APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati

Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati

Pernikahan transaksi Scarlett hancur saat Devan memilih menyelamatkan wanita lain dalam kecelakaan, membuat Scarlett kehilangan bayinya. Sadar cintanya sia-sia, ia meminta cerai. Tiga bulan kemudian, Scarlett bangkit menjadi wanita sukses di atas panggung. Devan yang menyesal mencoba mengklaimnya kembali sebagai istri di depan publik. Namun, Scarlett dengan dingin menyodorkan surat cerai, membuat sang miliarder yang biasanya tenang kini kehilangan kendali karena enggan melepaskannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Sayang sekali, waktu sampai di rumah sakit sudah terlambat. Operasi untuk ibu sukses, tapi anaknya nggak bisa diselamatkan. Di mana keluarga pasien?"

"Nggak ada, operasi ditandatangani sendiri oleh pasien."

Setelah efek anestesi operasi, ketakutan Scarlett karena nyaris meninggal masih belum hilang. Dia mendengar suara dokter dan perawat di sampingnya, lalu otomatis meletakkan tangannya di perut. Benar seperti kata dokter, anaknya sudah diambil.

Perut yang dulu sedikit membuncit kini kembali rata. Dia tak akan pernah bisa merasakan kehidupan kecil itu lagi.

Dia tahu seharusnya sekarang menangis sejadi-jadinya, tetapi entah kenapa tidak ada setetes pun air mata yang keluar. Mungkin karena dulu dia sudah menangis terlalu banyak.

Dokter yang melihatnya sadar bertanya bagaimana kondisinya sekarang. Sebelum pergi, dokter pun memberi nasihat agar Scarlett menjaga kesehatan dan mengatakan suatu hari dia akan punya anak lagi.

Scarlett hanya mengangguk. Dia tak menjelaskan karena anak itu tak akan pernah ada lagi. Anak itu adalah "hasil curian", seperti halnya pernikahan ini.

Dulu, dia berhasil menikah dengan Devan, si genius dari Kota Nordigo. Namun, Devan merasa dia penuh perhitungan sehingga sangat membencinya. Bahkan di malam pernikahan, Devan sengaja pergi ke kelab untuk menghinanya.

Scarlett pun menjadi bahan tertawaan seantero Kota Nordigo. Setelah lima tahun pernikahan, sikap Devan tidak sekeras dulu. Kadang jika dia diejek terlalu berlebihan, Devan masih mau membelanya.

Seperti kata pepatah, sering bertemu, maka sedikit rasa akan muncul. Mungkin karena mereka menjadi pasangan palsu terlalu lama dan bertemu setiap hari, setidaknya ada sedikit rasa hormat untuk satu sama lain.

Namun, Devan pernah menegaskan bahwa dia hanya tertarik pada Scarlett, tetapi tidak jatuh cinta, juga tidak mengizinkan Scarlett memiliki anak darinya.

Jadi, setiap kali mereka selalu sangat menjaga. Meskipun beberapa kali tidak ada persiapan, Devan tetap memberinya pil kontrasepsi setelahnya.

Bertahun-tahun, Scarlett selalu taat pada perannya sebagai istri Devan dan mematuhi aturan dari Devan dengan hati-hati.

Namun tiga bulan lalu, suatu malam, Devan pulang dalam keadaan mabuk dan memaksanya berhubungan intim. Tanpa perlindungan apa pun.

Setelah itu, Scarlett ingin minum pil kontrasepsi, tetapi kotaknya kosong. Dia berniat membeli di apotek, tetapi kemudian sibuk dengan berbagai hal hingga melupakan kejadian itu.

Dia pun berpikir tidak akan ada masalah karena hanya sekali. Namun siapa sangka, ternyata dia hamil.

Scarlett ragu-ragu sangat lama, menyembunyikan kabar itu hampir tiga bulan, sampai hari ini memutuskan untuk mengaku.

Dia kira dengan memiliki anak ini, hubungannya dengan Devan akan membaik. Namun, di jalan menuju pertemuan, kecelakaan itu terjadi.

Orang tuanya sudah meninggal dan Keluarga Laksmana tidak menyukainya. Sebelum operasi, dia sempat melihat dokter mengambil ponselnya dan menelepon Devan, juga mengirim kabar kecelakaan. Devan tidak mengangkat. Mungkin merasa kesal, dia bahkan langsung mematikan telepon.

Scarlett tahu Devan tidak berperasaan, tetapi tidak menyangka pria itu bisa sekejam ini. Dia menatap dinding putih rumah sakit. Lima tahun pernikahan terasa seperti mimpi buruk.

Scarlett ingin ke kamar mandi, tetapi para staf tampak sibuk. Karena tidak ada yang membantu, dia harus menyeret botol infus selangkah demi selangkah.

Untungnya, baju rumah sakitnya tidak berkancing. Namun, urusan yang biasanya bisa selesai dalam beberapa menit, kini memakan hampir setengah jam.

Saat keluar dari kamar mandi dan hendak kembali ke ranjang, terdengar suara wanita dari ruang kantor rumah sakit di samping. Suara yang familier membuat langkah Scarlett terhenti.

"Devan, cuma kaki yang terluka sedikit. Aku sudah bilang nggak apa-apa, kamu yang berlebihan." Suara itu lembut dan hangat. Nada bicaranya bukan menegur, tetapi lebih ke manja.

Wajahnya polos, cantik, bahkan Scarlett sendiri ingin melindunginya. Sekarang dia melihat jelas, wanita itu memang cinta pertama Devan, Vivian.

Dia tidak tahu apakah saat itu Devan memang tidak melihatnya, atau melihat tetapi tidak peduli. Namun, itu sudah tidak penting lagi.

Scarlett tahu, salah satu alasan pernikahan mereka selama ini penuh kekacauan adalah karena Vivian. Bahkan jika insiden hari ini tidak terjadi, suatu saat pasti akan meledak juga.

"Kak Vivian, ini semua karena Kak Devan khawatir padamu. Awalnya dia menelepon dengan suara gemetar, bilang harus periksa semuanya. Aku kira ada masalah serius," kata seorang dokter muda berjas putih sambil tersenyum.

Itu adalah Ryan, sahabat Devan, sekaligus saksi hubungan Devan dan Vivian.

Vivian tersipu dan menatap Devan yang memeluknya dengan cemas. Wajah tampan, tubuh atletis. Di balik kain tipis, terasa hangatnya tubuh seorang pria. Dengan bersandar pada pelukan Devan, Vivian merasa sangat aman, seolah-olah Devan akan menahan segalanya untuknya.

"Namanya juga kecelakaan, tentu harus diperiksa," kata Devan dengan tenang.

"Kamu cuma khawatir sama Kak Vivian. Kalau orang lain, kamu nggak seheboh ini," goda Ryan.

Ryan tentu tahu Devan menikahi Scarlett karena paksaan keluarga. "Orang lain" dalam ucapannya jelas merujuk pada Scarlett.

Bertahun-tahun, Scarlett selalu datang sendiri ke rumah sakit. Ryan kadang memberitahu Devan, tetapi Devan tetap tak peduli.

Mengenai Scarlett yang hampir meninggal dan keguguran, Ryan sudah mendengarnya. Selama ini, dia memanggil Scarlett dengan sebutan "Kakak Ipar". Kali ini, dia juga adalah dokter penanggung jawab Scarlett. Secara logika dan perasaan, seharusnya dia menghibur atau setidaknya menanyakan kondisinya.

Namun, dia bahkan tidak menjenguk Scarlett. Bukan karena alasan lain, tetapi karena dia merasa Scarlett memang pantas mendapatkannya.

Dulu ketika Scarlett menikah dengan Devan, pernikahan itu memang tidak murni. Mengenai kehamilan Scarlett kali ini, Ryan sempat mencoba menanyakannya kepada Devan, tetapi Devan sama sekali tidak tahu.

Bisa ditebak, Scarlett pasti ingin menggunakan anak itu untuk mengikat Devan. Sayangnya, rencananya gagal. Kini, anak itu gugur. Mungkin memang sudah takdir, jadi tidak ada yang pantas dikasihani.

"Aku akan uruskan ruang VIP untuk Kak Vivian, biar bisa diobservasi dua hari lagi," kata Ryan sambil tersenyum dan menoleh ke keduanya.

Vivian mengangguk. "Terima kasih ya."

"Nggak masalah, urusanmu adalah urusan Devan. Tentu aku harus mengurus dengan baik." Ryan menepuk dadanya dengan bangga.

Ucapan itu jelas untuk menyenangkan Vivian. Vivian pun tersenyum dan secara tidak sadar melirik ke arah pintu.

Di pintu, Scarlett kebetulan menatapnya. Vivian segera mengalihkan pandangan, lalu tersenyum tipis pada Devan. "Devan, aku ingat tadi Scarlett meneleponmu dan kelihatannya cukup penting. Mungkin kamu bisa telepon dia dulu."

Menyebut nama Scarlett, alis Devan mengerut tajam.

Belum sempat dia menjawab, Ryan yang sedang menunduk dan sibuk dengan pekerjaannya langsung menyela, "Nggak usah dipedulikan. Scarlett memang sering mengganggu Kak Devan. Bertahun-tahun ini selalu menelepon tanpa alasan. Kak Devan pasti muak."

"Vivian, biarkan Kak Devan menemanimu. Rawat lukamu dengan baik," tambah Ryan. "Cepat atau lambat, Scarlett pasti akan memberimu posisinya."

"Ryan, jangan sembarangan!" tegur Vivian.

Ryan buru-buru melambaikan tangan. "Aku nggak sembarangan, itu memang yang dipikirkan Kak Devan."

Devan tetap diam, hanya alisnya yang semakin berkerut.

Scarlett merasakan keheningan di udara dan mentertawakan dirinya sendiri. Tidak apa-apa, hari itu akan segera tiba.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Diperlakukan Bak Orang Asing Oleh Suami Anakku
8.2
Setelah merelakan seluruh hidupnya demi Ricardo dan putri mereka sebagai ibu rumah tangga, wanita ini justru menghadapi kenyataan pahit. Kehadiran kembali cinta lama suaminya yang baru bercerai mengubah segalanya. Diperlakukan layaknya pelayan oleh anak kandungnya sendiri dan diabaikan oleh sang suami, ia akhirnya memilih mundur. Dengan menandatangani berkas perceraian tanpa menuntut hak apa pun, ia pergi menjauh. Namun kini, setelah ia melangkah pergi, penyesalan mendalam justru datang menghampiri mereka.
Sampul Novel Ditinggalkan Karena Burik
9.6
Andra menceraikan Aisyah begitu saja karena kondisi fisiknya yang dinilai kurang menarik. Tak disangka, Aisyah bangkit dan berubah menjadi wanita yang sangat menawan, memicu penyesalan besar di hati mantan suaminya. Konflik kian rumit saat mereka berdua terpaksa bersandiwara sebagai pasangan harmonis demi menjaga perasaan orang tua. Di balik kepura-puraan itu, luka masa lalu dan kenyataan pahit terus membayangi hubungan mereka.
Sampul Novel Foto Bayi di Ponsel Suamiku
9.1
Kepercayaan Monalisa sebagai istri runtuh seketika saat menemukan foto bayi misterius di ponsel Bayu, suaminya. Alibi Bayu bahwa foto itu hanya dari internet tidak membuat Mona percaya. Penyelidikannya justru mengungkap fakta menyakitkan: sang suami telah memiliki anak dari perselingkuhan. Enggan tenggelam dalam duka akibat pengkhianatan ini, Mona memilih bangkit. Ia merancang pembalasan dendam yang rapi untuk menghancurkan hidup Bayu dan wanita simpanannya dengan rasa sakit yang setimpal.
Sampul Novel Istriku Bukan Selingkuhanku
8.1
Satu dekade membina rumah tangga, bara cinta antara aku dan Mas Bram tak pernah padam. Sebagai bos sibuk yang kerap mengurus cabang di luar kota, ia selalu punya cara cerdik untuk menemuiku secara sembunyi-sembunyi dari ibunya. Pagi ini, kehangatan itu kembali terasa lewat pelukan manja dan kecupan mesra di leher saat aku sibuk di dapur. Sikap romantisnya selalu berhasil memanjakan diriku, membuatku tak berdaya dan hanyut dalam pesona gairah suami tercinta.
Sampul Novel Nafkah dua puluh ribu darisuamiku
8.4
Kehidupan rumah tangga yang tampak sempurna dengan suami mapan dan bergelimang harta ternyata menyimpan kepedihan mendalam. Di balik fasilitas serbakecukupan yang tersedia, seorang istri justru harus berjuang sendiri demi bertahan hidup tanpa nafkah yang layak. Kemewahan yang kasat mata tidak menjamin kebahagiaannya. Ini adalah kisah tentang keteguhan hati dan perjuangan seorang wanita dalam menemukan kemandirian di tengah dinginnya pernikahan yang semu.
Sampul Novel PESONA CINTA CEO
9.2
Hanum kehilangan pekerjaan setelah dipecat oleh Tibra, sang pemilik hotel. Saat menenangkan diri di lounge, ia justru menyelamatkan Tibra yang sedang berkelahi dengan bantuan Jo. Tibra sempat menawarinya kembali bekerja, tetapi Hanum menolak demi menjaga hubungan kasihnya dengan Jo. Tak disangka, pengkhianatan Jo dan sahabatnya menghancurkan hati Hanum. Di tengah keterpurukan itu, Tibra hadir mendampinginya hingga ke New York, tempat benih cinta sejati mulai tumbuh di antara mereka.