APKDock Logo
Sampul Novel DANCING WITH DESTINY

DANCING WITH DESTINY

8.2 / 10.0
Jane Miles sangat menikmati hari-harinya yang tenang sebagai dokter hebat. Namun, kecelakaan tragis masa lalu merenggut seluruh memorinya akibat Amnesia Retrograde. Kehidupan damai Jane seketika sirna begitu Rafael Klein hadir. Pria tersebut datang membawa kekacauan demi mendesak Jane agar bersedia menerima takdirnya sebagai pewaris tunggal dinasti Klein yang sangat berpengaruh. Hubungan romansa dewasa ini diwarnai oleh benturan konflik dan misteri masa lalu.

DANCING WITH DESTINY Bab 1

Prolog

"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Pa?"

Seorang wanita menghela nafas panjang. Ia menatap suaminya yang tengah fokus memegang kemudi mobil. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing, membayangkan kemungkinan terburuk yang akan segera mereka hadapi.

"Lebih baik kita pergi dari sini. Kita kembali ke Moskow. Bersembunyi disana sampai keadaan lebih baik," saran sang istri.

Sang suami menggeleng pelan. "Tidak, Ma. Kita tidak bisa selamanya bersembunyi. Mereka pasti akan segera menemukan kita."

"Jadi? Kamu mau kembali ke tempat itu? Kembali pada Klein?" Sang istri mendesah frustasi. "Mereka tidak akan mengijinkan kami menginjakkan kaki di rumah itu."

Ia berbalik untuk melihat seorang bocah laki-laki yang terlelap memeluk boneka Minion kesayangan, di bangku belakang.

"Apa yang akan terjadi pada putra kita?" lirihnya nelangsa.

Sang suami melepaskan salah satu tangannya dari balik kemudi lalu meraih tangan sang istri. "Kamu tenang saja, Sayang. Aku janji, kita akan selalu ber-"

"Papa, AWAS!"

[BREAK ...]

Sebuah truk pengangkut pasir datang dari arah samping dengan kecepatan tinggi. Menghantam mobil yang ditumpangi sepasang suami istri bersama putra mereka yang masih berumur sepuluh tahun. Mobil terhempas jauh, terguling beberapa kali hingga hancur tidak berbentuk sebelum akhirnya mendarat dengan posisi terbalik.

"Cepat, cek! Pastikan mereka semua mati."

Sebuah suara berjalan mendekati mobil, di susul suara dua pasang derap kaki yang berputar mengelilingi mobil. Memastikan tidak ada pergerakan mahkluk bernyawa dari dalam mobil.

"Bos, mereka semua mati." Lapor salah satu diantara mereka.

"Bagus. Ayo pergi."

Suara derap langkah kaki yang menjauh seolah memberi tanda bagi bocah laki-laki yang duduk di bangku belakang mobil, dia membuka mata dan perlahan mengerakkan jarinya. Berusaha untuk menggapai tubuh sang Ibu yang tidak lagi sadarkan diri.

"Ma, Pa," ucapnya terbata. "Ma," panggilnya lirih dengan suara terakhir yang mampu dia keluarkan. Sebelum akhirnya terlelap dalam buaian sang malaikat pencabut nyawa.

*****

Tujuh belas tahun kemudian ...

"Ketua, mobil di belakang sepertinya mengikuti kita." Lapor laki-laki memakai setelan jas lengkap pada laki-laki lainnya di bangku penumpang.

Empat orang yang berada di dalam mobil—bersamaan melirik dari balik kaca spion, dua mobil Van tengah merapatkan jarak mereka hingga bumper depan Van hampir mencium bumper belakang city car.

"Dimana anggota yang lain, Clay?" tanya Rafael datar. Pemimpin itu seolah hal seperti ini sudah sering dihadapinya.

"Terjebak macet dua blok dari sini," sahut Clay—si pengemudi, tegang. Sesekali dia melirik dari spion depan untuk mengukur jarak Van yang semakin lama semakin mendekat.

Berbeda dengan ekspresi Rafael yang tenang, wanita yang duduk disampingnya tampak waspada. Sang sekretaris segera meraih ponsel, mencari sebuah nama di laman kontak untuk dihubungi.

"Kami diserang!" Serunya panik begitu mendengar suara dari balik ponsel.

"Nona Fey, tolong jaga ketua. Kami akan mengurus masalah ini," kata Clay. Dia melirik Ben—rekan yang duduk disampingnya, memberi kode untuk bersiap akan kemungkinan terburuk.

"Hati-hati." pesan Rafael. Kedua pengawalnya mengangguk paham.

Clay menambah kecepatan mobil untuk menghindar dari kejaran musuh. Mobil meliuk-liuk diantara sela mobil lainnya. Ben melirik dari balik spion depan menembus kaca belakang, mereka berhasil mengelabui musuh hingga jarak mobil dengan salah satu Van terpaut jauh.

"Mereka tertinggal, Clay," seru Ben mengabarkan kondisi di lapangan.

Clay tersenyum puas tanpa menyadari dari arah lain datang Van dengan kecepatan tinggi, langsung menuju ke arah sedan yang dikendarainya. Di detik terakhir Clay berhasil memutar setir hingga mobil berbelok tajam tepat menuju deretan mobil yang mengantri menunggu lampu hijau di persimpangan traffic light.

[BRAK ... ]

Mobil menabrak salah satu pohon besar yang berada tidak jauh dari bantalan jalan. Ini merupakan satu-satunya cara penyelamatan terakhir yang bisa di lakukan Clay agar mobil yang dikendarainya tidak menghantam kerumunan mobil lainnya dan menghasilkan banyak korban jiwa.

Ben menggosok tekuk nya lalu berpaling ke deretan bangku belakang untuk mengecek kondisi penumpang di bangku belakang. "Bos, anda baik-baik saja?" Tanyanya panik begitu melihat darah di pelipis bos-nya.

"Aku baik. Bagaimana kondisi kalian? Fey?"

"Saya baik-baik saja ketua," sahut wanita disampingnya.

"Ketua dan Nona Fey tetap di dalam mobil. Kami akan segera mengatasi ini," ujar Clay begitu melihat rombongan berjaket kulit lengkap dengan helm full face keluar dari dalam mobil Van.

"Kalian yakin?"

"Ketua tenang saja, kami bisa mengatasinya," pukas Ben menyakinkan bos dan sekretaris nya.

Keduanya langsung keluar dari dalam mobil.

"Siapa yang mengirim kalian?!" Hardik Clay langsung.

Rombongan berjaket kulit tak bergeming. Mereka terus maju, merengsek posisi Clay dan Ben.

"Ben, kamu dua di kiri. Selebihnya serahkan pada ku," kata Clay.

"Kenapa nggak buat kamu semua aja?" Canda Ben untuk menutupi kegugupannya.

Clay menatap temannya takjub. "Bagaimana dia masih bisa bercanda dalam situasi seperti ini?!" Batinnya.

"Maaf." Ucap Ben begitu sadar akan kekonyolannya.

"Pastikan mereka tidak mendekati mobil. Keselamatan ketua nomor satu." Pesan Clay sebelum melayangkan tinju mautnya ke perut salah satu rombongan ber-helm yang mulai menyerang.

Baku hantam tidak terelakkan. Awalnya Ben dan Clay tampak bisa mengimbangi lawan namun energi mereka terkuras lebih cepat karena lawan yang dihadapi tak henti melayangkan pukulan dan tendangan. Kalah oleh jumlah, Ben dan Clay terdesak mundur namun keduanya tetap berjaga agar tidak ada yang bisa mendekati mobil.

Sayangnya dengan tubuh yang kelelahan dan terluka, Ben dan Clay tidak menyadari salah seorang anggota berjaket kulit mendekati mobil dan mengayunkan tongkat bisbol hingga menghantam kaca jendela dari arah penumpang.

[PRANG!]

Kaca mobil pecah, jeritan ketakutan dari dalam mobil memecah kesunyian malam. Dari arah yang berseberangan, pintu mobil terbuka disusul sosok tinggi keluar dari sana.

Tarikan urat di wajahnya menggambarkan besarnya amarah. Sosok dengan rambut hitam segelap charcoal dengan mata berlapis iris biru itu bergerak secepat angin menarik jaket kulit yang dikenakan lawannya. Membalik tubuh dalam cengkraman hingga melayang di udara sepersekian detik sebelum menghempasnya ke aspal keras. Bunyi suara retakan mengiringi lolongan kesakitan dari pemakai jaket kulit.

"Ketua, awas!" Seru Ben begitu melihat sosok lain datang dari arah yang berlawanan, bersiap menyerang bos-nya. Ben segera berlari menghalau pisau yang mengarah ke tubuh bos-nya.

"Akh." Rintih Ben saat dirasakannya benda dingin itu menembus perutnya.

"Ketua!"

Teriakan panik disusul derap langkah serentak dari bala bantuan tambahan yang baru saja tiba di lokasi segera menghampiri sosok Rafael yang tengah memangku Ben yang bersimbah darah.

"Habisi mereka semua." Perintah Rafael pada puluhan anak buahnya yang berlari—menghampiri dan mengepung lokasi untuk melindunginya.

*****

Lanjut Membaca

Daftar Isi DANCING WITH DESTINY

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Menikah Dengan Seorang Miliarder Berkondisi Vegetatif?!
7.9
Valerie menjadi korban pengkhianatan kekasih dan adiknya sendiri hingga dituduh berselingkuh setelah malam bersama pria asing. Akibat fitnah itu, sang ayah membuangnya dan memaksanya menikahi seorang miliarder yang terbaring koma demi bisnis. Enggan terus ditindas, Valerie memutuskan hubungan dengan keluarganya. Namun, begitu suaminya terbangun dan menuntut pertanggungjawaban, Valerie justru memilih melarikan diri untuk memulai lembaran hidup baru.
Sampul Novel Broken
9.5
Dunia Risa Aulia runtuh saat suaminya, Danuarta Prasetya, berselingkuh dengan Karina Jelita yang merupakan sahabatnya sendiri. Saat duka kehilangan sang ayah belum reda, Risa harus tertatih menyembuhkan luka batinnya seorang diri. Di tengah keterpurukan, kehadiran pemuda blasteran bernama Dio Al Gazali perlahan membawa secercah harapan. Namun, jalan pemulihan Risa terusik ketika Danu tiba-tiba datang lagi untuk memohon kesempatan kedua guna memperbaiki rumah tangga mereka.
Sampul Novel Cinta Terlarang Sang Janda
8.7
CEO muda sukses, Rio Darmawan, merasa jenuh dengan tekanan perjodohan dari keluarganya yang terus-menerus. Ia selalu menolak calon pilihan orang tuanya karena tidak ada yang cocok. Namun, segalanya berubah saat ia terpikat oleh Denanda Kusuma, seorang ibu tunggal yang mandiri. Walau hubungan mereka ditentang keras oleh keluarga besar, Rio bertekad kuat memperjuangkan cintanya. Kini ia menghadapi pilihan sulit antara mengikuti kata hati atau tunduk pada tuntutan keluarga.
Sampul Novel Dendam Cinta dan wanita
8.3
Zheyya, seorang gadis biasa, dipertemukan dengan Kanha yang berjiwa playboy. Walau kehidupan mereka bertolak belakang, rasa benci di dada perlahan terkikis oleh tumbuhnya benih-benih asmara. Lewat pergolakan antara obsesi egois dan keikhlasan hati, keduanya dipaksa memahami kapan harus berjuang atau merelakan. Hubungan ini membawa gejolak emosi bagai tetesan air di padang gersang. Akankah takdir menyatukan cinta mereka pada akhirnya?
Sampul Novel Psychopath Love
9.0
Dapatkah seorang psikopat merasakan cinta yang tulus? Di balik kesempurnaan fisiknya, Johan menyimpan jiwa rapuh dan pikiran yang kacau. Kegelapan hidupnya hanya diterangi oleh kehadiran adik tirinya, sosok yang ia cintai secara diam-diam. Namun, pergolakan batin Johan mencapai titik kritis ketika sebuah kenyataan pahit terungkap. Bagaimana jadinya jika sang adik ternyata mencintai pria lain?
Sampul Novel Semalam Dengan Si Bos (One Night Stand)
9.0
Dikhianati Leon, Reina Patricia melarikan diri ke pelukan pria asing dalam satu malam panas. Setahun kemudian, ia syok saat menyadari pria misterius yang humoris itu adalah Brandon El Carro, bos barunya. Ketika cinta tumbuh dan Reina hamil, Brandon justru dihadapkan pada perjodohan bisnis. Situasi kian rumit saat masa lalu kelam sang CEO terbongkar dan mengancam reputasinya. Reina kini terjebak di antara cinta, rahasia besar, dan nasib calon bayinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan