APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Benih Satu Milyar

Benih Satu Milyar

Nara harus menghadapi kenyataan pahit saat ibu kandungnya, yang telah lama menghilang dan dicari ke kota, tega menjual kesuciannya di usia delapan belas tahun hanya demi melunasi utang. Alih-alih mendapatkan kehangatan keluarga yang didambakan, pertemuan itu justru menghancurkan masa depan Nara sepenuhnya. Tiga tahun berlalu sejak tragedi kelam tersebut, kini ia terpaksa bertahan hidup dengan menjalani realitas baru yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya sebagai seorang sugar baby.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Gue mau jenguk nyokap, lo mau nemenin gue?" tanya Flora, kali ini disertai senyum yang mengembang.

"Mau lah, masa kaga? Kan, kaga mungkin gue biarin lo pergi sendirian."

"Makasih ya." Kembali Flora memelukku, selalu saja moment seperti ini yang kadang membuatku makin trenyuh.

"Ntar malam kita berangkat jam delapan, gue pengen beberapa hari di sana."

"Lo mau nginep di rumah sakit jiwa?"

"Ya kaga lah, Dodol ... masa iya gue nginep di rumah sakit."

"And then?"

"Kita nginep di hotel, sekalian ntar di sana kita refreshing."

Aku pun memberi tanda oke seraya mengedipkan satu mata. Sejenak melupakan seluruh problema, melepas penat yang setiap saat menghimpit.

***

"Pak, apa kaga ada jalan pintas?" tanya Flora pada sopir taksi yang akan mengantar kami ke terminal.

"Kita sudah terjebak macet begini, Mbak. Mana bisa puter balik cari jalan pintas."

Suasana jalanan yang padat semakin riuh karena suara klakson yang saling bersahutan. Tampak Flora tidak tenang, pasalnya bus yang dia pesan adalah bus terakhir.

"Lo sih, nolak pakai mobil gue."

"Bukannya nolak, Ra. Cuman masalahnya, perjalanan kita tuh jauh. Gue kaga mau bikin lo capek."

"Bener juga, sih. Terus gimana kalau ntar ternyata sampai terminal, busnya sudah kaga ada?"

Flora terdiam, sepertinya sedang mencari cara. Baru saja dia hendak membuka mulut, tetiba ponselnya berdering. Dia mendengkus kesal, lalu dengan kasar menjawab panggilan tersebut.

"Ada apa, Om?"

"...."

"Tapi sekarang nggak bisa, Om. Ini masih terjebak macet."

"...."

"Huff ... bisnis apa lagi?"

"Apa??!" Ekspresi Flora membuatku turut terkejut.

Sepertinya ada suatu hal bikin dia syok. Tapi entah apa karena dia menggunakan earphone.

Selanjutnya, Flora hanya mengangguk dan mendengarkan ucapan orang dari seberang panggilan. Setelah panggilan berakhir, dia bersorak sorai kegirangan.

"Ada job besar, Nara. Duitnya satu em," ujarnya dengan sorot mata penuh binar.

Auto bola manikku turut membulat. Om om sultan nih kayaknya yang akan memakai jasa layanan Flora. Wajar aja, sih, kalau dia sebahagia itu.

"Emang jobnya apa?" tanyaku penasaran.

Yang ditanya bukannya jawab, tetapi malah garuk-garuk kepala. Sikap Flora membuatku semakin kepo.

"Mau mulai main rahasia rahasiaan sekarang?"

"Bukan gitu, Nara ... tapi ...."

"Tapi kenapa? Melayani bandot tua yang kelainan? Atau ...."

"Bukan. Tapi ... itu, jobnya ngasih anak."

"Maksudnya?" Dahiku mengernyit, makin tak mengerti dengan ucapan Flora yang kebingungan untuk menjelaskan.

"Ya .... ya kita hamil, terus anaknya dikasih ke keluarga itu."

Mataku seketika mendelik, bahkan sopir taksi yang mendengar percakapan kami pun menoleh dan membelalakkan mata. Aku mencoba memberi kode pada Flora untuk menghentikan percakapan, tentu saja merasa aneh jika membicarakan hal tabu di depan orang lain.

"Kita turun sini aja, Pak. Ini ambil aja kembaliannya," ucap Flora sembari mengulurkan uang seratus ribu.

Pak sopir yang sempat mendengar pembicaraan kami pun menepikan mobil. Dengan cepat Flora membuka pintu dan menarikku untuk keluar dari mobil.

Aku yang masih syok dengan cerita gila dia, hanya menurut saja. Bahkan tanpa bertanya saat dia mengajakku menyeberang jalan. Pada akhirnya kami membatalkan rencana pergi, Flora lebih memilih uang satu milyar dibanding pergi mengunjungi ibunya.

Mau heran, tapi itulah kami. Kalah dengan limpahan materi, uang ratusan juta mampu mengalihkan dunia orang seperti kami. Termasuk pilihan Flora yang mau menerima resiko kehamilan, semua demi uang.

Pilihan yang tak pernah terlintas dalam pikiranku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bujang Kaya Jadi Budak Cinta
9.4
Erhan, miliarder ramah namun ceroboh dalam asmara, kerap memicu pertikaian keluarga karena gemar merayu kekasih para sepupunya. Namun, hidupnya berubah saat ia jatuh cinta pada seorang wanita dingin yang sinis terhadap pernikahan. Kini, sang bujangan kaya harus berjuang keras membuktikan ketulusan hatinya. Sanggupkah Erhan meyakinkan wanita tersebut bahwa ia telah sepenuhnya menjadi budak cinta sejatinya?
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Demi menyelamatkan nyawa Kartika, ibunya yang butuh biaya medis besar dan donor organ langka, Alya terpaksa mengambil keputusan nekat. Ia menerima tawaran Niko, seorang miliarder yang sangat mendambakan anak, untuk menjadi ibu pengganti. Meski awalnya didasari keputusasaan, kedekatan mereka justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga. Hubungan ini pun diuji saat sebuah rahasia besar terkuak, memaksa keduanya memaknai ulang arti cinta serta keluarga.
Sampul Novel Kejahatan Termanis
7.9
Demi ambisi jabatan, Nevilla mendekati Adero dan meninggalkan Aron. Namun, langkah keliru ini justru membangkitkan masa lalu kelam dari enam tahun lalu yang menghantuinya kembali. Ketika hubungan mereka semakin intim, Nevilla menyadari dirinya telah terperangkap tanpa jalan keluar. Kini, ia harus menghadapi ancaman dari seorang pria berbahaya yang siap menghancurkan hidupnya dan menyeretnya ke dalam pusaran konflik masa lalu yang mematikan.
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Sang CEO
8.9
Setelah resmi bercerai, Bella berharap bisa menjalani kehidupan yang damai tanpa kehadiran mantan suaminya. Namun, sang CEO yang dahulu sangat sombong tiba-tiba kembali bersimpuh di hadapannya demi meminta maaf dan memohon untuk rujuk. Walau pria itu kini menunjukkan penyesalan yang mendalam, kepedihan di hati Bella tidak mudah terhapus. Ia menolak mentah-mentah bunga serta bujuk rayu tersebut. Bagi Bella, semuanya telah terlambat dan kesempatan kedua kini tidak ada gunanya lagi.
Sampul Novel MENANTU KONTRAK
9.2
Pasca diusir ibu tirinya, hidup Anindya yang sulit berubah saat ia menerima pernikahan kontrak dengan Reivan. Reivan adalah miliarder dingin yang trauma akan masa lalunya. Pernikahan ini diatur oleh Nyonya Nadia demi mengabulkan keinginan terakhir Nenek Zylvana yang sakit keras. Kehadiran sang nenek yang manja perlahan mencairkan jarak di antara mereka. Sayangnya, ego Reivan memicu konflik hebat yang memaksa Anindya mempertaruhkan nyawa demi cinta saat rahasia mulai terungkap.
Sampul Novel Smith
9.6
Xerdan Leonald Smith, violinis sukses asal Italia yang kaya dan rupawan, ternyata menyimpan kekejaman tersembunyi di balik pesonanya. Saat ia melawat ke kampus lamanya di Indonesia bersama sang asisten, Jordan Aston Rodriguez, takdir mempertemukan mereka dengan dua wanita, Nurhidayah Sawira dan Inti Aisyiyah. Pertemuan ini menyeret mereka ke dalam pusaran asmara yang rumit, di mana rahasia kelam Xerdan perlahan mulai terkuak. Ikuti kisah cinta penuh misteri dari kedua pasangan ini.