APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta yang Dipaksakan Berakhir Tragis

Cinta yang Dipaksakan Berakhir Tragis

Sejak kecil, Wira dan Raisa tidak pernah akur. Namun, perjodohan keluarga memaksa mereka bersatu. Wira bersumpah menolak menikahi Raisa, sementara Raisa justru menantangnya. Pada hari pernikahan, Wira sengaja melepaskan puluhan ayam untuk mempermalukan Raisa, tetapi Raisa menghadapinya dengan tenang hingga membuat Wira memperingatkannya tentang penyesalan. Tiga tahun membina rumah tangga, Raisa akhirnya memahami arti peringatan itu setelah memergoki perselingkuhan Wira yang ke-99 kalinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Wira dan Raisa tidak pernah akur sejak kecil. Pada tahun itu, di kalangan mereka hanya tersisa mereka berdua yang cocok untuk dijodohkan.

Wira berkata dengan tegas, "Sekalipun mati, aku nggak akan menikahi Raisa."

Namun, Raisa malah menunjukkan ketertarikan. "Kalau begitu, aku pasti akan menikah denganmu. Cepat mati sana."

Di hari pernikahan, Wira melepaskan puluhan ekor ayam di lokasi acara sebagai bentuk penghinaan. Tanpa ekspresi, Raisa mengambil seekor ayam dan memanggilnya sebagai suaminya.

Seketika, Wira kehilangan keinginan untuk mempermalukannya. Dia menatap Raisa yang bersikeras menikah dengannya sambil mencibir. "Kamu pasti bakal nyesal."

Tiga tahun pernikahan, untuk ke-99 kalinya, Raisa memergoki Wira berselingkuh di ranjang. Barulah saat itu, dia benar-benar mengerti apa yang dimaksud Wira dulu dengan "penyesalan".

Setelah menempuh penerbangan semalaman, wajah Raisa tampak pucat saat memandangi pakaian yang berserakan di lantai. Bau menyengat di udara membuat perutnya terasa mual dan bergejolak.

Wira duduk di ranjang tanpa mengenakan atasan, sementara perempuan di pelukannya masih mengenakan piama sutra milik Raisa.

Tangan besarnya terus menjelajahi tubuh wanita itu. Senyuman di ujung matanya semakin sinis.

Wira mengangkat alis, tersenyum licik kepada orang yang datang memergokinya berselingkuh. "Gimana? Piama ini lebih cocok buat dia, 'kan? Raisa, kalau aku nggak salah hitung, ini sudah yang ke-99 kalinya ya? Kamu masih belum mau cerai?"

Dengan gerakan kaku, Raisa memijat perutnya yang terasa nyeri. Untuk pertama kalinya, dia tidak membalas ejekan Wira dengan kemarahan. "Pakai bajumu. Kita bicara di luar."

Wira tertawa sinis melihat punggungnya. "Mau bicara apa? Sudah nggak ada yang perlu dibicarakan lagi di antara kita."

Raisa berhenti, tetapi tidak menoleh ke belakang. "Soal cerai."

Wira tampak agak kaget, mulutnya sedikit terbuka.

"Baguslah! Akhirnya impianmu akan terwujud!" seru wanita di pelukan Wira.

Baru lima menit Raisa duduk di ruang kerja, Wira sudah muncul dengan pakaian lengkap dan membuka pintu. Terlihat jelas, dia sangat antusias untuk segera bercerai.

"Raisa, kamu nggak lagi bercanda, 'kan?" Tatapan meremehkan di mata Wira tidak luput dari perhatian Raisa.

Dia tidak menjawab, hanya mendorong dokumen perjanjian cerai di atas meja ke arahnya. "Lihat dulu. Kalau nggak ada masalah, langsung tanda tangan saja."

Wira mengambil dokumen itu dengan curiga, matanya tampak ragu. Dia benar-benar tidak percaya Raisa akan menceraikannya.

Keluarga Raisa sekarang sudah tak berjaya seperti dulu. Dia yakin Raisa pasti akan terus bergantung padanya, bahkan mungkin mengisap semua yang dia miliki.

Namun, setelah membaca isi perjanjian, Wira benar-benar terdiam. Raisa bukan hanya tidak meminta apa pun darinya, bahkan secara sukarela meninggalkan rumah yang mereka tempati bersama selama menikah.

Dahi Wira berkerut. "Kamu serius? Jangan-jangan hari ini bilang cerai, tapi besok kamu buat onar di rumah lama?"

Raisa tetap tenang. "Aku serius. Aku nggak akan ribut. Kamu tenang saja."

Wira tidak ragu lagi. Dengan cepat, dia menandatangani dokumen itu. Begitu selesai, senyuman tipis muncul di bibirnya. Beban di hatinya terasa terangkat.

"Karena sudah ditandatangani, kita ke pengadilan negeri buat urus prosedur sekarang juga. Masa tenang ada 30 hari. Aku nggak mau buang waktu sehari pun," ujar Wira.

"Sekarang?" Alis Raisa berkerut.

"Heh, aku sudah duga. Jangan-jangan kamu mau tarik omonganmu lagi?"

Perut Raisa kembali terasa nyeri, tetapi melihat ekspresi Wira yang penuh ejekan ....

"Ya sudah, ayo." Tanpa menunda, Raisa pergi mengurus prosedur perceraian bersama Wira.

Saat memberikan selembar formulir kepada mereka, petugas berkata, "Kalau dalam tiga puluh hari berubah pikiran ...."

"Mana mungkin berubah pikiran?" Wira meletakkan pena di atas meja. Senyuman di wajahnya semakin lebar.

Raisa keluar belakangan, tetapi melihat mobil Wira masih terparkir di sana. Pria itu memencet klakson saat melihatnya.

Jendela mobil terbuka sebagian. Wira melepaskan kacamata hitamnya, mulai mengejek dengan santai, "Bagaimanapun, kita ini pernah tidur seranjang. Nggak usah takut nggak laku. Menurutku, cowok ini lumayan."

Wira menyodorkan kartu nama padanya, sengaja ingin mempermalukannya. Yang tak dia duga, Raisa menerima kartu itu. "Oke, akan kupertimbangkan."

Setelah itu, dia berbalik dan pergi dengan tenang, meninggalkan Wira yang mematung di tempat.

Yang Wira tidak tahu adalah 30 hari itu bukan hanya hitungan masa tenang perceraian, tetapi juga hitungan mundur menuju akhir hidup Raisa.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Mari Selingkuh
8.3
Julia, mahasiswi Hukum Tata Negara, tewas tragis akibat jatuh dari gedung tinggi. Namun, ia justru terbangun di dunia webtoon sebagai Ranesha, tokoh figuran yang bernasib buruk. Demi menghindari akhir hidup yang menyedihkan, ia mengambil langkah ekstrem dengan mendekati atasannya, Hail Delmara. Ranesha pun nekat mengajak suami dari karakter utama tersebut untuk berselingkuh. Berhasilkah rencana berani Ranesha memikat hati Hail?
Sampul Novel Menantu Dari Kota
9.1
Dunia mewah Shafiyah runtuh setelah suaminya terkena PHK akibat skandal korupsi saham di tempat kerja. Kehilangan segalanya, mereka terpaksa memulai hidup baru dari nol di sebuah desa. Di sana, Shafiyah harus tinggal bersama mertua yang sangat kolot. Saat suaminya bekerja keras sebagai petani, ia pun berjuang keras menyesuaikan diri dengan kehidupan pedesaan yang sederhana. Sanggupkah Shafiyah bertahan melewati segala tekanan di lingkungan barunya ini?
Sampul Novel Nyawaku di Ujung Kematian Saat Dia Bersenang-senang
9.2
Setelah ditinggalkan saat miskin, Elton kembali sebagai bos mafia berkuasa yang memaksa mantan kekasihnya masuk ke dalam pernikahan paksa. Meski dianggap sebagai istri yang paling dicintai, sang wanita justru harus menyaksikan suaminya membawa perempuan lain ke rumah setiap malam. Alih-alih marah atau cemburu, ia hanya mengurung diri dalam keheningan. Sikap apatis ini memicu kemarahan Elton yang tidak menyadari sebuah kenyataan pahit: waktu istrinya di dunia ini hanya tersisa tujuh hari saja.
Sampul Novel Permainan Mustahil
9.7
Cairan anggur merah mengalir perlahan melewati leher jenjang hingga membasahi dadanya, membuat kemeja putih yang dikenakannya melekat erat pada tubuh yang gemetar. Meski didera rasa gugup yang hebat, ada ketegangan mendalam yang justru membangkitkan sensasi lain dalam dirinya. Untuk pertama kali dalam hidupnya, wanita ini secara sadar mengambil langkah berani untuk menggoda pria lain yang bukan suaminya, memulai sebuah permainan berbahaya yang dipenuhi misteri dan hasrat terlarang.
Sampul Novel Terlahir Kembali Setelah Dicelakai Suamiku
8.9
Saat putra mereka mengalami diseksi aorta, sang suami yang merupakan spesialis jantung justru menyalahkan istri dan anaknya atas kematian teman masa kecilnya, Sophia. Setelah meracuni keluarganya sendiri sebagai aksi balas dendam, sang istri tiba-tiba terbangun di hari suaminya menerima telepon dari Sophia di kehidupan kedua. Dalam novel romantis misteri ini, sang istri memilih menyelamatkan putranya sendiri tanpa memohon pada suaminya, tetapi sang suami justru berakhir berlutut meminta maaf.
Sampul Novel Tuan Arogan dan Pelayan Hati
9.1
Demi menebus kesalahan masa lalu, Nara menyamar menjadi pelayan untuk Jaden Luther, seorang CEO angkuh yang kini lumpuh dan mengasingkan diri. Sikap dingin Jaden perlahan melunak berkat kehadiran Nara yang tulus. Namun, saat cinta mulai bersemi di antara mereka, rahasia kelam masa lalu terbongkar dan mengancam hubungan tersebut. Akankah ketulusan Nara bertahan, atau justru berubah menjadi dendam yang menghancurkan segalanya?