APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

Pernikahan paksa selama lima tahun antara Karen dan Mark akhirnya menemui titik akhir saat Karen mengajukan perceraian. Tanpa menunda, Mark yang merasa terbebas langsung menyiapkan seluruh berkas. Saat proses administrasi berlangsung, Mark bahkan tega membawa kekasih idamannya demi menghina Karen yang dianggapnya bernasib malang. Di tengah pandangan mata yang mulai buram dan kesadaran yang perlahan memudar, Karen bertekad tidak akan menjalani kehidupan yang menyedihkan lagi di masa depan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku terjatuh di pinggir jalan, hawa dingin menusuk hingga ke tulang.

Seseorang mendorongku pelan, lalu mengangkatku dengan hati-hati. "Karen ... Karen ...."

Suara itu ... apakah itu Mark atau kakakku? Aku tak bisa membedakannya lagi.

Aku membuka mata dengan perlahan, menatap wajah asing di depanku. Ternyata bukan keduanya, hanya ilusiku saja. Aku meraba wajah dan dahiku, panasnya seperti air mendidih.

Melihat wajahku yang berlumuran darah, pria baik hati yang menyadarkanku tampak terkejut. Dengan segenap tenaga, aku menopang tubuhku yang lemah. Kepalaku terasa sangat berat.

Pria itu bertanya apakah aku perlu dipanggilkan ambulans, tetapi aku menggeleng, menolak niat baiknya. Kemudian, aku berjalan sendiri dengan tubuh yang rapuh menuju rumah sakit.

Langit mulai terang, tubuh yang kaku karena dingin perlahan menghangat. Aku mendaftar dan menunggu dengan tenang. Namun, yang kucari kali ini adalah dokter lain.

Phil, dokterku, melihatku duduk sendirian di bangku lorong. Ekspresinya penuh keheranan. "Kenapa duduk di sini? Apa yang sakit?"

Aku menatapnya dengan sedikit rasa bersalah. "Demam, datang untuk minta obat."

"Masuklah, biar aku periksa." Melihatku tak bergerak, Phil berhenti dan bertanya, "Kenapa?"

"Aku sudah mendaftar ke dokter lain. Nggak apa-apa, hanya butuh obat flu."

"Karen!"

Melihat Phil marah, aku akhirnya berdiri dan mengikutinya masuk. Sebenarnya, aku hanya tak ingin merepotkannya. Setiap kali mencari Phil untuk berobat, dia selalu membebaskan biaya konsultasi atau membayarkan obatku terlebih dahulu. Aku sudah terlalu banyak berutang, takut tak sempat melunasinya sebelum ajal menjemputku.

Setelah menanyakan kondisiku, alis Phil langsung berkerut. Suaranya serius. "Keadaanmu semakin parah, sebaiknya segera dirawat inap."

Aku mendaftar ulang ke Phil melalui ponsel. Kemudian, aku berpura-pura santai saat menyahut, "Nggak perlu, toh juga nggak bisa sembuh. Lebih baik cari uang lebih banyak. Dokter, tolong resepkan obat untuk menghentikan pendarahan, akhir-akhir ini sering mimisan."

Phil yang mengetahui kondisiku seketika terdiam. Aku melihat matanya memerah. Dia diam-diam membelakangiku cukup lama sebelum akhirnya berkata, "Tetap harus dirawat inap, soal biaya nggak perlu kamu pikirkan. Aku ...."

"Lain kali saja." Aku memotong ucapannya, tak membiarkannya melanjutkan.

Phil membuka mulut, lalu menutupnya kembali, tak berkata apa-apa. Akhirnya, aku yang memecah keheningan itu.

"Dokter, kamu pernah bilang ingin merekomendasikanku kepada seorang klien, apa aku masih bisa menangani kasus klien itu?"

Phil langsung menolak, "Kondisimu sekarang nggak cocok untuk bekerja."

Aku tak punya pilihan. Aku memohon padanya cukup lama, barulah dia bersedia memberiku kontak temannya.

Melihat tatapan khawatirnya, aku menjamin, "Tenang saja, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan kasus temanmu."

Setelah berpikir sejenak, aku tahu apa yang dikhawatirkannya, jadi aku berjanji lagi, "Setelah mendapat uang, aku akan segera datang untuk rawat inap."

Selama setengah bulan ini, semuanya berjalan lancar. Kasus dari teman Phil mudah ditangani, buktinya cukup, jadi dalam seminggu lagi bisa selesai.

Melihat uang yang masuk ke rekeningku, aku tahu itu berkat Phil. Mereka memercayaiku karena menghargai Phil. Jadi, aku menelepon Phil, mengajaknya makan untuk mengucapkan terima kasih.

Di restoran, kebetulan kami bertemu dengan rekan kerja Phil, jadi kami duduk bersama. Baru saja duduk, seseorang masuk dari luar. Aku menoleh, ternyata Mark.

Dia melihatku tanpa ekspresi, menarik kursi dan duduk. Dia berteman baik dengan kepala departemen Phil. Hubungannya dengan Phil juga cukup baik, tetapi entah kenapa tatapannya pada Phil tidak bersahabat.

Selama makan, Phil membantuku menolak minuman, tetapi Mark terus mendesak.

"Aku ingat Karen cukup kuat minum, kenapa hari ini menolak?" tanya Mark.

Wajah Phil tampak suram. Dia menolak untukku, "Dia nggak bisa minum."

Mark tampak tak mau menyerah dan maju untuk menuangkan minuman untukku.

"Karen bisa minum atau nggak, dia sendiri yang tahu." Nada suara Mark penuh ancaman.

Aku tahu, jika hari ini aku tidak minum, dia akan menargetkan Phil. Mark selalu begitu, tak segan menggunakan cara apa pun. Aku tidak ingin Phil terlibat, jadi aku mengambil gelas yang penuh itu dan meneguknya.

Minuman keras itu membakar tenggorokan dan perutku. Aku minum segelas, Mark juga minum segelas. Setelah beberapa gelas, aku akhirnya mabuk berat.

Melihat keadaanku yang tidak baik, orang-orang mulai mencegah. "Karen cukup kuat minum, tapi hari ini sudah cukup. Lain kali baru minum lagi."

Mark tampaknya tidak ingin melepaskanku. Pria itu terus menuangkan minuman.

Temannya pun menahannya sambil bercanda, "Kalau terus minum, istrimu bisa marah padaku."

Mark termangu menatapku. Aku pun panik. Selain Phil, mereka belum tahu bahwa Mark menikah denganku lima tahun lalu.

"Kami sudah cerai, dia nggak berhak mengaturku," timpal Mark.

Sesaat, aku merasa Mark cemburu. Namun, saat menatap matanya, yang kulihat hanyalah kebencian yang jelas. Aku sadar, dia selalu membenciku. Sejak lima tahun lalu, saat aku memisahkan dirinya dan Loreita.

Phil memapahku keluar. Dia ingin mengantarku, tetapi aku tidak punya tempat tinggal tetap, bahkan aku sendiri tidak tahu harus ke mana. Jadi, aku menolak.

Efek alkohol mulai terasa. Aku menahan mual dan berniat memesan hotel terdekat untuk menginap.

Dalam keadaan setengah sadar, aku merasa Mark mengikutiku dari belakang. Namun, kepalaku pusing. Malam yang gelap membuat penglihatanku kabur, banyak hal yang tak bisa kulihat dengan jelas.

Aku memesan sebuah kamar. Saat pintu hampir tertutup, seseorang menerobos masuk. Orang itu menarik lenganku dan melemparkanku ke tempat tidur.

Perutku mual, aku segera berlari ke kamar mandi dan muntah. Di cermin, aku melihat Mark berdiri tepat di belakangku.

Dia mencengkeram daguku, memaksaku menatapnya. Nada suaranya penuh kebencian. "Sepertinya setelah bercerai dariku, kamu cukup populer di kalangan pria ya."

Aku ingin menjelaskan, tetapi rasanya tidak perlu. Melihatku diam, dia sontak mengempaskanku dengan marah. Dia pun menggertakkan gigi saat menambahkan, "Karen, jangan lupa kita belum sah bercerai!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istri Mudaku Meresahkan!
8.6
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya yang diambang kehancuran, Yasmin, gadis berusia 20 tahun, terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan duda kaya bernama Galih. Situasi memanas ketika Galih memberikan pilihan sulit antara Anggara atau anak sambungnya, Vira. Keraguan Yasmin yang sangat menyayangi Vira memicu kemarahan Galih. Akhirnya, Galih menjatuhkan talak dan melarang Yasmin menemui Vira selamanya, menghancurkan seluruh harapan pernikahan mereka.
Sampul Novel Kala Senja Berakhir
9.1
Sebuah surat perpisahan yang urung dikirimkan tersimpan di saku kemeja Rendy. Lembaran kertas kumal tersebut menyimpan ungkapan perasaan terdalamnya untuk Reika Abigaillis, perempuan yang selalu mewarnai kehidupannya. Meski menyadari waktu kebersamaannya telah habis, Rendy tetap berharap agar Reika kelak meraih kebahagiaan sejati bersama sosok-sosok yang tulus mengasihinya. Akankah takdir membawa akhir yang indah bagi jalinan asmara penuh haru ini? Simak kisah cinta mereka yang begitu menguras emosi.
Sampul Novel Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris
9.3
Akibat tekanan ibu mertua yang merendahkan status sosialnya, Lara terpaksa berpisah dari Elara. Suaminya yang dulu hangat kini berubah dingin dan membiarkan pernikahan rahasia mereka hancur. Setelah malam keliru yang dikira Elara bersama Elena, ia bertunangan dengan wanita itu. Lara yang terluka memilih pergi ke desa untuk merintis usaha sabun organik. Di sana, ia memulai hidup baru tanpa menyadari bahwa dirinya sedang mengandung anak yang akan menjadi pewaris takhta Elara.
Sampul Novel Keluarga Sewaan
8.0
Demi mempertahankan posisi kepemimpinan di Jayashree Company, CEO muda Prima Jayashree dituntut untuk cepat membina rumah tangga. Saat berlibur ke Tokyo untuk melepas penat, ia menemukan layanan unik penyewaan keluarga dan memutuskan menyewa istri serta anak. Begitu kontrak selesai, ia justru nekat membawa mereka pulang ke Indonesia. Mampukah sandiwara keluarga bayaran ini Prima ubah menjadi nyata tanpa diketahui ayahnya?
Sampul Novel Ketika Istriku Tidak Meminta Jatah Lagi
8.8
Kehidupan pernikahan Habib dan Sheila terasa hambar karena sang istri tak kunjung hamil meski sangat agresif. Kejenuhan membuat Habib gelap mata hingga memutuskan bercerai demi menikahi wanita lain. Namun, tepat setelah perpisahan mereka, Sheila rupanya positif mengandung anak yang mereka dambakan. Habib pun didera penyesalan yang luar biasa setelah mengetahui rahasia kehamilan sang mantan istri. Apakah ia akan mencoba kembali merebut hati Sheila?
Sampul Novel My Husband Is My CEO
7.9
Aghata sangat terpukul saat kekasihnya memilih bertunangan dengan seorang pegawai biasa. Didorong obsesi besar, ia mencoba mendekat demi menegaskan bahwa pria itu hanya miliknya. Meski penolakan keras yang ia terima hingga membuatnya menangis pilu karena merasa dicampakkan demi wanita kelas bawah, Aghata tidak menyerah. Ketegangan pun memuncak ketika ia nekat menggoda kembali sang pujaan hati di tengah penolakan yang begitu dingin.