APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel BUKAN ANAK HARAM

BUKAN ANAK HARAM

Terinspirasi kisah nyata, novel ini mengisahkan kepedihan Kartika yang dijual ibu kandungnya ke prostitusi. Di tengah nestapa, ia jatuh cinta lalu mengandung Dania. Kelahiran putrinya membawa babak baru yang penuh rintangan. Ikuti perjuangan hidup dua generasi perempuan ini melawan takdir kejam demi meraih kebahagiaan. Kisah menyentuh tentang keteguhan hati dr. Dania yang kini telah meraih sukses besar di Singapura.
Bab
Bagikan

Bab 2

Kartika dan Agung tidak menyangka jika pagi itu Sulastri akan pulang dengan membawa jasad ayah mereka pulang. Kartika tidak kuasa menahan derai air mata. Ia menangis tersedu sambil memeluk Agung adiknya. Beberapa tetangga mereka langsung membantu memandikan jenazah ayah mereka. Ceppy rupanya terlibat dalam perkelahian dengan para preman ketika ia mabuk. Perkelahian yang tidak seimbang dan satu buah tikaman yang tepat mengenai organ vitalnya membuat Ceppy meregang nyawa setelah beberapa jam ia melawan maut di dalam ruang operasi.

   "Kamu yang sabar ya, neng. Harus bisa hibur Ibumu," ujar Aminah majikan Sulastri. Kartika hanya mengangguk pedih."Terima kasih banyak ya, Bu," jawab kartika pilu. 

"Ini disimpan ya, nggak usah bilang sama Ibumu. Ini buat pegangan ya, kasian adikmu sekolahnya. Kamu juga neng, udah kelas 2 sayang sebentar lagi naik ke kelas 3. Kalau ada apa-apa, bilang sama Ibu ya," kata Aminah lagi sambil memberikan amplop berisi uang pada Kartika. Aminah memang baik. Ia adalah juragan beras yang memiliki kios beras di pasar Caringin Bandung.

   Setelah disolatkan di mesjid terdekat, jenazah Ceppy langsung di makamkan di TPU Cikutra. Kartika hanya menangis pilu saat melihat jenazah Ceppy di masukkan ke dalam liang lahat. Sulastri hanya diam membisu. Ia memang marah dan kesal pada suaminya yang hampir setahun terakhir ini tidak memberi nafkah padanya. Tapi, Sulastri tidak menyangka jika Ceppy akan pergi secepat ini. Tak ada isak tangis, tak ada teriakan. Sulastri hanya diam membisu. Bahkan setelah pemakaman selesai pun Sulastri hanya diam. Ia membiarkan tetangga- tetangganya yang mempersiapkan acara tahlil untuk suaminya. Dia hanya mengurung diri dikamar. Aminah yang melihat hal itu melarang Kartika untuk mengganggu Ibunya.

   Aminah tau bagaimana kondisi keluarga Sulastri dan Ceppy. Aminah seorang janda yang ditinggal suaminya meninggal dunia. Anak Aminah hanya satu. Dan, dialah yang menjaga dan mengurus kios beras mereka. Aminah pernah meminta Kartika dan Agung untuk menjadi anak angkatnya. Tapi, Sulastri tidak mau memberikannya. Aminah pun tidak bisa memaksa. Tapi, terkadang ia memberikan uang saku pada Kartika dan Agung jika kebetulan mereka berpapasan di jalan. Sempat terbersit dalam benak Aminah untuk menjadikan Kartika menantunya. Tapi, ternyata putra tunggalnya sudah memiliki pilihan  sendiri.

***

   Siang itu, Sulastri baru saja pulang bekerja dari rumah Aminah saat beberapa orang preman mengacak- acak rumahnya. Sementara Kartika dan Agung tampak ketakutan dan saling berpelukan di halaman rumah mereka. 

"Heeh, ada apa ini mengamuk di rumah orang! Kalian siapa?!" hardik Sulastri. 

"Kami di suruh bos nagih utang sama Cecep! Kamu istrinya Ceppy alias Cecep kan?!" 

"Yang punya utang udah mati! Tuh, kuburannya baru seminggu. Kalian pergi jangan datang lagi kesini. Saya nggak ada urusan!" 

"Enak aja, nih liat surat rumah kalian ada di tangan kami. Ini ada surat perjanjiannya juga, kamu mau kami bawa dan kami seret ke kantor polisi?!" bentak seorang preman yang bertubuh paling besar.

   Sulastri menelan salivanya. Ia terkejut melihat sertifikat asli rumah yang sudah berpindah tangan itu. Tubuhnya lemas seketika. 

"Be-berapa hutangnya?" tanya Sulastri. 

"Hutangnya 30 juta. Sama bunganya jadi 45 juta."

"Banyak sekali itu bunganya?!"

"Heh, suami kamu itu udah nunggak 6  bulan lebih. Jadi, wajar bos kasi bunga tinggi sesuai perjanjian!"

   Sulastri terdiam, dalam hati ia merasa kesan bukan main. Sulastri tidak menyangka bahwa suaminya akan meminjam uang dalam jumlah banyak pada rentenir. Sulastri mencoba mengingat- ingat kapan terakhir Ceppy memiliki uang banyak. Dan, tatapan matanya berubah tajam pada sang anak. 

"Ini gara- gara bayar uang sekolah kamu sama beli motor, ya kan?!" hardik Sulastri pada Kartika. Kartika terdiam, ia ingat almarhum memang sedikit terlambat membayar tunggakan uang pangkal masuk SMU nya dan juga SPP-nya selama beberapa bulan. 

"I- iya, bu. Tapi, waktu itu kan, bapak beli motor itu buat ngojek, trus kalau nggak salah sisa uangnya dikasi ke ibu kan?" 

"Sial! Memang kamu sama bapak kamu itu sama aja! Ngapain sekolah tinggi, ujungnya juga paling jadi SPG!" 

"Heh, nggak usah ribut! Kalian jadinya kapan mau bayar?!" 

"Sa- saya minta waktu bang, saya pasti lunasi semuanya," jawab Sulastri. 

"3 hari lagi kita balik lagi ke sini!"

   Dan, kelima preman itu pun akhirnya pergi dari rumah Sulastri. Sulastri langsung menatap Kartika dengan tajam. "Semua ini gara-gara kau yang ingin sekolah, ngotot! Udah tau bapakmu di PHK , liat akibatnya sekarang! Bapakmu jadi berhutang, kau pikir 45 juta itu sedikit, hah?!Kalau rumah ini disita, kita mau tinggal di mana?!" 

"Aku sekolah biar pintar, bu. Biar bisa angkat derajat Ibu sama Bapak," jawab Kartika lirih. 

"Hah, angkat derajat apa? Nyusahin yang ada! Di pikir biaya sekolah murah?! Jatuh dari langit! Perempuan paling nikah juga jadi babu di rumah, dapur sama kasur. Nih, kalau adik kamu yang sekolah tinggi nggak masalah!" bentak Sulastri.

   Kartika hanya bisa menangis sedih. Ibunya memang selalu seperti itu. Kartika merasa Ibunya pilih kasih. Selalu saja Agung yang lebih di bela. Dan juga di perhatikan. Sementara dia sendiri tidak. 

"Kenapa sih, bu selalu saja Agung yang Ibu bela. Apa aku nggak boleh sekolah tinggi? Aku juga mau jadi sarjana kaya teh Intan." 

"Heeeh, jangan mimpi, Intan itu emak bapaknya punya kios di pasar. Mobilnya aja ada berapa? Mau kuliah tinggi juga ada biaya. Kamu?! Bapak kamu itu udah mati! Kalau nanti kamu nikah, kamu bakalan ikut suami. Mending kalau suami kamu kaya raya bisa ngasih sama Ibu. Kalau modelnya kaya bapak kamu?! Boro- boro ngasih sama Ibu yang ada mungkin malah nyusahin. Numpang tinggal di rumah ini! Sekarang kamu nggak usah sekolah lagi! Ibu nggak punya biaya. Mending si Agung aja yang sekolah tinggi. Agung nantinya jadi kepala keluarga, dia yang bakalan angkat derajat Ibu. Dia itu anak laki-laki," Sulastri mulai merepet.

   Kartika hanya bisa menangis tersedu, ia pun memilih untuk masuk ke kamarnya. Sudah terlalu sering Sulastri menyakiti hatinya. Biasanya Ceppy selalu membelanya jika Sulastri memaki. Tapi, kini sang ayah sudah tiada. Tak ada lagi tempatnya untuk mengadu dan berkeluh kesah. Ceppy memang pengangguran, suka mabuk- mabukan. Tapi, dia adalah seorang ayah yang cukup baik bagi Kartika meskipun jauh dari kata sempurna. 

"Kenapa Bapak cepat sekali pergi, lihat kan, pak. Ibu selalu begitu, di mata Ibu tidak ada yang benar dari Kartika. Apa yang Kartika lakukan  selalu saja salah," gumam Kartika di sela isak tangisnya.

   Sementara itu, Sulastri masih terdengar mengomel di luar. Dan terdengar juga beberapa barang di banting. Selalu seperti itu jika Sulastri marah. Ia akan membanting apa saja sebagai sasaran emosinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kumpulan Cerita 21+
9.0
Antologi fiksi romantis modern ini dirancang khusus untuk pembaca dewasa. Setiap kisah di dalamnya menyajikan dinamika hubungan yang intim dan emosi mendalam, lengkap dengan unsur eksplisit yang memerlukan kedewasaan sikap. Konten ini sangat tidak diperuntukkan bagi anak di bawah umur. Pastikan usia Anda telah memenuhi syarat sebelum mulai membaca lembar demi lembar penuh gairah ini.
Sampul Novel MANTAN NARAPIDANA ITU SUAMIKU
8.5
Dunia Shara runtuh ketika sang ayah terjerat utang riba yang teramat besar. Di tengah keputusasaan, sesosok mantan narapidana misterius datang melunasi seluruh utang tersebut. Namun, bantuan itu tidak gratis; ia menuntut Shara menjadi istrinya. Terperangkap dalam pernikahan tanpa cinta dengan pria asing yang penuh rahasia gelap, Shara merasa hidupnya telah dirampas. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: menyerah pada nasib atau nekat melawan sang suami.
Sampul Novel Setelah Ditinggalkan, Aku Menjadi Spesialis Andrologi
8.4
Kehidupan Leanna berubah sejak Paman Nate memberi rumah dan menumbuhkan rasa cinta di hatinya. Namun, Nate membuangnya ke luar negeri demi sebuah pernikahan. Untuk membalas dendam, Leanna pulang sebagai pakar andrologi sukses. Nate yang melajang lalu menantang keahliannya di ranjang. Meski digoda dan diragukan profesionalismenya, Leanna dengan sinis mengejek masalah kejantanan pamannya itu tanpa sudi menjadikannya bahan percobaan.
Sampul Novel SUAMI PILIHAN KAKAK UNTUKKU
7.9
Setelah menolong Andreas yang terluka, Viola justru terjebak pernikahan kontrak dengan pria kejam itu akibat paksaan kakaknya, Henry. Tragisnya, Henry kemudian tewas di tangan Andreas tepat di depan mata Viola. Meski didera dendam, Viola bertahan hingga akhirnya melarikan diri dalam kondisi hamil. Lima tahun berselang, takdir mempertemukan mereka kembali. Viola kini dirundung dilema besar antara menuntut balas atau menerima kenyataan bahwa Andreas adalah ayah kandung putrinya.
Sampul Novel Suami Tiga Bulan
8.5
Manda, seorang direktur sukses berusia 35 tahun, terancam dicopot dari jabatannya jika tidak cepat menikah dan punya anak demi memenuhi syarat sang Oma. Di tengah keputusasaan, ia menawarkan kesepakatan gila kepada Adam, sekuriti tampan yang sedang terlilit utang. Manda bersedia melunasi seluruh utang Adam, asalkan pria itu mau menjadi suaminya selama tiga bulan dan membuatnya hamil. Akankah pernikahan kontrak ini berhasil menyelamatkan karier Manda?
Sampul Novel Tergoda Pesona Bos Duda
9.1
Thalia Argantara, gadis pintar dan jelita dari keluarga biasa, memulai babak baru dalam kariernya sebagai asisten pribadi CEO Alexander Corp. Di tempat kerja ini, ia harus berhadapan dengan Bryan Alexander, seorang pewaris takhta bisnis yang baru saja menyandang status duda satu anak setelah dikhianati mantan istrinya. Di balik luka masa lalunya, kharisma dan kesuksesan Bryan tetap memikat. Mampukah Thalia mempertahankan batas profesionalnya, atau ia justru akan jatuh hati pada sang bos?