APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel CINTA DI BALIK TOPENG

CINTA DI BALIK TOPENG

Seorang pengusaha sukses merahasiakan perannya sebagai bos mafia yang disegani. Takdir lalu mempertemukannya dengan seorang wanita misterius yang juga menyimpan masa lalu kelam. Di balik kemegahan dan ancaman bahaya, asmara mulai tumbuh di antara mereka hingga memicu pergolakan batin yang hebat. Hubungan ini dipenuhi rintangan berbahaya seiring rahasia mereka yang mulai terungkap, membahayakan nyawa sekaligus takhta kekuasaan yang telah mereka pertahankan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi hari setelah pesta, Adrian Hartman duduk di ruang kerjanya yang megah di lantai atas Elysium. Seperti biasa, ia dikelilingi oleh tumpukan dokumen dan laporan bisnis. Namun, pikirannya tidak sepenuhnya fokus pada pekerjaan hariannya. Sebaliknya, pikirannya terjebak pada pertemuan malam sebelumnya dengan Elena.

Ketika staf klub membersihkan sisa-sisa pesta, salah seorang pelayan menemukan sebuah barang yang tertinggal di salah satu sofa VIP-sebuah kalung berlian yang indah dengan desain yang rumit. Kalung tersebut tampaknya sangat mahal dan elegan, dan segera menarik perhatian staf. Mereka menyerahkan kalung tersebut kepada Adrian sebagai barang yang ditemukan.

Adrian memeriksa kalung itu dengan seksama. Berlian yang menawan itu mengingatkannya pada sesuatu yang lebih dari sekadar perhiasan; tampaknya ada cerita atau nilai yang lebih dalam di baliknya. Ia membalikkan kalung itu dengan hati-hati, mencari tanda atau inisial yang mungkin mengungkap pemiliknya.

Kepala keamanan, Mark, masuk ke ruangan dengan membawa beberapa laporan. "Tuan Hartman, Anda mencari sesuatu?" tanyanya.

"Ya, Mark. Saya ingin tahu lebih lanjut tentang kalung ini. Teman kita dari malam lalu, Elena, sepertinya meninggalkannya di klub. Apa kita bisa menemukan dia melalui barang ini?"

Mark mengangguk. "Kami bisa coba mencari informasi tentang kalung ini. Apakah Anda yakin itu milik Elena?"

Adrian mengangguk. "Ya, saya yakin dia memilikinya. Dia terlihat sangat terhubung dengan barang ini, dan saya rasa ini bisa menjadi petunjuk untuk mengetahui lebih banyak tentangnya."

Mark meninggalkan ruangan untuk memulai penyelidikan. Sementara itu, Adrian membuka laptopnya dan mulai mencari informasi tentang Elena. Ia menggunakan sumber daya yang ada, memeriksa media sosial dan mencari tahu apakah ada catatan yang relevan tentang wanita misterius itu.

Setelah beberapa jam penelitian, Adrian menemukan beberapa informasi menarik. Elena, ternyata, adalah seorang jurnalis investigasi yang pernah menulis tentang berbagai kasus korupsi dan kejahatan terorganisir. Namun, tidak ada informasi detail tentang kehidupan pribadinya atau alasan spesifik mengapa dia ada di Elysium malam itu.

Sementara itu, Mark kembali dengan hasil pencarian. "Tuan Hartman, kami menemukan bahwa kalung ini adalah bagian dari koleksi pribadi seorang kolektor terkenal yang sudah lama menghilang. Namun, tampaknya kalung ini pernah terdaftar sebagai barang yang dicuri dalam sebuah kasus yang melibatkan organisasi kriminal."

Adrian terkejut. "Organisasi kriminal? Apakah ada koneksi antara kalung ini dan dunia malam kita?"

Mark mengangguk. "Kemungkinan besar, Tuan. Kalung ini mungkin merupakan bagian dari barang yang dicuri dan mungkin dikaitkan dengan jaringan yang sama dengan yang kita operasikan."

Adrian merasa semakin tertarik. "Baiklah, jika kalung ini memiliki hubungan dengan organisasi kriminal, maka Elena mungkin berada di tengah-tengah sesuatu yang sangat berbahaya. Aku harus mencari tahu lebih lanjut tentang hubungan antara kalung ini dan Elena."

Seiring dengan meningkatnya rasa ingin tahunya, Adrian memutuskan untuk melanjutkan penyelidikan secara lebih mendalam. Dia menghubungi beberapa kontaknya di dunia malam dan meminta mereka untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang Elena dan kalung berlian itu.

Beberapa hari kemudian, Adrian mendapatkan kabar dari seorang informan bahwa Elena pernah bekerja dengan seorang kolektor barang antik yang dikenal berurusan dengan barang-barang curian. Informan tersebut juga mengungkapkan bahwa Elena sedang menyelidiki sebuah kasus yang melibatkan pencurian barang seni dan kemungkinan keterlibatan organisasi kriminal.

Adrian merasa ada sesuatu yang lebih besar dari yang dia bayangkan. Dengan informasi baru ini, ia mulai memahami bahwa Elena mungkin sedang terlibat dalam suatu permainan yang sangat berbahaya dan rumit.

Adrian merasa perlu untuk segera bertemu Elena. Dia memutuskan untuk mengundangnya ke Elysium sekali lagi, tetapi kali ini dengan tujuan untuk mendiskusikan kalung yang ditinggalkan dan situasi yang lebih dalam.

Sore hari, Elena tiba di klub malam dengan wajah yang tampak lelah namun penuh tekad. Adrian menemuinya di ruang VIP yang lebih pribadi dan memberikan kalung itu kepadanya.

"Elena," kata Adrian sambil menyerahkan kalung tersebut, "sepertinya kamu meninggalkan barang ini malam lalu. Tapi lebih dari itu, aku mulai mengetahui lebih banyak tentang kalung ini dan mengapa itu penting."

Elena menerima kalung tersebut dengan hati-hati, ekspresi wajahnya menjadi serius. "Apa yang kamu temukan?"

Adrian menjelaskan penemuannya dan koneksi yang dia buat antara kalung tersebut dan organisasi kriminal. "Aku merasa kamu mungkin terlibat dalam sesuatu yang lebih besar dari yang tampak. Jika kamu berada dalam bahaya, aku ingin tahu lebih banyak agar aku bisa membantumu."

Elena menatap Adrian dengan tatapan campur aduk antara keheranan dan rasa terima kasih. "Aku tidak menyangka bahwa kalung ini akan membawa banyak perhatian. Aku sedang mencari informasi tentang jaringan yang terlibat dalam pencurian barang seni, dan kalung ini adalah bagian dari petunjuk. Tapi aku tidak tahu siapa yang mungkin bisa dipercaya."

Adrian mengangguk. "Jika kamu butuh bantuan, aku punya akses ke banyak sumber daya. Mari kita bekerja sama untuk mengungkap siapa yang berada di balik semua ini."

Elena memandang Adrian dengan hati-hati. "Baiklah, jika kamu benar-benar ingin membantu, kita harus berhati-hati. Dunia ini penuh dengan bahaya, dan kita perlu mengetahui siapa yang bisa kita percayai."

Adrian tersenyum, merasa lebih dekat dengan Elena daripada sebelumnya. "Kita akan menghadapi semua ini bersama. Aku akan memastikan kamu mendapatkan informasi yang kamu butuhkan."

Dengan kesepakatan tersebut, Adrian dan Elena melanjutkan perjalanan mereka untuk mengungkap rahasia yang lebih dalam, melawan dunia yang penuh dengan tipu daya dan bahaya yang mengintai di setiap sudut.

Setelah Adrian dan Elena sepakat untuk bekerja sama, mereka memutuskan untuk mulai menyelidiki lebih dalam mengenai organisasi kriminal yang mungkin terlibat dengan kalung berlian tersebut. Malam itu, mereka bertemu di ruang VIP yang sama di Elysium, jauh dari kerumunan dan bisingnya klub malam.

Adrian membuka laptopnya dan menunjukkan kepada Elena beberapa dokumen dan foto terkait kalung tersebut. "Ini adalah informasi tambahan yang aku dapatkan. Sepertinya kalung ini pernah menjadi bagian dari koleksi barang antik yang dicuri dari seorang kolektor."

Elena memandang layar dengan cermat. "Aku sudah mendengar tentang kolektor itu. Nama belakangnya adalah Vega, seorang pria yang sangat berkuasa dalam dunia seni dan barang antik. Kasus pencurian ini sangat besar dan belum terpecahkan."

"Benar," kata Adrian. "Dan sekarang kalung ini muncul kembali. Pertanyaannya adalah, mengapa kalung ini begitu penting? Dan siapa yang terlibat dalam jaringan pencurian ini?"

Elena mengerutkan dahi, memikirkan informasi tersebut. "Aku pernah melakukan penyelidikan mengenai kasus ini sebelumnya, dan aku menemukan bahwa ada beberapa individu yang mungkin terlibat. Mereka dikenal dengan sebutan 'The Phantom Syndicate'-sebuah kelompok yang terlibat dalam berbagai kegiatan ilegal, termasuk pencurian barang seni."

Adrian mengangkat alis, merasa tertarik. "The Phantom Syndicate? Aku pernah mendengar nama itu sebelumnya, tetapi tidak pernah mengaitkannya dengan kasus ini. Apa kamu tahu siapa mereka atau bagaimana mereka beroperasi?"

Elena mengangguk. "Menurut informasi yang aku dapatkan, kelompok ini sangat rahasia dan sulit dilacak. Mereka memiliki jaringan yang luas dan menggunakan berbagai metode untuk menyembunyikan jejak mereka. Salah satu metode yang mereka gunakan adalah melalui lelang ilegal di pasar gelap."

Adrian berpikir sejenak. "Jadi, kalung ini mungkin telah melewati beberapa tangan sebelum akhirnya sampai ke klub malam. Jika kita bisa melacak jalur lelang ilegal ini, kita mungkin bisa menemukan siapa yang mengendalikan jaringan ini."

Elena menyentuh kalung itu dengan lembut, tampaknya memikirkan sesuatu. "Ada satu orang yang mungkin bisa memberikan petunjuk lebih lanjut. Dia adalah seorang broker barang seni yang dikenal sebagai 'Dorian'. Dia sering terlibat dalam transaksi barang-barang curian."

Adrian mengerutkan dahi. "Dorian. Aku pernah mendengar namanya juga. Dia sering berurusan dengan barang-barang yang tidak memiliki latar belakang yang jelas. Bagaimana kita bisa menemukannya?"

Elena menarik napas dalam-dalam. "Aku punya beberapa kontak di dunia seni yang mungkin bisa membantuku menemukan Dorian. Tapi aku perlu memastikan bahwa kita tidak menarik perhatian orang-orang yang salah."

Adrian mengangguk. "Baik. Kita bisa menggunakan kontakku untuk melakukan penyelidikan awal. Aku akan mengatur pertemuan dengan beberapa orang yang mungkin tahu di mana Dorian berada."

Elena melirik Adrian dengan rasa syukur. "Terima kasih, Adrian. Aku merasa lebih baik tahu bahwa kita bekerja sama. Tetapi ingat, kita harus berhati-hati. Jika The Phantom Syndicate mengetahui bahwa kita sedang mendekati mereka, kita bisa menjadi target berikutnya."

Adrian mengangguk setuju. "Aku mengerti. Kita harus bergerak dengan hati-hati dan memastikan bahwa kita memiliki semua informasi yang diperlukan sebelum membuat langkah besar. Aku akan menghubungi kontakku malam ini dan mengatur pertemuan secepatnya."

Mereka menghabiskan beberapa jam berikutnya merencanakan langkah selanjutnya, berusaha untuk menyusun strategi yang cermat. Setiap langkah harus diperhitungkan dengan hati-hati agar mereka tidak menarik perhatian yang tidak diinginkan.

Ketika malam semakin larut, Elena bersiap untuk pergi. "Aku akan menghubungi kontakku dan mencoba mendapatkan informasi tentang Dorian. Aku akan memberitahumu segera setelah aku mendapatkan kabar."

Adrian menyertai Elena keluar dari ruang VIP dan menatapnya dengan penuh perhatian. "Hati-hati, Elena. Dunia ini berbahaya, dan kamu tidak tahu apa yang mungkin terjadi."

Elena memberikan senyuman tipis. "Aku akan berhati-hati. Dan aku berterima kasih karena kamu ada di sini untuk membantuku."

Dengan itu, mereka berpisah, masing-masing membawa misi mereka sendiri. Adrian kembali ke ruang kerjanya, meresapi segala informasi yang baru didapat dan merencanakan langkah berikutnya. Dia tahu bahwa jalan yang mereka tempuh akan penuh dengan bahaya, tetapi ia merasa yakin bahwa bersama Elena, mereka memiliki peluang untuk mengungkap rahasia yang mendalam dan mengatasi ancaman yang ada di depan mereka.

Bersambung...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua
8.7
Keira hancur saat bisnisnya hampir pailit dan sang tunangan memilih berselingkuh dengan perempuan berharta. Di puncak keputusasaan, ia menenggelamkan diri dalam alkohol di sebuah kelab malam. Tak disangka, malam itu membawanya terbangun di ranjang yang sama dengan Aksel Sanjaya, atasan sekaligus CEO dingin di tempatnya bekerja. Keira dan Aksel kini terperangkap dalam konsekuensi rumit akibat peristiwa tak terduga tersebut. Mampukah keduanya menjalani perubahan hidup yang drastis ini?
Sampul Novel Dimanjakan suami kontrak
9.1
Sama-sama dikhianati di masa lalu membuatku sepakat menikah kontrak tanpa cinta dengan seorang duda kaya. Rencanaku hanya melahirkan, mengambil bayaran, lalu pergi demi masa depan adikku. Namun, aku justru terjebak dalam konflik para penguasa. Saat aku menegaskan hubungan kami tidak berarti apa-apa, dia malah meresmikan pernikahan kami secara nyata. Kini, di tengah bahaya yang mengintai, sang suami kontrak justru berdiri paling depan untuk melindungiku.
Sampul Novel Istri Bayaran
9.5
Seorang gadis muda terpaksa menjadi teman kencan sewaan demi melunasi biaya kuliah dan pengobatan ayahnya. Takdir mempertemukannya dengan seorang pria kaya berparas dingin yang merupakan kakak kliennya. Terpikat oleh sosoknya, sang tuan muda menawarkan pernikahan kontrak demi mengatasi masalah keuangan gadis itu. Walau dimulai tanpa cinta, hubungan mereka diuji oleh konflik keluarga dan rahasia masa lalu. Akankah benih asmara tumbuh sebelum masa kontrak usai?
Sampul Novel Istri Kontrak Mr Billionaire
8.6
Claudya terpaksa menikahi seorang miliarder Eropa demi melunasi biaya pengobatan ibunya. Alih-alih bahagia, kehidupan barunya justru dipenuhi siksaan batin karena sang suami menjadikannya pelampiasan atas luka masa lalu dari sang mantan kekasih. Meski sempat menaruh hati pada pria tersebut, Claudya akhirnya memilih menyerah. Ia memutuskan pergi jauh demi mengakhiri penderitaan dalam pernikahan kontrak tanpa cinta ini.
Sampul Novel Kau Milikku
9.4
Pertemuan pertama dengan Will Greyson langsung membuat Hanna muak karena sikap lancang miliarder angkuh tersebut. Kekesalan Hanna memuncak saat Will mendadak melamarnya hanya untuk dijadikan alat terapi pribadinya. Walau mendapatkan penolakan keras, pria sombong itu tidak tinggal diam. Hanna yang telanjur geram pun bertekad memberi pelajaran, sementara Will justru semakin tertantang untuk menaklukkan hati gadis yang berani menentangnya.
Sampul Novel Kontrak Ranjang Sang Kapten
9.4
Dunia Dara runtuh setelah menyaksikan pengkhianatan kekasih pilotnya. Didorong amarah, pramugari Skyward Airlines ini nekat bercinta dengan pria asing yang ia duga gigolo demi balas dendam. Tanpa disangka, lelaki itu adalah Arjuna, pilot senior sekaligus pewaris tunggal maskapainya. Kini, Dara terjerat konsekuensi pelik karena rahasia malam itu berada di tangan pria yang berkuasa penuh atas nasib dan masa depannya di dunia penerbangan.