APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel BUKAN FILOSOFI

BUKAN FILOSOFI

Alaska menolak keras perjodohan yang diatur orang tuanya demi mempertahankan hak menentukan jalan hidup sendiri. Padahal, ia adalah lelaki pelindung yang sangat tulus mencintai kekasihnya. Malangnya, kesetiaan dan keberanian Alaska justru dibalas pengkhianatan yang amat perih. Di tengah rasa sakit itu, tuntutan dari keluarganya terus datang mendesak. Kini, sanggupkah Alaska bertahan ketika komitmen serta ketulusan cintanya diuji begitu hebat?
Bab
Bagikan

Bab 3

Suara motor Langit terdengar kembali menambah suasana sumringah pagi ini, karena waktu masih menunjukkan pukul 08.00 pagi. Sementara itu, jadwal kuliah mereka pukul 10.00. Dengan wajah yang kusut dan mata yang sembab Langit masuk ke dalam rumah tanpa membuka sepatunya terlebih dahulu.

"Eits, Kenapa balik lagi? Gak ketemu ama Vanya?" tanya Rendi yang masih bersantai dengan gaya ala anak kostnya, di mana mie instan hangat dengan asap yang masih mengepul terhidang di hadapannya. Gak seperti Langit yang kali ini harus menelan rasa pahitnya sendiri.

"Ketemu kok," singkat Langit dengan suara yang berat.

"Lo nangis? Hahahaha jiailah Lo! Cemen banget deh! Masa gara-gara itu aja lo nangis sih," ejek Rendi pada Langit yang menertawakan pria itu dengan sangat-sangat puas.

"Puas ketawanya?" bentak Langit pada Rendi yang sontak membuatnya terdiam.

Deg

'Hah? gak biasanya Langit bentak gue? Pasti ada sesuatu nih!' pikir Rendi dalam diamnya karena di bentak sama Langit.

Dengan buru-buru, Rendi menyantap mi yang ia masak tadi, dan menemani Langit yang ada di kamar dan terlihat sedang tidak baik-baik saja hari ini.

Cklek!

"Langit, lo gak makan? Gue masak dua mi tu," ujar Rendi basa basi pada Langit, karena ia harus waspada dulu sebelum Langit kembali emosi dengan dirinya itu.

"Lo aja yang makan, gue lagi males," tukas Langit pada Rendi yang duduk di meja yang ada di kamarnya seraya memainkan gitar.

"Kalo kata emak gue nih ye Langit, jangan sedihin orang yang bikin lo sakit. Jangan mikirin orang yang lagi bahagia, karena semua yang lo lakuin itu bakalan sia-sia," celetuk Rendi lagi pada Langit yang masih melamun.

Rendi masih menunggu jawaban dari Langit, namun yang ia tunggu, tak juga kunjung merespon dirinya, dan kembali memetik senar gitar yang ada dalam pangkuan.

"Gue gak habis pikir, wanita yang gue percaya dan gue sayang main api di belakang gue, jujur hancur jadi gue," ujar Langit pada Rendi dengan suara berat menahan tangis yang akan membuncah, padahal sebelumnya Langit adalah pria yang paling tegar yang pernah ia kenal.

"Jangan sedih gitu bro! Lo percaya kan kalo kehidupan itu ada feedback-nya? Dan lo pernah denger kan, Allah pernah bilang kalo orang baik akan di jodohkan dengan yang baik pula. Tapi kalo orang itu buruk dia bakalan dapat pasangan ya sama. Jadi lo jangan sedih gitu dong bro! Jangan jadi Langit yang gak gue kenal," tutur Rendi pada Langit yang masih berusaha melihatkan jika dia baik-baik saja. Meskipun air mata sudah terlanjut keluar dan ia menyeka air matanya tanpa di lihat oleh Rendi.

Langit yang kali ini menghela nafas panjang lalu menghembuskanya dengan kasar. Meskipun air matanya masih keluar tapi setidaknya ia berusaha untuk tidak terlihat lemah, karena menurutnya hidup ini keras pada waktunya. Akan ada saatnya ingin menyerah tapi itu gak mungkin untuk di lakukan.

"Ya udah, sekarang tampilkan Langit yang gue kenal! Karena bentar lagi kita kuliah, jadi gue harus mandi dan prepare dulu, okey! Tungguin gue, kita berangkat bareng!" celoteh Rendi pada Langit seraya menunjuk sahabatnya itu hingga ia keluar dari kamar.

"Bacot lo, buruan aja sono mandi!" tukas Langit pada Rendi lagi.

***

Waktu yang di tunggu pun tiba, jam menunjukkan pukul 10.00 pagi teng. Rendi dan Langit yang udah nyampe di kampus dan bergegas menuju ruang kelas, karena dosennya lima menit lagi bakalan masuk ke ruangan, jadi gak boleh sampe telat. Mereka berdua yang dari kantin langsung aja berjalan menuju ruang kelas.

"Eh, Langit lo liat itu deh! Itu Vanya kan?" colek Rendi pada Langit yang masih menggunakan earphone di telinganya. Langit hanya menatap datar Rendi, karena Langit gak denger apa yang di bilang Rendi padanya.

"Woi Langit! earphone lo buka! Gue lagi ngomong," teriak Rendi ke telinga Langit, yang sontak membuat pria itu melepas earphonenya.

Langit memang tampan, tapi tampan aja itu gak bakalan bikin orang tertarik. Karena seperti yang di lihat kebanyakan, kalo gak ada uang, gak bakal ada yang mendekat, dan itu yang sekarang di rasakan Langit.

"Apaan sih Ren? Gue lagi gak mau bercanda ya! Bisa gak usah tarik earphone gue!" bentak Langit pada Rendi yang usil banget.

"Gue gak ngajak lo bercanda Langit! Tapi gue lagi ngasih tau lo, kalo itu ada Vanya di sana," tutur Langit seraya melempar kan tunjuknya ke sebuah lorong kampus yang gak terlalu rame orang yang berada di sana.

Langit yang langsung melihat ke arah yang di tunjuk oleh Rendi dan mendapati Vanya tengah ciuman di sana dengan pria yang bertemu dengannya tadi pagi. Kali ini, Langit ingin memberi kan pelajaran pada pria itu yang lancang menyentuh wanita yang dia sayang.

"Woy lo! Berhenti!" teriak Langit dan bergegas berlari menghampiri mereka, Rendi yang panik mengejar Langit yang terbakar oleh api emosi yang membuncah dan panas yang seakan membakar ubun-ubunnya, karena itu bukan hanya perselingkuhan yang ia dapatkan, tapi juga ada hal yang seharusnya ia lakukan dari sekarang.

Seketika mereka berdua berhenti, dan Vanya yang lagi-lagi kaget dengan kedatangan Langit membelalakkan matanya, dan malah menghardik Langit yang udah melayangkan pukulannya terlebih dahulu pada pria itu.

Brugh!

Untuk kali ini, Langit bener-bener gak bisa lagi menahan emosinya yang udah memuncak.

"Langit stop! Jangan terusin lagi! Langit stops, or we break up!" teriak Vanya yang kala itu membuat Langit menghentikan hajarannya yang bertubi-tubi pada selingkuhan wanita yang ia percaya.

Langit menatap ke arah Vanya dengan tajam. Dan Rendi juga gak nyangka kalo yang ia lihat kali ini itu nyata. Vanya seorang yang terlihat begitu mencintai Langit, tapi ternyata dengan mudahnya merusak hati sahabatnya.

"Kalo memang itu yang lo mau," jawab Langit dan berlalu meninggalkan Vanya dan pria itu di tempat, rasa sakit, kecewa dan benci kini berkecamuk menjadi satu dalam dadanya.

"Eh Langit, Langit tungguin gue! Jangan tinggalin gue!" seru Rendi padanya yang kemudian berlari menuju kelas pagi ini.

***

Langit dan Rendi berada dalam kelas, tapi Langit masih larut dalam lamunan dan kegundahannya, ia tau kalo yang ia lakukan itu adalah kesalahan. Tapi sampai kapan ia harus menutupi rasa sedihnya itu dengan sebuah rasa yang begitu membuatnya terluka. Sementara menutupi kesedihan dengan topeng kebahagiaan adalah hal yang paling sulit dan gak mesti terjadi. Tapi sekarang semua telah usai, tidak adalah topeng kebahagiaan yang akan menyiksa langit lagi.

***

Yuks tap selanjutnya..

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Foreman I Love You
8.3
Dikhianati di tempat kerja membuat Ghina terluka. Namun, musibah itu justru mempertemukannya dengan Arie, seorang foreman. Demi membalas dendam kepada sang mantan kekasih, Ghina mengambil langkah nekat dengan menikahi Arie secara sembunyi-sembunyi. Kini, demi mematuhi regulasi perusahaan, mereka terpaksa merahasiakan pernikahan tersebut. Saat kebenaran mulai terancam terbongkar, Ghina harus memilih: mempertahankan pekerjaannya atau mengalah demi karier sang suami.
Sampul Novel Kesucianku Ternoda
8.7
Manusia hanya bisa merancang rencana dan memimpikan masa depan dalam kehidupan yang berliku ini. Namun, takdir Tuhan tetap memegang kendali penuh atas segalanya. Kisah romansa modern ini memperlihatkan bagaimana garis hidup bekerja secara tak terduga. Takdir akan melampaui segala usaha keras dan niat manusia dalam menentukan arah perjalanan serta akhir perjuangan cinta mereka.
Sampul Novel Satu Dekade Gairah Terlarang
8.5
Menjaga rahasia besar di depan pasangan sah bukanlah perkara mudah. Dalam novel romantis modern Satu Dekade Gairah Terlarang, seorang istri harus menahan gejolak batin saat menerima panggilan telepon dari suaminya. Di saat yang sama, ia tengah terlibat dalam momen intim yang sangat berisiko dengan pria lain di bawahnya. Ketakutan akan terbongkarnya perselingkuhan ini membuatnya diliputi rasa bersalah sekaligus gairah terlarang yang sulit untuk dihentikan begitu saja.
Sampul Novel Suami Penggoda Iman
8.8
Kehidupan Rifki Viran Al-Maqdisi, selebgram tampan berotot berusia 22 tahun yang kerap menjadi model majalah dewasa, mendadak berubah. Ia dipaksa menikahi Nabila Syakira Putri, gadis berhijab pilihan orang tuanya. Rifki yang merasa Nabila bukan tipenya bersikap sinis, namun Nabila tetap ikhlas mendampingi sang suami yang digilai banyak wanita. Akankah rahasia pernikahan ini terbongkar ke publik? Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
Sampul Novel Suamiku Selingkuh Di Kala Aku Mengandung
9.3
Memasuki usia kandungan sembilan bulan, kehidupan rumah tangga sang protagonis diuji oleh kedatangan Stella, wanita idaman suaminya. Stella tiba-tiba menumpang tinggal di rumah mereka dengan alasan tertentu. Setiap kali berpapasan, Stella selalu berakting seolah tertekan dan tersiksa oleh masa lalu. Bukannya melindungi sang istri yang hamil tua, sang suami malah menuduhnya sengaja memamerkan perut buncitnya demi menyakiti perasaan Stella. Konflik rumah tangga yang penuh misteri dan pengkhianatan ini pun dimulai.
Sampul Novel You Are The Apple Of My Eye
9.4
Kirana merasa heran saat ditunjuk menjadi pasangan menari Rangga Ferdinand untuk acara bergengsi di Swiss. Padahal, kakinya sempat kram dan membuatnya terjatuh ketika ujian pirouette. Keputusan ini pun memicu tanda tanya besar di benaknya. Apakah ini murni keberuntungan, atau justru ada campur tangan dari Rangga, sang Danseur terkenal sekaligus pemilik sekolah balet internasional itu? Misteri di balik terpilihnya Kirana kini mulai membayangi langkahnya.