APKDock Logo
Sampul Novel Patah

Patah

9.8 / 10.0
Prisha Nayara, editor pemberontak di platform Papyrus, dipertemukan takdir dengan sang pemilik yang berhati dingin, Manggala Abipraya Sastradinata. Di balik sifat keras kepala Prisha dan sikap tidak acuh Manggala, keduanya memendam trauma masa lalu yang mendalam. Saat mulai saling menyembuhkan luka batin, rintangan dunia menguji hubungan mereka. Ini adalah kisah romansa unik tanpa kata tentang perjuangan belajar mencintai diri sendiri demi orang terkasih.

Patah Bab 1

GUNDUKAN tanah itu tentu masih basah. Bahkan petugas penggali kubur baru saja menancapkan nisan penanda makam. Dari namanya, jelas gundukan itu menyembunyikan jasad seorang wanita berusia menjelang empat puluh tahun. Setelah prosesi pemakaman selesai, satu per satu orang yang turut berduka pergi. Berpamit dengan wajah duka diiringi tepukan penyemangat ala kadarnya di bahu atau jabat tangan erat dan pelukan menguatkan. Semua pergi, hingga sisa empat orang lelaki. Seorang suami dan tiga anaknya yang berduka. Yang paling kecil berusia delapan tahun.

Bocah terkecil inilah yang wajahnya paling merana. Matanya bengkak, wajahnya sembab, hidungnya terlihat sangat merah di kulitnya yang putih. Tanpa malu dia menggosokkan lengan bajunya ke hidung untuk mengelap lendir. Wajahnya sangat berduka. Bahkan saat yang lain bersimpuh di sisi makam, dia masih memeluk nisan itu. Mengabaikan tanah merah basah yang mengotori baju dan banyak bagian kulitnya. Dia bahkan tidak peduli ketika wajahnya dipenuhi kotor tanah. Tak puas hanya memeluk nisan, dia memeluk gundukan tanah bersama taburan bunga sementara sebelah tangannya tetap memeluk nisan.

Isaknya masih terdengar. Isak yang sulit dihentikan tanda terlalu lama menangis. Sampai akhirnya ayahnya memaksanya berdiri dia terus memeluk gundukan tanah berpegangan pada nisan. Ayahnya menarik paksa pinggangnya sampai membuat nisan itu nyaris tercabut. Sampai akhirnya sang ayah berhasil mengangkat si bocah dan membiarkan sejenak anaknya kembali meraung di kaki kubur sambil dia sendiri mengatur napas.

Raungan merana bocah berduka itu membelah langit sore bersama semburat jingga di ufuk barat. Siapa pun yang mendengar raungan itu, mereka akan menolehkan wajah, ingin melihat siapakah yang sedemikian merana dipisahkan kematian yang pasti datang.

Dan hati siapa pun itu akan ikut teriris ketika melihat bocah lelaki kotor tanah merah meraung memanggil ibunya.

“Mama… Mama… Manggala ikut, Mama… Mama…”

“MAMAAA…. MANGGALA IKUUUTTT…” Dia kembali berteriak meraung tak peduli ayahnya mulai tak sabar dan menghardik sembunyi.

Tak bisa terus dibiarkan begini. Setelah menarik napas dan mengumpulkan tenaga, ayahnya menarik paksa si bocah lalu menggendongnya di pinggang. Bocah itu memberontak hebat dalam gendongan ayahnya. Kakinya bergerak-gerak kasar menendang asal ke segala arah tidak mau pergi dari makam. Teriakannya sepanjang jalan semakin menyayat hati. Tapi mereka sudah terlalu lama di makam ini. Langit sudah semakin meredup. Matahari sebentar lagi hilang. Dia bisa melanjutkan dukanya di mobil, di jalan, lalu berlanjut di rumah.

Dan itulah yang terjadi.

Kesedihannya tidak berakhir di makam itu. Selama ini hanya mamanyalah orangtua yang dia kenal. Papanya terlalu sibuk bekerja yang ketika pulang hanya menuntut laporan prestasi anak saja. Ketika mamanya pergi, dia begitu kehilangan sampai merasa dunianya hilang.

Dia memang merindukan mamanya, tapi anak sekecil itu sudah bisa merasai bahwa mamanya tidak akan pulang apalagi tergantikan. Termasuk ketika papanya datang memperkenalkan seorang perempuan cantik yang akhirnya dengan berat hati dia panggil Mama.

Kupanggil dia Mama, tapi dia bukan ibuku.

Anak kecil itu merasa ada yang salah. Bahkan mamanya belum genap dua bulan lalu pergi. Kenapa begitu cepat ibu pengganti datang? Dia tidak mau ibu pengganti. Dia mau ibuya tapi dia pun tahu ibunya tidak mungkin kembali, maka tidak usah beri dia ibu yang lain. Tapi bocah sekecil itu bisa apa? Bahkan dia tidak mengerti bahwa yang dia rasa adalah sebuah kesedihan, kekecewaan, dan kemarahan. Dia hanya tahu bahwa dia kehilangan pegangan. Dan tanpa pegangan dia tumbuh sendiri dengan semua luka yang dia bawa. Sepanjang masa kecil dan remaja luka itu makin bertambah. Ketika lidahnya kelu, dia hanya bisa menutupi semua luka dengan diam yang sangat kental.

Anak kecil itu bernama Manggala Abipraya Sastradinata.

***

Tapi begitulah kehidupan. Memiliki roda yang terus berputar tanpa henti yang manusia sebut waktu. Tak peduli cerita apa pun yang terjadi di putaran rodanya, dia akan terus bergerak dengan kecepatan konstan. Membbuat ada kisah kematian dan ada cerita kelahiran.

Ada yang datang dan ada yang pergi.

Di waktu yang sama, saat matahari mulai lelah dan bersiap berganti tugas dengan bulan, dunia menghadirkan kisah lain. Senja yang tetap indah dalam lengkingan sedih seorang anak dan jeritan sakit seorang ibu. Hari yang meredup menjadi latar dua cerita di senja itu.

Memang selalu ada yang datang dan ada yang pergi.

Di saat seorang bocah kecil kehilangan ibunya, di tempat lain seorang anak lahir menyapa dunia. Anak perempuan dengan tangisan yang melengking kuat. Gerakan tubuhnya mantap. Semua tenaga kesehatan di ruang itu bersorak gembira dengan kedatangannya. Bayi itu sudah terlihat cantik meski baru melewati pintu ke dunia yang baru. Kepalan tangan kecil itu terus mengentak meninju, siap menghalau siapa pun yang mengganggunya menangis. Tangis yang bisa menutupi teriakan kesakitan ibunya yang berdarah-darah melahirkan dia. Tapi bukan sakit itu yang membuatnya berteriak. Teriakan itu hanya caranya menutupi kesedihannya. Kemarahannya. Kekecewaannya.

Ada luka lain yang membuatnya meraung keras. Berharap ini adalah akhir kehidupannya. Berharap dia bertukar nyawa dengan anak yang harus dia lahirkan.

Anak itu lahir lebih cepat dari rencana karena jiwanya begitu terguncang ketika melihat dengan mata kepalanya sendiri suaminya berasyik masyuk dengan perempuan lain. Jadilah dia bersalin sendirian dengan hati hancur. Tak ada kebahagiaan ketika perawat menunjukkan anaknya yang begitu cantik dan sehat.

Yang dia rasa bukan bahagia. Yang dia rasa adalah sedih dan... benci…. Tapi ini bukan yang pertama, dan yang pasti dia yakin ini juga bukan yang terakhir. Masih akan ada kekecewaan lain yang harus dia rasakan jika dia masih bernapas.

Dia merasa tidak bisa menolak nasib, tidak bisa menolak jalan hidupnya. Dia tak mau lagi berharap lelaki yang dia sebut sebagai suami akan menjadi lelaki yang dia impikan. Dia tahu, pangeran berkuda putih itu bukan untuknya. Kekecewaan yang tidak bisa dia keluarkan pada lelaki itu ternyata membutuhkan tempat untuk bermuara. Dan yang ada hanya bayi merah kecil yang menangis ribut mengganggu heningnya.

Dia tak mau melihat bayinya sendiri.

Bayi itu akhirnya tumbuh sendiri hanya didampingi baby sitter yang berganti-ganti. Bayi itu tumbuh sehat dan kuat. Kehidupan batin yang keras tanpa bimbingan orangtua membuat dia menjadi pribadi yang keras. Tak ada yang bisa menghalangi keinginannya. Dia sekeras batu karang. Wajahnya yang cantik menyembunyikan dengan rapat kekerasan hatinya.

Bayi kecil dengan lengkingan yang keras, kepalan tangan kuat, dan gerakan mantap itu akhirnya diberi nama Prisha Nayara.

***

Dua nama yang akhirnya akan berkali-kali bersinggungan dalam kehidupan mereka selanjutnya.

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi Patah

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bayangan Cinta di Kota Tua
9.7
Mencari inspirasi di kota tua bersejarah, fotografer Sofia yang patah hati bertemu Adrian, penulis misteri yang duka akibat kematian istrinya. Meski dibayangi masa lalu masing-masing, ikatan emosional mulai tumbuh di antara mereka. Namun, kehadiran mantan kekasih Sofia serta rasa bersalah Adrian mengancam hubungan tersebut. Melalui keintiman dan pengorbanan, keduanya belajar menyembuhkan luka lama demi membangun masa depan baru bersama.
Sampul Novel BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU
8.6
Kecurigaan langsung menyelimuti hatiku begitu menempati rumah Mas Yusuf. Suamiku menyimpan rahasia besar di balik satu kamar yang selalu terkunci rapat. Kejanggalan kian nyata saat aku melihatnya mengendap-endap setiap malam, membawa baki berisi makanan dan minuman ke ruangan misterius itu. Apa yang sebenarnya Yusuf sembunyikan dariku? Misteri di balik bilik terlarang tersebut kini mulai mengancam ketenanganku.
Sampul Novel Cintanya Bukan Untukku
9.5
Setelah kematian Ethan, Olivia menemukan album foto berisi Emma, gadis asuhan suaminya, serta kenyataan bahwa seluruh warisan jatuh ke tangan gadis itu. Meninggal dalam penyesalan, Olivia tiba-tiba terbangun di masa lalu sebelum pernikahan mereka. Bertekad tidak mengulang kesalahan, ia memilih pergi mengejar impiannya sendiri. Namun, keputusan Olivia justru membuat Ethan kehilangan kendali dan mencarinya ke berbagai belahan dunia.
Sampul Novel JERAT CINTA DETEKTIF TAMPAN
9.3
Tiga tahun menjadi asisten detektif Arsen dalam misi berbahaya, Leina diam-diam mencintainya. Namun, Arsen selalu menolak perasaan itu karena jurang usia dan ancaman musuh yang mengintai pekerjaan mereka. Meski terluka oleh sikap dingin sang detektif, Leina enggan menyerah. Bahaya kini mengancam saat para musuh mulai mengincar Leina untuk menjatuhkan Arsen. Akankah Arsen tetap menjauh demi melindunginya, atau justru menyerah pada cinta?
Sampul Novel Malam Gairah: Cinta Adalah Game Pemberani
7.9
Pernikahan impian Camila hancur seketika saat sang calon suami tidak datang, menjadikannya bahan tertawaan para tamu. Dalam balutan amarah dan rasa kecewa, ia nekat melewati malam bersama seorang lelaki asing. Camila mengira kisah itu selesai begitu saja, tetapi pria misterius tersebut justru menolak pergi dari hidupnya. Kini, Camila dihadapkan pada pilihan sulit: mengabaikan godaan pria itu atau kembali membuka hatinya untuk asmara yang baru.
Sampul Novel Terjerat Pesona Mafia
8.1
Malam tragis bersama Jean Monteque telah menjungkirbalikkan hidup Ranty. Pria matang itu merebut kesuciannya dan kini menjadi sosok yang paling ia jauhi. Namun, segalanya kian rumit ketika anak perempuannya begitu merindukan sosok ayah. Ranty pun terjebak dalam pergulatan batin yang hebat. Ia harus memilih antara dendam pribadinya pada sang mafia atau kebahagiaan sang buah hati. Langkah sulit apa yang akhirnya akan ia tempuh?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan