APKDock Logo
Sampul Novel BUKAN ANAK HARAM

BUKAN ANAK HARAM

9.2 / 10.0
Terinspirasi kisah nyata, novel ini mengisahkan kepedihan Kartika yang dijual ibu kandungnya ke prostitusi. Di tengah nestapa, ia jatuh cinta lalu mengandung Dania. Kelahiran putrinya membawa babak baru yang penuh rintangan. Ikuti perjuangan hidup dua generasi perempuan ini melawan takdir kejam demi meraih kebahagiaan. Kisah menyentuh tentang keteguhan hati dr. Dania yang kini telah meraih sukses besar di Singapura.

BUKAN ANAK HARAM Bab 1

Jakarta 2018

   Dania menghela napas perlahan. Ia menatap tiket pesawat di tangannya. Lalu, ia menatap Ibunya yang tersenyum di atas kursi roda sambil menatapnya penuh kebanggaan. 

"Selama Dania pergi, Ibu jangan lupa minum obat ya. Ibu jangan lupa makan dan istirahat yang cukup, ya." 

"Iya, Ibu pasti akan menjaga kesehatan Ibu," jawab Kartika.

   "Kamu belajar yang tenang ya, nak. Di sini kan ada Mama dan juga kak Yunita yang akan menjaga Ibumu. Kau belajar yang rajin saja, supaya kau segera lulus dan juga bisa menjadi dokter spesialis." 

"Terimakasih, ma," jawab Dania. Ia menatap Ibu angkatnya itu dengan penuh rasa terimakasih yang tulus. Jika tidak ada Ibu Aryani kehidupan Dania saat ini mungkin tidak akan seperti sekarang ini.

   Tahun ini Dania berusia 24 tahun. Dan ia baru saja menyelesaikan S1 nya di sebuah Universitas ternama di kota Bandung. Dan, sebentar lagi ia akan terbang ke Singapura untuk melanjutkan pendidikan S2 nya. Dania merasa seperti mimpi bisa menjadi seorang dokter. Dia menatap kembali sangat Ibu menatap dengan kedua netra yang sudah berkaca- kaca. 

"Ibu jangan nangis. Aku bisa sedih dan kepikiran di sana nanti," ujarnya sambil memeluk dan mencium wajah Kartika. 

"Ibu hanya terharu melihatmu bisa seperti sekarang, nak. Maafkan segala kesalahan Ibu, ya. Ibu sudah terlalu banyak membuatmu menangis dan kesulitan."

   Dania menggelengkan kepalanya. "Ibu nggak salah apa- apa. Aku seharusnya berterimakasih karena Ibu bersedia merawat dan melahirkan aku. Jika waktu itu Ibu memutuskan untuk melenyapkan diriku, tentu aku tidak akan berdiri di sini sekarang."

***

_ Bandung 1990_

   "Pergi sekarang juga dari sini!" pekik Sulastri pada Ceppy suaminya. Mendengar teriakan sang istri Ceppy langsung naik darah. Ia mendorong Sulastri sehingga istrinya itu terbentur ke tembok. Dahi Sulastri pun langsung mengeluarkan darah. Sulastri yang melihat ada darah di dahinya bukannya merasa takut, dengan cepat ia menyambar pisau yang tergeletak di atas meja dan mengacungkannya pada sang suami. 

"Kau mau bermain-main denganku?!Kemari kau sekarang juga!"

   Tiba-tiba dari dalam Kartika putri mereka datang dan melerai. 

"Pak, bu! Udah, malu sama tetangga. Bapak sama Ibu nggak malu gitu hampir setiap hari berantem terus!" 

"Ibu kamu itu liat, kurang ajar sama Bapak," jawab Ceppy dengan napas tersenggal.

"Siapapun juga pasti akan marah kalau lihat suami setiap hari kerjanya ongkang kaki. Pergi ke warung kopi, minum- minum, judi!" teriak Sulastri.

    Dengan cepat Kartika merampas pisau dari tangan Ibunya. Dengan berani ia menempelkan pisau itu ke lehernya. 

"Kalau Ibu sama Bapak nggak bisa berhenti ribut,lebih baik aku mati!" jerit Kartika. 

"Eeeeh, kamu anak kecil, ikut-ikutan gila kaya bapak kamu? Sana, pergi sekalian kamu sama Bapakmu itu.Nggak butuh suami sama anak modelnya kaya kalian, pergi!!"

   Bukannya panik, Sulastri malah semakin emosi. Dia pun langsung melangkah menuju ke kamarnya dan membanting pintunya dengan keras. Kartika meletakkan pisah di tangannya. Ia pun terduduk lemas seketika. Air matanya mulai menetes di pipinya. Ceppy mengembuskan napasnya perlahan. Ia menghampiri Kartika dan mengelus rambut putri sulungnya itu perlahan. 

"Maafkan bapak, neng. Gara - gara Bapak di PHK, Ibu jadi marah- marah terus." 

"Bapak usahalah, pak. Cari kerjaan, apa aja. Mau jadi tukang becak, ngojek, narik angkot atau apa sajalah yang penting halal. Malu, pak setiap hari bapak sama ibu ribut terus." 

"Insya Allah, nak."

   Kartika bangkit dan segera masuk ke kamarnya meninggalkan Ceppy sendiri. Ceppy tadinya bekerja di sebuah pabrik. Tapi, sudah setahun ini ia di PHK dan belum mendapatkan pekerjaan kembali. Untuk sehari- hari akhirnya Sulastri bekerja sebagai pembantu untuk mencukupi kehidupan mereka sehari- hari.

   Ceppy menghela napas panjang ia sebenarnya tidak mau seperti ini. Ia juga tidak mau membebani istrinya. Tapi, apa daya dia hanyalah lulusan sekolah dasar. Mana ada perusahaan atau pabrik yang mau menerima. Jika dia dapat bekerja di pabriknya yang dulu itu karena bantuan seorang sahabatnya. Ya, dengan cara menyogok orang dalam sehingga ia bisa di terima bekerja. Dengan usianya kini yang sudah memasuki 45 tahun mana ada pabrik yang mau menerima.  Ceppy pun bangkit berdiri dan melangkah keluar dan berjalan dengan gontai. Saat ini ia hanya ingin menenangkan dirinya. Mungkin dengan menikmati angin malam, ia akan lebih baik. 

    Sampai menjelang Isya, Ceppy tidak juga kembali ke rumah. Kartika yang sedang menggoreng nasi hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia sudah tidak heran lagi jika bapaknya tidak pulang sampai malam. Apalagi baru jam 7 malam. Tapi, entah mengapa perasaan Kartika malam itu tidak enak. 

"Teteh kenapa?" tanya Agung sang adik. Kartika menggelengkan kepalanya. 

"Perasaan teteh nggak enak. Coba kamu panggil Ibu,suruh makan sekalian. Teteh udah masakin nasi goreng," ujar Kartika. Agung mengangguk, tapi baru saja ia hendaknmengetuk pintu kamar Ibunya, pintu rumah mereka di ketik dengan keras. Agung dan Kartika pun saling berpandangan. Tampak Sulastri membuka pintu kamar nya akibat mendengar gedoran di pintu yang sangat keras.

   "Kalian nggak dengar pintu di gedor segitu kerasnya?!" hardik Sulastri pada kedua anaknya. Kartika dan Agung tak menjawab, mereka mengikuti langkah ibunya. Dengan kesal Sulastri membuka pintu. Hampir saja ia memaki orang yang menggedor pintu rumahnya. Tapi, makannya hanya menggantung saat melihat Pak RT dan dua orang berseragam Polisi yang datang. 

"Aduh, punten Pak RT. Ada apa ini?" tanya Sulastri cemas. Pak RT yang bernama Uju Supriyadi itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tampak sedikit kebingungan. Sementara Kartika dan Agung sudah saling pandang penuh kecemasan.

   "Apa benar ini rumah bapak Ceppy Nugraha?" tanya salah satu anggota kepolisian yang bernama Gunawan. Sulastri mengangguk, "Betul, ada apa ya pak?" tanya Sulastri. 

"Begini bu, suami Ibu saat ini sedang kritis di rumah sakit karena terlibat perkelahian dengan preman. Apa Ibu bisa ikut kami?"

   Dada Sulastri terasa begitu sesak. Ia memang kesal pada suaminya. Tapi, tidak pernah terlintas dalam benaknya jika sang suami akan mendapatkan musibah seperti ini. Hampir saja ia terjatuh, jika Kartika dan Agung tidak bergegas menangkap tubuh Ibu mereka. 

"Ibu tidak apa-apa?" tanya pak Uju dengan cemas. Sulastri menggelengkan kepalanya. "Udah, saya nggak apa-apa. Teu nanaon. Sebentar saya ganti baju dulu ya."

    Sulastri bergegas menuju ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Dan, 15 menit kemudian dia keluar dengan membawa tasnya. "Kalian jaga rumah. Ibu pergi dulu," ujarnya pada kedua anaknya dan langsung pergi bersama Pak Uju dan kedua Polisi yang sedang bertugas itu. 

    Sementara Kartika hanya bisa tertegun dan meneteskan air mata. Entah mengapa ia merasa bahwa setelah ini akan ada sesuatu yang jauh lebih buruk menimpanya. Kartika hanya bisa berdoa, semoga semua akan baik-baik saja.

Lanjut Membaca

Daftar Isi BUKAN ANAK HARAM

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Buy One Get You
8.4
Niat Audia untuk mengundurkan diri sirna setelah ayahnya, Pak Sapto, menjadi korban penipuan bisnis. Demi melunasi utang, rumah keluarga beserta isinya dijual ke Ibu Sosro senilai 1,5 miliar. Sial bagi Audia, ia yang tertidur di dalam ikut terjual sebagai aset. Sang bos, Affangga, yang membencinya karena mirip sang mantan tunangan, terpaksa menghadapi situasi ini. Ibu Sosro pun memanfaatkan keadaan dengan menjodohkan dan memaksa mereka berdua segera menikah.
Sampul Novel Dokter Sakti Penguasa Dunia
9.0
Ewan Aditya bukanlah tabib biasa yang bisa diremehkan. Di dunia modern yang penuh intrik dan perebutan kekuasaan, dia berdiri sebagai sosok tangguh yang menentukan takdir. Baik penguasa tertinggi maupun miliarder terkaya tidak memiliki arti di hadapannya. Melalui keahlian medis yang luar biasa dan kekuatan aksi yang mematikan, Ewan siap menyelamatkan nyawa yang pantas ditolong atau merenggutnya dari mereka yang berani bersikap sombong kepadanya.
Sampul Novel Eleanor
8.0
Desainer busana, Elena, mendapat peluang emas untuk karier dan cintanya. Ia bersedia tinggal di apartemen milik bosnya, Alva, karena mengira tempat itu kosong. Tanpa disadari, Alva memantau setiap gerakannya dari kejauhan. Kehidupan tenang Elena seketika berubah saat Alva mendadak pulang untuk tinggal bersama. Kini, ia harus menghadapi kehadiran sang bos di dalam ruang pribadinya yang sangat intim.
Sampul Novel Sang Perempuan Duplikasi
9.2
Anne didera kebingungan akibat ingatan asing dan gejala aneh yang mengusik kesehariannya. Krisis identitas ini kian berat karena ia harus menghadapi Henry, suaminya yang merupakan CEO perhiasan arogan berwatak kasar serta terobsesi secara gelap. Di tengah keterasingan rumah tangganya, Anne hanya bisa menemukan kehangatan dari Ben, asisten pribadi yang selalu menghiburnya. Mampukah Anne mengungkap jati dirinya di antara kekejaman Henry dan kenyamanan yang ditawarkan Ben?
Sampul Novel SUAMI TIGA RANJANG
8.5
Sebastian Narendra Gunawan, pebisnis mebel yang gemar balap mobil, telah hidup bersama dua istri rupawan. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang umbrella girl saat menjamu rekan bisnisnya. Pertemuan itu memicu obsesi baru dalam diri Sebastian untuk beristri tiga. Akankah kedua istrinya merelakan pernikahan ketiga ini, atau justru bersekutu menyusun rencana besar demi menghentikan ambisi sang suami mereka mereka?
Sampul Novel Ternyata, Cinta Tidak Semenakutkan Itu
8.8
Bagi Aina, jatuh cinta hanya membawa luka mendalam yang enggan ia rasakan kembali. Demi melindungi hatinya, ia memilih menutup diri dan selalu bersikap ketus serta dingin kepada setiap pria yang mencoba mendekat. Namun, pertahanan kokoh yang ia bangun mulai goyah saat seorang pria justru terpikat oleh sikapnya yang sulit ditaklukkan. Di tengah bayang-bayang trauma masa lalu, Aina kini mulai meragukan keyakinan teguhnya yang selama ini menolak kehadiran asmara.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan