APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel BadmiLove 2

BadmiLove 2

Naila terkejut saat harus menikah dengan Irwan, pria asing yang baru ditemuinya. Walau konflik masa lalunya telah reda, ia kini terikat janji pada seorang dokter yang merupakan sahabat dari sepupunya. Irwan sendiri yakin mempersunting Naila hanya setelah dua kali bersua secara tidak sengaja. Dengan dukungan kerabat, pernikahan sederhana pun terlaksana saat liburan. Namun, benarkah ada cinta di hati Irwan? Bayang-bayang masa lalu Naila kini mulai mengancam awal pernikahan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Orang tua Irwan menyambut Naila dengan sangat baik bahkan sang ibu memeluk Naila erat membuat Naila bingung melakukan apa, memilih membalas pelukannya dengan menepuk punggungnya pelan. Ciuman juga didapat Naila saat melepaskan pelukan membuatnya lagi-lagi tidak tahu harus bersikap seperti apa, tapi tetap satu yang Naila lakukan berusaha bersikap sopan sekali dihadapan mereka.

“Irwan itu minta kita untuk ke Surabaya katanya mau nikah dan kita bingung nikah sama siapa secara pacar aja nggak punya tapi pas dia bilang nikah sama sahabatnya Frida kita langsung setuju karena nggak mungkin Frida punya teman nggak benar cukup dia aja yang nggak benar,” ucap Fauzan sebagai ayah dari Irwan “Pas kita lihat Naila eh malah ibunya yang langsung setuju katanya lebih cantik aslinya daripada foto.”

Naila terdiam mendengar penjelasan pria yang sudah menjadi mertuanya ini, menatap Irwan yang hanya diam saat sang ayah mengatakan demikian. Sentuhan pada tangan Naila membuatnya menatap sang pelaku dimana hanya diam mendengarkan pembicaraan para orang tua, entah kenapa Irwan seakan melindungi dirinya dan seketika membuat Naila merasa aman berada dekat dengan pria yang sudah berubah status menjadi suaminya.

“Kami di taman belakang aja kalian lanjutkan bicaranya,” ucap Irwan membuat mereka semua menatap kearahnya “Aku perlu bicara banyak sama Naila karena dia pasti masih kaget dengan pernikahan mendadak ini.”

Tanpa menunggu jawaban dari mereka semua Irwan langsung menarik Naila menuju taman belakang, Naila sendiri tidak tahu apa yang akan Irwan bicarakan saat ini karena semua serba mendadak baginya.

“Mama kamu suka tanaman banget ya?”

Mengikuti arah pandang Irwan dan hanya mengangguk pelan dimana membenarkan perkatannya “Aku belum tahu banyak tentang kamu, atau aku harus memanggil nama lain?”

“Irwan Pradana usia tiga puluh lima ya bisa dikatakan seusia Yudo, pekerjaan aku....nanti kamu akan tahu sendiri pekerjaanku karena aku ingin kamu terkejut sama seperti pernikahan ini,” jawab Irwan dengan memberikan tatapan menggoda “Kamu pakai ini mulai sekarang,” sambung Irwan mengeluarkan dompet dan memberikan kartu pada Naila “Kamu sekarang tanggung jawabku dan itu adalah uang gaji saat kerja.”

“Kamu berikan ke aku?” tanya Naila yang diangguki Irwan “Berarti ada uang lain karena kamu bisa memberikan dengan sangat mudah.” Naila memberikan tatapan curiga.

Irwan tertawa mendengar kata – kata Naila “Bagaimana kamu tahu mengenai uang lain?” Naila hanya mengangkat bahu “Uang lain itu akan aku buka nanti saat kita ada di Jakarta.”

“Uang lain itu adalah milik kamu dan bisa kamu gunakan sesuai dengan kebutuhan kamu, nggak mungkin seorang pria yang sudah menikah tidak memiliki uang lain untuk menyambung kehidupannya saat seluruh gaji diberikan pada istri, aku nggak pernah masalah akan hal itu tapi setidaknya tahu diri digunakan untuk apa.”

Irwan mengangguk setuju mendengar perkataan Naila “Anak – anak ngajak ketemuan mau ikut?” Naila mengangkat alisnya mendengar pertanyaan Irwan “Hadi ngajak ketemuan di cafe orang tua kamu.”

Naila mencibir perkataan Irwan mengenai pesan dari Hadi “Kebiasaan memang dia minta gratisan mulu.”

Irwan tertawa mendengar kata – kata yang keluar dari bibir naila, memegang tangan Naila membuat mereka saling menatap satu sama lain. Naila sendiri bisa merasakan bagaimana perasaan Irwan pada dirinya melalui tatapan mata yang mereka berdua lakukan, saling memandang satu sama lain hingga akhirnya bibir Irwan menyentuh bibir Naila yang membuatnya menutup mata.

“Mata Yasmin ternoda,” teriak Yudo membuat mereka melepaskan ciuman “Sakit, Sayang.”

“Kamu tu kaya nggak pernah menikah aja,” omel Zahra “Nay, masih ingat nggak semalam saat Irwan mengucapkan akad dengan pegang tangan papa terus kata sah keluar dan kamu terkejut pas kita kasih tahu kalau sudah sah.”

“Bahkan tidurnya harus pisah kamar haduh malam pertama apaan ini,” sambung Yudo dengan tatapan menggodanya.

Menatap kesal pada kedua orang yang disayangnya itu dan menarik Yasmin untuk digendongnya, Irwan sendiri memilih duduk di kursi kosong untuk menemani Yudo sekedar berbicara. Naila menatap bagaimana Irwan berbicara dengan kakak – kakaknya dimana hampir sama seperti Benny saat mereka bersama dahulu tapi sekarang bukan pria itu melainkan pria lain yang akan menemani dirinya sampai akhir hayat nantinya.

“Kamu udah sarapan?” tanya Indira yang berada disamping Naila yang hanya menggelengkan kepala “masakan Irwan mantap banget.”

Naila mengerutkan keningnya “Memang masak apa?”

“Lihat aja sendiri tadi kita makan sama mertua kamu juga.”

“Kenapa aku nggak diajak?” menatap kesal pada Irwan yang membuat pria tersebut tersenyum “Aku mau makan dulu kalau gitu.”

Memberikan Yasmin kembali pada Zahra dan melangkah masuk kedalam dimana ada bibi yang baru saja keluar dari kamar tamu, Naila menatap bingung bibi yang keluar dari ruang tamu.

“Semalam Mas Irwan tidur disana dan bibi bersihkan supaya bisa langsung istirahat,” jawab bibi saat menatap Naila “Mbak udah mau makan, mau dibuatkan apa?”

“Ini sudah aku panasin,” ucap Irwan sebelum Naila menjawab “Makasih sudah dibereskan dan maaf merepotkan,” sambung Irwan menatap bibi setelah meletakkan makanannya.

Naila menatap bagaimana sikap Irwan saat ini yang pastinya berbeda dengan kedua pria sebelumnya, Naila memang merasakan perbedaan besar antara mereka semua dan mencoba untuk bisa menerima Irwan sejauh ini.

“Bagaimana rasanya?” tanya Irwan yang membuat Naila menatap bingung “Aku yang buat.”

Mengangguk paham mendengar perkataan Irwan “Enak hanya saja terlalu kerasa penyedapnya dan untuk beberapa orang ini nggak bagus.”

Irwan mengangguk mendengar perkataan Naila “Semua orang lebih menyukai rasa yang seperti itu.”

Menggelengkan kepala pelan mendengar perkataan Irwan “Orang yang memiliki penyakit akan susah jika makan menu seperti ini.”

Irwan membenarkan perkataan Naila “Lantas bagaimana kita tahu orang tersebut sakit atau sehat karena kita sebagai chef hanya mengikuti standard yang sudah ada dan berarti adalah menu itu sudah menjadi patokan kami dan tidak mudah mengubah begitu saja.”

Memilih diam karena memang tidak tahu jawabannya apa, melihat reaksi dari Naila membuat Irwan menarik serta menghembuskan nafas panjang. Irwan tahu jika dirinya terlalu keras saat mengatakan hal tersebut, dimana dirinya belum memberitahukan siapa sebenarnya Irwan nantinya yang pasti akan membuat wanita yang ada dihadapannya terkejut.

“Kalian akan balik kapan?” Indira mendatangi mereka yang ada di meja makan bersama dengan Wati yang tidak lain adalah mertua Naila atau ibu kandung Irwan.

“Aku besok malam tapi kalau Naila masih mau liburan nggak masalah secara waktunya dia sebelum masuk masih lama, biarkan dia liburan dulu disini dan aku kembali karena masih banyak pekerjaan.”

Naila hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka karena memang tidak tahu pekerjaan Irwan sebenarnya, sedikit bersyukur karena Irwan meninggalkan dirinya disini dengan dia yang kembali terlebih dahulu. Menatap Irwan yang tampak biasa saja membuat salah satu sudut hati Naila tidak tega dibuatnya karena bagaimana pun mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri yang berarti harus mengikuti kemana sang suami berada.

“Aku juga kembali besok malam.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gadis Pecandu di Rumah Sakit
9.8
Saat berbaring di ranjang pasien untuk memeriksa gangguan gairah parah yang dideritanya, seorang wanita harus menghadapi tindakan tidak senonoh dari sosok yang ia kira adalah dokter medis. Alih-alih diperiksa secara profesional, ia justru dipermainkan secara fisik hingga tak berdaya. Ketika ia menoleh ke belakang demi menghentikan perbuatan itu, ia terkejut mendapati bahwa pria itu sebenarnya adalah dosennya sendiri, yang kemudian langsung merangsek maju dengan sangat kasar.
Sampul Novel Kembar Manis: Memuaskan Diri dalam Cinta Ayah
8.1
Ningsih terpaksa menjadi ibu pengganti demi membiayai pengobatan ibunya. Lima tahun berlalu, ia telah sukses menjadi dokter anak dan dipertemukan kembali dengan Charles, pria misterius masa lalu yang mengasuh seorang putra. Konflik kian rumit saat lelaki lain hadir membawa bayi perempuan yang diakui sebagai anak kandung Ningsih. Di tengah misteri masa lalu yang perlahan terbongkar, sanggupkah Ningsih menghadapi takdir berliku ini?
Sampul Novel Kontrak Eksklusif untuk Kanaya
8.7
Hidup Kanaya hancur seketika akibat ketamakan ibu tirinya yang tega menjadikannya jaminan utang tanpa izin. Kini, ia terperangkap dalam cengkeraman rentenir paling kejam di kota. Di tengah situasi pelik yang mengancam masa depannya ini, kebebasan Kanaya benar-benar berada di ujung tanduk. Mampukah gadis malang ini bangkit melawan takdir buruknya, atau ia justru harus pasrah dan menyerah pada keadaan yang merenggut seluruh hidupnya?
Sampul Novel Pernikahannya, Makam Rahasianya
8.1
Maya Prameswari menjalani pernikahan toxic dengan miliarder Bima Wijaya, yang menuduhnya sebagai wanita matre tanpa sadar bahwa Maya adalah penyelamat hidupnya. Kebencian Bima kian memuncak akibat hasutan jahat Sarah Hartono. Demi menuntut keadilan bagi sang ibu dan melindungi Bima dari ancaman musuh rahasia, Maya nekat memalsukan kematiannya. Namun, kepergian Maya justru mendatangkan duka mendalam serta bahaya baru bagi Bima yang masih tertipu kebohongan.
Sampul Novel Rahasia Pemulihan Setelah Kelahiran Anak
9.1
Pascapersalinan seharusnya menjadi momen pemulihan yang damai. Namun, dalam cerita ini, sang suami justru membawa seorang terapis ASI pria ke rumah mereka untuk membantu sang istri. Keanehan memuncak saat proses pemeriksaan berlangsung; terapis tersebut secara mengejutkan menelanjangi sang istri tepat di hadapan suaminya sendiri yang hanya diam menyaksikan. Tindakan janggal ini memicu tanda tanya besar dan kecurigaan mendalam mengenai motif tersembunyi di balik keputusan sang suami serta identitas asli sang terapis.
Sampul Novel SCHOOL DIARY
8.0
Dijuluki Miss Bad Luck karena asmaranya selalu berujung sial, Kana memutuskan menyerah dalam mencari cinta. Ia bertekad menutup rapat hatinya demi menghindari kemalangan yang terus berulang. Namun, pertahanan Kana goyah ketika seorang pemuda asing mendadak muncul di hadapannya. Sambil membawa martabak keju kesukaan Kana, cowok itu mengajukan kesepakatan unik: jika Kana menerima makanan tersebut, mereka berdua otomatis resmi menjadi sepasang kekasih detik itu juga.