APKDock Logo
Sampul Novel Nasib Seorang Wanita Proyek

Nasib Seorang Wanita Proyek

9.6 / 10.0
Menjalani kehidupan di lokasi proyek ternyata jauh dari bayangan awal sang protagonis wanita dalam novel modern ini. Minimnya privasi di area mes yang sangat terbuka membuat setiap gerak-gerik dan suara terdengar jelas. Keadaan menjadi semakin sulit dikendalikan saat ia terpaksa mendengar suara intim pasangan suami istri dari ranjang sebelah yang hanya berjarak kurang dari dua meter. Kebisingan malam yang terus berlanjut tanpa henti itu akhirnya memicu gejolak dalam dirinya yang tak lagi tertahankan.

Nasib Seorang Wanita Proyek Bab 1

Aku tak menyangka lokasi proyek bisa seterbuka ini.

Mendengar suara pasangan suami istri yang bekerja di proyek dari ranjang sebelah, jaraknya bahkan tak sampai dua meter dan suara mereka yang tak kunjung berhenti, membuatku tak tahan dan mulai menggesekkan kedua kakiku...

Suamiku, dengan alasan yang terdengar bagus, bilang bahwa di desa tidak bisa menghasilkan uang, jadi dia ingin membawaku ke luar kota untuk bekerja.

Tapi aku tahu, sebenarnya dia takut aku akan mencari pria lain saat di rumah…

Aku tahun ini sudah berusia dua puluh empat, orang-orang bilang aku cantik dan punya pesona sebagai wanita dewasa.

Dadaku besar. Setiap kali keluar untuk bekerja, beberapa pria tua di desa selalu suka menatap dadaku. Benar-benar menjengkelkan.

Tapi suamiku malah kurang “bagus” dalam urusan ranjang. Kami sudah menikah tiga tahun tapi aku belum juga hamil. Keluarganya juga cukup khawatir, mereka sering mendesak kami, tapi entah kenapa setiap kali aku menginginkannya, dia sama sekali tidak tertarik.

Suamiku bekerja di proyek bangunan. Katanya, dia sudah menggunakan koneksi untuk mencarikan pekerjaan yang lebih ringan untukku di lokasi proyek.

Aku mengikutinya, menyeberangi beberapa kota hingga akhirnya tiba di lokasi proyek tempat dia bekerja. Dia sangat akrab dengan tempat ini, mengenal sebagian besar rekan kerjanya, dan dengan hangat menyapa mereka satu per satu.

Kami melewati area proyek yang dipenuhi debu beterbangan. Lalu dia membawaku ke deretan bangunan berdinding seng, tempat tinggal para pekerja, asrama buruh.

Begitu masuk ke dalam, aku langsung mencium bau apek yang menyengat, bau laki-laki.

Baunya memang agak tak sedap, tapi entah kenapa aku tidak terlalu jijik… Mungkin karena sudah lama sekali aku tidak merasakan sentuhan pria.

Aku memang punya kebutuhan, sementara suamiku tak bisa memenuhinya. Tiga tahun ini, hanya Tuhan yang tahu bagaimana aku bertahan.

Tapi suamiku orangnya baik, jadi meski setiap malam harus menahan sepi dan kesepian, aku tidak pernah melakukan hal yang macam-macam.

Asrama itu sangat berantakan. Botol-botol bir berserakan di lantai, sepatu penuh lumpur tergeletak sembarangan, dan kaus kaki kotor dibuang begitu saja…

Di tengah ruangan hanya ada sebuah meja kayu kecil, di atasnya masih ada sisa makanan cepat saji dari makan sebelumnya.

Yang tidak pernah aku bayangkan adalah… ternyata di asrama ini ada beberapa wanita juga.

Mereka hanya mengenakan pakaian dalam, mondar-mandir di dalam ruangan seolah kehadiran para pria di sekitar mereka bukan masalah sama sekali.

Ada pria iseng yang menepuk bokong salah satu wanita, dan wanita itu hanya melotot sejenak, lalu tertawa sambil memaki ringan.

Suasana asrama langsung ramai dengan tawa para pria, diselingi celetukan-celetukan cabul yang muncul begitu saja.

“Eh, Irwan, ini istrimu ya?”

“Cantik banget, lihat tuh dadanya gede, kelihatan banget ini tipe cewek yang gampang ngelahirin.”

Yang barusan bicara itu adalah wanita yang hanya mengenakan pakaian dalam dan mondar-mandir di depan para pria tadi.

Dari penampilannya, dia sepertinya sudah lewat usia tiga puluhan. Wajahnya biasa saja, tubuhnya juga tak terlalu menarik, kulitnya pun tampak kusam karena terlalu lama kerja di proyek bangunan.

Sekilas saja sudah bisa ditebak, dia tipe wanita desa yang sangat biasa.

Orang yang dia panggil "Irwan" itu adalah suamiku.

Kata suamiku, namanya Nia. Dia menyuruhku memanggilnya Kak Nia, katanya urusan kebutuhan sehari-hari di sini biasanya dia yang urus, karena para pria di sini memang butuh bantuan.

Seperti mencuci pakaian dan hal-hal kecil lainnya, semuanya dia yang tangani. Semua wanita yang datang ke sini juga biasanya ditangani olehnya.

Aku pun mengangguk ke arahnya, tersenyum, dan memanggil, “Kak Nia,” sebagai sapaan perkenalan.

Nia lalu dengan santai mulai mengenakan bajunya, sambil memperkenalkanku pada situasi di sini.

Sepertinya Nia cukup paham dengan apa yang aku pikirkan. Dia bilang di proyek ini memang begitulah keadaannya, laki-laki dan perempuan tinggal bercampur begitu saja.

Dia juga bilang, kalau ada pria yang berani menggangguku, aku tinggal bilang padanya.

Di sini memang sudah biasa begitu, jadi memintaku untuk tak perlu terlalu kaku atau jaim.

Lalu Nia pun bicara ke semua orang, memperingatkan mereka agar tidak sembarangan menyentuhku.

Mayoritas pria di proyek ini usianya tiga puluhan hingga empat puluhan. Tapi juga ada beberapa anak muda yang masih dua puluhan, bugar dan berotot.

Meski Nia sudah menegur mereka, menyuruh mereka untuk tidak sembarangan, tapi saat mataku tertuju pada para pria yang bertelanjang dada, hanya mengenakan celana pendek dan bagian depan celana mereka yang tampak menonjol, aku tetap saja tak bisa menahan reaksi dalam diriku...

Lanjut Membaca

Daftar Isi Nasib Seorang Wanita Proyek

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Captain's Ravenge
9.4
Kapten Arya Bimantara bergegas pulang dari tugasnya di perbatasan Kalimantan begitu mendengar kabar kematian mendadak kembarannya, Aryo, dan sang istri. Tragedi ini terjadi tepat setelah mereka bertukar pesan terakhir. Setibanya di rumah, Arya merasakan ada hal yang tidak beres dari pemakaman tersebut. Penyelidikan pribadinya membongkar fakta keji bahwa mereka adalah korban pembunuhan berencana. Kini, sang kapten memulai misi perburuan demi membalas dendam kematian keluarganya.
Sampul Novel Dia Canduku
9.5
Dalam kondisi tak sadar, Amira dikhianati suaminya yang tega menjual dirinya kepada pengusaha bernama Raka sebagai pelampiasan. Malam intim tak terduga itu rupanya sangat membekas di hati Raka hingga ia terus terbayang sosok Amira. Seminggu berlalu, takdir secara mengejutkan mempertemukan mereka kembali di rumah Raka. Bagaimana kelanjutan hubungan mereka setelah rahasia kelam malam panas itu mulai terungkap?
Sampul Novel Pelabuhan Akhir Sang Pewaris
7.8
Sebagai pewaris tunggal Grup William, Sean Axel dikenal sangat tegas dalam bisnis. Meski banyak selebriti wanita mendekatinya demi harta, ia merasa muak dengan kepalsuan mereka. Hidup sang miliarder berubah total setelah bertemu seorang wanita unik yang berhasil memikat hatinya. Kini, Sean justru berjuang keras mengejar cinta perempuan tersebut, berharap dapat menjadikannya sebagai pelabuhan terakhir dalam perjalanan hidupnya.
Sampul Novel Perjalanan Fantasi
9.5
Kehancuran hati akibat dikhianati sang kekasih tepat sebelum pertunangan membuat aktris berbakat, Keisha Yania Putri, tertidur lelap dalam kesedihan bersama kalung peninggalan ibunya. Begitu terbangun, ia mendapati dirinya terlempar ke dimensi asing yang misterius. Usai sempat disekap di sebuah gubuk, Keisha berhasil diselamatkan oleh seorang Pangeran dan Panglimanya. Petualangan baru ini pun memicu cinta segitiga. Siapa ksatria yang akhirnya berhasil memikat hati Keisha?
Sampul Novel Stempel Miskin untuk Keluargaku
8.4
Kembali ke rumah setelah empat tahun merantau, aku mendapati keluargaku menjadi bahan gunjingan dan dicap miskin oleh tetangga serta kerabat akibat jeratan utang. Namun, tidak ada yang tahu bahwa bapak sebenarnya memiliki sebidang tanah rahasia. Berbekal kejujuran dan keteguhan hati, aku kini bertekad penuh untuk memulihkan kehormatan keluarga kami serta membuktikan pada mereka yang telah meremehkan bahwa kami tidak layak dipandang sebelah mata.
Sampul Novel Suamiku yang Lumpuh Adalah Taipan Misterius
7.9
Lana, gadis desa yang tumbuh bersama neneknya, mendadak dibawa pulang oleh keluarga Rahayu. Bukannya disambut hangat, ia malah dipaksa menjadi pengantin pengganti bagi Saras untuk menikahi Jehan, pria lumpuh dari keluarga Sahid yang di ambang kehancuran. Demi sang nenek, Lana menerima pernikahan ini. Di malam pertama, ia dan Jehan sepakat berpisah dalam dua tahun. Namun, mampukah Lana menjaga rahasia identitasnya dari sang suami? Di saat pria lain mengejarnya, siapakah yang akan memenangkan hatinya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan