APKDock Logo
Sampul Novel Di Balik Penyakit, Ada Cinta yang Mekar

Di Balik Penyakit, Ada Cinta yang Mekar

8.5 / 10.0
Keputusan untuk menyembuhkan penyakit stenosis kongenital di rumah sakit diambil demi masa depan bersama Alex Simina. Namun, situasi menjadi canggung saat dokter yang menangani prosedur medis tersebut ternyata adalah teman dekat Alex sendiri. Sang protagonis harus menghadapi rencana perawatan medis tidak biasa yang memicu rasa malu, di mana terapi kesembuhannya menuntut kontak fisik yang sangat intim secara intens, mulai dari sentuhan hingga ciuman yang tidak dapat dihindari demi memulihkan kondisinya.

Di Balik Penyakit, Ada Cinta yang Mekar Bab 1

Demi kebahagianku dan Alex Simina, aku memutuskan untuk mengobati stenosis kongenitalku di rumah sakit. Akan tetapi, dokternya itu teman Alex. Aku juga merasa malu dengan rencana perawatannya.

“Selama terapi, kita akan melakukan kontak fisik intim yang nggak dapat dihindari.”

“Seperti berciuman, bersentuhan, dan …”

Demi kebahagianku dan Alex Simina, aku memutuskan untuk mengobati stenosis kongenitalku di rumah sakit. Akan tetapi, dokternya itu teman Alex. Aku juga merasa malu dengan rencana perawatannya.

“Selama terapi, kita akan melakukan kontak fisik intim yang nggak dapat dihindari.”

“Seperti berciuman, bersentuhan, dan …”

…

“Mohon pasien nomor 34 masuk ke ruang praktek yang pertama.”

Beberapa hari yang lalu, aku tiba-tiba sadar.

Kehidupan seks aku dan Alex yang sudah lama berpacaran tidak harmonis.

Aku punya stenosis kongenital. Aku bahkan tidak bisa menampung pria berukuran normal.

Melihat tatapan kecewa Alex, aku merasa sangat bersalah.

Setelah ragu-ragu selama beberapa hari, akhirnya aku putuskan untuk pergi ke rumah sakit.

Aku sama sekali tidak menyangka, ternyata Javier Diego adalah dokternya.

Dia adalah teman Alex.

Kami baru saja bertemu beberapa hari yang lalu.

“Nona Siska, masih banyak pasien yang antri, mohon Anda masuk dulu.”

Suara merdu terdengar, aku pun langsung sadar. Reaksi pertamaku adalah ingin melarikan diri.

“Oh ya, dok, aku tiba-tiba ada halangan …”

“Nona Siska, apa kau curiga sama etika profesiku?”

Melihat Javier tampak tidak senang, aku pun diam dan dengan enggan masuk serta duduk.

Sebelumnya setiap kali kami bertemu, statusnya adalah teman Alex.

Dia bersikap ramah dan sopan, memanggilku “adik ipar”.

Kali ini statusnya berbeda, menjadi dokter dan pasien.

Aku canggung banget, hingga terus menundukkan kepala, tidak berani melihatnya.

Di ruang praktek yang sunyi, hanya terdengar suara gemerisik lembaran catatan medis.

Setelah lama membaca dengan saksama, Javier akhirnya berbicara.

“Catatan medisnya kurang detail. Aku perlu diskusi langsung dengan pasien mengenai beberapa hal yang lebih spesifik.”

Aku mengangguk dengan wajah merah, menandakan aku memahaminya.

“Kalau gitu, ceritakan dengan detail kejadian dan hasilnya malam itu.”

Mendengar ini, aku terkejut.

“Apa? Ini juga harus diceritakan?”

Aku orangnya agak introvert. Sulit bagiku untuk menceritakan hal-hal pribadi di depan orang yang kukenal.

Demi sembuh, demi masa depanku dan Alex, aku hanya bisa membuka mulut.

“Saat semua tamu sudah pulang pada malam tunangan, aku dan Alex minum alkohol. Dia memelukku ke atas ranjang …”

Tanpa sadar, aku menggigit bibirku dan berpapasan dengan tatapan Alex yang setenang danau. Kegelisahan di hatiku pun mereda.

“Karena mabuk, kami buka baju. Dia … dia menindihku, tapi saat mau mulai ternyata … tidak bisa masuk ke dalam.”

Mengatakan ini, aku pun teringat kembali kejadian malam itu.

Selama ini, Javier terus menatapku dengan serius.

Perasaannya seperti dia berdiri di samping ranjang dan melihatku dengan Alex …

Wajahku memanas dan aku tidak berani menatap matanya.

Aku jelas berpakaian rapi, tetapi aku merasa malu seperti telanjang bulat.

“Apa Alex ada lakukan pemanasan selama prosesnya?”

“Ada, tapi tidak banyak.”

“Ceritakan secara detail.”

Lagian sudah terlanjur diceritakan, dilanjutkan pun tidak apa-apa.

Aku mengingat-ingat sambil berkata, “Dia sentuh bagian atasku lalu pinggang. Tapi karena mabuk, gerakannya agak kasar.”

Mendengar ini, tatapan Javier tampak yakin.

“Sebenarnya kau tidak gitu ada perasaan pada malam itu, ‘kan?”

Mendengar ini, aku agak terkejut akan ketajaman analisisnya.

Aku mengangguk jujur dan mengakui apa yang dia bilang.

Javier berpikir sejenak.

Dia menulis sesuatu di kertas lalu menganggukkan kepalanya dan menatapku dengan serius.

“Berdasarkan penilaian awal, mungkin ada kelainan kongenital pada organ reproduksimu. Perkembangan rahim juga kurang optimal. Tentu semua ini masih perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk bisa dipastikan.”

Mendengar “kelainan”, aku langsung panik.

“Kalau gitu gimana? Apa bisa disembuhkan total?”

Javier menganggukkan kepalanya.

Aku baru saja lega, tapi perkataan Javier selanjutnya membuatku merasa serba salah.

“Aku akan buat rencana terapi khusus untukmu. Nona Siska Julian, ada hal penting yang harus kuberi tahu terlebih dahulu …”

“Selama terapi, kita akan ada banyak kontak fisik intim yang nggak dapat dihindari.”

Aku terkejut dan bertanya dengan nada lemah, “Seberapa intim?

Javier tampak tenang, tapi perkataannya sangat mengguncang.

“Seperti berciuman, bersentuhan dan …”

Aku paham maksudnya dan langsung terjerumus dalam keraguan.

Biarpun bisa sembuh, tapi apakah begini berarti bersalah pada Alex?

Melihat aku lama tidak menjawab, Javier tampak tidak senang.

“Nona Siska, aku jamin. Begitu kau keluar dari sini, nggak ada orang yang bisa menyembuhkanmu lagi. Mohon jangan meragukan teknik medisku.”

Aku terkejut.

“Aku, aku mau jalani perawatannya …”

Mendengar jawabanku, Javier menganggukkan kepalanya dan berdiri.

“Baik, kita lakukan pemeriksaan awal dulu.”

Dia membawaku pergi ke kamar di samping.

Ruangannya tidak terlalu besar, hanya ada sebuah ranjang.

Javier memberi isyarat dengan pandangannya agar aku naik ke ranjang.

Aku duduk di tepi ranjang dan baru saja mau melepaskan tumit tinggiku, tapi malah dicegahnya.

“Jangan dilepas. Ini akan memberikan efek visual yang lebih kuat dan baik untuk terapi.”

Aku tidak paham, tapi aku tetap patuh dengan perkataannya.

Aku berbaring di atas ranjang.

Javier berdiri di samping ranjang dan memakai sarung tangan dengan santai.

“Kalau gitu kita mulai ya?”

Lanjut Membaca

Daftar Isi Di Balik Penyakit, Ada Cinta yang Mekar

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Falling for him
9.1
Masa lalu yang kelam membuat Theo yakin bahwa perasaan manusia akan selalu berubah-ubah. Namun, keyakinan tersebut goyah ketika ia berhadapan dengan Jaane Kim. Jaane adalah sosok perempuan berpendirian kokoh yang telah mengunci rapat hatinya dari asmara. Keteguhan sikap Jaane justru menjadi tantangan baru yang memikat bagi Theo. Akankah pesona sang 'Pied Piper' ini berhasil meluluhkan hati Jaane? Simak kisah cinta musim semi yang siap menghadirkan keajaiban dan debaran manis.
Sampul Novel I Love You, Mbak
8.6
Demi menjaga wanita idaman tetap di sisinya, Leon rela berjuang meredam amarahnya yang meluap. Walau sadar caranya tidak selalu benar, ia menegaskan bahwa seluruh jiwanya telah terpikat oleh sosok Mbak tercinta. Kisah cinta dewasa ini menyoroti dedikasi emosional Leon yang begitu mendalam. Ia enggan melepas ikatan ini dan bertekad membuktikan bahwa asmaranya bukanlah kepalsuan, melainkan sebuah komitmen yang sepenuhnya tulus.
Sampul Novel One Night Stand
9.8
Liburan solo Seo Inha di Bali berubah drastis setelah malam tak terduga bersama Lee Yeon, pewaris kaya yang patah hati. Akibat salah minum ramuan dan mabuk, Inha salah masuk kamar hingga berujung kehamilan. Demi tanggung jawab, Yeon bersedia menikahi Inha meski tanpa cinta. Namun, saat perhatian Yeon mulai tumbuh dalam pernikahan kontrak mereka, sang mantan kekasih kembali untuk merebut posisinya. Akankah Inha mampu bertahan menghadapi masa lalu Yeon yang datang mengusik?
Sampul Novel Perjuangan Cinta yang Pernah Hilang
9.4
Demi melindungi nyawa Ararya Chandrika Dewi dari tragedi, Devandra Pradipta Atmaja terpaksa tunduk pada perintah Himawan, ayahnya. Devan pun pergi kuliah ke luar negeri dan memutus kontak selama tiga tahun. Namun sekembalinya ke tanah air, rencana baru sang ayah justru kembali mengancam hubungan mereka. Di tengah trauma masa lalu yang kelam dan berdarah, sanggupkah jalinan asmara Devan dan Ara tetap bertahan tanpa adanya restu orang tua?
Sampul Novel Tak Apa Jadi Istri Kedua, yang Penting Soleha
8.9
Fika menjalani peran sebagai istri kedua dengan rasa percaya diri yang tinggi. Ia merasa posisinya jauh lebih unggul dibanding istri pertama sang suami. Di dalam hatinya, Fika bangga karena meyakini dirinya memiliki rupa yang lebih menawan. Bukan sekadar penampilan fisik, ia juga merasa tingkat ketakwaan serta pemahaman agamanya jauh lebih mendalam, sehingga ia menilai dirinya sebagai sosok yang lebih saleha dalam pernikahan tersebut.
Sampul Novel Takdir 2 Dimensi
8.0
Kehidupan Candy berubah drastis setelah ia menolong seekor kucing jalanan yang menawan. Tak disangka, kucing itu merupakan pangeran yang dikutuk oleh penyihir jahat. Kasih sayang tulus Candy berhasil mematahkan sihir hitam tersebut. Namun, saat cinta mulai bersemi di antara keduanya, mereka dihadapkan pada rintangan besar. Perbedaan dimensi mengancam hubungan mereka. Akankah takdir menyatukan sepasang kekasih yang terhalang oleh dua dunia yang berbeda ini?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan