APKDock Logo
Sampul Novel Istri Bayaran

Istri Bayaran

9.5 / 10.0
Seorang gadis muda terpaksa menjadi teman kencan sewaan demi melunasi biaya kuliah dan pengobatan ayahnya. Takdir mempertemukannya dengan seorang pria kaya berparas dingin yang merupakan kakak kliennya. Terpikat oleh sosoknya, sang tuan muda menawarkan pernikahan kontrak demi mengatasi masalah keuangan gadis itu. Walau dimulai tanpa cinta, hubungan mereka diuji oleh konflik keluarga dan rahasia masa lalu. Akankah benih asmara tumbuh sebelum masa kontrak usai?

Istri Bayaran Bab 1

Jam backer berbunyi sangat keras. Seorang wanita cantik berambut pirang sepunggung itu seketika, meloncat dari ranjangnya, berdiri di atas ranjang, saat mendengar berisiknya jam backer miliknya. Sialnya dia yang baru saja tidur harus terganggu suara jam yang berisik. Dia segera beranjak turun dari ranjang, dan berlari menuju kamar mandi. Sampai di dalam kamar Mandi, ia balik lagi keluar, ternyata handuknya ketinggalan.

"Shitt!! Lupa lagi handukku ketinggalan," umpat kesal wanita itu, dan langsung meraih handuk di balik pintu kamarnya. Lalu masuk kembali ke kamar mandi.

Hanya 10 menit waktu mandi dan bersiap. Hari ini, hari pertamanya ia akan datang untuk interviuw di sebuah restauran kecil di kota. Ia berdandan secantik mungkin dengan balutan make up tipis dan kemeja yang nampak memang kusut sih, serta rok span pendek berwarna hitam, dengan sepatu high heels hitam membalut telapak kakinya.

Gak hanya sial karena bangun kesiangan, dia juga lupa menyetrika bajunya sendiri, maklum bagi wanita seumurannya ia benar-benar

Yeri Angelista, wanita yang bisa di bilang sangat cantik, berbalut wajah putih dengan lekuk bulu mata tebal miliknya, mata hitam dan rambut berombak berwarna coklat sangat memesona para laki-laki yang melihatnya.

Dia segera meraih sepedah kesayangannya. Dan di ayunkan sepeda itu, keluar dari halaman rumah. Sepeda itu semakin giat mengayunkan sepedanya secepat kilat, melewati gang sempit untuk keluar menuju jalan raya.

Hufft...

Hufftt...

Hufftt..

"Aku harus cepat sampai ke restauran. Bisa mati aku kalau telat interviuw di restauran. Ini satu-satunya harapanku bekerja dengan baik!!" wanita cantik yang bisa di bilang sangat tomboy itu, kini mengayuh sepeda sekencang mungkin untuk menuju ke restauran, yang lumayan jauh dari rumahnya. Mungkin jika naik sepeda 30 menit jarak tempuh waktunya.

Yeri baru saja dapat panggilan interview di sebuah restauran yang tak begitu mewah. Hanya saja lumayan lah, bisa mendapatkan uang yang cukup nanti tiap bulannya jika memang diterima bekerja di sana. Ini interview pertamanya, dia tak mau terkesan buruk apalagi sampai telat nantinya. Bisa-bisa di depak keluar aku dari restaurant, seakan dalam hati terus bergumam seperti itu.

Wanita cantik itu menerobos kerumunan pejalan kaki, dengan terus berteriak keras.

"Woy, minggir! Minggir!"

"MINGGIR!!"

Seorang pejalan kaki itu meloncat minggir seketika mendengar teriakan keras Yeri.

"Ehh... Kamu bisa naik sepeda gak, sih!!" umpat kesal pejalan kaki yang hampir saja dia tabrak.

"Gak perduli aku telat!!" jawab Yeri yang terus mengayuh sepedanya semakin cepat.

"BUK... CEPAT MINGGIR....!!!" teriak Yeri buru-buru.

Ibu-ibu dengan belanjaan dua kantong keresek penuh di dua tangannya itu melompat ke pinggir jalan. dengan umpatan kasar keluar dari bibirnya.

"Kalau naik sepeda, jangan ngebut-ngebut dong. Anak muda gak punya sopan santun!!" umpat salah satu pejalan kaki yang hari ini di buatnya kesal. Bahkan dia hampir saja menyerempetnya. Tapi untung lah, gak kejadian sih. Dia masih selamat, dan wanita itu juga masih mengayun sepeda itu semakin kencang. Ia tak perduli berbagai umpatan keluar dari para pejalan kaki yang kesal dengan ulahnya.

Brakkkk...

Wanita itu cantik dengan sepeda kesanyangannya itu, menabrak sebuah mobil yang tiba-tiba berhenti parkir di pinggir jalan, dia yang terlalu buru-buru tidak sadar pandangan matanya saat mobil itu tiba-tiba berhenti tepat di depannya saat mau menyeberang jalan.

Bruukkkk....

Ia jatuh tersungkur ke semak-semak. Baju yang semula rapi bersih, kini terlihat kotor terkena rerumputan yang masih terlihat basah. Karena baru saja hujan reda pagi ini. Dan meninggalkan bekasnya di tanah dan semak-semak.

"Shiitt.. Sial banget aku hari ini!!" Yeri terus mengumpat gak jelas.

Pyukk... tangannya mengenai genangan air di belakangnya.

"Arrggtt!!!" teriak Yeri mengibaskan tangannya, hingga percikan air itu mengenai mibil hitam di depannya. Dia beranjak berdiri dengan wajah memerah. Rahangnya mengerang dengan gigi mulai menggertak, api kemarahan mulai menjalar di sekujur tubuhnya. Ia segera menggedor pintu mobil berwarna hitam pekat itu.

"Woy.. keluar kamu! Siapa di dalam, tolong anda segera keluar. Aku minta pertanggung jawaban." umpat Yeri.

Eh.. bentar pertanggung jawaban? Aku, kan gak hamil. Ah.. Ganti kata-katanya.

Yeri mulai fokus marah lagi, kini semakin menajamkan pandangan matanya. Dengan emosi mulai meluap-luap.

"Tuan, mbak, atau mas, kakek, nenek, pak, buk, yang di dalam. Tolong keluarlah!! Apa kamu gak lihat baju aku kotor..."

Brakk... Brakk..

"Keluarlah!! Lihatlah sepedahku rusak itu semua gara-gara mobil mewah anda"

"Keluar gak!!" Yeri terus mengumpat marah-arah tanpa di hiraukan sama sekali. Tetapi dia tidak menyerah.

Setiap orang yang melintas menatapnya bingung. Menatap wanita yang tiba-tiba marah pada pemilik mobil mewah itu.

"Brakk... Apa anda punya ganguan pendengaran?"

"Aku tahu di dalam ada orang.. dan aku mau kamu tanggung jawab sekarang, keluarlah!" umpat wanita itu tak hentinya terus mengetuk kaca mobilnya semakin keras.

Mungkin si pemilik mobil sudah tidak tahan dengan ocehan tidak hentinya dari Yeri. Syara seperti bom yang langsung meletus saat di dengar. Dia perlahan kaca mobil itu terbuka, nampak laki-laki yang terlihat sangat dingin, dengan kaca mata hitam menutupi matanya.

"Ada apa? Apa kamu mau ganti rugi?" tanya laki-laki itu jutek.

Yeri mengerutkan keningnya

Ganti rugi? Gimana bisa aku ganti rugi? Kerjaan saja hanya sebatas wanita bayaran yang menemani laki-laki untuk kencan. Dia yang mulai kenapa aku yang ganti rugi?

Yeri menepuk jidadnya. Ia beranjak pergi. Namun seorang di mobil itu membuka pintu mobilnya, tanpa lihat wanita itu masih berdiri di samping. Membuat Yeri Angelista terpental jatuh tersungkur ke aspal. Bukannya marah namun matanya berbinar seketika saat laki-laki itu membuka kaca matanya, dan melemparnya ke dalam mobil.

Wajah tampan itu kini terlihat jelas, dengan tubuh jenjangnya bak seorang model. Dia Idaman semua wanita yang melihatnya pasti akan luluh.

"Dia sangat tampan..." gumamnya menganggumi lelaki itu.

Seorang lelaki yang sangat tampan dengan balutan jas hitam dan tatapan tajam benar-benar membuatku terposona, tetapi wajahnya nampak dingin dan kaku tanpa ekpresi di wajahnya.

Wanita itu mengulurkan tangannya ke depan berharap lelaki tampan di depannya membantu dia berdiri, ia memasang wajah manis menggoda. Laki-laki itu memalingkan wajahnya tampa perdulikan Yeri, dia hanya melemparkan secarik cek untuknya dan beranjak pergi meninggalkanya tanpa belas kasihan sama sekali.

Angel beranjak berdiri, seolah mencabut kata-kata yang sempat menganggumi wajah tampan lelaki tadi.

"Dasar gak punya hati! Udah buat aku jatuh dua kali, baju kotor dan sepedah aku... Aaah, sepedah aku juga rusak lagi, tetapi dia hanya kasih aku kertas.." decak kesal Yeri. Dengan kedua tangan mengolak-alik kertas itu.

"Jangan sampai kertas itu lecet, kotor, bahkan sobek," ucapnya terakhir

Yeri yidak perdulikan apa yang di katakan laki-laki itu. Dia melihat kertas kecil itu sangat detail, matanya terbelalak seketika, saat tahu berapa nominal yang di tulis di kertas kecil itu.

"100 jt !!" gumamnya dengan nada shok tak percaya, Yeri menelan ludahnya berkali-kali melegakan tenggorokannya yang tak kering. Dia juga tak hentinya mengedip-ngedipkan matanya tak percaya.

Pagi-pagi ketiban sial atau ketiban rejeki nomplok kali ini. Mungkin ini hari keberuntungan bagi ku, dapat uang segini banyaknya. Tapi gimana cara caikan uang ini ya. Ini hanya sebuah tulisan di kertas.

Yeri yang terus melamun, memikirkan gimana kertas itu bisa di jadikan uang beneran, sampai dia lupa dengan laki-laki di depannya yang sudah pergi mengemudi mobilnya melesat sangat kencang meninggalkannya sendiri.

"Ah.. biarlah.. yang penting dia sudah ganti rugi!!" gumam Yeri beranjak berdiri.

Wanita itu tak mau lama-lama di sana. Ia segara menuju ke restauran. Di mana dia akan interview.

****

Tiba di restauran yang tak begitu besar. Semua mata memandangnya.

Seorang wanita bepakaian sangat lusuh,  bahkan bajunya dari atas sampai bawah terlihat sangat kusut, nampak seperti tak pernah disetrika sama sekali. Sepatu hitam yang kini tak terlihat hitam, bahkan bisa di bilang sudah keabuan. Rambut di kuncir satu namun masih sangat berantakan helaian rambutnya melayang kemana-mana, dan baju penuh dengan tambalan percahan kain yang di daur ulang. Dan rok span pendek berwarna hitam tak nampak hitam, bayak noda kotor yang di sekujur roknya.

Semua mata terpanah melihatnya, dia yang begitu cantik tapi cara berpakaian sangat norak, dan kampungan. Apalagi jika bertemu dengan laki-laki pasti sangat jijik melihatnya. Tapi jika dia make up pasti beda lagi pendapat laki-laki saat melihatnya.

Wanita itu berjalan masuk ke dalam restaurant untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengannya. Dia sangat pintar dalam hal berbicara merayu pelanggan dan lain-lain. Kali ini dengan langkah penuh dengan semangat yang menggebu. Ia berharap semoga ia bisa di terima dan mulai untuk bekerja nantinya.

Dia sangat butuh uang, untuk kehidupan sehari-harinya dan ayahnya yang terbaring lemas di rumah sakit. Untuk membayar biaya kuliah serta rumah sakit. Pekerjaannya sebagai kencan bayaran saja tak cukup untuk biaya rumah sakit ayahnya. Baginya satu pekerjaan saja tak cukup untuk kehidupannya juga. Dia mencari pekerjaan part time setiap harinya. Meski selalu di tolak tapi ia tetap semangat dan berusaha.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Istri Bayaran

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer terkemuka serta pengusaha tanpa sokongan kekayaan keluarganya. Namun, di tengah keberhasilan dan kemandirian yang kini ia nikmati, Aaron mendadak muncul kembali. Sang mantan suami didera penyesalan mendalam dan memohon dimaafkan. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel Finding A True Love
9.3
Kanaya Amelitta menutup diri dari cinta demi menghindari luka. Namun, kehadiran Gavin Januartha yang hangat sempat mengusik pertahanannya, hingga ia memilih lari saat Gavin menyatakan cinta. Delapan tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi rumit yang mengikat keduanya, meski kini Gavin telah berkomitmen dengan orang lain. Di tengah ketakutan dan rasa benci, sanggupkah Kanaya mengabaikan Gavin yang kini kembali hadir dan bersikap sangat keras kepala?
Sampul Novel Istri rahasia Dosen dingin
8.1
Demi bertahan hidup, Kayra terpaksa bekerja sebagai penari pole dance di klub malam. Sialnya, rahasia ini diketahui Alvin, dosennya yang dingin. Alvin pun mengancam masa depan akademis Kayra dan memaksanya menikah. Pernikahan ini hanyalah alat bagi Alvin untuk melampiaskan dendam pada mendiang mantan kekasihnya. Alvin berencana mencampakkan Kayra setelah setahun, tetapi Kayra bertekad membalikkan keadaan dalam hubungan toksik ini demi mengikat Alvin selamanya.
Sampul Novel Perjalanan Menuju Cinta Sejati
9.7
Tujuh tahun mendampingi Handi Wenas tanpa kejelasan status, harapan pernikahan sirna saat miliarder itu memilih menikahi putri konglomerat Barata. Demi pernikahan ini, Handi membuang gelang manik-manik cendananya ke loteng sebelah yang kemudian terbakar. Sang wanita nekat menerobos api demi menyelamatkan gelang tersebut. Publik pun terenyuh saat netizen mengungkap bahwa gelang itu didapatkannya dengan penuh perjuangan, berlutut di bawah guyuran hujan deras di Candi Dharma.
Sampul Novel Suami pura-pura
8.9
Demi membahagiakan Nenek Laila, Alan nekat mengaku sebagai suami Adinda. Kebohongan mendadak ini membuat Adinda panik dan cemas jika rahasia mereka terungkap. Ia pun menolak keras sandiwara tersebut hingga memicu pertengkaran sengit di antara keduanya. Namun, saat Adinda berusaha keras untuk menyangkal pernikahan pura-pura ini, Alan justru melontarkan pertanyaan tak terduga yang membuatnya bungkam: apakah Adinda bersedia menjadi istri aslinya?
Sampul Novel Terpaksa Menikah
8.9
Demi menutupi sebuah aib besar, pernikahan dengan karyawan ayahku terpaksa dilakukan. Awalnya perbedaan kasta membuatku enggan, tetapi sikap dingin pria itu malah memicu rasa penasaranku. Walau dia dikenal sangat setia pada wanita dari masa lalunya, aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku bertekad melakukan segala cara untuk memenangkan hatinya karena kini aku telah benar-benar jatuh cinta. Perjuanganku untuk mendapatkan cintanya baru saja dimulai.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan