APKDock Logo
Sampul Novel IBU YANG KAU BUANG

IBU YANG KAU BUANG

8.0 / 10.0
Saat raga mulai melemah di usia senja dan tak lagi mampu bekerja keras, seorang ibu justru harus menerima kenyataan pahit. Anak-anak kandung yang dahulu ia besarkan dengan segala pengorbanan tega menelantarkannya begitu saja setelah ia pensiun. Di tengah kepedihan mendalam akibat pengkhianatan darah dagingnya sendiri, mampukah wanita malang ini menemukan kedamaian dan kebahagiaan di sisa usianya? Kisah mengharukan tentang perjuangan batin seorang ibu yang terbuang.

IBU YANG KAU BUANG Bab 1

"Loh, sudah pulang, Buk?" tanya bungsuku yang sedang membersihkan motor kesayangannya di depan rumah.

Motor yang aku hadiahkan saat dia  pertama bekerja. Saat itu aku pikir, jika aku memberikannya motor impiannya, dia akan semangat untuk bekerja. Tapi kenyataannya sungguh berbeda.

Aku tersenyum tipis, melangkah mendekat ke arahnya. "Iya, Mar."

"Kok tumben, Buk? Biasanya pulang jam empat sore," tanyanya lagi dengan kening berkerut.

"Iya, Mar. Hari ini ibu pulang cepat," jawabku.

"Memang kenapa pulang cepat, Buk? Ada masalah di pabrik?" tanya Damar lagi. Tampaknya dia penasaran dengan sebab aku pulang lebih cepat. Karena memang aku selalu pulang sore setiap hari.

Aku menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Damar harus tahu jika aku berhenti bekerja mulai hari ini. Aku harus memberitahunya sekarang.

Sudah sejak anak-anak kecil aku bekerja. Aku sudah terlalu lelah. Kini aku sudah tua, sudah saatnya aku berhenti bekerja.

"Ada yang ingin ibu sampaikan padamu, Mar. Bisa kita bicara sebentar?" tanyaku padanya.

Damar menatapku dengan raut penuh tanya. Tapi tak urung juga dia menganggukkan kepalanya, lalu meletakkan kain lap di atas jok motornya. "Ada apa, Buk?"

"Kita bicara sambil duduk, Mar." Aku pun melangkah menuju kursi rotan yang ada di teras. Sedang Damar mengikutiku dari belakang.

Kami pun duduk berdampingan setelah sampai di kursi. Aku terdiam sejenak memandang dengan ragu ke arah bungsuku itu. Ada sedikit keraguan dalam hatiku saat ingin mengutarakan apa yang terjadi.

"Ada apa, Buk?" tanya Damar ketika aku belum juga membuka suaraku.

"Di mana Feni, Mar? Dia juga harus tahu apa yang ingin ibu sampaikan," tanyaku sebelum mengungkapkan apa yang ingin aku sampaikan.

"Dia sedang pergi arisan dengan teman-temannya, Buk. Ada apa sih, Buk? Jangan membuat Damar penasaran," sahut Damar mulai terlihat tidak sabar.

Aku menghela napas pelan mendengar jawaban Damar. Menantuku itu suka sekali ikut arisan dengan teman-teman sosialitanya.

"Mar, tolong dengarkan ibu baik-baik. Mulai besok, ibu sudah tidak bekerja lagi. Ibu sudah pensiun, Mar," tuturku, menatap Damar.

"Apa? Pensiun, Buk?" Damar tampak terkejut dengan apa yang aku ungkapkan.

"Iya, Mar. Usia ibu sudah tidak memungkinkan lagi untuk bekerja."

"Tapi kenapa Ibu tidak bicarakan dulu padaku, Buk? Harusnya Ibu meminta pendapatku terlebih dahulu. Bukan langsung main berhenti saja." Suara Damar sedikit meninggi.

Hatiku sedikit nyeri ketika mendengarnya. Kupikir Damar akan menerima keputusanku untuk berhenti bekerja. Aku sudah tua untuk terus bekerja. Terkadang aku sering sekali masuk angin di tempat kerja. Tubuhku yang sudah semakin tua, membuatku sering kecapekan dan berakhir dengan masuk angin.

"Ibu sudah tidak sanggup bekerja lagi, Mar. Ibu ingin fokus beribadah di sisa umur ibu yang tinggal sedikit ini, Mar," ucapkuu lirih sembari menundukkan kepala.

"Tapi, Buk. Bagaimana nasibku dan Feni jika Ibu sudah tidak bekerja lagi?"

Aku menatap nanar anak lelakiku itu. Ada rasa nyeri di hatiku ketika dia seakan tidak menginginkan aku untuk berhenti bekerja. Padahal aku sudah bekerja semenjak dia dan Dina masih kecil, karena suamiku meninggal saat itu. Aku pun harus terpaksa menggantikan perannya untuk mencari nafkah untuk anak-anakku.

Aku bekerja banting tulang untuk mereka. Aku bahkan tidak menikah lagi demi kebahagiaan mereka. Aku selalu menuruti keinginan mereka karena aku tidak mau membuat mereka kekurangan apapun setelah kehilangan ayah mereka.

"Ka-mu bisa mencari kerja lagi, Mar."

"Mudah sekali Ibu menyuruhku bekerja lagi. Nyari kerja itu nggak semudah yang Ibu katakan. Aku sudah mencari ke sana kemari, tapi nggak ada yang cocok buatku, Buk."

"Bukan susah, Mar. Tapi kamu yang suka pilih-pilih kerja."

Damar memang suka berganti-ganti kerja. Dia sering tidak betah di tempat kerjanya. Katanya gajinya yang kurang, perkerjaannya berat, atau bahkan karena lingkungan kerja yang tidak nyaman untuknya. Damar paling lama bertahan di tempat kerja hanya tiga bulan dan itu pun dia keluar karena menikah dengan Feni yang juga bekerja di tempat yang sama dengannya saat itu.

"Ah, sudah! Ibu banyak sekali bicara. Kalau Ibu benar-benar berhenti bekerja, Damar mau Ibu memberikan Damar modal untuk usaha, seperti Mbak Dina. Enak sekali Mbak Dina, Ibu berikan modal untuknya usaha," sungut Damar.

"Tapi ibu memberikan yang sama pada kalian, Mar. Ibu tidak membedakan kalian berdua. Kamu juga ibu beri uang untuk modal usaha. Tapi kamu malah membeli mobil dengan uang itu."

"Aku tidak mau tahu, Buk. Pokoknya Ibu harus menyediakan uang untukku!" Damar berdiri dari duduknya, kemudian dia berlalu masuk ke dalam rumah, meninggalkanku sendiri dalam kesedihan.

Aku hanya bisa menatap nanar punggung tegap milik bungsuku itu. Aku tidak menyangka jika Damar akan semarah itu hanya karena aku berhenti kerja.

Ya Allah ....

Niat hati aku ingin lebih dekat dengan-Mu di sisa umurku ini, tapi putraku sendiri malah seperti itu.

Aku mengelus dada, mencoba bersabar atas semua perilaku bungsuku itu. Aku tidak mau do'a yang jelek keluar dari bibirku untuknya. Aku teramat sangat menyayanginya. Putra satu-satunya yang kumiliki.

Aku berdiri dari duduk, kuputuskan untuk masuk ke dalam kamar. Waktu Dzuhur sudah tiba. Aku harus segera menunaikan kewajibanku.

***

Brakk.

Aku menoleh ke arah pintu ketika mendengar pintu dibuka dengan kasar. Aku sedang berbaring di ranjang setelah menunaikan Sholat, saat mendengar suara pintu terbuka.

"Ibu ... apa maksud Ibu berhenti bekerja?" Feni tiba-tiba masuk setelah pintu terbuka dengan lebar.

Aku mendesah pelan. Menantuku itu sangat tidak sopan. Dia tidak mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke kamar mertuanya.

"Ada apa, Fen?" tanyaku sembari bangkit dari pembaringan dan duduk di tepi ranjang.

"Kata Mas Damar, Ibu berhenti bekerja?" tanyanya dengan suara keras sekali.

"Iya, Fen. Ibu berhenti bekerja mulai hari—."

"Kenapa? Kenapa Ibu berhenti bekerja?" buru Feni memotong ucapanku.

Aku menatap Feni dengan terkejut, selama ini dia tidak pernah memotong ucapanku seperti ini. Dia selalu bersikap lembut padaku. Tapi kenapa sekarang dia berubah? Apa hanya karena aku tidak bekerja lagi hingga dia merubah sikapnya padaku? Apa ini sikap aslinya yang sebenarnya?

Ya Allah ... aku hanya bisa mengelus dada melihat menantuku itu berani kepadaku hanya karena aku berhenti bekerja. Padahal selama ini dia tidak pernah berani padaku. Dia selalu bersikap manis padaku.

Apa memang aku salah jika aku berhenti bekerja? Apa di usiaku yang sudah tidak lagi muda ini masih harus dipaksa untuk bekerja?

Lanjut Membaca

Daftar Isi IBU YANG KAU BUANG

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel My Perfect Hero
8.6
Demi menjaga nama baik keluarganya, Raline terpaksa menikah dengan Liam Bernardus Nelson untuk menggantikan sang kakak yang melarikan diri di hari pernikahan. Liam, seorang miliarder yang terkenal dingin dan kejam, perlahan menunjukkan sisi pelindung saat Raline menghadapi masa-masa sulit. Namun, pernikahan mereka yang mulai harmonis kini terancam hancur ketika Bora kembali dan mencoba merebut Liam. Raline pun harus berjuang keras mempertahankan posisinya sebagai istri sah.
Sampul Novel Mysterious of Wedding
9.1
Alina Sallyandra, gadis 18 tahun, terpaksa melepas kekasihnya demi pernikahan kontrak dengan pria asing bernama Jonathan Mike Antonio. Di balik pernikahan ini, Mike yang berusia 27 tahun sebenarnya sangat mengenali Alina, namun ia sengaja menyembunyikan kenyataan tersebut. Misteri besar pun menyelimuti alasan utama Mike menikahi Alina. Akankah rumah tangga mereka bertahan saat rahasia masa lalu perlahan terkuak? Kisah romansa penuh pengorbanan dan teka-teki.
Sampul Novel Penjara Cinta Sang Taipan
9.7
Bening mendambakan kasih sayang orang tua, tetapi ibu kandungnya justru menjualnya ke germo. Nasib malang ini menyeretnya ke dalam pernikahan kontrak dengan pewaris tunggal kaya raya bernama Jaasir Arga Ramiro. Kehidupan Bening berubah total sejak pernikahan paksa tersebut, terlebih ketika rahasia besar sang ibu mulai terbongkar. Mampukah Bening bertahan menghadapi takdir rumit ini demi mengungkap kebenaran yang sengaja disembunyikan darinya?
Sampul Novel PlayGirl Kelas Teri
8.2
Suci Nabila, seorang siswi SMP, gemar mempermainkan hati para lelaki. Bersama sahabatnya, Regina, mereka memanfaatkan kecantikan untuk menjerat pria demi keuntungan pribadi. Walau suka menggoda, keduanya memegang prinsip kuat untuk menolak segala bentuk sentuhan fisik. Bagi mereka, kaum adam hanyalah mainan yang mudah dikendalikan. Namun, akankah mereka sanggup selamanya lolos dari jeratan karma yang mengintai akibat perbuatan tersebut?
Sampul Novel Prahara
9.1
Tiga puluh tahun membina rumah tangga, pernikahan Beri Pratama dan Monica Sari kini di ambang kehancuran. Kehadiran kembali Soraya Maharani, cinta pertama Beri saat SMA, menuntut janji masa lalu yang belum usai. Beri pun didera dilema hebat antara masa lalunya atau komitmen terhadap Monica serta kedua buah hati mereka, Eka dan Dwi. Di sisi lain, Monica harus tegar menghadapi rahasia kelam suaminya demi mempertahankan keutuhan keluarga mereka.
Sampul Novel Usir Mantan Suami, Dia Dapat 6 Adik!
8.1
Setelah sepuluh tahun menderita dalam pernikahan dingin dengan Simon, sang dokter keluarga dan anak kembarnya tewas dibakar hidup-hidup oleh suaminya sendiri. Simon menuduhnya sengaja menjebaknya demi mengincar kekuasaan. Namun, sebuah keajaiban membawanya kembali ke masa lalu, tepat di hari Simon tidak sengaja meminum afrodisiak. Sadar akan akhir tragis yang menantinya, kali ini ia memilih membiarkan wanita idaman Simon yang menyelamatkannya, sementara ia melangkah pergi untuk mengubah takdir.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan