejut dan bertanya dengan nada lemah, “Seberapa intim?

Javier tampak tenang, tapi perkataannya sangat mengguncang.

“Seperti berciuman, bersentuhan dan …”

Aku paham maksudnya dan langsung terjerumus dalam keraguan.

Biarpun bisa sembuh, tapi apakah begini berarti bersalah pada Alex?

Melihat aku lama tidak menjawab, Javier tampak tidak senang.

“Nona Siska, aku jamin. Begitu kau keluar dari sini, nggak ada orang yang bisa menyembuhkanmu lagi. Mohon jangan meragukan teknik medisku.”

Aku terkejut.

“Aku, aku mau jalani perawatannya …”

Mendengar jawabanku, Javier menganggukkan kepalanya dan berdiri.

“Baik, kita lakukan pemeriksaan awal dulu.”

Dia membawaku pergi ke kamar di samping.

Ruangannya tidak terlalu besar, hanya ada sebuah ranjang.

Javier memberi isyarat dengan pandangannya agar aku naik ke ranjang.

Aku duduk di tepi ranjang dan baru saja mau melepaskan tumit tinggiku, tapi malah dicegahnya.

“Jangan dilepas. Ini akan memberikan efek visual yang lebih kuat dan baik untuk terapi.”

Aku tidak paham, tapi aku tetap patuh dengan perkataannya.

Aku berbaring di atas ranjang.

Javier berdiri di samping ranjang dan memakai sarung tangan dengan santai.

“Kalau gitu kita mulai ya?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dewa Perang Terbaik
8.9
Daniel, sang Dewa Perang yang sangat disegani, tak pernah melupakan masa remajanya yang kelam dan penuh kelaparan. Kala itu, sepotong biskuit dari seorang gadis kecil menjadi penyelamat hidupnya. Demi membalas budi yang begitu berharga, Daniel kini memutuskan kembali ke kampung halaman. Ia bertekad menjadi pelindung bagi sosok penyelamatnya masa lalu, yang kini telah tumbuh dewasa menjadi seorang wanita muda berparas sangat jelita.
Sampul Novel Dilepas Manajer, Didekap CEO Kaya
9.6
Lima tahun Riana bertahan dalam pernikahan tanpa cinta bersama Reynald. Alih-alih bahagia, ia justru mengalami KDRT serta tekanan berat dari sang mertua, Mayang, yang membencinya karena belum memiliki anak. Ketika orang ketiga hadir menghancurkan rumah tangga mereka, penderitaan Riana pun memuncak. Enggan terus disakiti oleh pengkhianatan dan kekerasan fisik, Riana akhirnya membulatkan tekad untuk menyerah dan memilih pergi meninggalkan suaminya.
Sampul Novel Kawin Kilat: Suami Misteriusku teryata Milyarder
9.8
Pasca diselingkuhi, Grace Johnson nekat melakukan kawin kilat dengan pria asing yang dikira miskin. Keputusan ini dicemooh karena ia melepaskan calon pewaris Keluarga Hayes. Padahal, suami barunya adalah konglomerat misterius yang baru kembali dari luar negeri, sekaligus paman mantan tunangannya. Saat Grace meminta cerai karena merasa tertipu, penjelasan sang suami justru meluluhkan hatinya. Kini, sang mantan diusir tanpa harta, sementara sang miliarder memilih menyembunyikan wajah tampannya di balik topeng.
Sampul Novel Satu-PD155
9.7
Sam tega menikahi Sinta hanya demi mendonorkan ginjal istrinya kepada Ayu, sahabat kecilnya. Sinta yang hancur karena hanya dijadikan alat medis memutuskan memalsukan kematiannya. Begitu Ayu pulih, kedok egoisnya terbongkar, membuat Sam menyesal dan menyadari cintanya pada Sinta. Lima tahun berselang, Sinta kembali sebagai sosok sukses. Penyesalan Sam sia-sia saat Ayu dipenjara akibat kejahatannya. Sam pun hidup merana, sedangkan Sinta kini bahagia bebas dari bayang-bayang masa lalu.
Sampul Novel Setelah Dua Kali Dikhianati, Aku Dinikahi Sang Penguasa
9.8
Amara mengira pernikahannya yang megah adalah sebuah penyelamatan indah. Namun, kenyataan pahit terungkap saat ia mendengar rahasia suaminya dalam bahasa Italia yang ia kuasai diam-diam. Pernikahan itu rupanya hanya kedok untuk melindungi wanita lain bernama Liora. Bahkan, obat depresi yang rutin dikonsumsi Amara ternyata adalah pil KB untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan sang suami. Menyadari cinta dan perhatian suaminya hanyalah kebohongan terencana, Amara memutuskan untuk merelakan hubungan penuh kepalsuan ini.
Sampul Novel SUAMI PILIHAN KAKAK UNTUKKU
7.9
Setelah menolong Andreas yang terluka, Viola justru terjebak pernikahan kontrak dengan pria kejam itu akibat paksaan kakaknya, Henry. Tragisnya, Henry kemudian tewas di tangan Andreas tepat di depan mata Viola. Meski didera dendam, Viola bertahan hingga akhirnya melarikan diri dalam kondisi hamil. Lima tahun berselang, takdir mempertemukan mereka kembali. Viola kini dirundung dilema besar antara menuntut balas atau menerima kenyataan bahwa Andreas adalah ayah kandung putrinya.