APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel BadmiLove 2

BadmiLove 2

Naila terkejut saat harus menikah dengan Irwan, pria asing yang baru ditemuinya. Walau konflik masa lalunya telah reda, ia kini terikat janji pada seorang dokter yang merupakan sahabat dari sepupunya. Irwan sendiri yakin mempersunting Naila hanya setelah dua kali bersua secara tidak sengaja. Dengan dukungan kerabat, pernikahan sederhana pun terlaksana saat liburan. Namun, benarkah ada cinta di hati Irwan? Bayang-bayang masa lalu Naila kini mulai mengancam awal pernikahan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Mempersiapkan barang – barangnya untuk kembali bersama dengan Irwan, keputusan yang diambilnya karena bagaimanapun status mereka berdua adalah suami istri dan telah sah di mata negara serta agama. Tidak mungkin Naila membiarkan Irwan kembali begitu saja apalagi ada orang tuanya disana, yang pastinya akan membuat nama Naila jelek jika membiarkan Irwan kembali begitu saja.

“Gue benaran nggak tahu maksud dia kesini,” ucap Frida menatap Naila dengan tatapan memohon ampun.

Naila tersenyum menatap Frida “nggak usah dipikirkan karena mungkin memang jalan takdir dan kakak kamu yang terbaik buatku.”

“Gue nyesel lo sama dia,” keluh Frida lagi membuat Naila mengangkat alisnya “tapi tenang dia memang baik cuman kamu harus sabar sama sifatnya yang Menjengkelkan.”

“Nggak usah kompor atau bilang hal jelek ke Naila,” tegur Irwan dengan duduk samping Naila “kita balik besok jadi jangan kangen ya.”

Frida menunjukkan ekspresi muntahnya “semoga Naila bisa sabar sama lo.”

Naila hanya tersenyum menatap mereka berdua dan saat matanya menatap kearah lain terlihat kakak sepupunya menatap penuh tanda tanya dengan keputusannya menikah secepat ini, Naila sangat tahu jika mereka semua sangat perhatian dengan dirinya hanya saja semua keputusan sudah diambil. Liburan yang seharusnya berlangsung lama membuat Naila harus kembali karena tidak tega dengan Irwan ditambah mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri dengan papanya yang langsung menjadi wali nikahnya.

“Bukannya lo mau disini beberapa hari terus kenapa balik?” Hadi menatap Naila malas dan kecewa “memang lo ngelarang dia buat liburan?” menatap tajam pada Irwan “dia jarang banget pulang kesini eh lo ajak balik aja.”

“Gue yang minta karena gimanapun kita udah menikah ya masa gue biarin dia balik sendiri.”

“See bukan gue kan,” ucap Irwan santai.

Hadi menatap malas pada Irwan mendengar kata – katanya, memilih membahas hal lain daripada berdebat hal yang tidak penting sama sekali. Mereka semua bisa saling melengkapi satu sama lain karena memang jarak yang tidak terlalu jauh dan saudara Naila seperti Bagas dan yang lain sudah mengenal mereka dengan sangat baik.

“Kamu udah yakin dengan pria itu?” Bagas menatap dalam pada Naila yang mengangguk pelan “kalau dia bajingan atau apapun itu katakan ke aku karena aku pasti akan langsung menghajarnya.”

“Siap,” ucap Naila dengan memberi hormat “aku sendiri belum tahu pekerjaannya apa atau dia bekerja dimana.”

Bagas membelalakkan matanya yang hanya diangguki Naila “memang kalian belum saling bicara?”

Naila tersenyum “sudah tapi nggak perlu aku ceritakan semua kan?” memberikan tatapan menggoda membuat Bagas menatap malas “aku akan bicara dengan Mas Evan nanti kalau ketemu disana.”

Pembicaraan singkat antara Naila dengan Bagas terhenti karena Irwan menginginkan mereka berdua pulang terlebih dahulu, berpamitan pada yang lain termasuk pamitan bahwa Naila akan kembali ke Jakarta. Pelukan bersama teman – temannya membuat Naila sedih karena waktu yang dimiliki sangat – sangat singkat dan sebenarnya masih ingin bersama dengan mereka dalam waktu beberapa hari.

Perjalanan dari cafe sampai rumah orang tuanya berlangsung singkat karena memang jaraknya tidak terlalu jauh, masuk ke dalam rumah membuat langkah Naila terhenti saat melihat Irwan masuk kedalam kamar tamu. Naila membiarkan saja itu terjadi karena dirinya belum siap untuk berada dalam satu ruangan tertutup bersama dengan Irwan yang saat ini menjadi suaminya, dalam lubuk hati kecilnya terdalam dimana Naila ingin mengajak Irwan tidur bersama hanya saja masih ada kecanggungan diantara mereka dan Irwan sendiri tidak memaksakan kehendaknya.

Mencoba tidak peduli dengan masuk kedalam kamar, membersihkan diri sebelum akhirnya berada di ranjang. Tatapan Naila berpusat pada ponselnya dimana banyak pesan dari Rafa, Rafi, Vivian dan juga Evan. Membalas pesan tersebut satu persatu kecuali Rafa karena memang Naila mencoba menjauh dari Rafa dalam keadaan apapun itu, menatap pesan sekali lagi dan mencoba tidak peduli.

Tangan Naila meluncur ke media sosial mencari siapa sebenarnya sang suami karena sampai sekarang tidak tahu banyak atau sama sekali mengenai Irwan, rasa penasaran yang membuat Naila tidak tahu harus bertanya mulai dari mana. Tidak menemukan media sosial milik Irwan membuat Naila langsung penasaran, mencoba membuka media sosial Frida untuk mencari kembali dan sekali lagi tidak menemukannya. Memilih untuk menutup mata karena sudah menghabiskan banyak waktu untuk mencari tahu tentang suaminya tersebut, badan lelahnya membuat Naila menghabiskan waktu di ranjang lebih lama dibandingkan sebelumnya.

“Kamu sudah siap?” Naila mengangkat alisnya saat Indira bertanya mengenai hal yang tidak diketahuinya “kamu kan harus balik Jakarta dulu sedangkan kita masih ada urusan disini.”

“Irwan mana?” menatap sekitar yang tidak menemukan keberadaan pria tersebut “maksud aku Mas Irwan,” koreksi Naila saat melihat Indira menatap tajam.

“Ikut papa kamu ke cafe buat lihat keadaan cafe dan kenalan sama chef disana,” jawab Indira yang diangguki Naila.

“Memang dia paham?”

Indira mengangkat alisnya bingung “lah Irwan kan chef pastinya paham.”

Naila tersedak mendengar kata – kata Indira yang tidak pernah diketahuinya sama sekali, chef yang berarti bisa membuat makanan dan pantas saja rasa masakan kemarin tidak seperti masakan pemula. Seketika merasa bersalah karena memberikan kritikan atas makanan yang dibuatnya, menggelengkan kepala merasa apa yang dilakukannya tidak ada yang salah dan lagipula mereka tidak mengenal terlalu dalam.

“Pernikahan kalian memang dadakan tapi papa dan mama mengharapkan kebahagiaan buat kamu.”

“Kenapa papa menerima lamaran dia?” sedikit penasaran mengenai keputusan yang dibuat Fajar atas dirinya saat itu.

“Papa melihat kesungguhan di mata Irwan ditambah lagi memang mereka udah saling kenal satu sama lain maksudnya Om Awang sama papa, papa yakin jika Irwan tidak akan berbuat aneh karena Om Awang menjamin semua itu.”

Menghembuskan nafas panjang karena rasanya percuma mendebat karena semua sudah terjadi, artinya Naila harus melalui ini semua dan prinsipnya adalah pernikahan hanya sekali seumur hidup. Membayangkan hidup bersama dengan pria yang tidak dikenalnya sama sekali membuat Naila tidak tahu harus bertahan sampai sejauh apa nantinya.

Mereka kembali terlebih dahulu dimana Naila berangkat bersama dengan Irwan dan kedua orang tuanya, Naila lebih banyak diam selama perjalanan dan tertidur di bahu Irwan membuat sang pria hanya bisa diam.

Masuk ke dalam rumah sederhana yang membuat Naila menatap sekitar, sebelumnya mereka berpisah dengan orang tua Irwan yang tinggal berbeda dengan sang putra. Irwan menunjukkan ruangan – ruangan termasuk kamar mereka nantinya, menatap rumah yang bersih dan seketika tatapan Naila mengarah pada dapur yang indah dan juga bersih. Langkah Naila terhenti dengan melangkah kearah dapur menatap sekitar dengan Irwan berada di belakangnya mengamati apa yang Naila lakukan saat ini.

“Selamat datang di rumah kita Naila salah satu pegawai dari H&D Group yang nantinya akan menjadi partner di lingkungan kerja.”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benci Jatuh Cinta
9.6
Panji, anak asuh Terryn dan Deva, tumbuh tegar walau dibenci Sheira akibat hasutan Imelda. Sebagai menantu Danuarta, ia sabar melindungi kehormatan Deva meski dizalimi istrinya. Ketegangan memuncak saat keterlibatan Sheira dalam kematian calon istri Panji terkuak. Di sela duka wafatnya ibu angkat dan hadirnya sang ibu kandung, Panji terjebak dilema batin antara kepedihan masa lalu dan rintangan masa depan.
Sampul Novel DILEMA CINTA
8.2
Dalam kisah romansa modern Dilema Cinta, kita menyaksikan pergulatan batin Alex yang mencintai Maya dengan tulus. Sayangnya, perjalanan asmara ini tidak berjalan mudah bagi Alex. Ia terjebak dalam konflik internal yang rumit karena belum mampu membebaskan diri dari bayang-bayang masa lalunya. Novel ini menggambarkan perjuangan emosional seorang pria yang berupaya membuka lembaran baru dan melangkah maju, meski kenangan lama masih terus mengikat erat hatinya.
Sampul Novel Hasrat Liar Sang Ustadzah
9.7
Kehidupan seorang pemuda jungkir balik setelah tidak sengaja melihat rahasia di balik hijab syar'i Ustadzah Ika. Momen tak terduga saat sang guru melepas busana meninggalkan kesan mendalam yang mustahil ia lupakan. Walau sudah mempunyai anak, pesona fisik Ustadzah Ika tetap memikat hingga memicu kekaguman ekstrem. Bayangan tubuh indah sang ustadzah kini terus membayangi pikirannya, mengganggu tidur malam, dan memicu hasrat yang kian liar setiap hari.
Sampul Novel Hasrat Membara Bos Baruku
9.5
Chika memulai babak baru dalam kariernya sebagai asisten pribadi Jack Jeagerjaques, penulis novel roman ternama. Namun, impresi pertamanya hancur berantakan saat ia memergoki sang bos sedang bermesraan di dapur. Sejak kejadian mengejutkan itu, Chika langsung mencap Jack sebagai pria mesum yang patut diwaspadai. Di bawah bayang-bayang pesona maskulin Jack, ia kini harus berjuang menjaga jarak profesional agar tidak ikut terjerat dalam lingkaran gairah sang penulis.
Sampul Novel Istri Keempat Sang Tuan Tanah
9.7
Demi melunasi utang, Lila terpaksa menikah dan menjadi istri keempat Tuan Thakur, tuan tanah kaya yang sangat dominan. Pria itu menegaskan bahwa pernikahan mereka bukanlah drama televisi yang mudah diakhiri. Tanpa ada kata cerai, Lila terjebak dalam komitmen seumur hidup, kecuali maut memisahkan atau suaminya sendiri yang melepaskannya. Kini, Lila harus menghadapi kenyataan pahit dalam pernikahan penuh intimidasi ini. Sanggupkah ia bertahan hidup bersamanya?
Sampul Novel Dari Pion Menjadi Ratu: Pelarian Manisku dari Kekasih yang Manipulatif
8.0
Sadar hanya dimanfaatkan oleh skenario licik Greyson, Melanie memilih pergi demi kebebasan. Keputusan ini memicu kecemburuan hebat pada diri Greyson saat melihat Melanie didekati banyak pria lain. Meski Greyson mencoba segala cara untuk menahannya, tekad Melanie untuk lepas dari manipulasi sudah bulat. Pada akhirnya, Greyson yang hancur justru memohon agar tidak ditinggalkan dan rela mengikuti Melanie ke mana saja.