APKDock Logo
Sampul Novel Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

8.7 / 10.0
Pernikahan paksa selama lima tahun antara Karen dan Mark akhirnya menemui titik akhir saat Karen mengajukan perceraian. Tanpa menunda, Mark yang merasa terbebas langsung menyiapkan seluruh berkas. Saat proses administrasi berlangsung, Mark bahkan tega membawa kekasih idamannya demi menghina Karen yang dianggapnya bernasib malang. Di tengah pandangan mata yang mulai buram dan kesadaran yang perlahan memudar, Karen bertekad tidak akan menjalani kehidupan yang menyedihkan lagi di masa depan.

Cintaku T'lah Mati Bab 1

Pada hari aku yang mengajukan perceraian, Mark langsung menyiapkan surat perjanjian cerai dengan tidak sabar.

Lima tahun lalu, dia terpaksa menikahiku. Kini, akhirnya dia benar-benar bebas.

Di hari kami mengurus proses perceraian, Mark datang bersama cinta sejatinya. Wajahnya penuh kegembiraan dan sindiran.

"Karen, akhirnya kamu berakhir semenyedihkan ini."

Aku menatap punggungnya yang perlahan mengabur dalam pandanganku.

Menyedihkan ya? Di kehidupan berikutnya, tidak akan lagi.

Saat aku berinisiatif mengajukan perceraian, Mark berdiri di depanku menatapku lama sekali, seolah-olah ingin menembus tubuhku dengan tatapannya.

Sampai aku mengeluarkan surat perjanjian cerai dan menandatanganinya, barulah dia tersadar. Dia memegang surat itu dan membacanya berulang kali.

Aku tahu dia pasti sulit memercayainya. Aku yang sudah bersamanya selama lima tahun tiba-tiba mengajukan perceraian.

Butuh waktu lama sebelum dia melemparkan surat itu dan tersenyum sinis. "Aku nggak ngerti isi surat itu. Aku bakal serahkan ke tim pengacara profesionalku dulu."

Cengkeramanku pada pena semakin kuat. Aku menjelaskan, "Nggak usah, aku pergi tanpa bawa sepeser pun."

Nada suara Mark terdengar tidak senang. "Gimana aku tahu kamu bukan lagi menjebakku?"

Aku mendongak menatapnya, tiba-tiba teringat malam lima tahun lalu. Mark selalu menyimpan dendam sampai sekarang. Namun, lima tahun sudah berlalu. Dia tahu betul aku orang seperti apa.

Akhirnya, aku melemparkan pena dan duduk kembali. "Oke. Aku tunggu kamu susun suratnya, baru aku datang lagi."

Aku berdiri, bersiap untuk pergi. Namun, dia malah menghalangi jalanku. "Tunggu di sini saja, sebentar lagi selesai."

Mark seperti tidak sabar ingin memutus semua hubungan denganku. Dia melangkah cepat dan segera menghilang setelah membuka pintu.

Aku duduk lemas di sofa. Di kantor yang sunyi sampai terasa menakutkan ini, aku teringat ucapan dokter. Leukemia stadium akhir, mungkin tidak ada kesempatan untuk transplantasi sumsum tulang belakang.

Aku menghela napas, menatap pintu tempat Mark menghilang tadi. Mungkin dia memang tidak pernah peduli.

Hidungku mengeluarkan darah. Aku segera menyeka dengan tangan, tetapi tidak bisa bersih. Aku pun buru-buru mengambil tisu dan menekannya. Tisu di meja Mark langsung habis setengah gara-gara aku. Untung tidak ada yang melihat.

Tak lama kemudian, Mark kembali dengan membawa surat perjanjian cerai yang baru. Melihat aku sedang menengadah dan menekan hidung dengan tisu, dia agak terkejut. "Kamu lagi ngapain?"

Aku buru-buru membuang tisu ke tempat sampah dan duduk dengan tenang. Saat mengambil surat itu, aku melihat dia menambahkan satu syarat di bagian akhir. Semua barang yang bukan milikku harus ditinggalkan, termasuk perhiasan, bahkan pakaian dan sepatu.

Aku tahu barang-barang itu untuk siapa. Aku pun tidak pernah menginginkannya. Aku segera menandatangani surat itu dan menyerahkannya kepada Mark.

Setelah memastikan beberapa kali, Mark berkata, "Karen, semoga kamu bisa menepati ucapanmu. Aku nggak mau lihat kamu lagi."

Aku tahu betul betapa dia membenciku. Selama lima tahun ini, dia bahkan tak sudi menatapku. Aku menatap sosok yang menunggu di pintu, lalu mengangguk pelan. Mungkin memang kami tak akan bertemu lagi.

Selama lima tahun pernikahan kami, aku jarang membeli barang. Perhiasan, pakaian, dan tas yang dibeli Mark pun tak pernah kusentuh. Setelah menandatangani surat perjanjian cerai, aku hanya membawa beberapa pakaian ganti dan pergi.

Sekarang aku seperti orang yang tidak punya rumah. Setelah berpikir lama, aku akhirnya menelpon kakakku.

Sebenarnya, aku punya rumah. Lima tahun lalu, aku punya orang tua yang menyayangiku dan kakak yang lembut. Sudah lama aku tidak menghubungi kakakku. Telepon baru dijawab setelah berdering lama.

Suara yang terdengar agak tidak sabar seketika masuk ke telingaku. "Ada apa?"

Aku terdiam sebentar, entah kenapa merasa sedih. "Kak, aku mau pulang."

Kakakku sepertinya berpikir lama sebelum menjawab, "Pulang saja dulu, nanti kita bicara."

Untuk pulang, aku harus melewati jalan setapak yang gelap. Dalam kegelapan itu, aku samar-samar melihat sosok kakakku melintasi jalan setapak. Dia tahu aku takut gelap, jadi datang menjemput.

Aku mengulurkan tangan, tetapi sosok itu menghilang. Aku masih berdiri di jalan gelap itu. Aku bahkan tak ingat kapan terakhir kali kakakku menjemputku di jalan ini. Dengan menahan rasa takut, akhirnya aku sampai di rumah.

Aku melihat kakakku duduk di ruang tamu dengan wajah suram. Sebelum aku duduk, dia melempar setumpuk kertas kepadaku dengan keras. Aku memungut dan membacanya, semua adalah kontrak pembatalan kerja sama.

"Ini ulahmu, 'kan?"

Aku tak membantah. Sepertinya, begitu aku bercerai dengan Mark, pria itu langsung memberi tahu kakakku, lalu membalas dendam ke keluargaku dengan cara ini.

"Karen, dulu waktu kamu ngotot naik ke ranjang Mark, pasti nggak kepikiran kalau akan ada hari ini, 'kan? Sekarang kamu dibuang sama Mark, kamu mau balik lagi ke keluarga ini? Apa kami berutang padamu? Keluarga kita bisa hancur gara-gara kamu!"

Mata kakakku memerah, emosinya tak bisa dikendalikan. Ini pertama kalinya dalam lima tahun dia bicara sebanyak ini kepadaku dan meluapkan emosinya di depanku.

Aku tahu, dia selalu menyalahkanku. Namun, selama lima tahun ini, tidak ada yang benar-benar bahagia.

Dengan menahan tangis, aku dilempar dengan dokumen lagi. Rasa pusing yang familier langsung menyadarkanku. Aku segera menekan hidungku, untung kali ini tidak mimisan.

Setelah kakakku tenang, aku baru berujar, "Aku akan bayar utangku ke keluarga ini sebisa mungkin."

Entah masih berapa lama aku bisa bertahan hidup. Namun, sebelum aku mati, aku akan berusaha melunasi semua utangku.

Kakakku mengamatiku seolah-olah mendengar sebuah lelucon. "Kamu mau bayar pakai apa?"

Setelah itu, dia seperti teringat sesuatu. "Malam ini Mark ada jamuan makan bareng para mitra kerja. Kamu ikut aku temui dia, suruh dia bantu kita."

"Aku sudah cerai sama dia."

"Kalau begitu, kamu mau bantu pakai apa? Sekarang cuma keluarga Mark yang bisa bantu kita!"

Sebelum aku sempat merespons, kakakku sudah membawa kontrak-kontrak itu dan menyeretku keluar rumah. Aku pun tak menyangka akan secepat ini bertemu lagi dengan Mark.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Cintaku T'lah Mati

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Feng Na Na
9.4
Terbangun dengan pakaian kuno, aku merasakan nyeri hebat akibat guncangan di dalam kotak kayu. Padahal, memori terakhirku adalah mati mengenaskan akibat pengkhianatan tunanganku sendiri. Rasa sakit ini menegaskan bahwa aku tidak bermimpi. Ketika mencoba bangkit, aku terkejut mendapati diriku berada di dalam sebuah peti mati. Bagaimana mungkin aku bisa kembali bernapas setelah pembunuhan itu? Misteri apa yang sebenarnya sedang terjadi pada hidupku sekarang?
Sampul Novel Hasrat Sang Guru
9.7
Dosen Sansekerta sekaligus praktisi yoga, Vidwan Surya, sangat dikagumi para mahasiswanya. Namun, pertemuannya dengan mahasiswi pendiam pencinta bahasa kuno, Grisse Anggara, memicu sebuah obsesi rahasia. Grisse yang lugu merasa tenang dengan kepedulian Vidwan, tanpa tahu ada hasrat besar sang guru untuk memilikinya. Begitu asmara mulai hadir, keraguan menyelimuti Grisse. Ia pun bimbang, apakah ini cinta sejati atau hanya nafsu belaka?
Sampul Novel Kawin Kontrak Sang Pewaris Tunggal
8.5
Demi mengubah nasib keluarganya, Maya Syaqilla merantau dan berakhir menjadi istri kontrak Handoko selama satu tahun, melenceng dari rencana awalnya sebagai asisten rumah tangga. Meski jalannya keliru, ia berhasil membawa kemakmuran bagi orang tuanya. Kini, akankah cinta tulus tumbuh antara Maya dan Boy hingga pernikahan mereka menjadi abadi? Ataukah kesepakatan rahasia ini akan terbongkar dan memicu murka besar dari kedua keluarga mereka?
Sampul Novel My Korean Girl
8.5
Dalam sekuel kelima Ellite Bad Boys, hidup Alex diselimuti bayang-bayang kelam akibat mengkhianati sahabatnya sendiri. Takdir kemudian mempertemukannya dengan Park Jin Hye, gadis asal Korea yang membawa secercah harapan baru. Sayangnya, sisi gelap dalam diri Alex terlampau kuat. Alih-alih berubah, ia justru menyeret Jin Hye ke dalam pusaran dunianya yang penuh bahaya dan kejahatan. Mampukah jalinan asmara mereka bertahan di tengah ancaman kriminalitas yang terus mengintai?
Sampul Novel Pewaris yang Mereka Khianati
9.5
Kehidupan sempurna Claire Harrington hancur seketika saat saudari penggantinya, Nina, menjadi korban penikaman tragis. Di saat-saat kritis tersebut, Claire harus menghadapi kenyataan pahit dikhianati oleh suaminya, Gavin, dan kakak kandungnya sendiri, Graham. Mereka justru memilih menyelamatkan pelaku penyerangan demi wanita lain bernama Marissa. Kasih sayang yang selama ini Claire terima ternyata palsu, meninggalkannya dalam kepedihan mendalam.
Sampul Novel Setulus Cinta Ana
8.2
Upaya keras Ana untuk melupakan perasaannya pada Aris akhirnya menemui jalan buntu. Meski berulang kali mencoba menjauh, takdir selalu mempertemukan mereka kembali dalam berbagai momen tak terduga. Menyerah pada keadaan, Ana pun memutuskan untuk menyambut cinta Aris. Kini, ia mulai berpikir apakah rentetan kebetulan ini merupakan isyarat nyata bahwa mereka memang digariskan bersama dalam ikatan kasih yang tulus.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan