APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh

Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh

Delapan tahun pernikahan dengan Elvin, gembong mafia Nasara, hancur di hari jadi mereka saat foto kemesraan sang suami bersama Lina dan putra kandungnya sendiri, Owen, tersebar. Alih-alih membela sang ibu, Owen justru menginginkan Lina sebagai penggantinya. Tanpa amarah atau air mata, sang istri menyajikan dokumen perceraian yang telah lama ia siapkan. Ia memilih merelakan segalanya dan melangkah pergi dari lingkaran keluarga beracun tersebut demi kebebasannya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sejak hari itu, aku di cap sebagai penjahat, pengkhianat, ular yang menjual sahabat terbaiknya sendiri.

Bahkan setelah aku menikah dengan Elvin dan melahirkan anak, noda itu tak pernah hilang.

Dan itu tidak berhenti di situ. Elvin menceritakan pada Owen, dan versi ceritanya ke telinga putra kita, hingga perlahan-lahan membuatnya membenci aku.

Owen itu anak kecil yang cerdas sekaligus peka. Dia menyerapnya sepenuhnya.

Dia percaya semuanya.

Saat menatap mata Owen sekarang, aku melihatnya dengan jelas, hanya kebencian. Mentah. Murni. Tanpa campuran apa pun.

Seolah aku adalah penjahat yang bersembunyi di bawah tempat tidurnya.

“Ibu jahat,” katanya dengan rahangnya yang mengeras. “Ibu menghancurkan hidup Bu Lina. Kalau bukan karena ibu, dia yang akan jadi ibu aku. Bukan kamu.”

Kata-kata itu membuat napasku terhenti. Aku tahu Owen lebih menyukai Lina. Tapi tidak ada yang mempersiapkanku untuk mendengarnya secara langsung.

Tubuhku bergetar. “Siapa yang memberitahu kamu itu?”

Ia menyilangkan kedua tangannya di dada, bibir kecilnya terlihat manyun. “Aku tahu sendiri. Aku mau Bu Lina jadi ibu aku.”

Aku menoleh pada Elvin dengan tatapan aku yang menyala. Tidak mungkin seorang anak tujuh tahun mampu merangkai potongan-potongan cerita yang bahkan tak pernah ia saksikan. Ini pasti diajarkan.

“Lina cuma… dia pikir kalau semua itu tidak terjadi...” gumam Elvin. “Aku akan menikahinya, bukan kamu.”

Versi diriku yang lama mungkin akan berdebat dan menuntut jawaban.

Tapi aku tidak bisa membangkitkan semangat untuk bertanya lagi. Aku tahu jawabannya. Selalu Lina, dan akan selalu Lina.

Aku dulu pacarnya Elvin. Aku yang memperkenalkan dia pada Lina. Begitulah mereka bertemu.

Kenapa Lina berpikir Elvin akan menikahinya, bukan aku?

Tapi sekarang, itu tidak lagi penting.

Apa pun yang Owen pikirkan tentang aku sebagai ibunya? Itu tidak penting lagi.

Apa pun yang Elvin pikirkan tentang aku sebagai istrinya? Itu sudah mati lama.

Aku muak. Muak dijadikan penjahat dalam kisah di mana aku bahkan tidak melakukan kesalahan apa-apa.

Aku berjalan menuju pintu depan, berhenti sejenak untuk melirik kembali ruang yang dulu kusebut rumah. Suaraku tenang, datar, dan terlepas dari emosi.

“Hubungi pengacaraku setelah menandatangani surat itu,” kataku dengan datar. “Aku akan tinggal di kasino keluarga sampai semuanya selesai.”

Wajah Elvin berubah. Kepanikan akhirnya muncul.

Dia tak pernah menyangka aku akan benar-benar pergi. Mungkin ia mengira ini hanyalah “sandiwara” aku lagi. Bahwa aku akan marah, menangis, lalu memaafkannya setelah beberapa permintaan maaf kosong dan hadiah tak berarti.

Ia berlari ke arahku, mungkin untuk menghentikan atau mengucapkan sesuatu yang bisa memberinya lebih banyak waktu.

Tapi dia tak punya kesempatan.

Karena pintu depan terbuka, seolah takdir memiliki waktu yang sempurna, dan dia masuk.

Lina.

Wanita yang sudah kutegaskan tak ingin lagi kulihat di rumah ini.

Namun di sinilah dia, tersenyum seperti seorang ratu, berdiri di ambang pintu seakan sudah memiliki semua yang ada di belakangku.

“Sudah mau pergi, Olivia?” tanyanya dengan manis.

Sebelum aku sempat menjawab, Owen berlari melewatiku dan langsung melompat ke pelukannya.

“Bu Lina!” serunya penuh semangat. “Kamu datang ke sini untuk apa?”

Aku menatap mereka, kebersamaan yang nyaris mendramatisir, pertunjukan kehangatan dan keakraban yang disiapkan dengan sempurna.

Dan kemudian aku ingat.

Saat Natal. Bertahun-tahun lalu, di rumah besar orang tua Elvin.

Itu adalah hari raya pertama yang kuhabiskan bersama keluarganya setelah menikah. Kupikir itu adalah sebuah kesempatan untuk membuktikan diriku. Mereka tak pernah menyetujui pernikahan kami, tapi aku berharap Hari Natal bisa jadi awal baru. Lembaran yang bersih.

Namun kenyataannya, aku menemukan Lina sudah di sana.

Berjalan di rumah seolah itu miliknya. Menuangkan anggur, menyajikan hidangan, dan tertawa bersama keluarga Elvin seperti dialah sang istri.

Aku berusaha malam itu. Tuhan tahu aku sudah berusaha. Aku tersenyum, memuji masakan ibu Elvin, menawarkan bantuan di dapur.

Aku menahan lidahku, tetap sopan, berusaha berbaur.

Tapi semuanya sia-sia.

Karena Lina tiba-tiba jatuh secara dramatis tepat di tengah ruang makan. Semangkuk sup tumpah, anggur merah membasahi gaunnya seperti darah.

Seketika semua langsung menyerangku tanpa berpikir dua kali.

“Kenapa kamu selalu harus membuat segalanya tentang kamu?” desis ibu Elvin. “Lina hanya ingin membantu. Tuhan, Olivia, seandainya kamu tidak datang. Kamu menghancurkan semuanya.”

Tidak ada yang bertanya apa yang sebenarnya terjadi atau bahkan memperhatikan luka bakar di lenganku akibat sup panas itu.

Mereka hanya berasumsi. Lalu menghakimi.

Dan Lina melakukan keahliannya, matanya membesar, suara yang lembut, menaburkan racun terbungkus kepura-puraan. “Jangan salahkan Olivia… tanganku cuma licin.”

Owen melihat semuanya. Dia melihatku melintasinya. Dia melihat aku bahkan tidak menyentuh Lina. Namun tetap saja, ia memihaknya.

“Ibu jahat,” tangis Owen sambil memeluk Lina dengan erat. “Kenapa Ibu dorong Bu Lina?”

Dia berbohong. Untuk melindungi “Bu Lina”nya.

Aku tak akan pernah lupa apa yang terjadi selanjutnya.

Ibu Elvin menghampiri aku, amarahnya tajam dan mendadak. Dia menamparku dengan keras.

“Sial sekali,” semburnya. “Ke mana pun kamu pergi, bencana ikut. Aku sudah bilang jangan datang, dan lihat sekarang. Lihat apa yang kamu lakukan di hari yang seharusnya bahagia.”

Aku mencoba menjelaskan lagi. Seperti yang sudah kulakukan ribuan kali. “Aku tidak mendorong Lina. Dia terpeleset. Kalau pun ada, dia sendiri yang menjatuhkan diri.”

Mereka mendengus.

“Ya, ya,” kata ibu Elvin dengan matanya yang menyipit. “Jadi sekarang Lina hanya sedang berdrama untuk mencari simpati? Untuk apa? Menghancurkanmu? Kenapa dia melakukan itu?”

Dan kemudian datang pukulan terakhir.

“Kamu tidak diterima di sini. Pergi. Sekarang.”

Bahkan ayah Elvin yang biasanya masih sopan padaku, meninggikan suara. “Kami tidak menerima orang gila di rumah ini. Belajarlah bagaimana bersikap, mungkin kemudian baru kita bisa bicara lagi.”

Aku ingat rasa perih dari udara dingin saat berlari keluar, tanganku gemetar, wajahku terasa terbakar oleh penghinaan.

Tapi tak seorang pun mengikutiku.

Aku berdiri di luar, sendirian di tengah salju. Sementara di dalam, melalui jendela yang berembun, aku melihat kebenaran yang selama ini ada.

Lina duduk di sofa, memainkan perannya dengan sempurna.

Ibu Elvin membalurkan krim ke sikunya, merawatnya seperti boneka yang rapuh. Sementara Elvin memegang Owen di pangkuannya. Owen menatap Lina seolah ia adalah seluruh dunianya.

Mereka terlihat seperti keluarga.

Aku tak pernah punya tempat di dalam gambar itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hot Love - Birahi Anak Yakuza
8.2
Kenzo, pewaris tunggal pemimpin Yakuza, menolak dijodohkan demi mengejar perempuan Rusia misterius yang ditemuinya di kafe. Penolakan ini memicu konflik besar hingga Kenzo tertembak, lalu diselamatkan oleh Alena, wanita yang ia cintai. Namun, hilangnya Alena membuat Kenzo frustrasi dan mengacau di Hong Kong hingga menyulut perang gangster. Saat melarikan diri bersama kakak angkatnya, Sakura, Kenzo tak tahu bahwa Alena sebenarnya adalah anak dari calon mertuanya sendiri.
Sampul Novel Manis di Bibir, Pahit di Takdir
9.4
Devan Atmadja berulang kali mengkhianati Viona dengan dalih kesetiaan pada mendiang sahabatnya. Mulai dari pernikahan rahasia dengan Keira Maheswari, menjadikannya nyonya besar demi aliansi mafia, hingga kehamilan yang diklaim sebagai kecelakaan. Setelah berkali-kali mengalah dan memaafkan janji manis Devan, Viona akhirnya tersadar bahwa hubungan mereka tidak memiliki masa depan. Di tengah jaringan intrik dan dusta ini, Viona memilih untuk melepaskan diri dan pergi selamanya.
Sampul Novel Menikahi Bos Mafia yang Menghancurkanku!
8.1
Ellea harus mendekam di penjara selama dua tahun setelah membela diri dari pelecehan yang ternyata telah direncanakan. Setelah bebas, ia mendapati tunangannya telah menikahi sahabatnya, Ivana, yang juga merebut posisi dokternya. Di titik terendah, Edwin Guntoro, pemimpin mafia Nigari, hadir sebagai penyelamat dan menikahinya. Namun, empat tahun kemudian Ellea mengetahui kebenaran pahit bahwa Edwin adalah dalang di balik tragedi masa lalunya demi kebahagiaan Ivana. Didorong rasa dikhianati, Ellea memutuskan bersekutu dengan rival terbesar suaminya, Cavin Nugroho, untuk menghancurkan Edwin.
Sampul Novel Saat Aku Bukan Lagi Pilihanmu
8.8
Setelah sepuluh tahun menderita dalam pernikahan dingin bersama Bram akibat jebakan obat bius saudara tirinya, sang protagonis mendapat kesempatan kedua setelah sebuah tragedi banjir merenggut nyawanya. Terbangun kembali di masa lalu, tepat di hari ia dikurung bersama Bram yang sedang menderita, ia kini bertekad untuk tidak lagi menjadi obat penawar bagi pria tersebut demi mengubah takdir tragis mereka di masa depan.
Sampul Novel The Last Trace
9.7
Demi membalas kematian saudara angkatnya, Lee Zin mengincar nyawa Carlos De Baule, bos mafia yang sangat kejam. Namun, setelah berhasil membunuh putra Carlos, Zin tertangkap lalu disiksa hingga hilang ingatan. Di tengah situasi kritis tersebut, Suster Evalingsta yang ditugaskan mengawasinya justru memilih berkhianat. Eva membantu Zin lolos demi menjalankan misi rahasia mereka untuk menghancurkan kekuasaan Carlos bersama-sama.
Sampul Novel THE MAFIA: MARIJUANA
8.4
Daphne Madison bertekad membalas dendam pada Edgar David Ruthen yang telah menghabisi nyawa kembarannya. Demi memuluskan misinya, ia menemui Casillas Rodriguez untuk menawarkan diri sebagai mata-mata ganda. Walau sempat diancam senjata, Casillas akhirnya luluh setelah Daphne menyerahkan segalanya demi mendapat jaminan keselamatan. Kerja sama rahasia pun terjalin, tetapi keduanya justru terperangkap dalam obsesi yang rumit. Casillas menolak melepas Daphne walau hubungan itu terasa salah.