APKDock Logo
Sampul Novel Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

9.0 / 10.0
Kehidupan Ara hancur seketika setelah ditalak oleh Revan akibat fitnah keji. Dia dituduh mencoba membunuh Mayang yang sedang mengandung hingga pendarahan, meski Ara tak tahu dari mana obat di kamarnya berasal. Revan yang diselimuti murka memilih menceraikannya dan mengancam akan melapor ke polisi. Namun, di balik kebencian itu, ada misteri besar tentang dalang asli keguguran Mayang. Akankah kebenaran terungkap setelah pengorbanan Ara dibalas hinaan?

Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia) Bab 1

"Murni tolong nasehati anakmu itu! Menikah dengan putri keluarga Haris Manggala itu sebuah anugerah. Tidak sembarang orang bisa menikahi anak gadis semata wayangnya itu! Dia malah punya pilihan sendiri yang dari kalangan sama seperti kamu" Adhyatsa geram dengan penolakan Revan yang dianggapnya pembangkang di keluarga ini.

Revan mengepalkan tangannya hingga buku-buku tangannya memutih. Kesal saat mendengar penghinaan sang kakek pada wanita yang menjadi cinta pertamanya itu. Sang Bunda hanya diam saja saja tanpa berani membantah ayah mertuanya. Sejak--Panji Adhyatsa meninggal, mereka masih diizinkan untuk tinggal di rumah ini. 

"Revan, menikahlah dengan putri Tuan Haris. Bunda yakin, putri mereka adalah gadis baik. Bantulah sedikit Bundamu yang sudah tua ini, Nak," lirih Murni sambil menahan air matanya yang hendak menetes saat ini.

Murni tidak bisa melawan sikap otoriter ayah mertuanya. Mendiang Panji adalah putra satu-satunya keluarga Adhyatsa. Saat ini perusahaan mereka yang bergerak dibidang pariwisata, keuangan, dan properti sedang diambang kebangkrutan. Ada yang salah dalam manajemen keuangan mereka. 

Kedua saudara ipar Murni--Santi dan Linda juga ikut membantu keponakan meraka agar setuju menikah dengan putri konglomerat itu. Tujuan pernikahan bisnis itu adalah menyelamatkan perusahaan mereka dari kebangkrutan. Sayang Revan tidak menginginkan semua itu. Ia mencintai sosok Mayang.

Mayang Mandasari, gadis yang telah mencuri hatinya sejak tujuh tahun lalu. Tepatnya sejak gadis itu duduk di bangku kelas 1 SMA. Secara kebetulan, ibu gadis itu bekerja di rumah Adhyatsa sebagai asisten rumah tangga. Naif memang, cinta pada pandangan pertama yang dialami oleh Revan.

"Bunda ... harus berapa kali aku harus jelaskan jika aku mencintai Mayang. Hubungan kami serius," kata Revan sambil menahan amarah pada sang kakek yang selalu memuja bibit, bebet, dan bobot.

Belum sempat Murni menjawab ucapan sang putra,  Adhyatsa mengatakan hal yang sangat menyakitkan. Pun dengan kedua tante Revan--adik kandung mendiang ayahnya yang ikut mendesak perjodohan itu. Perusahaan mereka benar-benar diambang kehancuran saat ini. Semua orang sangat egois saat ini.

"Kamu mau menikahi anak pembantu itu? Meskipun dia sudah sarjana sekali pun tidak akan mengubah status sebagai anak pembantu! Hasilnya apa? Lihat Bundamu yang datang dari kalangan gembel, Panji harus meninggal muda!" Adhyatsa mengucapkannya dengan suara lantang.

Murni menghela napas berat. Memang benar pernikahan mereka ditentang oleh Adhyatsa. Mendiang Panji-lah yang nekat menerima kehadiran Murni karena lahir penerus Adhyatsa--Revan. Revan tidak terima saat mendengar ucapan sang kakek.

"Revan, Bunda minta. Tolong menikahlah dengan putri dari keluarga Manggala." Kali ini Murni berlutut di kaki Revan sebagai permohonan.

"Bun-Bunda ... jangan seperti ini. Revan mohon bangunlah." Revan mencoba mengangkat sang Bunda agar tidak berlutut.

Hati Revan hancur seketika saat melihat wanita yang dicintainya itu harus memohon dan berlutut di kakinya. Semua tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Murni. Mereka merasa ini adalah hal baik. Kelemahan Revan ada pada Murni.

"Baiklah. Aku akan menikahi putri keluarga Manggala." Revan akhirnya setuju dengan usulan sang kakek.

Murni langsung memeluk Revan dan mengucapkan banyak terima kasih pada putra semata wayangnya. Beliau tidak ingin mendapatkan masalah lebih besar lagi. Kehadirannya dalam keluarga ini tidak pernah dianggap oleh mertua dan saudara iparnya itu. Perlakuan tidak menyenangkan seringkali diterima oleh Murni.

"Tapi, aku punya syarat," kata Revan dengan nada dingin dan menatap pada ketiga orang yang sangat dibencinya itu.

"Wah ... cecunguk kecil ini berani meminta negosiasi. Memang apa syarat kamu? Hah!" Adhyatsa membentak cucu sulungnya itu dengan kasar.

"Perlakukan Bundaku dengan baik. Bunda bukan seorang pembantu yang bertugas menyelesaikan semua kebutuhan orang di rumah ini. Jika kalian tidak sanggup aku akan membatalkan rencana perjodohan ini. Aku akan pergi ke tempat jauh. Tidak apa melepaskan semua fasilitas yang telah kakek berikan." Revan ingin semua orang menghargai keberadaan wanita yang telah melahirkannya itu.

Adhyatsa hanya menghela napas panjang. Ternyata cucunya lebih cerdas dari apa yang dibayangkannya. Kehadiran Murni di rumah besar miliknya memang untuk dijadikan pembantu gratis. Lumayan tidak mengeluarkan uang untuk membayar asisten rumah tangga. 

"Kakek dan Tante setuju?!" Suara Revan menggelegar di seluruh ruang keluarga Adhyatsa. 

"Baiklah." Adhyatsa tidak mau berdebat lagi dengan cucu laki-laki satu-satunya.

Adhyatsa segera meninggalkan ruang keluarga dengan wajah yang tidak bisa diartikan. Senang sekaligus tidak suka dengan syarat yang diajukan oleh Revan. Pun dengan Santi dan Linda yang juga akhirnya meninggalkan ruang keluarga. Mereka tidak akan tahu, betapa sakitnya hati Revan saat ini.

Terpaksa harus memutuskan hubungan dengan Mayang adalah salah satu fase hidup menyakitkan bagi seorang Revan. Gadis itu sedang berjuang untuk menyelesaikan kuliahnya. Sebab, selesai kuliah, Revan berjanji akan menikahinya. Sayang janji itu tak akan pernah terwujud.

Murni bukan tidak tahu jika Revan sangat mencintai Mayang. Sejak awal gadis berkulit putih bak porselen datang bersama ibunya, anak semata wayangnya sudah menaruh hati pada Mayang. Gadis pemalu yang mampu memikat hati Revan dengan sikapnya yang sopan.

"Nak, jodoh itu sudah ditakdirkan oleh Allah. Mungkin dengan menikahi putri Tuan Haris, semua akan berubah baik-baik. Bunda bukan tidak tahu jika kamu sangat mencintai Mayang. Tapi, Bunda minta maaf, tolong kabulkan permintaan Bunda. Usia tidak ada yang tahu, anggap saya ini permintaan Bunda yang terakhir." Murni mengatakannya dengan suara parau menahan tangis.

Revan menahan napas beberapa detik. Matanya sebak, menahan agar air matanya tidak jatuh. Bukan malu untuk menangis, tetapi ia merasa nasib selalu tak berpihak baik padanya. Revan mengepalkan tangannya dengan erat hingga terlihat buku-buku tangannya memutih.

"Bunda ... andai Ayah masih ada ...." Revan tidak sanggup melanjutkan kata-katanya karena sesak yang dirasakan dalam dada. 

Seperti ada jutaan paku yang menancap di dadanya. Menyakitkan! Ia bahkan tidak tahu harus bagaimana saat ini. Perusahaan dalam keadaan tidak baik-baik saja. Ada banyak karyawan dan karyawati yang menggantungkan nasib pada perusahaan Adhyatsa grup.

"Ayahmu pasti juga akan menyetujui permintaan Kakekmu. Tidak ada orang tua yang ingin anaknya bernasib buruk. Semua demi kebaikan bersama. Ingat, Ayahmu juga Kakekmu membangun perusahaan dengan tetesan keringat, air mata, yang sangat luar biasa. Mereka bekerja dari nol. Bukan seperti saat ini. Maka, bantulah Kakekmu saat ini. Anggap, sebagai baktimu pada beliau," kata Murni sambil berusaha tegar karena tidak sanggup melihat kesedihan di mata sang putra.

"Baiklah, jika memang Bunda sepaham dengan Kakek. Aku akan menuruti apa pun yang Bunda turuti. Aku permisi dulu," pamit Revan meninggalkan ruang keluarga dan menuju ke lantai dua.

Revan segera mengunci pintu kamarnya. Sesak di dadanya benar-benar menyakitkan. Bagaimana ia akan menyampaikan ini semua pada Mayang? Rasanya ia tidak akan sanggup. Mengingat senyum gadis pujaan hatinya saja sudah membuatnya tidak tega untuk memutuskan hubungan itu.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel After a Breakup
9.0
Mimpi buruk terus membayangi Arya akibat rahasia kelam yang disembunyikan keluarganya. Di sisi lain, Alisha memilih menjauh demi menyembuhkan luka hati setelah dicampakkan begitu saja saat cintanya sedang membara. Namun, perpisahan itu tidak berlangsung selamanya. Takdir kembali mempertemukan mereka, memaksa keduanya menghadapi ikatan masa lalu yang belum usai di tengah misteri yang menyelimuti hubungan mereka.
Sampul Novel Cinta Ellina
9.7
Mimpi Ellina sangat sederhana: ia ingin menikah di hari Valentine dan hidup bahagia selamanya. Namun, keceriaan perempuan ramah ini seketika sirna saat suaminya hanya memberi kebahagiaan palsu. Bayang-bayang cinta pertama sang suami terus mengusik pernikahan mereka, membuat Ellina berada di titik terrapuhnya. Kini, ia dihadapkan pada ketidakpastian. Akankah sang suami kembali ke masa lalu, ataukah impian indah Ellina akan terwujud?
Sampul Novel Fajar Baru
9.1
Sophie Wilson telah memberikan segalanya untuk Daniel Carter. Namun di akhir hayatnya, ia justru menerima kenyataan pahit. Daniel mengaku menyesal telah menikahinya dan merindukan Lily Harvey, wanita dari masa lalunya di desa nelayan. Meski Daniel sempat memilih hidup mewah bersamanya, di saat-saat terakhir ia mengungkapkan bahwa kesetiaan pada Sophie hanyalah beban yang melelahkan.
Sampul Novel Penyesalan Selalu Datang Terlambat
8.4
Di saat ketulusan cintanya memuncak, dia justru harus menyaksikan Stevan Nicolas memberikan seluruh kehangatan dan kasih sayangnya kepada wanita lain. Diabaikan dalam dinginnya malam yang berselimut hujan deras, ia dicap sebagai sosok yang terlalu manja hingga sang pria enggan menemuinya lagi. Namun, di balik penolakan kejam itu, Stevan tidak pernah menyadari bahwa waktu wanita yang tulus mencintainya ini sudah hampir habis, dan ajal akan segera memisahkan mereka untuk selamanya.
Sampul Novel Pernikahan Kilat dengan CEO Galak!
9.1
Hidup Laura hancur setelah Jack menolak bertanggung jawab atas kehamilannya. Keadaan makin kacau saat ayah Laura salah paham dan mengira Liam, bos Laura yang juga kakak Jack, adalah pria yang menghamilinya. Demi menebus dosa adiknya, Liam terpaksa menikahi Laura. Namun, pernikahan ini justru membongkar rahasia besar. Saat Jack mulai menyesal, Laura kini terjebak dilema antara bertahan bersama Liam atau kembali ke masa lalunya.
Sampul Novel Yang Belum Terucap
8.1
Niat baik Mora menampung seseorang di apartemennya justru menjadi awal dari berbagai masalah rumit. Di tengah perjuangan menyelesaikan kekacauan itu, tantangan baru muncul saat benih cinta mulai tumbuh di hatinya. Meski kini harus berjuang sendirian setelah ditinggalkan oleh orang-orang terdekatnya, Mora tidak pernah menyesali keputusannya. Ia terus bertahan dan berupaya keras demi memulihkan kembali kehidupannya yang sempat hancur seperti sediakala.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan