APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Tujuh tahun menikah, kehamilan Riana Handoko seharusnya menjadi berkah. Namun, pemeriksaan medis justru mengungkap kenyataan pahit: kolom ayah bayinya kosong, sementara nama suaminya, Bimo Ganendra, tercatat sebagai ayah dari anak Silvia Handoko. Silvia adalah putri kandung dari keluarga angkat yang dahulu mengusir Riana demi merebut kembali kehidupan yang dianggap telah dicuri. Di tengah rumor bahwa Bimo telah melakukan vasektomi demi dirinya, Riana kini harus menghadapi pengkhianatan besar ini.
Bab
Bagikan

Bab 8

Seri perhiasan Kebahagiaan Cahaya Bulan selalu menjadi produk andalan Grup Ganendra, tahun lalu enam puluh persen pendapatan Grup Ganendra berasal dari seri ini.

Kebahagiaan Cahaya Bulan bahkan telah memicu gelombang pra-penjualan hanya dengan peluncuran trailernya. Para pelaku industri memprediksi bahwa Kebahagiaan Cahaya Bulan akan menjadi produk paling menguntungkan dalam lima puluh tahun terakhir.

Namun, tidak seorang pun tahu bahwa seluruh seri Kebahagiaan Cahaya Bulan dirancang oleh Riana.

Napas pria di ujung telepon itu terdengar lebih berat.

"Satu jam lagi, aku akan datang sendiri ke Kota Obria untuk menjemputmu."

Saat mendapatkan jawaban yang diinginkannya, Riana baru menghela napas lega.

Dia menghapus riwayat panggilan, lalu menghancurkan ponsel Silvia dan membuangnya ke tempat sampah.

Di luar pintu, dokter keluarga masih terus memohon, "Nyonya, izinkan saya masuk untuk memeriksa. Kalau nanti Pak Bimo menanyakan, saya tidak bisa mempertanggungjawabkannya."

Saat masih ragu-ragu, suara dokter tiba-tiba menghilang.

Riana merasakan firasat buruk.

Seperti yang diduga, pintu ruang bawah tanah tiba-tiba ditendang hingga terbuka. Dengan wajah murka, kedua orang tua Silvia datang bersama Nyonya Ganendra dan langsung menerobos masuk.

Begitu melihatnya, Nyonya Handoko langsung menerjang dan mencekik lehernya.

"Dasar pembawa sial, nggak tahu diri! Bukan hanya merebut separuh hidup Silvia, kamu bahkan berani mendorongnya ke air dan ingin membunuh anak dalam kandungannya! Aku akan membunuhmu!"

Dalam kepanikan, Riana meraba sesuatu di dekatnya dan mendapati sebuah piring. Dia segera mengayunkannya ke arah kepala ibu angkatnya.

"Waktu itu, kalianlah yang percaya pada omong kosong seorang peramal dan menculikku dari taman bermain karena katanya aku bawa keberuntungan! Saat bisnis kalian membaik, kalian malah menendangku keluar dari Kediaman Keluarga Handoko. Aku nggak merebut hidup Silvia, kalianlah yang telah mencuri hidupku!"

Tidak disangka Riana masih mengingat kejadian masa kecil dan berani mengatakannya di depan umum, wajah kedua orang tua Silvia seketika berubah. Namun, karena Riana menggenggam pecahan piring di tangannya, mereka tidak berani mendekat. Mereka hanya bisa menekan Nyonya Ganendra.

"Nyonya Ganendra, di perut Silvia ada cucu pertama Keluarga Ganendra! Jika hari ini Nyonya nggak memberi kami penjelasan, kami akan bawa Silvia pergi dan gugurkan anak itu sekarang juga!"

Nyonya Ganendra tentu tidak rela kehilangan cucu yang sudah lama dia nantikan. Dia segera memerintahkan seseorang membawa surat cerai.

"Gugurkan anak haram dalam kandunganmu, tinggalkan rumah ini tanpa membawa apa pun, dan Keluarga Ganendra akan melepaskanmu."

Melihat belasan pengawal yang bersiap di sekelilingnya, Riana tiba-tiba tersenyum. Tanpa ragu, dia menandatangani surat cerai itu.

Dokter keluarga menyerahkan beberapa butir obat dengan wajah iba.

"Minumlah ini dulu. Nanti saat di ruang operasi, prosesnya akan lebih cepat."

Sudah lama Riana berniat menggugurkan kandungannya, tapi ketika saat itu benar-benar datang, Riana tetap merasakan kesedihan yang mendalam.

Setelah menanggung begitu banyak penderitaan, anak yang susah payah dia pertahankan akhirnya tetap tidak bisa bersamanya.

"Aku sudah bilang, anak yang kukandung ini adalah anak Bimo. Sayang sekali, nggak ada seorang pun yang menginginkannya. Kalau begitu, semoga kalian nggak akan pernah menyesal."

Riana segera menelan obat itu. Tidak lama kemudian, rasa nyeri yang menusuk mulai terasa di perutnya.

Dokter keluarga segera memanggil tandu untuk membawanya ke ruang operasi steril guna melakukan kuret.

Namun, di tengah perjalanan, Nyonya Handoko tiba-tiba berseru marah, "Dia berani mendorong Silvia ke air, nggak boleh dibiarkan begitu saja!"

Kali ini, Riana sudah tidak punya tenaga untuk melawan. Dia hanya bisa pasrah ketika tubuhnya didorong ke kolam renang.

Air kolam yang dingin memenuhi hidung dan mulutnya. Riana merasa seolah ada sesuatu yang mengalir keluar dari tubuhnya, hingga seluruh permukaan air itu pun berubah menjadi merah.

Di tepi kolam, terdengar teriakan dan jeritan panik. Di tengah rasa sakit yang tidak berkesudahan itu, Riana justru merasakan kelegaan.

Sebelum matanya tertutup, dia mendengar suara keras baling-baling helikopter yang berputar di udara.

Apa pun yang terjadi setelah ini, kali ini Riana akhirnya bisa meninggalkan Keluarga Ganendra dan Bimo.

Selamat tinggal, untuk semuanya yang ada di sini.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Batas Kesabaran Seorang Wanita
8.9
Sera merasa risih saat Darren tiba-tiba mengejarnya setelah rahasia insiden hotel tiga tahun silam terbongkar. Namun, penyesalan Darren terasa sia-sia karena kini ada Alvin, sosok penyelamat Sera di masa-masa sulitnya. Ketulusan dan kehangatan Alvin perlahan menyembuhkan luka hati Sera serta memberinya kenyamanan baru. Di persimpangan jalan ini, Sera harus menentukan pilihan: kembali pada Darren yang memohon maaf atau membuka lembaran baru bersama Alvin yang tulus mencintainya.
Sampul Novel Cahaya Kirana
9.7
Kirana sukses menjadi model top akibat didikan keras sang ibu, Elisa. Namun, tekanan itu membuatnya jatuh ke pergaulan bebas hingga hamil oleh Sammy. Saat Elisa memaksanya aborsi dan media terus mengejarnya, Kirana depresi. Rasa bersalahnya kian mendalam setelah melahirkan bayi prematur yang cacat. Kini, di tengah ancaman tuntutan hukum akibat langgar kontrak, mampukah Kirana bangkit tanpa status bintangnya? Sanggupkah Elisa bertahan tanpa ketenaran sang anak?
Sampul Novel Cinta Sepasang Operator Data
8.1
Sebagai operator data di sebuah sekolah swasta, Rizal yang berstatus duda sangat mendambakan kehadiran istri tulus yang mau menerima dirinya dan kedua anaknya. Kini, ia sedang serius menjalin kasih dengan seorang perempuan yang berusia empat tahun lebih tua darinya. Sayangnya, jalinan asmara mereka harus menghadapi berbagai rintangan besar yang menguji hubungan tersebut. Mampukah Rizal menjaga komitmennya dan memperjuangkan cinta sejati ini hingga akhir?
Sampul Novel Ending Scene: Wanita Terakhir di Hati Presdir
8.6
Demi membalaskan dendam keluarganya, Kirei Nakamoto nekat menikahi River King Mountbatten, konglomerat yang mengalami kelumpuhan dan kebutaan. Sementara itu, River yang memendam trauma akibat pengkhianatan masa lalu juga sedang bersiap menghadapi ibu serta adik tirinya yang serakah. Hubungan yang semula terikat kesepakatan saling memanfaatkan ini perlahan berubah. Luka batin yang serupa justru menyatukan mereka dalam cinta. Mampukah Kirei menjadi pelabuhan terakhir bagi hati River?
Sampul Novel Godaan Sang Mantan Pacar
8.6
Pertemuan kembali dengan Leon membawa situasi baru bagi Nisa. Dahulu, pria itu sangat berarti dalam hidupnya, tetapi kini Nisa sama sekali kehilangan ingatannya tentang Leon. Bukannya kasih sayang, Nisa justru menyimpan rasa benci yang kuat dan selalu menghindarinya. Di tengah kondisi yang sulit ini, Leon tidak menyerah dan terus berupaya keras mendapatkan kembali cinta Nisa. Sanggupkah Leon menumbuhkan kembali perasaan yang telah sirna dari memori sang mantan kekasih?
Sampul Novel Hidden Baby Girl
9.1
Ketika David memintanya menggugurkan kandungan, Laras memilih pergi demi melindungi sang calon bayi. Namun, pelariannya tak pernah tenang karena terus dibayangi masa lalu. Setelah bertahun-tahun berlalu, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang jauh berbeda. Kini, di tengah sisa-sisa perasaan cinta yang masih terpendam, akankah mereka memilih bersatu demi buah hati mereka, atau justru tetap melangkah di jalan masing-masing?