APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Tujuh tahun menikah, kehamilan Riana Handoko seharusnya menjadi berkah. Namun, pemeriksaan medis justru mengungkap kenyataan pahit: kolom ayah bayinya kosong, sementara nama suaminya, Bimo Ganendra, tercatat sebagai ayah dari anak Silvia Handoko. Silvia adalah putri kandung dari keluarga angkat yang dahulu mengusir Riana demi merebut kembali kehidupan yang dianggap telah dicuri. Di tengah rumor bahwa Bimo telah melakukan vasektomi demi dirinya, Riana kini harus menghadapi pengkhianatan besar ini.
Bab
Bagikan

Bab 7

Riana mulai bersikap lebih ramah kepada Bimo. Dia bahkan menggenggam tangan suaminya dan menaruhnya di atas perutnya.

"Aku dengar, anak yang sejak kecil mendengarkan cerita dari ayahnya akan tumbuh lebih cerdas."

Sulit sekali melihat Riana yang biasanya bersikap dingin kini mulai melunak dan menunjukkan kasih sayang terhadap anak mereka. Bimo pun gembira bukan main, seharian penuh dia memeluk istrinya tanpa mau melepasnya.

Ketika Silvia mengeluh bahwa perutnya terasa tidak nyaman dan meminta Bimo menemaninya, Bimo tanpa berpikir panjang langsung menolak dengan alasan pekerjaannya terlalu banyak.

Namun, begitu Riana berkata ingin makan sup pangsit isi telur kepiting, Bimo segera membatalkan rapat dan turun tangan memasak sendiri, menyiapkan satu meja penuh hidangan untuk Riana. Dia bahkan berjanji akan datang setiap malam untuk membacakan dongeng sebelum tidur buat anak mereka.

Akhirnya, Silvia tidak sanggup lagi menahan diri. Saat Riana berjalan-jalan di halaman belakang, dia menghadang Riana dengan wajah penuh kebencian.

"Wanita nggak tahu malu! Kamu sudah merebut delapan belas tahun hidupku, sekarang kamu masih ingin merebut suamiku!"

Riana menatapnya dingin sambil tersenyum sinis.

"Pertama, dulu kamu sendiri yang menganggap Keluarga Handoko terlalu miskin dan memilih pergi bersama orang yang menjanjikan boneka Barbie edisi terbatas padamu. Baru setelah mendengar bahwa Keluarga Handoko sudah kaya, kamu datang kembali untuk merebut posisi anak kandung. Jadi, yang nggak tahu malu itu kamu, bukan aku. Kedua, sampai sekarang, nama yang tercantum di buku nikah Bimo masih namaku. Akulah istrinya yang sah!"

Silvia hampir kehilangan akal, tetapi masih memaksakan senyum aneh di wajahnya.

"Kakak, kalau kita berdua jatuh ke air bersamaan, menurutmu Kak Bimo akan memilih siapa?"

Namun, Riana bergerak lebih cepat. Dia menarik pinggang Silvia dan langsung meloncat bersamanya ke kolam renang.

"Riana!"

Tanpa ragu sedikit pun, Bimo segera terjun ke kolam renang.

Silvia dengan panik mengibas-ibaskan tangannya di permukaan air, seolah dirinya bisa tenggelam kapan saja.

"Kak Bimo, aku nggak bisa berenang! Uhuk-uhuk! Aku akan mati!"

Bimo yang semula berenang menuju Riana tiba-tiba berhenti.

Hanya dalam jeda singkat itu, Silvia sudah berpegangan di bahu Bimo dengan wajah pucat pasi.

"Perutku sakit banget, aku nggak kuat lagi. Kak Bimo, tolong aku."

Pantulan cahaya di permukaan air membuat keraguan dan kebingungan di mata Bimo terlihat begitu jelas.

Ternyata, suami yang selalu berkata "kamu akan selamanya menjadi pilihanku yang pertama" pun bisa goyah, hanya karena beberapa kata dari orang lain, hingga ragu apakah dia harus menolong istrinya lebih dulu atau tidak.

Ternyata, sekuat apa pun sebuah sumpah, hanya berlaku pada saat diucapkan. Seiring waktu, semuanya berubah menjadi sebilah pisau yang menusuk tepat ke dada Riana.

Didorong oleh naluri, akhirnya Bimo tetap menolong Riana lebih dulu.

Namun, dia hanya mendorong Riana ke tepi kolam tanpa benar-benar membantunya naik, lalu Bimo segera berbalik dan dengan panik memeluk Silvia, seolah sedang memeluk harta berharga yang nyaris hilang untuk selamanya.

Setelah mengangkat Silvia ke darat dan memanggil dokter keluarga untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, serta memastikan Silvia tidak apa-apa, barulah Bimo teringat pada Riana yang masih berpegangan erat pada pagar kolam agar tidak tenggelam.

Saat Riana akhirnya ditarik ke atas, Silvia telah dibungkus dengan satu-satunya selimut wol di tempat itu. Dia menatap Riana dengan tatapan puas, sementara bibir Riana membiru karena kedinginan.

Bimo tiba-tiba merasakan kegelisahan yang kuat di hatinya. Dia ingin menyelimuti istrinya dengan jaketnya, tetapi tangannya segera ditepis.

"Riana?"

"Nggak perlu. Aku nggak mati di dalam air, apalagi di darat. Aku bisa berjalan sendiri."

Bimo merasakan firasat buruk, seakan sesuatu yang penting akan benar-benar hilang darinya. Namun, tangannya ditahan erat oleh Silvia yang memandangnya dengan mata berlinang.

"Kak Bimo, aku nggak menyalahkanmu karena memilih menyelamatkan kakak lebih dulu. Tapi perutku benar-benar sakit, bisakah kamu mengantarku ke rumah sakit?"

Riana pun berjalan pulang sendirian ke ruang bawah tanah. Setelah mengunci pintu dari dalam, dia mengambil sebuah ponsel yang terbungkus plastik dari balik dadanya.

Ponsel itu dia curi ketika menarik Silvia masuk ke air tadi.

Karena terburu-buru, bungkus plastiknya tidak terlalu rapat, tapi untungnya ponsel itu masih bisa digunakan untuk menelepon.

Riana segera menekan deretan angka yang telah dia hafal di luar kepala. Tidak lama kemudian, terdengar suara berat dari seberang sana.

"Siapa ini?"

"Aku, Riana. Aku bersedia menjual hak cipta Kebahagiaan Cahaya Bulan kepadamu. Syaratnya, bawa aku pergi menjauh dari Keluarga Ganendra dan Bimo untuk selamanya."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dokter Cantik Mantan Istriku (Penyesalanku)
9.1
Pertemuan kembali dengan Uma setelah lima tahun berpisah memicu penyesalan besar dalam diriku. Mantan istriku kini telah sukses sebagai dokter kandungan sekaligus direktur di sebuah rumah sakit swasta. Menyaksikan keberhasilan dirinya dan melihat anak kami tumbuh membuatku didera rasa bersalah yang teramat dalam. Kini, aku dirundung kebimbangan besar, mempertanyakan apakah masih ada kesempatan untuk memperbaiki segalanya dan menyatukan kembali keluarga kami.
Sampul Novel Hingga Akhir Waktu
9.0
Seorang gadis menghadapi dilema rumit saat bertemu dua pria berwajah sama tetapi berkarakter sangat kontras. Situasi sulit ini menuntutnya memilih arah hatinya. Akankah ia bersandar pada ketulusan sejati yang murni, atau justru terpaksa berkompromi demi mempertahankan cinta yang telah diperjuangkannya? Ini merupakan sebuah kisah romansa modern tentang pengorbanan dan pilihan hidup penuh pilihan hidup yang penuh dilematis.
Sampul Novel Karma Dibalik Kematian Palsu Suamiku
8.9
Setelah melahirkan prematur akibat syok mendengar suami dan ibu mertuanya tewas jatuh ke jurang, kehidupan seorang wanita hancur total. Setahun kemudian, saat sekarat akibat keracunan herbisida, kebenaran pahit terungkap di depan matanya. Suami dan mertuanya yang dikira tewas ternyata masih hidup dan sengaja memalsukan kematian demi menyingkirkannya. Mereka kembali bersama Jane, anak tetangga yang kini menjadi istri baru, siap merebut uang ganti rugi lahan secara sah.
Sampul Novel Patah
9.8
Prisha Nayara, editor pemberontak di platform Papyrus, dipertemukan takdir dengan sang pemilik yang berhati dingin, Manggala Abipraya Sastradinata. Di balik sifat keras kepala Prisha dan sikap tidak acuh Manggala, keduanya memendam trauma masa lalu yang mendalam. Saat mulai saling menyembuhkan luka batin, rintangan dunia menguji hubungan mereka. Ini adalah kisah romansa unik tanpa kata tentang perjuangan belajar mencintai diri sendiri demi orang terkasih.
Sampul Novel Pemuas Nafsu Tuan Muda 21+
8.6
Demi memperbaiki taraf hidup neneknya, Nada, siswi SMA, rela mengambil pekerjaan tidak biasa untuk menyusui Daffa yang sedang lumpuh. Interaksi ini terus berjalan sampai fisik Daffa pulih total. Begitu tugasnya selesai dan Nada hendak melangkah pergi, Daffa justru menolak melepaskannya. Rupanya, pemuda itu telah terobsesi dan kecanduan pada sosok Nada. Akankah Nada berhasil meloloskan diri, atau justru terperangkap selamanya dalam jerat Daffa?
Sampul Novel Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan
9.5
Nadia terpaksa menerima tawaran licik Satria, ibu dari miliarder Reza Azhar, untuk menjadi ibu pengganti demi biaya pengobatan sang adik. Namun, setelah adiknya wafat, kepedihan mendalam mendorong Nadia melarikan diri dalam kondisi mengandung anak Reza. Di tengah pelarian dari kejaran Satria dan bayang-bayang kebenaran yang mulai tersingkap, mampukah Nadia bertahan menyembunyikan diri dari takdir serta pusaran intrik kekuasaan keluarga konglomerat tersebut?